Gadis Penepat Janji.

Gadis Penepat Janji.
1.Kesedihan Aura.


__ADS_3

☘️ Hai,haiii...Selamat datang dicerita 'Gadis Penepat Janji'.


Ini karya kedua ku setelah Cinta CEO untuk Gadis Butik.


Semoga suka dan semoga berkenan meninggalkan jejak like,kritik dan saran.


Mohon berikan Vote yang banyak dan Rate...Terima kasih πŸ™πŸ»πŸ˜˜


πŸ₯€Happy Reading Readers...


_________


Restoran terkemuka di Jakarta La Rossa dipadati customer saat jam makan siang tiba.Pramusaji berseragam hitam dan putih sibuk hilir mudik melayani dan mencatat menu makanan yang dipesan customer yang baru datang.Sebagian menyajikan makanan pada customer yang lebih awal datang dan purchase order.


Cleaning service bersiaga membereskan peralatan makan kotor dimeja yang baru ditinggalkan customer lalu diletakkan di troly makanan dan membersihkan mejanya dengan kain basah dan kering.Sebagian lainnya membersihkan lantai menggunakan smop.


Tujuh chef handal dan berpengalaman berjibaku didepan tungku api dan wajan dengan spatula ditangannya.Mengolah makanan yang dipesan pengunjung restoran di dapur menggunakan bahan berkualitas tinggi.


Diantara pria dan wanita berseragam koki,seorang gadis cantik berkaos hitam fokus mencuci peralatan makan kotor bekas makan customer diwastafel.Gadis itu penampilan nya sudah tak karuan,lusuh dan lepek.


Apron yang dikenakan nya basah terkena cipratan air dan rambut panjangnya yang diikat,tak berbentuk lagi.Tetesan air keringat bercucuran didahinya.Cepat-cepat gadis itu menyeka keringatnya dengan punggung tangannya yang berbalut sarung tangan dan dipenuhi busa sabun.


"Aura,hentikan itu.Tolong ambilkan olive oil dan Mozarella.".Chef Angga,Master chef yang terkenal dingin dan tegas membuyarkan konsentrasi gadis itu saat fokus mencuci piring.


Aura Tsurayya gadis berusia 21 tahun itu menghentikan aktivitasnya sehari-hari dan menoleh pada chef Angga."Baik chef.".Aura segera melepaskan sarung tangan dan berlari menuju gudang makanan untuk memenuhi permintaan chef Angga.


Wajah lelah Aura kentara dan menyatu dengan penampilannya sekarang.Tetapi bibirnya tak berhenti tersenyum manis.Kontras dengan parasnya yang cantik dan menarik.Itulah satu alasan utama Aura dijauhi teman kerja nya yang kebanyakan wanita.Tak sedikit temannya yang memandang Aura rendah karena pekerjaannya sebagai tukang cuci,dan iri karena kecantikannya itu.


Benda yang dicarinya sudah didapat,Aura kembali secepat mungkin ke tempat semula.Menyerahkan sebotol olive oil dan sekotak keju mozzarella pada chef Angga.


"Ini chef.".Senyuman masih melekat dibibir Aura yang ranum dan menggoda didepan chef Angga.


"Letakkan di situ.".Tanpa menoleh pada Aura,chef Angga menunjuk meja disamping kirinya dengan spatula menghindari kontak mata dengan Aura.


"Baik chef.".Tak membuang waktu lagi,Aura mengikuti perintah chef Angga dan kembali ke tempat nya bekerja mengeksekusi perkakas.Tugas sudah dijalankan,Aura mengambil sarung tangannya yang berbahan karet.


"Aura,ambilkan satu krat soda dan es batu.Cepat!.".Baru juga Aura akan mengenakan sarung tangan,bartender pria bernama Rizky sudah berteriak di area bar.


Refleks Aura menoleh pada pria yang kepalanya melongok didinding berlubang yang terhubung antara dapur dan meja bartender.Kesal?,sudah pasti Aura kesal.Jenuh?,tentu saja iya.Setiap hari disuruh-suruh ini dan itu oleh para chef yang bekerja didalam satu ruangan dengan nya.


Namun Aura tetap bersabar dan tersenyum."Baik kak.".Melangkah pergi dengan dahi berlumur busa sabun.


Meski berat dan lelah dengan semua itu,Aura berusaha untuk tidak mengeluh dan merengut sedih.Kesedihannya,Aura sembunyikan dibalik keluguannya,ketegarannya dan senyumannya.


Langkah Aura tertahan oleh pria tampan yang berdiri didepannya dan memasang senyuman penuh misteri kala menatap dahinya.Aura tak sadar dengan keadaan fisiknya sekarang.Manik matanya terus fokus menatap pria berwajah tampan itu yang notabene playboy sejati.


"Aura,tolong sekalian buang sampah ini keluar,ya?.Plizzz!.".Chef Zein memasang raut muka memelasnya merayu Aura untuk membantunya membuangkan sampah seraya menunjuk tong sampah yang nyaris membludak didekat kakinya.


Setiap hari ini tugas rutinnya,ini belum seberapa.Pasrah menerima semua,Aura menghela nafas sejenak dan tersenyum lalu mengangguk."Baiklah chef.".


'Tidak apa-apa,ini tantangan dan ujian melatih kesabaran.Demi bertahan hidup harus tetap semangat'...Aura memotivasi diri sendiri dengan memamerkan senyuman manisnya.


Sudahlah.Lakukan dan lupakan...


Bergumam dalam hati menanggapi semua rutinitas yang dihadapi nya di tempat kerja.


Hidupnya sudah berat,Aura tak mau ambil pusing dengan semua yang dilakoninya setiap hari.Jauh dari ibu kandung yang tinggal di kota berbeda,dan menjauhi Ayah yang tinggal bersama ibu tiri dan adik barunya menuntut Aura untuk tegar dan sabar.


Sepuluh tahun yang lalu orang tua sudah bercerai.Sang ayah menjatuhkan talak pada sang ibu dan mengusir ibunya kemudian.Tanpa membawa harta benda ataupun uang.Hanya membawa luka di hati,banyak kenangan buruk dan sedikit indah saat hidup bersama,serta harga diri yang terkoyak.


Ayah Aura menikah lagi dengan wanita lain yang kini menjadi ibu tiri dan lahirlah beberapa bulan kemudian seorang bayi perempuan bernama Amira.Wanita pengganti lbunya adalah orang ketiga yang merampas kebahagiaannya,terutama sang Ibu.


Sang Ibu disingkirkan dengan tidak hormat dan tanpa harta gono-gini.Setelah sah bercerai Ibunya pergi dari kota Jakarta dan meninggalkan Aura bersama sang ayah.Itu terpaksa dilakukan demi kelangsungan hidup dan pendidikan Aura.


Setelah lulus sekolah,Aura memilih pergi dari rumah dan hidup seorang diri dikamar kost an dalam kesederhanaan dan keterbatasan.Segala cara akan dilakukan Aura demi bisa bertahan hidup asalkan halal.


Cekatan Aura bergerak cepat mengambil sampah yang terbungkus plastik hitam dan menyeretnya keluar dari dapur.Plastik berisi sampah itu diletakkan di bak sampah.Masuk kembali ke dapur dan membawa satu krat soda didekat pintu dan sekantong plastik es batu dimesin pencetak es lalu diletakkan diatas krat.


Dengan langkah terseret-seret,Aura membawa benda berkilo-kilo gram beratnya.Sesuai permintaan Rizky,Aura meletakkan benda yang diangkat dengan kedua tangannya dibawah meja bar Rizky,bartender pria berlesung pipi dan baik hati.


"Terima kasih,Aura.".Ucapan terima kasih sudah Rizky cukup menyenangkan hati Aura.


Setulus hati Aura membalas Rizky dengan senyuman yang menawan."Sama-sama,kak.".Melangkah gontai menuju wastafelnya karena kelelahan.


Dengan wajah lelah dan lusuhnya,Aura kembali fokus pada media didepan nya.Bertumpuk-tumpuk piring,mangkuk,gelas,sendok dan garpu serta pisau kecil,siap dicuci bersih Aura.

__ADS_1


Perhatian Aura teralihkan saat terciumnya aroma wangi masakan yang diolah para chef,menyeruak mengepung dapur dan menusuk hidung mancungnya.Begitu menggoda dan menggugah selera.Perutnya yang keroncongan terasa tersiksa saat mengendus aroma itu.Namun sialnya,jam istirahat masih 30 menit lagi.


Perutnya yang rata ditepuknya dan menggosok hidungnya dengan ibu jari menguatkan hatinya untuk sabar menanti sampai bel istirahat berbunyi.


Gerakan cepat tangan Aura dalam waktu puluhan menit pekerjaan terselesaikan.Peralatan makan sudah bersih dan tertata rapi dimesin pengering untuk dikeringkan.


"Huuuhhh,semua selesai.".Bisa menyelesaikan pekerjaan sesi pertamanya,Aura baru bisa bernafas lega.


Tettt.


Akhirnya Bel tanda istirahat berbunyi.Tanpa pikir panjang,Aura melepaskan sarung tangan dan Apron ditubuhnya.Membasuh muka diwastafel dan menyekanya dengan sapu tangan.


"Ayo semua istirahat!.Shift pengganti sudah datang.".Manager restoran,Dewa mengintruksi semua para bawahannya.


"Baik Pak.".Semua serentak menjawab dan membuka Apron masing-masing lalu meninggalkan pekerjaannya yang diambil alih lawan shift.


Para pegawai restoran berjubel menuju kantin karyawan,termasuk Aura tak mau ketinggalan menghabiskan waktu istirahat di tempat favoritnya untuk melakukan segala hal.


"Aura tunggu!.".Manager restoran menghentikan langkah Aura sebelum melangkah ke kantin.


Manager restoran itu pria yang baik dan cukup dekat dengan Aura.Pria berusia kepala tiga itu dan seorang duda tampan dan keren serta tak memiliki anak,adalah rebutan pegawai wanita.Terkecuali Aura.


Tak lebih dan tak kurang,Aura menganggap pria itu adalah atasannya.Walaupun sebagai manager tak menjaga jarak dengan Aura,baik dan terbuka.Namun Aura yang suka tak enak hati dengan cara manager menganak emaskan nya dan selalu mengakrabkan diri dengannya.


Aura berbalik kearah pria yang memanggilnya dibelakang."Ya Pak Dewa,ada apa?.".


Manager Dewa mendekati Aura secepatnya."Nanti temui aku di kantor selesai istirahat.".


"Baik Pak.".Tanpa berpikir apa-apa Aura mengiyakan.Membungkuk hormat sejenak pada Manager restoran tempat nya bekerja dan melangkah pergi ke kantin.


****


Kursi kantin karyawan sudah terisi penuh,Aura mencari kursi kosong selesai mengambil makanan di stan makanan khas Padang.Hari ini Aura tergugah untuk memakan sepaket daging rendang lengkap dengan lalap daun singkong dan sambal.


Makanan sudah didapatkan,Aura bingung harus duduk dimana?.Aura celingukan mengitari ruangan kantin seraya memegangi nampan.


"Aura,duduk disini saja bersama kami.Masih ada kursi kosong disamping ku.".Chef Zein menepuk kursi kosong disampingnya.


Tawaran yang membuat Aura terhipnotis untuk sesaat.Chef Zein adalah pria penakluk hati wanita,Aura bingung harus menerima atau tidak?.Menolak tidak enak,tetapi jika menerima,Aura takut terkena rayuan gombal nya.Aura berpikir sejenak mencari jawabannya.


Chef Zein sedikit kecewa dengan penolakan Aura,namun la tak bisa memaksa Aura."Baiklah.Silahkan!.".Chef Zein tak mau menghalangi kebebasan Aura dan membiarkannya pergi.


Aura merasa bersalah melihat ekspresi wajah chef Zein yang datar yang biasanya selalu tersenyum.Tetapi Aura tak ingin menjadi bulan-bulanan teman kerja wanita nya jika ada didekat para pegawai laki-laki.Siapa pun itu,baik chef atau yang lainnya.Lebih baik duduk dikursi lain dan sendirian.


Aura mendudukkan dirinya di kursi yang kosong itu dan meletakkan nampan berisi makanan dan minuman nya dimeja.Makan dengan tenang dan lahap tanpa teman yang menemani seorang pun.Ya,mau bagaimana lagi,Aura memang tidak memiliki teman dekat direstoran.Lebih suka menyendiri dan menjauhi masalah.


Nyaris semua rekan kerja wanita tak menyukai Aura dan mengacuhkannya.Kendati begitu,Aura tak pernah berburuk sangka,tidak balik membenci atau mendendam.Uang menjadi motivasi terbesar Aura agar bisa tenang dan nyaman bekerja di restoran.


"Liat tuh!.Gadis sok suci itu duduk sendirian lagi.".


"Memang kamu tau?,bagaimana pergaulannya?.Dia tidak pernah bersikap yang aneh-aneh.".


"Muka lugu dan cantiknya hanya topeng.Gue yakin,dia tidak sebaik yang Lo pikirkan.".


"Tidak baik bicara begitu.Kamu berkacalah!.Dia lebih baik dari mu.Piaraan om-om yang sudah beristri.".


"Hussst,pelankan suara Lo.Lebih baik baik lagi,jika tutup mulut.".


Dua orang wanita berbisik-bisik dibelakang Aura.Satu membela dan satu lagi sudah jelas tak menyukainya.Gunjingan sudah menjadi makanan pokok di kantin.


Terserah dan tidak perduli.Aura terdiam dan memilih bersikap masa bodoh.Ia tidak bisa menutup mulut wanita yang suka bergosip dan mencibir nya dibelakang.


Perlahan penghuni kantin berangsur berkurang.Satu persatu para pegawai restoran pergi dari kantin.Istirahat masih ada waktu 20 menit lagi,Aura berdiam diri di kantin dan tak beranjak dari duduknya.


Terhanyut dalam lamunan sambil mengaduk-aduk minuman dingin nya dengan sedotan.Pikirannya berkelana dan matanya menerawang jauh.Apa yang dipikirkannya?,kenangan pahit sepuluh tahun silam.


Flashback on.


Aura POV.


Praaannnggg.


Piring dan gelas melayang di udara dan berakhir di lantai.Benda pecah belah bertebaran dimana-mana bak lautan kaca.Ayah meluapkan emosi nya setiap kali la marah.Memecahkan benda mati yang tidak berdosa.


Ibu berdiri disudut dinding ruang tamu dengan tergugu dan menutup telinga.Dalam ketakutan dan keterkejutan melihat kemurkaan Ayah.Sementara Aku bersembunyi dibalik pintu kamar dan mengintip yang terjadi di ruang tamu dicelah pintu antara Ayah dan lbu.

__ADS_1


Pemandangan yang sering terjadi dan kulihat namun mampu membuat ku ternganga dan terbelalak.Terkadang Aku jengah dengan semua ini,namun tak bisa berbuat apa-apa selain diam dan menangis.


"Semua sudah berakhir.Aku talak kamu.Mari kita bercerai.".Kata talak terlontarkan dari mulut Ayah dengan luapan emosi.


Bak disambar petir Aku mendengar nya,apalagi Ibu.Seperti tersengat arus listrik bertegangan tinggi.Ayah yang ku hormati telah tega menjatuhkan talak pada lbu.Tidak pernah kubayangkan dan kuharapkan.Ini diluar dugaan dan kehendak ku dan lbu.


Dalam kebingungan,lbu mencerna ucapan Ayah.Antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.Bagaikan mimpi di siang hari.Ibu terpaku ditengah kerapuhan dan kelemahannya.


Seperti wanita yang tidak memiliki harga diri,lbu bersimpuh dihadapan Ayah."Tidak mas,jangan lakukan itu.Aku tidak mau bercerai.Tarik kembali ucapan mu.Kumohon.".Kesedihan lbu kentara diraut wajahnya.


"Tidak bisa.Keputusanku sudah bulat.".Ayah tak perduli Ibu memelas dan memohon padanya.Ketidak berdayaan lbu tak menyurutkan niatnya."Menyingkirlah dari hadapan ku!.".Tanpa perasaan Ayah mendorong tubuh lbu hingga terjerembab di lantai."Kemasi pakaian mu dan tinggalkan rumah ini!.".Nada usiran jelas terdengar memekakkan telinga ku dan lbu.


Miris dan sakit hatiku melihat itu.Aku ingin berlari kearah lbu dan memeluknya namun tak kuasa.Tubuhku terasa membeku.Ingin berteriak menghentikan itu semua dan membela lbu,tetapi lidahku terasa kelu.


Dengan cepat lbu bangun lagi dan mendekap erat kaki Ayah yang berdiri dan bergeming."Tidak mas.Jangan usir aku dari sini.Aku mau tetap bersama mu dan Aura.".Air mata lbu terus mengalir deras dipipinya.


Aku merasa bersalah dan menyesal.Jika bukan karena Aku,lbu takkan melakukan itu dan menangis tersedu.Seketika luruh air mata ku.Aku yang bodoh dan tolol merasa tak berguna untuk menolong lbu.Tiada daya dan upaya melwan Ayah dan membela lbu.Aku yang lemah tak berdaya dan kecil ini,hanya bisa diam terpaku menyimak semuanya.


Tangan kekar Ayah menjambak rambut lbu hingga wajahnya mendongak menatap Ayah dan meringis.Ibu pasti kesakitan,Aku tak tega melihat nya.Suatu pemandangan yang tidak enak dipandang.Aku menutup mata dan mulutku yang menganga lebar.


"Jangan banyak bicara!.Tanda tangani saja surat cerai itu.".Ayah memaksa lbu untuk menandatangani surat cerai yang diajukan Ayah dan tergeletak di meja.


Sekuatnya lbu menggelengkan kepala,menolak mentah-mentah keinginan Ayah."Tidak.Jangan paksa aku mas.Pikirkan Aura,pikirkan anak kita mas.Kasihani aku dan Aura.".


"Lepaskan aku!.".Tak perduli wanita yang menahan sakit dibawahnya,Ayah tetap teguh dengan pendiriannya dan melepaskan cengkeramannya dari rambut lbu dan menarik kakinya dari dekapan lbu."Cepat tanda tangan dan pergi dari sini.".Selembar kertas putih dilayangkan Ayah kewajah lbu dan melemparkan pena ke pangkuan Ibu.


Menyerah dan pasrah dengan berat hati lbu memungut kertas putih itu yang tercecer di lantai dan pena lalu membubuhkan tanda tangan disurat itu.Ibu menyetujui permintaan Ayah dengan berurai air mata.


Aku ingin memberontak namun tak mampu.Ingin menahan lbu namun tak sanggup dan terlanjur ditandatangani lbu surat cerai itu.


Dalam sekejap mata semua berakhir.Kebahagiaan ku dan lbu dirampas Ayah,tanpa pikir panjang dan tidak berpikir jernih.Penuh amarah dan dikuasai hawa nafsu.Namun senyum kemenangan terukir diwajah Ayah.Keinginannya telah terwujudkan.


"Sebelum aku pergi.Aku ingin tau alasan mas menceraikan ku.Katakan,apa salah ku mas?.".Ibu memberanikan diri bertanya dengan kesalahan yang dibuat nya hingga Ayah tega melayangkan gugatan cerai.


"Kau bodoh,tidak cantik,tidak becus memasak dan tidak pandai memuaskan ku.".Ucapan Ayah yang mengiris hati terasa menusuk ulu hati ku dan jantung lbu.


Terlihat dari cara lbu memegangi dadanya yang berbalut daster lusuh,dan kesedihan tersirat nyata dimata lbu.Bagaimana tidak?,pria yang setia didampingi nya selama belasan tahun tega mengucapkan kalimat yang menohok.


Dulu hal itu tidak dipermasalahkan Ayah kelemahan dan kekurangan lbu,namun sekarang diungkit lagi.Aku tersenyum miring,Ayah melemparkan kesalahan pada lbu dan menutupi kebusukannya.


Lempar batu sembunyi tangan.Siapa yang salah dan siapa yang disalahkan?.Itu hanya dalih Ayah untuk menutupi perselingkuhan nya dengan wanita lain.Aku pernah memergoki Ayah bermesraan dengan wanita yang tidak ku kenal.


Wanita itu sudah berhasil merampas kebahagiaan kami.Orang ketiga yang hadir dihati Ayah telah merebut posisi lbu sebagai ratu dirumah ini.Ibu diusir dan dicampakkan tanpa kehormatan.


Raut wajah Ibu berbanding terbalik dengan Ayah.Senyuman terus berkembang dibibir Ayah,sementara lbu merengut sedih.Hatinya pasti begitu terkoyak dan terluka.Bahtera rumah tangga yang dipertahankan lbu tandas dan berakhir.


Tak sedikit pun upaya Ayah mempertahankan diri nya menjadi Nahkoda dikapal yang kami tempati untuk mengarungi lautan kebahagiaan.


Ayah lebih memikirkan egonya dan kepuasan hasrat nya.Tak peduli perasaan lbu yang tersakiti dan wanita yang sudah bersabar menghadapi kekerasan sikapnya.


I'ts all over.Ini akhir kisah keluarga kecil kami dan suratan takdir.Skenario Tuhan adalah suatu kebaikan untuk kami meski pahit dan sulit menerima kenyataan yang ada.


Tangan lbu bergetar saat menyerahkan surat cerai itu pada Ayah.Ibu tampak menyerah dan mengalah.Tak berniat mempertahankan karena tau jawabannya dan tiada guna.Ayah akan bersikukuh untuk bercerai dan menikahi wanita ****** itu,selingkuhannya dan kekasih gelapnya.


Demi kebahagiaan Ayah,lbu merelakan dan melepaskan Ayah.Berjalan dengan limbung menuju kamar dalam kesedihan yang mendalam.Pasti untuk berkemas dan pergi meninggalkan rumah dan Aku.Dengan membawa kenangan indah dan getir,hati yang terluka dan status baru.Menjanda.


"Maafkan aku Ibu.".


Wajah Ayah tampak sumringah.Surat ditangannya itu ditatapnya lekat seraya tersenyum.Aku tak habis pikir,dengan mudahnya Ayah membuang lbu yang baik,setia dan sabar demi keegoisannya dan wanita itu.


Begitulah cara Ayah menyingkirkan lbu dari hatinya dan hidupnya.Licik dan tak berperasaan.Dimana hati nurani Ayah sebagai seorang laki-laki,suami dan Ayah.Panutan ku terasa seperti orang asing bagiku.Aku begitu menghormatinya bagaimana pun kasar dan kerasnya Ayah.Namun kini Aku membencinya.


*****


"Aura kamu masih disini?.Jam istirahat akan habis.Kembalilah segera dan lanjutkan pekerjaan mu.".Salah satu wanita yang duduk dibelakang Aura menyadarkannya dari lamunan.


Aura mengerjapkan mata dan tersadar.Bangkit dari duduknya dan meninggalkan area kantin.Kenangan sepuluh tahun silam masih melekat dibenaknya dan terlintas dipikiran Aura.Peristiwa itu membawa pengaruh besar dan perubahan drastis dalam roda kehidupan Aura dan lika-liku perjalanan hidupnya.


*****


Mohon tidak lupa untuk memberikan like, boom like dan komen...☺️


Maaf ya kak,masih dalam tahap revisi.


Terima kasih kakak-kakak semua...πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2