Gadis Penepat Janji.

Gadis Penepat Janji.
9.Kontak fisik tak disengaja.


__ADS_3

Kita ketemu lagi di episode ini...


Silahkan tinggalkan jejak,kritik dan saran... Terima kasih Readers...Muaachhh


_________


Andre mulai tertarik,dan ingin mencoba melakukan hal yang sama seperti Adam.Jika hanya dengan duduk manis dan membubuhi tanda tangan saja,Andre bisa melakukannya.Mudah,tidak membuang tenaga dan waktu.Namun bisa menghasilkan uang yang banyak.


Setelah lulus kuliah dari universitas terkemuka di Indonesia,Andre tak pernah sekalipun bekerja.Namun memiliki penghasilan dari uang yang investasikan nya.Berbeda dengan Adam,setelah mendapat gelar Cumlaude dari salah satu universitas di negeri Paman Sam.Adam langsung ditunjuk sebagai wakil CEO di WiRo Grup.


"Apa aku bisa melakukannya,kak?.".Andre berharap Adam menjawab 'iya'.


"Jika kau mau duduk dikursi ini.Kau memiliki kesempatan dan kemampuan.".Adam menegaskan.


Andre menimbang-nimbang tawaran Adam.Galau dan bimbang,harus menerima atau menolak.Adam menanti Andre menjawab,dan berharap Andre mau bergabung untuk membesarkan nama perusahaan ayahnya.


"Akan kupikirkan.".Andre tak langsung memberi jawaban yang pasti.


Banyak hal yang dipikirkan Andre sebelum mengambil keputusan.Adam kecewa,Andre tak langsung mengiyakan.


"Tawaran ku berlaku tidak lama.Esok hari kau harus membuat keputusan!.".Adam tak mau menunggu lama,dan tak membiarkan Andre berpikir lama.


Jika memberi Andre banyak waktu untuk berpikir.Andre akan berubah pikiran dan melupakan persolan itu.


Sementara Adam dan Andre bercakap-cakap,Aura sibuk dengan ponselnya di sofa.Aura terpikirkan soal nilai Dollar yang disebutkan Susan.Acuh saja pada dua pria tampan yang berinteraksi tak jauh dari nya.


"Berapa kira-kira jumlahnya?,jika dirupiahkan?.".


Iseng Aura mengkalkulasikan dengan menghitungnya di kalkulator ponsel,jumlah uang yang masih berupa Dollar itu.


"Hahhh!!!.".Aura terlonjak dari duduknya melihat nominal angka yang tertera di ponselnya,tak sadar sedang ada di mana saat ini.


"Aura,kau tidak apa-apa?.".Andre kaget mendengar Aura berteriak,sontak menatap Aura.


Aura malu dan gelagapan,suara teriakan nya terlalu keras sehingga menarik perhatian Andre dan Adam.


"Tidak.Aku hanya terkejut,tanganku digigit semut.".Aura mencari alasan,dan senyum-senyum,menutupi rasa malu nya.


Sesaat kemudian,Andre kembali fokus pada Adam,dan meneruskan pembicaraan."Baiklah,kak.Tapi jangan terlalu berharap pada ku.".


"Keputusan ada ditangan mu.".Adam memberi Andre kesempatan untuk mempertimbangkan,tak mau mendesak Andre.


Adam takut,nantinya Andre akan tertekan dan mundur lalu mengabaikan tawarannya untuk bekerja di kantor.


Aura berpikir keras,dan melamun.Mimpi nya ingin menjadi wanita mandiri yang sukses,tak juga kesampaian.


"Kapan aku bisa memiliki uang sebanyak ini?.Uang terbanyak yang pernah aku miliki,tidak lebih dari 10 juta.Itu pun berhutang pada Pak Dewa,dan hanya satu jam saja memegangnya.".


Aura ingat,hutangnya pada Dewa sang Manager restoran tempat dulunya bekerja,masih belum terbayar lunas.Bekas pinjaman untuk biaya pengobatan ayahnya.Himpitan ekonomi,memaksa Aura untuk berhutang.Kondisi keuangannya tidak bagus dan harus membagi gaji nya juga.Sehingga Aura tak bisa menabung dan tak memiliki simpanan banyak.


"Aura,kau bicara padaku?.".Intens Andre memandangi Aura yang duduk di sofa.


Mendengar Aura berbicara,Andre pikir Aura berbicara dengan nya.Suara Aura terdengar jelas namun tidak begitu menyimak ucapannya.


Andre memanggilnya,Aura terkaget dan lamunannya buyar seketika."Maaf!.Aku sedang membaca chatt dari teman.Jangan hiraukan aku!. Silahkan!,mengobrol saja.".


Ceroboh nya Aura,karena tak melihat situasi dan kondisi disekitar nya.Lupa jika saat ini ada di kantor WiRo Grup,bersama Adam dan Andre.Aura menepuk keningnya dan menggerutu tak jelas,merutuki kebodohannya sendiri.


Cukup lama ada diruangan Adam.Perut Andre merasa lapar dan tenggorokannya kering.Namun tak ada makanan dan minuman yang tersedia di kantor Adam.Belum lagi Aura tak membawakan air minum untuk nya dari Pantry kantor.


Andre beranjak dari kursi Adam."Aura,tunggu disini.Aku akan keluar sebentar.".Andre memperingatkan Aura."Kakak,jangan menganggu nya!.".Gertak Andre pada Adam,dan berlalu pergi untuk membeli sesuatu yang bisa dimakan dan diminum dengan langkah panjang.


Diperingatkan Andre,Adam hanya menarik sudut bibirnya.Adiknya ini sepertinya memang sudah tergila-gila pada Aura.Adam menatap lekat Aura, menelisik penasaran.Kira-kira apa yang bisa membuat Andre begitu menyukai Aura.Adam akui,Aura gadis yang cantik,memiliki hidung mancung,bola mata indah dan bulu mata yang lentik.Tubuh Aura pun ideal meski tak terlalu tinggi.


Namun yang menjadi tanya dibenak Adam sekarang,sejak kapan Aura dan Andre dekat?.Setahunya Andre tak pernah membicarakan tentang perempuan dan sikapnya tidak mencurigakan,seperti orang yang sedang jatuh cinta pada umumnya.Baru tadi malam saja,Andre memperlihatkan sikap aneh.


Adam menghampiri Aura dan duduk disofa kosong,disamping Aura.Adam ingin mengorek sedikit informasi mengenai kedekatan Aura dan Andre.


Aura menjadi canggung dan salah tingkah saat Adam didekatnya.Aura membenahi rok pendeknya yang tersingkap ke atas,dan menutupi paha putih dan mulusnya,yang bisa terekspos mata Adam dengan bantal sofa.Namun terlambat,Adam tak sengaja melihat bagian paha Aura sekilas dan jantungnya seketika berdetak keras.


"Ekhmmm.".Untuk mengusir rasa tak nyaman nya,Adam berdehem."Sejak kapan kalian saling mengenal?.".


Aura menurunkan pandangan saat Adam menatapnya penuh selidik.Mata hitam legam Adam seperti mengeluarkan ilmu sihir sehingga membuat jantung Aura berdebar.


"Kemarin sore,di area real estate.Kami tidak sengaja terlibat kesalahpahaman dan berdebat panjang.".Aura mengerti maksud Adam,dan menceritakan sedikit pertemuan singkat nya dengan Andre.


"Menakjubkan.".Adam menatap kagum Aura.


Gadis ini dalam waktu singkat bisa menarik perhatian Andre,dan membuat Andre jatuh cinta.Adam cukup terkesan pada Aura,bisa menaklukkan hati Andre yang suka bersenang-senang dengan cara menghamburkan uang.


"Apa berdebat itu,sesuatu yang baik,tuan?.".Aura mengernyit aneh,menatap Adam yang ber aura dingin dan datar.


Namun tak mendinginkan atmosfir diruangan itu.Aura mulai nyaman dan duduk tenang.Tak merasa terintimidasi dan tak terusik sedikit pun meski ada di dekat Adam.Ternyata Adam tak sedingin kelihatannya.Adam tampak dingin dari luar,namun saat berinteraksi sangat humble dan terbuka.


Adam menghela nafas lega,Aura tak paham maksudnya."Tidak.Maksudku,kalian cepat beradaptasi,dan sangat akrab.".Dalih Adam.


"Tidak seperti kelihatannya.Tuan Andre bermulut besar.Dia selalu membuat ku kesal.".Elak Aura.


"Kau salah.Dia sangat menyukai mu.".Tandas Adam,mencoba membuat Aura mengerti dan mau menerima Andre.

__ADS_1


Sebagai kakak,Adam ingin membantu Andre untuk menyatukannya dengan Aura.Adam turut senang jika Andre senang.Meski keras,Adam sayang Andre.Selalu ingin melindungi Andre dan ingin Andre bahagia.


"Benar kata ku.Dia si mulut besar.".Aura memutar jengah bola matanya.


Aura tak habis pikir,Andre ternyata sudah bercerita pada Adam jika Andre menyukai nya.


Adam bisa menangkap makna dibalik ucapan Aura.Respon Aura tidak baik,Adam pun mengerutkan kening."Kau tidak menyukai Andre?.".


Aneh Aura ini,pikir Adam.Pria tampan seperti Andre ditolak,dan Aura tak memiliki perasaan suka sedikit pun terhadap Andre.


"Aku tidak mau terlibat dalam situasi yang rumit.Tidak memiliki keberanian untuk mencintai seseorang.Aku takut patah hati dan disakiti.".Aura menjelaskan dengan lirih.


"Sepertinya kau tidak pernah terlibat cinta dengan seorang pria?!.".Perkataan Aura bisa dipahami Adam.


Adam bisa melihat jelas di wajah Aura,Aura sepertinya sangat hati-hati terhadap pria dan menutup diri dari kaum laki-laki.


Aura terbelalak menatap Adam.Ternyata Adam bisa membaca isi hati dan pikirannya.Bisa tahu jika dirinya tak pernah menjalin ikatan cinta dengan seorang pria,tentunya.


"Apa diwajah ku tertulis,aku gadis naif,dan tidak pernah berpacaran?.".Aura penasaran dengan tanggapan Adam tentang nya.


"Terbaca sangat jelas.".Tandas Adam,acuh dan dingin namun iris matanya,menatap sayu netra Aura.


"Aku gadis payah.".Aura menepuk kening,merasa bodoh dan tolol."Benar kan?.".Lekat-lekat menatap Adam,meminta pendapat Adam tentang nya.


"Aura,jangan menatap ku seperti itu!.".Adam tak suka cara Aura menatapnya,karena membuat hatinya bergetar.


Namun anehnya,Adam merasa nyaman duduk dan berbincang dengan Aura.


"Maaf!.".Aura menundukkan kepala dan menggigiti bibirnya,Adam melarangnya untuk menatapnya,tentu Aura kecewa sekali.


Tak sadar Adam mengulum senyum melihat Aura begitu.Sepertinya Aura sudah salah sangka terhadap nya.Bukan maksud Adam melarang,Adam tak tahan melihat tatapan mata Aura.


"Aura...Mungkin cinta memang rumit,tetapi cinta bukan sesuatu yang menakutkan.".Adam mencairkan suasana yang hening.


"Apa tuan muda,pernah jatuh cinta,dan memiliki kekasih?.".Aura memberanikan diri bertanya dengan gugup.


"Pernah.Dia cinta pertama ku,dan terakhir.".Adam menerawang,dan menatap hampa.


Selintas bayangan wajah mendiang sang kekasih,berkelebat dipikirannya.Adam terpikirkan kisah cintanya dengan Marsha.Takdir tak membiarkan mereka bersatu.Marsha lebih dulu meninggalkan nya di dunia ini,disaat Adam berniat untuk menikahinya.


Sampai sekarang,Adam masih tak percaya Marsha telah pergi.Marsha seakan masih hidup namun sedang pergi jauh dari nya.Meski Adam sadar Marsha sudah wafat,Marsha tetap bersemayam di hati nya.


Aura mengangguk mengerti,dan memandangi Adam yang duduk tertegun.Cinta pertama dan terakhir,apa itu artinya Adam menutup diri dan menutup pintu hati nya.Mungkinkah Adam trauma akan cinta,pernah dikhianati dan ditinggal menikah oleh kekasihnya.Aura bertanya-tanya dalam hati.


"Sebenarnya aku awam membahas soal ini.Aku tidak memiliki cukup keberanian untuk mencintai seseorang.".Aku Aura.


Aura terdiam,tak ingin menjawab pertanyaan Adam yang satu ini.Masalah keluarga dan latar belakang nya cukup Andre saja yang tahu.Adam tak perlu tahu itu.Aura tak begitu dekat dengan Adam,sehingga tak leluasa untuk menceritakan kisah hidupnya.


"Tuan muda,anda tau?,mengapa binatang buas memakan daging mentah?.".Aura mengalihkan pembicaraan,untuk perhatian Adam.


"Karena mereka hewan karnivora.".Adam asal menjawab.


"Tidak.Karena mereka tidak bisa memasak.".Acuh dan rona wajah serius,Aura memperjelas.


Namun jawaban Aura menggelitik hati Adam,dan membuat Adam tertawa-tawa.


"Ha,ha,ha...Aku setuju.".Sahut Adam dengan rona wajah merah merona,menahan geli.


"Dan,apakah anda tau?,mengapa pohon yang besar harus ditebang?.".Cueknya Aura bertanya lagi.


"Karena sudah tua,dan sudah waktunya untuk ditebang.Kayu nya bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan.".Jelas Adam,panjang dan lebar.


"Kenapa tidak menjawab karena menghalangi jalan saja sekalian?.".Aura menyilangkan tangannya,masuk akal namun geli mendengar jawaban Adam.


"Itu jawaban nya?.".Adam menyelidik.


"Tidak.Karena jika mencabutnya dengan tangan,akan sulit dan berat.".Tandas Aura,dengan santainya.


Jawaban Aura sangat konyol,dan anehnya Adam terhibur."Ha,ha,ha....Kau lucu Aura.Selain cantik,kau pandai melucu,Aura.Aku sangat terhibur.".


Adam tak sadar telah memuji Aura dan menertawakan kekocakan Aura,sampai tak sadar tangannya memegang tangan Aura dan terus mengguncang nya.


Adam tertawa-tawa meluapkan kesenangan nya.Baru kali ini Adam bisa tertawa lepas,sepuas hati.Tertawaan Adam sangat keras sampai di dengar oleh Susan,tak ayal Susan pun terkejut-kejut di meja kerja nya,saat berhadapan dengan komputer.


"Apa yang terjadi pada Pak Cavin?,sampai tertawa seperti itu?.".Susan tak pernah mendengar Adam tertawa keras sekali,jangankan tertawa,senyum pun jarang.


"Euhhh?.".Aura mengedip-ngedipkan mata,Adam tertawa dan memegang tangan nya.


Refleks Aura menatapi tangannya yang digenggam Adam.Ini kontak fisik pertama Aura dengan lawan jenis,selain sang ayah.


Aura pun heran,Adam tertawa puas sekali.Padahal guyonannya tidak terlalu lucu,dan hanya teka-teki biasa.Namun Aura tak percaya,tanpa disadari,Adam telah melontarkan kata pujian pada nya.


Sikapnya berlebihan dan absurd,Adam sadar dan berhenti tertawa lalu menatap Aura penuh arti,dengan jantung berdegup kencang.


"Maaf!.".Tersenyum kikuk dan refleks melepaskan tangan Aura,saat sadar menggenggamnya.


Betapa malunya Adam sekarang,sudah bertingkah konyol dan aneh.Image nya sebagai tuan muda dan wakil CEO yang berwibawa,luntur seketika.Julukan si Muka Datar pun tak berlaku lagi untuk Adam.


Andre datang membawa makanan dan minuman yang dibeli di minimarket terdekat.Saat membuka pintu ruangan Adam,terkejut mendapati Adam dan Aura terdiam dengan kepala tertunduk,dan duduk berdekatan.

__ADS_1


"Kalian kenapa?.Apa yang terjadi?.".Andre menatap curiga Adam dan Aura kemudian menghampiri keduanya,meletakkan bungkusan belanjaan dan duduk disofa berhadapan dengan Aura.


Tak ada suara dan sahutan dari Adam dan Aura,Andre menautkan kedua alisnya.Atmosfer diruangan Adam pun mendadak menjadi terasa panas.


"Aura,bicaralah!.".Andre mengagetkan Aura,dan menatapnya tajam.


"Tidak ada yang harus ku jelaskan.".Tandas Aura.


"Maaf!.Aku lupa untuk menghadiri rapat antar direksi.".Buru-buru Adam keluar dari ruangan nya."Huhhh...Kenapa jantungku berdetak keras?.".Adam meraba denyut jantungnya yang berdebar.


Adam tak kuat lagi ada didekat Aura.Pergi lebih baik dari pada terus bersama Aura.Ini tak baik untuk nya.Lama-lama Adam bisa jatuh hati pada Aura.Adam tak mau sampai itu terjadi,cinta dihati nya telah mati,seiring kepergian Marsha.Adam cinta sampai mati pada Marsha,meski Marsha tak ada lagi di dunia ini.


Entah sudah berapa gadis yang pernah Adam tolak,untuk mengisi kekosongan hati nya hingga detik ini.Kepergian Marsha dua tahun lalu menjadi cobaan terberat bagi Adam.Namun sampai sekarang, cintanya pada Marsha tak pernah luntur dan pudar.


"Pak Cavin.Anda memerlukan sesuatu?.".Susan terheran melihat Adam seperti orang kebingungan.


"Susan.Apa rapat sudah dimulai?.".Celetuk Adam menanyakan itu.


"Rapat?.Tidak ada rapat hari ini.Anda hanya perlu memeriksa CV para pelamar untuk Sekertaris baru anda.".Jelas Susan,yang membuat Adam menggaruk kepalanya.


"Oh.Baiklah.Tolong buatkan aku kopi.".Adam bingung harus berkata apa,sontak meminta kopi.


"Bukankah tadi nona Aura sudah membuatnya?.".Ungkap Susan,terheran-heran.


"Iiitu sudah dingin.Aku suka yang masih panas.Bawakan ke ruangan ayahku.Dan bawakan juga rekapitulasi bulan ini.".Punya Adam.


"Baik,Pak.".Susan segera pergi ke Pantry untuk membuat kopi baru dan diberikan pada Adam.


Karena malu,Adam masuk ke ruang CEO,ruangan kosong tempat ayahnya memimpin perusahaan saat ada di Indonesia.Ruangan itu telah lama ditinggal pergi oleh pemiliknya,dan dibiarkan kosong.


Andre membelikan Aura banyak cemilan dan minuman,termasuk es krim.Andre tahu,Aura sangat menyukai es krim saat ditaman bersama Amira kemarin.Hanya saja karena kesal,Aura tak menikmati makan es krim nya.


"Es krim?.".Begitu senang nya Aura melihat es krim favorit nya berlapis coklat yang diberikan Andre.


Aura segera membuka kemasan plastik es krim itu dan memakannya.Sedangkan Andre meminum softdrink.


"Aura,apa yang kau lakukan dengan kakak ku?.".Andre masih penasaran dengan yang terjadi antara Aura dan Adam.


Aura pura-pura tak mendengar perkataan Andre.Aura tak ingin membahas sesuatu yang tak perlu dijelaskan nya.


"Tuan,bagaimana tuan muda bisa tahu jika aku suka es krim?.".Aura melirik Andre sekilas lalu menjilati es krim nya.


"Jangan berkelit.Jawab dulu pertanyaan ku!.".Andre tahu,Aura mengalihkan perhatian nya.


"Tidak ada yang perlu ku jawab.Kami tidak melakukan apa-apa.".Ungkap Aura.


"Apa dia menyentuh mu,dan menyatakan cinta?.".Andre gugup menanyakan hal itu.


"Pria sedingin tuan Adam,namun sempurna.Tidak mungkin jatuh cinta pada ku?.".Tepis Aura.


Benar juga kata Aura,kenapa hal itu tak terpikirkan nya?.Andre berkata-kata dalam hati.


"Ayo.Sebaiknya kita pulang.Aku tidak bisa membiarkan mu terlalu lama disini.".Andre beranjak dari sofa,berniat untuk pergi.


Aura mengikuti Andre keluar.Tiba didepan meja kerja Susan,Aura menghampiri untuk berpamitan.


"Mbak Susan.Terima kasih,memberiku kesempatan untuk menjadi asisten tuan Adam.Jaga baby boy baik-baik disini.".Pelan-pelan Aura mengelus perut Susan yang tinggal menghitung hari untuk melahirkan.


"Senang bisa mengenal mu,nona Aura.Kuharap kau kemari lagi.".


Susan dan Aura saling berpandangan dan berpegangan tangan.Susan sangat senang bisa mengenal Aura,meski baru sebentar berbincang namun Aura sangat asyik dan menyenangkan.


Di belakang Aura,Andre terus menghela nafas panjang dan bersilang tangan menyimak interaksi keduanya.Tak sabar menunggu Aura karena ingin segera pulang.


Aura perlahan melepaskan genggaman tangannya dari tangan Susan.Aura sangat berharap memiliki kakak perempuan agar bisa diajak bercerita.Namun mustahil,itu tak mungkin terjadi,karena Aura ditakdirkan menjadi anak sulung.Oleh sebab itu,Aura sangat senang bisa dipertemukan dengan Susan yang baik,bak seorang kakak dambaan Aura.


"Tentu.".Aura mengangguk pelan."Tapi aku tidak janji.".


Aura hanya akan mengikuti kemana langkah kaki Andre pergi,dan kemana Andre membawanya pergi.


"Baiklah.Tidak apa.Sampai jumpa.".Susan melambaikan tangannya pada Aura sebagai salam perpisahan.


"Sampai jumpa lagi,mbak Susan.".Pekik Aura dan melambai-lambai,lalu pergi menghilang dari gedung kantor WiRo Grup bersama Andre.


Diruangan ayahnya,tak jauh dari ruangannya.Adam bersandar di kursi milik sang ayah dengan nyaman nya.Suasana hening dan tenang diruangan itu menenangkan hati dan pikirannya.Tak terasa hingga Adam tertidur meski sudah minum kopi yang disuguhkan Susan.


Dikejutkan oleh suara suara pekikan seorang gadis,Adam tersentak dan mengerjap.Adam menggeliat lalu bangkit berdiri dan kembali ke ruangan nya.Namun tak ada siapapun didalam.


"Ruangan ku kosong?.Kemana mereka?.".


"Susan,mereka sudah pergi?.".Menanyakan keberadaan Aura dan Andre pada Susan.


Susan sontak berdiri dihampiri Khaffa."Pulang,Pak.".


"Baiklah.Susan,tolong tahan orang yang mau ke ruangan ku.Aku ingin beristirahat.".Pinta Adam.


"Baik.".Susan mengangguk mengerti dan duduk kembali di kursi kerjanya.


Adam masuk dan mengunci diri ruangan nya dan tiduran di sofa.Hari ini diwarnai dengan penuh keanehan sejak Aura datang.Sikapnya yang tak seperti biasa,Adam menjadi terheran-heran.Aura telah membawa pengaruh besar,pada nya dan terhadap Andre.

__ADS_1


__ADS_2