
"Mana tempat duduk gadis itu ya?"Rabbita dan Treelia ke sekolah awal cuma kerana mau cari tau tentang gadis yang mereka jumpa tadi malam.
"Mungkin dia murid pindahan."
Rabbita pantas setuju dengan apa yang adik kembarnya bicarakan.Mereka tau semua orang didalam kelas mereka tapi tak pernah melihat gadis itu.
"Pagi."
Mereka kaget lantas menoleh ke arah suara yang menyapa tadi. Dihadapan mereka terdapat seorang gadis berambut kebiruan dan sedikit pendek dari mereka menatap tanpa perasaan.Ya,itulah gadis yang menolong mereka semalam.
"Pagi juga. Terima kasih tolongin kami."
"Gak ada masalah kok."
Gadis terlihat seperti sedang mengukir senyuman.Muka gadis itu berwarna putih pucat dengan alis berwarna biru.Sekali lagi pakaiannya menutupi seluruh tubuh kecuali kepalanya. Gadis ini tampaknya tidak suka memakai rok sebaliknya memakai celana.
"Pagi anak-anak!"
Pelajaran sudah dimulai. Rabbita dan Treelia merasa sedikit keanehan. Gadis itu langsung tidak seperti murid pindahan lain.Yah senangnya,gadis itu di belakang Rabbita dan Treelia. Mau ngobrol tinggal pusing aja.
Pulang>|||
Gadis itu terlihat ngantuk dari awal pelajaran sehingga tamat. "Kamu ngantuk ya?"Pertanyaan itu membuat dia mengangkat sedikit kepalanya.
"Iya. Aku pengen tidur."
"Jangan tidur terus dong!Layanin aku duluan!"
Suara itu membuat mereka kaget. Di belakang mereka terdapat Fina yang tersenyum jahat.Rabbita dan Treelia sedikit kaget kerna dia datang sendirian tanpa teman-temannya.
"Lebih baik aku tidur dari layanin kamu yang gak reti sopan."kata gadis itu tanpa reaksi.
__ADS_1
Kata-kata itu membuat Fina bengang.Lalu dia tersenyum sinis. 'Ngapain ratu nihh?'
"Kau yang ngantuk!Jangan berteman dengan mereka berdua!Jika kau berteman dengan mereka,aku akan membulimu sekali!"ratu nyebelin itu coba mengancam gadis itu dengan serunya.
Gadis itu mencuekin ratu di hadapannya dan bertanya kepada pasangan kembar di sisinya.
"Siapa orang ini?"
Mereka lantas kaget dengan pertanyaannya.
"Kau,kau gak kenal orang ini?"bahkan hampir satu dunia tahu tentang keluarga sihir terhebat dunia, orang satu sekolah dengannya pun tidak tahu?
Gadis tu menggeleng perlahan.
"Dasar kau!Kau tahu ngak ayah aku adalah penyihir kelas dunia!?"
"Kan aku udah bilang ngak tau."
"Kami tidak menyuruh dia apa pun!"
"Kalian pasti bohong!"
Pukulan Fina tiba-tiba berhenti.Rabbita dan Treelia kaget kerana gadis itu menahan tangan Fina.
"Lepaskan tangan aku!"
Gadis tu melepaskan tangan Fina.Lantas dia menampar Fina dengan sedikit keras.
"Brengsek kau!"
"Kalau kau memukul mereka lagi,aku bakalan marah,lho!"
__ADS_1
Mereka bertiga diam tanpa kata.
"Jadi selama ni,orang menyuekin mereka berdua kerna ulahmu. Status ayahmu juga tiada kaitan denganmu. Kamu ngak boleh menggunakannya untuk melindungimu dari hukuman!"
Setelah mengatakan itu,gadis itu menarik tangan Rabbita dan Treelia ke ruang kesehatan untuk oles ubat.
"Makasih ya. Kamu dah tolongin kami dua kali."
"Ngak ada masalah. Aku juga penasaran kerana seperti pernah berjumpa kalian semasa aku kecil."
Rabbita dan Treelia kaget.
"Namaku Mizukawa Snow. Senang berteman kalian."ucapnya dengan senyuman.
"Aku Rabbita dan ini adikku,Treelia. Kami juga senang berteman denganmu."
"Snow,ngomong-ngomong kamu ngak takut dia buli kamu?Dia itu seorang penyihir yang hebat."
"Ngak ada masalah kok.Lagian udah lama aku tidak menggunakan jurus bertarung pamanku."
Hah?Mereka agak penasaran kalu gadis yang agak rendah ini bisa bertarung."Anu....Snow..kau ini penyihir juga kah?"Rabbita memikirkan bahwa dia ini bisa melihat masa depan.
"Ntahlah. Tapi aku bisa guna magis."
Rabbita dan Treelia anggap itu iya kerana magis juga bisa digolong penyihir,kan?
"**Salam kenal,gadis magik**!"ujar mereka keriangan.
__ADS_1