Gadis Magik Dari Dewi

Gadis Magik Dari Dewi
Misora Windra


__ADS_3

Hari subuh yang menenangkan diikuti kicauan burung dan suara teriakan dari sepasang kembar yang buru-buru ke sekolah.


"Ibu! Kami ke sekolah duluan,ya!"


"Iya!Kalian hati-hati ya!"


Sang ibu melirik pada kedua-dua anaknya yang sedang berjalan ke sekolah. Padahal hari masih terlalu awal.Sudah lama dia tidak melihat anak-anaknya begitu gembira sejak ayah mereka terpaksa kerja luar kota dan dibuli Fina.Dia juga penasaran bagaimana rupa gadis yang tidak takut untuk berteman dengan mereka itu.


"Hoamm...ibu,apa yang berisik nihh?"


Kaget tante Miya melihat anak gadis tertuanya baru bangun padahal adik-adiknya telah keluar ke sekolah.


"Kamu baru bangun?Cepat siap pergi sekolah.Tuh adik kamu dua-dua telah ke sekolah kok."


"Hah?Jarang banget tuh mereka keluar seawal ini."


________________________________________________


SAMPAIII!! jerit mereka keriangan.


"Hahaha!Seawal ini,mustahil ada orang boleh menandingi kita!"Rabbita terkekeh ketawa melihat kawasan sekolah yang sepi.


"Kakak,nampaknya ada orang lain telah menang..."Treelia mengukir senyuman sedih sambil arahkan jarinya kepada seorang gadis yang sedang tertidur pulas.


"Snow?Dia lebih awal dari kita?Waduhh..sempat lagi nih dia tidur"ujar Rabbita dengan nada sedih kerana ada seseorang lebih awal.


Hari masih terlalu awal jadi Rabbita dan Treelia putusin pengen jalan-jalan.


"Mau ngajak Snow tidak?"


"Ngak usah dehh..biarin aja dia tidur."


"Okee."

__ADS_1


Mereka pun mulai berjalan sampai perpustakaan namun masih dikunci dan terus ke pusat info untuk mencari sesuatu yang menarik. Setelah puas meliat-liat info,mereka ke kantor guru dan menyapa guru-guru yang baru sampai.Setelah itu mereka putusin pulang ke kelas.


Mereka lewat jalan hadapan kelas Fina untuk liat kalau dia sudah datang atau tidak.(Mereka berdua dan Fina berada dalam kelas berasingan)


Mereka melirik dari pintu untuk melihat dan keputusannya Fina masih belum datang.


"Kalian cari apa?"


Rabbita dan Treelia melirik kepada gerangan suara itu.Ternyata orang yang menyapa mereka adalah Misora Windra,salah satu teman Fina.


"Kami cu-cuma lewat!Kami tak mencari apa pun.."Rabbita dan Treelia gagap kerana orang dihadapan mereka ini pernah mengenakan mereka berdua dan menuduh mereka mencuri atas arahan Fina.


"Gak usah gitu dong.Aku minta maaf mengenakan kalian dahulu.Sekarang aku udah ngak teman sama Fina itu lagi. Dia suka mengatakan hal tidak enak padaku."


Kata-kata Windra itu melegakan hati mereka berdua sejenak.


"Gak papa dong. Kami maafin."


"Boleh kita berteman?"


"Baiklah."


Mereka berdua sungguh gembira. Akhirnya mereka mendapat dua teman baru.Mereka pun pulang ke kelas untuk mengobrol dengan Snow.


"Snow,ayo bangun. Jangan tidur terus dong!"


Cubaan pertama mereka membangunkannya ngak mempan.Snow tidur cukup pulas.


"MIZUKAWA SNOWWW!!!Bangun sekarang!!"kerana kelas mereka masih gak ada orang datang,jadi gampang kalo mau berteriak.


"Apaan kalian...gimana kalo didengari guru...ngak dibilang seperti cari maut?"


"Kalo ngak mau kami berteriak,lekas bangun!"

__ADS_1


Akhirnya Snow bangun tidur dengan paksa. Rabbita dan Treelia dihadapannya pula terkekeh ketawa melihat rambut teman mereka ini agak berantakan.


"Hahahaa! Berantakan banget rambutmu!"


"Ngak usah dipikirin. Murid-murid lain ngak melihat aku di belakang ini. Kalian juga tak pernah menyadari aku dibelakang ini."


"Jangan marah dong!"


Walaupun Treelia berkata begitu , Snow lebih terlihat sedih daripada marah.


"Oh ya!Nanti makan tengah hari ada seseorang mau mengikuti kita."


"Aku penasaran kenapa kalian sangat gembira. Rupanya kerana itu. Siapa dia?"


"Bekas teman Fina. Tadi dia minta maaf dan minta kita untuk berteman. Snow,kamu ngak keberatan kan?


Snow menggangguk tanda setuju.


"Aku ngak keberatan kok."katanya sambil mengukir senyuman.


Makan tengah hari_____________


"Windra! Kami disini!"


"Disini rupanya kalian!"


Snow merasakan sesuatu yang aneh tapi dia langsung mengabaikannya.


"Salam kenal,aku Misora Windra. Senang berteman denganmu!"


"Salam kenal juga. Aku Mizukawa Snow. Aku juga senang."


Inilah pertamanya mereka berempat makan tengah hari bersama. Walaupun kadang-kadang agak janggal,tapi ia perasaan yang seronok.

__ADS_1


Snow lebih senang menjamah mantou nya dengan diam manakala mereka bertiga berngobrol.


Dia merasakan sesuatu yang aneh pada Windra tapi dia ngak mau menggunakan magik yang akan menguras tenaganya.


__ADS_2