Gadis Magik Dari Dewi

Gadis Magik Dari Dewi
Kita teman,bukan?


__ADS_3

Bak!


Snow dan gadis tadi terjatuh bersamaan dari tangga. Namun gadis itu terjatuh di atas tubuh Snow dan itu dapat minimakan kecederaannya.


"Maaf,awak tak apa-apa?"


Snow bertanya dengan kerisauan. Walaupun dia sempat bertindak,dia masih penuh dengan kerisauan.


"Ah..saya tak apa-apa.." ucap gadis itu coba untuk bangun lalu di bantu oleh Snow.


"Maafkan saya...saya sangat ceroboh."


"Tidak apa-apa. Tiada yang cedera." Snow coba menenangkannya.


"Kakak ini siapa? Tidak pernah lihat pun."


Kata-kata itu menyambar hati Snow.


Benar...sebelum berteman dengan Rabbita dan Treelia dia kayak hikikomori tapi di dalam kelas.


"Mi-mizukawa Snow. Dari kelas 6 - D."


Snow memperkenalkan dirinya dengan sedikit gagap.


"Ah,kak Mizukawa,saya Ayumi dari kelas 5 - B."


Snow bermonolog sendiri. Sudah lama orang tidak memanggilnya Mizukawa. Terasa kekok.


"Ayumi lagi mau kemana?" Snow bertanya penasaran. Dia begitu cepat sampai lupa melihat ke sekeliling dan tertabraknya.


"Ah,benar. Ada kakak kelas memanggilku. Jadi aku perlu segera kerna takut di marahi."


"Yasudah. Kamu gak mau di marahin? Padahal gak usah cepat begitu."


"Oke kak Mizukawa. Nanti kita main bareng ya?"


"Oke." Snow menjawab singkat. Dia cuma menatap Ayumi semakin menghilang dari pandangannya.


"Horee...teman kelimaku di sekolah ini!" Snow tersenyum riang. Dia terus berjalan semula menuju kelasnya.


_____________________________________________

__ADS_1


Bel berbunyi tanda pembelajaran pertama akan dimulakan. Sekarang masanya untuk...


SENI!


Pembelajaran kesukaan tiga bersahabat itu. Bu guru berjalan memasuki kelas tanda pembelajaran akan segera dimulai.


"Baiklah anak-anak, bu mau kalian coba melukis seorang teman kamu. Berpasangan yah."


Bu guru sudah memberikan arahan.


Murid-murid lain sudah mulai melukis. Cuma tinggal Snow,Rabbita dan Treelia saja yang masih bingung.


"Bagaimana ni? Kita bertiga." Rabbita tampak risau.


Seorang gadis datang mendekati mereka bertiga. Rambut ungunya sangat panjang dan itu membuatnya sungguh anggun.


"Err...bisa tidak aku berpasangan denganmu?"


Dia mengajukan soalan kepada Snow.


"Oh? Tentu saja bisa. Siapa namamu?"


____________________________________________


Snow dan Lin Ya mulai melukis. Sesekali Lin Ya menatap lama muka Snow,membuat Snow kehairanan.


"Kamu pinter menggambar,ya." Lin Ya memuji Snow. Gambar dirinya terlihat sangat cantik. Membuatnya merasa iri dan kagum.


"Aku menyukai seni." ucap Snow tersenyum kepada Lin Ya.


Lin Ya membuat muka cemberut sambil menatap lukisannya. Snow melukis dirinya dengan baik,tapi dia tidak dapat pun melukis Snow.


"Bagaimana lukisanmu?" Snow berdalih punya bertanya pada Lin Ya.


"Ehh? Kamu gak bisa lihat!" Lin Ya mengambil kertas lukisannya.


"Ayolah! Tunjukkan sebentar padaku." ucap Snow coba mengambil kertas itu.


"Heng...pokoknya kamu gak bisa lihat kecuali udah siap."


Lin Ya membuat tanda piece selepas melihat Snow akur dengan syaratnya. Snow menggembungkan pipi sambil melanjutkan lukisannya.

__ADS_1


"Baiklah,udah siap hadiahkan lukisanmu pada temanmu,ya?" ucap bu guru sebelum kelasnya ditamatkan.


Snow terus menghabiskan lukisannya. Lin Ya datang mendekatinya lalu...


Splash!


Warna air tertumpah ke tangan dan baju Snow. Lin Ya yang tertabrak warna air barusan menjadi panik tapi Snow malahan bingung menatap pakaiannya.


"Maaf Snow! Aku tidak sengaja..." ucap Lin Ya bergetar. Snow yang bingung tadi kembali sadar.


"Ah,tidak mengapa. Kau tidak sengaja." Snow bangun dari tempat duduknya.


"Aku benar-benar minta maaf." Lin Ya sungguh tampak panik. Namun Snow menatapnya dengan tenang.


"Kau tidak minta maaf kerna warna air ini,bukan?"


Lin Ya sontak kaget. Snow masih menatap dia dengan tenang dan senyuman yang tampak indah di mukanya.


"Aku...aku...." Lin Ya tampak mau menangis.


"Teman yuk!"


Mendengarkan perkataan itu, kepala Lin Ya sedikit keatas memandang tepat ke mata Snow.


Snow berjalan menuju ke pintu.


"Kau mau ke mana?" tanya Lin Ya pelan.


"Nih mau cuci warna airnya. Tolong aku beritahu Rabbita sama Treelia juga ya?" ucap Snow lalu berjalan keluar dari kelas.


Snow berjalan menuju toilet. Yah...sayang sekali mau cuci. Warna air itu buatkan baju putih Snow tampak lebih menarik.


Snow mengambil sedikit air lalu menggosok sedikit pada bajunya.


"Ahhhh! Tidak hilang!" ucap Snow kesal lalu mengambil lebih air dan sedikit sabun.


Krekk....


Pintu toilet dibuka. Seseorang datang berjalan mendekati Snow. Selepas melihat sosok itu, dia mulai tersenyum.


"Gembira jumpa awak disini."

__ADS_1


__ADS_2