
Penthouse W*liich.
Selesai Willy mengadakan rapat darurat di restoran,untuk membahas kepulangan ke tanah air,dan menunjuk seseorang untuk mengambil alih tanggung jawabnya direstoran.Willy dan Rossa bersiap untuk pergi setelah Rossa selesai berkemas dan menyiapkan beberapa dokumen penting,di dalam penthouse nya beberapa jam yang lalu.
Meski Willy merintis usaha di negeri orang,Willy tetap bersikap adil dengan memperkerjakan pegawai restoran dari dua warga negara yang berbeda.Indonesia dan Singapura.Itu dilakukan Willy untuk menunjukkan rasa hormat nya sebagai perantau di Singapura.
Willy memasukkan koper-koper miliknya dan Rossa ke bagasi mobil dibantu sopir.Ini waktu keberangkatan mereka ke Ch*ngi airport.Reservasi tiket pesawat sudah dilakukan Willy sebelumnya,dan Rossa tinggal duduk manis saja di rumah,menunggu Willy datang menjemput nya.
Sejenak Willy dan Rossa memandangi gedung bertingkat yang menjulang tinggi,untuk terakhir kalinya.Terasa berat meninggalkan tempat berteduh nya selama dua tahun ini,tetapi mau tak mau tetap harus dilakukan.
"Are yo ready,Mom?.".Willy sudah siap pergi meninggalkan Griya Tawang tempat bernaungnya menuju ke bandara.
"Huuhhh..."Alangkah beratnya nafas Rossa,saat harus meninggalkan tempat yang menjadi saksi bisu momen indah yang terjadi di dalam nya,dan di negara yang diinjak nya sekarang,selama dua tahun ini.
Tetapi Rossa yakin,pilihannya sudah tepat untuk kembali ke negara asalnya.
"Of course!.".Seyakinnya Rossa menggangguk,lalu masuk kedalam mobil setelah dibukakan pintu nya oleh sang sopir.
Duduk bersama Willy yang sudah masuk lebih dulu.Jantung Rossa berdebar tak karuan,ini kepulangan pertama nya setelah dua tahun tidak pulang ke kampung halaman,dan tidak lama lagi akan bertemu kedua putranya.Rasa rindu didada Rossa sudah membuncah dan tak bisa dibendung lagi,pada Adam dan Andre.
Meski jarak dari Singapura-Indonesia bisa ditempuh dalam waktu kurang dari dua jam,Willy dan Rossa tidak suka bolak-balik dan pulang pergi dari Singapura-Jakarta-Singapura.Alat komunikasi sudah canggih,dan tentunya hal ini memudahkan Rossa dan Willy untuk berkomunikasi dengan kedua putranya.Selain itu,Willy hanya ingin berkonsentrasi pada usahanya itu.
'Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah dan setengah hati,biasanya tidak akan berjalan baik dan tidak lancar'.Pola pikir Willy.
Kepulangan mereka pun sengaja dirahasiakan dari Andre dan Adam.Tentu saja untuk memberi kejutan yang tak terduga pada keduanya.Buah tangan pun tak lupa dibawa setelah Rossa membeli nya,beberapa waktu sebelumnya.
_________
Kafe Sunshine.
Pulang dari kantor Adam mampir ke kafe kecil milik temannya,Rezky Oktaviano.Adam suka menghabiskan waktunya disana sambil minum mix fruit punch favoritnya,dan berbincang dengan Rezky.Selain Rezky pemilik kafe,merangkap juga sebagai bartender di kafe nya sendiri.
Adam dan Rezky berteman baik sejak masih sama-sama sekolah di tingkat pertama dan tingkat atas.Namun terpisah sama-sama berkuliah di universitas yang berbeda.
Rezky mengocok bahan utama pembuatan fruit punch.Satu sloki sirup 'Lychee' dan 'Strawberry',dimasukkan kedalam 'Shaker',dicampur es batu lalu ditutup.Kemudian...
'Shake,shake,shake'.
Menggunakan Shaker,lalu dituangkan ke dalam jug.Diseduh soda dan diberi es batu lagi lalu dihiasi dengan irisan buah Strawberry,Lychee,daun mint dan sedotan.Setelah siap untuk disajikan,Rezky menyodorkan pada Adam yang duduk di kursi mini bar nya.
"Kau tidak pernah mencicipi yang lain,selain ini.Kau tidak bosan?.".Banyak minuman dan minuman yang terdaftar di menu kafe nya,namun Adam tak pindah ke lain menu.
Melihat minuman favoritnya,Adam senang sekali."Apa ini gratis?.".
Rezky geleng-geleng kepala.Apa yang merasuki pikiran temannya ini?.Bukannya menjawab malah mengalihkan pembicaraan.
"Buy one get one free!.".Tandas Rezky,saking kesalnya pada Adam.
"Aku minta yang free nya.".Adam sengaja menggoda Rezky.
Seorang Adam meminta gratisan.Apa Rezky tidak salah dengar?,sampai Rezky berdecak kesal.
"Ckkk,kacau!.Sejak kapan seorang wakil CEO meminta-minta?.Kau lebih kaya dari ku,tapi pelit.".Ini rekor baru sepanjang Rezky mengenal Adam.
"Aku hanya irit,bukan pelit.".Dalih Adam sangat receh,dan tidak masuk akal.
Irit katanya,Rezky hanya mendesah kesal.Lelucon temannya ini,ke-ter-la-luan.
"Hahahhh,yang benar saja.".Membayar minuman nya takkan membuat Adam merugi atau bangkrut dan jatuh miskin.
Misinya sukses mengerjai Rezky,Adam tersenyum tipis.Temannya ini sangat sensitif,sehingga Adam suka menggodanya.Namun demikian,Rezky teman bicara yang baik dan pendengar setia keluh kesahnya.Selain Rezky,tak ada yang bisa membuat Adam nyaman.
Adam mengawasi sekelilingnya,dan kembali fokus pada lawan bicaranya."Usaha mu seperti nya berjalan sukses.".Sedikit demi sedikit,Adam meminum minuman nya dimeja,yang dibuat Rezky.
Kafe masih ramai dikunjungi orang,meski sudah malam.Adam kagum oleh usaha yang dirintis temannya ini.Lokasi nya yang strategis,tempat nya yang unik dan nyaman untuk nongkrong.Tidak heran jika ramai dikunjungi orang.
"Seperti yang kau lihat.Berkat do'a ibu dan kerja keras ku.".Sebenarnya Rezky tidak mau menyombongkan diri,namun demi menjaga gengsi nya saja didepan Adam.
"Aku setuju!.".Adam mengacungi Rezky jempolnya,lalu meminum mix fruit punch nya,hingga habis tak tersisa.
"Kau harus membayar mahal ini,karena aku jadi teman bicara mu!.Tau kan?,berapa harga sewaku per menitnya?.".Rezky balas menggoda Adam.
Temannya ini mulai berani rupanya.Adam berdecih,lalu merogoh dompetnya disaku celana untuk mengambil uang,dan meletakkan dua lembar uang kertas berwarna merah dimeja.
"Ini ku bayar lebih.Anggap uang tips.".Sambil tersenyum miring,Adam menggoda Rezky,lalu melengos pergi.
"Haishhh,kau ini.Aku hanya bercanda.Heiii...".
__ADS_1
Tak menoleh ke belakang lagi,Adam terus keluar dari kafe,tak perduli Rezky menggerutu di belakang.
_________
Malam semakin larut,angin malam berhembus semakin dingin dan kencang.Suasana disekitar halaman rumah sudah sepi dan sunyi.Hanya terdengar suara binatang kecil yang saling bersahutan disela-sela taman.Mendayu-dayu seperti seperti lagu bertangga nada mayor dan nada minor.Beritme Moderato,mengalunkan nada dering yang indah dan alami.
Menjalani segudang rutinitas seharian penuh,cukup membuat Aura dan Andre lelah.Andre dan Aura sudah sampai di halaman rumah.Namun Andre bingung melihat Aura ketiduran di mobil,tidur pulas sekali.Seperti bayi yang tertidur.Manis,lucu dan menggemaskan.
Gara-gara udang dibalik bakwan,Andre sengaja membawa Aura pulang ke rumah malam hari.Selesai berputar-putar di toko buku dan sepulang dari Taman Hiburan.
"Aura,Aura...Kita sudah sampai.".Pelan-pelan Andre memanggil-manggil Aura,dan melambaikan tangan di hadapan Aura,siapa tahu Aura hanya pura-pura tidur.
Ternyata Aura beneran tidur,dan tak bangun juga.Tidur dengan tenang dan damai.Tak sadar Andre sekarang kalang kabut memikirkan cara untuk membangunkan nya.
Andre terus mengamati Aura yang sangat menarik perhatiannya.Menenangkan hati,kala memandangi wajah Aura yang cantik.Tak pernah Andre sedalam ini menyukai seorang gadis,dan tak pernah se-lama ini memandangi gadis.
Andre betah dan nyaman diposisi duduknya sekarang ini.Bisa leluasa menelusuri wajah gadis disampingnya itu.
Kuharap momen berdua seperti ini,bersama nya,sering ku alami...
Itu harapan Andre sekarang,bisa melihat Aura ada disisi nya terus.
Ahhh,Andre geli sendiri melihat Aura senyum-senyum dengan mata terpejam.Sepertinya Aura sedang bermimpi.
"Mhhh,jangan menatap ku seperti itu!.".Aura mengigau,menggumamkan kalimat yang membuat kening Andre berkerut.
"Siapa yang kamu mimpi kan,Aura?.".Andre penasaran,siapa sosok pria yang beruntung masuk ke dalam mimpi Aura.
Mungkinkah Aura memimpikan nya?.Berharap itu benar.Diimpikan gadis yang disukai,tentu Andre sangat bahagia sekali.
Andre mengangkat tangan kirinya hendak membelai Aura,namun urung dan bertengger dibahu kursi Aura.
"Kau manis saat tidur,Aura.Aku terus berharap,tapi kau terus mematahkan hati ku.".Aura yang tertidur pulas,terus ditatap Andre sampai lupa berkedip.
Ingin rasanya Andre membelai rambut Aura,menjelajahi wajah Aura yang pipi Aura yang mulus,hidung nya yang mancung,bulu matanya yang lentik,dan bibirnya yang mungil.Namun Andre hanya bisa memandangi nya saja.
Huhhh...Benar-benar menyiksa hati Andre.
"Aura,kau bisa tidur tenang,sementara aku tersiksa.".Andre jadi garuk-garuk kepala,Aura pasti akan marah jika Andre menyentuhnya.
Andre mau membangunkan Aura lagi tetapi kasihan.Dari raut wajah Aura terlihat sangat kelelahan.Akhirnya,Andre memutuskan menunggu Aura bangun sendiri.Sembari menunggu,Andre memeriksa isi ponselnya.Ternyata banyak chatt yang masuk dari temannya,yang menanyakan 'kenapa tidak ke basecamp?'.Tempat Andre dan temannya berkumpul.
"Apa aku harus menunggu Aura sampai pagi?.".Ini baru terpikirkan Andre,jika Aura tak bangun juga maka terpaksa harus tidur di mobil,menemani Aura.
Andre semakin bingung saja dan gelisah.Sebelumnya tak pernah bermalam di dalam mobil.Seluruh sendinya,bisa-bisa pegal dan linu.
"Kurasa bukan ide buruk,tidur bersama Aura di mobil.".Sekarang pengecualian bagi Andre.
Dengan senang hati Andre tidur di dalam 'Frame' yang sama.Andre pun mencoba untuk tidur,dan memejamkan mata.Sialnya,harapan Andre mungkin takkan terwujud.Seseorang mengetuk-ngetuk kaca mobilnya.
Perlahan Andre membuka mata dan menelisik wajah yang berdiri di sisi mobilnya.Adam sudah berdiri di situ,dan datang di waktu yang tidak tepat.Kaca jendela mobil diturunkan Andre demi bisa bicara dengan Adam.
"Kau tidak masuk?.Apa yang kalian di dalam mobil selarut ini?.".
Pertanyaan macam apa itu?.Konyol sekali dan tidak mendasar.Andre menautkan kedua alisnya,menatap Adam.Kenapa kakaknya ini selalu asal bicara,selalu ingin tahu urusan nya,selalu mengganggu disaat senang,dan tak membiarkan nya hidup tenang bersama Aura.
"Aku menunggu nya.".Menunjuk Aura disampingnya agar Adam mengerti.
Setengah membungkuk,Adam melihat gadis yang duduk disamping Andre,dan dalam keadaan tidur.Begitu lelapnya Aura sampai tak sadar dimana sekarang dan bersama siapa?.Begitu dalamnya rasa suka Andre terhadap Aura sampai tak kuasa dan tak tega membangunkan Aura.Adam geleng-geleng kepala akan perilaku Andre dan Aura.
Waktu yang tepat,bagi Adam untuk memastikan yang dilakukan Aura dan Andre didalam mobil,saat baru pulang dari kantor.Sengaja Adam menghampiri mobil sport hitam Andre yang lampu 'sein' nya masih menyala.Adam mendapati Andre dan Aura tak keluar juga dari mobil,Adam pun jadi penasaran yang terjadi antara mereka.Sontak Adam pun menghampiri mobil Andre dan mengetuk-ngetuk kaca nya.
"Aura tidur?.Kau menunggu nya?.Aku tidak salah dengar?.Luar biasa.Kenapa tidak kau bangunkan?.Apa sedalam itu rasa suka mu pada Aura?,sampai tidak tega membangunkan Aura?.".Bertubi-tubi Adam mencecar Andre.
Fyuhhh.
Andre hanya membuang nafas kasar dan panjang.Sampai kapan kakaknya ini tak mengusik ketenangan dan kesenangan nya.Tak ikut campur urusan nya,dan berhenti mengatur hidupnya.
"Sttt.Kakak,jangan berisik.Nanti Aura akan bangun.Dia kelelahan,aku menyiksa nya seharian ini.".Setengah berbisik,Andre menghardik Adam.
Jika sampai Aura bangun,musnahlah sudah harapan dan kesempatan Andre untuk tidur berduaan bersama Aura.
"Apa?.Kau ini.".Tangan Adam refleks begitu saja menoyor keras kepala Andre.".Apa yang kau lakukan pada nya?.Dasar makhluk pemalas dan bodoh?.".Adam memarahi Andre.
Belum sempat Andre berbicara,dan menjawab,Adam sudah membentak Andre,sampai Andre terlonjak kaget.
"Buka pintunya!.Cepat!.".Hardik Adam.
__ADS_1
Andre tak pernah melihat Adam semarah ini sampai Andre gugup membuka kunci pintu mobil dan tergesa-gesa."Sudah!.Lalu apa?,mau kakak sekarang?.".
Inisiatif sendiri,Adam membuka pintu mobil sisi kiri dan menggendong Aura ala 'bridal style'.Tubuh Aura yang proporsional,terasa ringan bagi Adam,seakan melayang digendongan Adam,saat Adam membawa Aura masuk ke dalam rumah.
Melihat Aura digendong dan dibawa pergi oleh Adam ke dalam rumah,hati Andre berkecamuk tak karuan.Andre turun dari mobil dan mengikuti jejak langkah Adam.What the hell?.Tanpa ijin Adam menyentuh tubuh Aura yang tak berdaya.Sungguh,Andre murka dan ingin memarahi Adam.
"Heiii...Kakak...".Andre terus mengekori Adam dengan hati dongkol.
Suasana rumah sunyi dan sepi saat Adam membawa Aura masuk kedalam kamar yang kosong khusus pelayan untuk ditempati Aura.Itu artinya seluruh penghuni rumah sudah ada disinggasana nya masing-masing,dan tertidur lelap.
Tanpa canggung dan tak ragu,Adam menyelimuti tubuh Aura lalu menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik Aura.Sulit dipercaya,Adam melakukan itu semua tanpa berpikir,siapa Aura.
Di pintu kamar Aura,lekat-lekat Andre mengamati perilaku Adam yang menidurkan Aura seperti bayi,lembut dan pelan,di tempat tidur Aura sekarang.Hati Andre terasa panas dan perih,seperti diiris-iris.Jemari tangan Adam mengambil selimut dan menyelimuti Aura.Adam menyentuh rambut Aura yang bergerai,Andre tak bisa menahan amarahnya lagi.
Satu hentakan keras,Andre menepis tangan Adam.Andre tak suka,berani sekali Adam terus menyentuh Aura.Disaat dirinya tak berani melakukan itu terhadap Aura.Sejak tadi Andre menahan diri untuk menyentuh Aura,baik wajah maupun tangan.
"Singkirkan tangan kakak!.Jangan menyentuh Aura!.Apa yang terjadi pada mu,kak?.Kenapa seperhatian,dan sepeduli itu terhadap Aura?.".Ada-ada saja Andre ini,tiba-tiba marah karena hal kecil,sampai membuat Adam heran.
"Aku hanya membantu nya.Tidak baik tidur dalam posisi duduk.Lagi pula angin diluar sangat mencekam.Kau tidak merasakan itu?.".
Alasan Adam masuk akal,tetapi Andre tak percaya begitu saja.Sikap Adam berubah drastis,biasa acuh dan dingin terhadap wanita.Sekarang agresif seperti seorang Casanova.
"Atas dasar apa kakak begitu peduli terhadap Aura?.Jangan katakan jika kakak menyukai Aura?!".Tidak pernah sebelumnya Andre melihat Adam yang begitu baiknya dan peduli terhadap asisten atau pelayan di rumah.
Entah dari mana datangnya keberanian Adam melakukan itu semua,dan apa yang mendasari Adam sebegitu perhatian nya terhadap Aura,Adam pun tak tahu.Namun satu hal yang pasti,Adam tak suka cara Andre menginterupsi nya,menatapnya dan nada bicaranya.
"Andreas.".Adam sulit menahan emosi lagi,dan berteriak keras memanggil nama lengkap Andre.
Suara bariton Adam menggema dikamar Aura yang kecil,berukuran 3,5 meter persegi.Hanya ada satu kasur 'single size' dan satu lemari pakaian,sepasang meja dan kursi yang menghadap cermin untuk berias.
Kamar pelayan rapi sejajar dirumah itu,yang memiliki 5 kamar untuk sang pemilik rumah,3 dilantai bawah dan 2 dilantai atas.5 kamar lainnya,untuk pelayan atau asisten rumah tangga,juru masak dan sang kepala asisten rumah tangga.Memiliki kolam renang dan taman yang luas didepan dan dibelakang rumah,gazebo yang menjorok ke kolam ikan hias dan air mancur.
"Berhentilah bersikap konyol seperti itu.Ini bukan waktu nya untuk kita memperdebatkan sesuatu yang tidak penting.Tidurlah!.Aku lelah,kau juga pasti lelah.".Sebelum berlalu pergi,Adam menepuk pundak Andre,agar Andre menenangkan diri.
Adiknya ini beranggapan jika dirinya menyukai Aura?.Yang benar saja.Adam belum terpikirkan untuk membuka pintu hatinya dan mencari pengganti mendiang sang kekasih.Terlalu lama dibiarkan kosong hatinya,sampai akhirnya merasa nyaman dengan kesendiriannya.Meski terkadang Adam kesepian dan mendambakan perhatian serta belaian lembut seorang wanita.
Diatas tempat tidur,Aura tetap tidur dengan nyenyak.Tak sadar jika dua sosok pria beradu argumen karena nya.
Inikah rasanya cinta sepihak?.Konyol,Andre berharap bisa disukai gadis yang bekerja sebagai asisten pribadinya,dan sedang dipandang nya sekarang.Namun yang didapat malah penolakan.
"Sampai jumpa besok,Aura.".Perlahan Andre menutup pintu kamar Aura,lalu pergi menuju ke ruang privasi nya,kamar tidur.
Kamar bernuansa maskulin,dilengkapi kasur 'king size',lengkap furniture berkelas dan berarsitektur mewah,menjadi tempat istirahat Andre dari segala rasa penatnya.Hari ini cukup melelahkan fisik nya,Andre tidur selepas bersihkan diri dan berganti pakaian.
_________
Ayam berkokok menyambut fajar.Lembayung pagi menghiasi cakrawala.Aura terkejut saat bangun tidur sudah ada didalam kamar,dan tubuh ditutupi selimut.
"Sejak kapan,aku ada dikamar?.".Seingat Aura terakhir kali tadi malam masih di mobil,dan ketiduran."Siapa yang membawa ku kemari?.Seingatku,aku tidak berjalan sendiri ke kamar.".Aura tertegun ditempat tidur,mengingat kejadian tadi malam,setelah menunaikan ibadah nya.
"Aigooo...Apa tuan muda yang membawa ku kemari?.".Hanya ada satu sosok yang bisa ditebak Aura,siapa lagi kalau bukan Andre.
Tidak mungkin Aura berjalan sendirian dalam keadaan tidur.Aura tak pernah melindur dan berjalan kaku seperti zombie,setahunya.
Kemarin Dini mencari Aura seharian.Dini ingat betul belum memberi Aura pengarahan.Bahkan belum memberi tahu,Aura harus menempati kamar yang mana.Koper kecil milik Aura,berisi barang pribadi dan pakaian Aura saja,di bawakan oleh Risma ke kamar kosong,yang harus ditempati Aura.
Karena Adam dan Andre dibesarkan di rumah itu,dan tinggal disana sejak kecil.Tentu paham betul tata letak rumah nya,dimana kamar pelayan yang sudah terisi dan masih kosong.Makanya tadi malam,Adam langsung membawa Aura ke kamar yang masih kosong,di ekori Andre.
Setelah mencari Aura sejak tadi,Dini menemukan Aura duduk melamun sendiri di diatas tempat tidur,di kamar Aura sekarang.
"Aura.Kau sudah bangun?.".Lamunan Aura menguap,seiring Dini memangilnya lalu bergegas turun dari tempat tidur.
Bergegas Aura turun dari tempat tidur."Bu ketua,maaf!.Bisa ku bantu?.".
"Oiya Aura.Kau sudah tau peraturan di rumah ini.Tapi ku tegaskan lagi,mulai sekarang kau harus pintar membagi waktu mu.Antara tuan Adam,dan Andre.Tuan Adam tidak suka pelayan masuk ke kamar nya.Jika kau ingin membangunkan,cukup mengetuk pintu kamar nya saja.Jika tuan Adam meminta sesuatu,cukup berdiri didepan pintu kamar nya.".Tutur Dini,panjang lebar.
Dini tidak mau anak buahnya melakukan kesalahan,dan bisa membuat Adam dan Andre marah,protes dan mengeluh nantinya.
Penjelasan Dini dimengerti Aura."Baik.".Aura mengangguk,memastikan akan mengingat baik-baik tentang Adam.
"Tuan Adam suka makan lebih awal dari pada tuan Andre.Kau harus bergerak cepat,menyiapkan hidangan di meja makan,untuk tuan Adam.Tuan Andre, biasanya bangun agak lambat,tapi kau harus tetap harus siaga.".Tandas Dini,sejelas mungkin agar Aura paham tugasnya di rumah itu.
"Baik,Bu ketua!.".Aura mengangguk lagi,paham semua yang dikatakan Dini.
"Baiklah.Sekarang kau bersiaplah!.".Selesai menjadi juru bicara di rumah itu,Dini meninggalkan kamar Aura.
Tugas barunya sudah diluar kepala,Aura bersiap diri menggunakan seragam kerja baru,yang sudah ada di lemari pakaian,sebagai cadangan.Sejak kemarin baju seragam nya terus melekat ditubuhnya,dan saat tidur pun tidak sempat berganti pakaian.Gara-gara ulah tuan muda nya.Tidak membangunkan,dan malah menggendongnya tanpa seijin padanya.
__ADS_1