
Di area dapur,Aura dikelilingi teman barunya dari berbeda-beda usia.Ber empat saling bercanda gurau bersama,disela jam istirahat sehabis makan siang tadi.
Hari pertama kerja,tetapi Aura cepat beradaptasi dengan para rekan kerja barunya.Reaksi kimia menghasilkan zat tak berwarna dan tak berwujud bernama keakraban.
Andalan Aura dalam berinteraksi dengan orang baru adalah membuat lelucon konyol.Meski kadang leluconnya itu tak lucu sama sekali.Itu jurus Aura dalam mendekatkan diri."Bibi,apa bedanya hujan dan air mancur?.".Memberi teka-teki sambil mengunyah buah apel yang sudah dikupas dan iris oleh Risma dan tersaji di piring.
"Mhhh,sama-sama mengeluarkan air?!.".wanita yang bertugas di bagian Dry cleaning mencoba menebak teka-teki yang di berikan Aura.
"Bisa jadi,tapi kurang tepat jawabannya.".Elak Aura.
Penuh percaya diri tinggi Risma mengangkat tangan dan menebak."Aku tau,hujan turun dari langit dan air mancur dari tanah...Benar kan?.".Yakin kali ini pasti benar.
"Yaya,benar juga.".Jawaban Risma dibenarkan Aura tetapi sayangnya bukan itu maksud Aura."Tapi jawaban yang tepat adalah,air hujan turunnya dari atas ke bawah,dan air mancur dari bawah ke atas.".Aura memperjelas.
"Ha,ha,ha...Ya benar sekali,Aura.".Para Bibi tertawa-tawa meluapkan kegembiraan meski terdengar konyol jawaban yang diucapkan Aura.
Sudah keras berpikir tetapi disalahkan,Risma merengut kecewa."Apa bedanya dengan jawaban ku?.".
"Satu lagi.Siapa wanita tercantik di dunia ini?.".Teka-teki kedua Aura.
"Cleopatra!.".
"Miss universe!.".
Bibir Risma ternganga akan ikut menjawab,tetapi diurungkan berkilah."Aku tidak mau menjawab,nanti disalahkan lagi.".Lebih baik tak memberi jawaban,daripada kecewa lagi.
Sayangnya ucapan Risma dianggap jawaban oleh Aura."Tidak.Semua salah.Yang benar adalah,Preety Shinta.".Lanjut tertawa terbahak-bahak.
"Aku yang benar disini.".Tanda protes Risma mengerucutkan bibirnya.
"Ha,ha,ha...".Sontak semua menertawakan Risma.
"Kau sangat menyenangkan Aura.Ramah,baik,periang dan memiliki selera humor yang cukup bagus.Kami terhibur dan bisa tertawa karena mu.".Wanita yang bertugas menjadi juru masak memuji Aura yang sejak tadi berbicara penuh dengan kata-kata humoris.
Memang benar adanya.Ada sedikit sifat Aura yang jarang ditunjukkan Aura pada sembarang orang.Mungkin Aura terlihat judes dan sombong,seperti julukan Andre pada Aura,Gadis Sombong.Namun Aura bersikap seperti itu pada orang tertentu saja.
"Benar Sudah lama kami tidak tertawa seperti ini.".Bibi Dry cleaning menimpali.
"Terima kasih,Aura.".Risma berhambur memeluk Aura."Aku ingin bisa melucu seperti mu,tapi tak bisa.".
"Kau merengut seperti ini juga sudah cukup lucu,Risma.".Aura menggoda Risma.
"Cihhh,menyebalkan.".Sontak Risma pun merengut lagi.
"Ha,ha,ha...".Sontak Aura dan lainnya menertawakan Risma lagi,tak sadar jika mereka sekarang sedang dalam pantauan seseorang.
Sejak tadi tuan muda pertama Adam sudah keluar dari kamar nya dan sudah berpakaian rapi.Jas lengkap dengan dasi dan membawa tas kerja.
Setiap hari Adam sangat disiplin akan waktu,dan selalu mengatur jam alarm nya dengan baik.Kapan waktunya bangun,mandi dan bersiap.Sarapan dan berangkat kerja,semua sudah diaturnya dengan baik.Sehingga pelayan tak harus membangunkan dan mengusiknya dikamar.
Selain itu,Adam tak suka jika pelayan masuk ke kamar saat dirinya ada di kamar,atau di rumah.Jika pelayan akan membereskan kamarnya,maka pelayan harus didampingi Dini.
Dibalik pintu berkaca,Adam menguping pembicaraan para pelayan.Saat itu akan duduk di kursi meja makan untuk sarapan,namun tertahan untuk makan sarapan pagi nya yang sudah tersaji di meja makan,tatkala mendengar suara tawa di area dapur.
Di pintu dapur itu,Adam memperhatikan gerak-gerik Aura dengan wajah terheran-heran."Siapa gadis itu?.Apa dia pelayan baru di sini?.Siapa yang merekrutnya?.".
Melihat Adam mengintip dibalik pintu,Dini pun ikut mengintip.Namun Adam tak tahu jika Dini ada dibelakangnya."Dia Aura Tsurayya,gadis berusia 21 tahun.".Mengejutkan Adam hingga tersentak kaget.
Aksinya ketahuan,Adam terkikuk."Bibi...Bagaimana jika aku mati terkena serangan jantung,karena terkejut?.".
"Tidak mungkin.Hati dan jantung,tuan muda terbuat dari baja.".Kelakar Dini tanpa senyum,dingin dan raut wajah datar.
Itu memang benar,tetapi tak harus dijelaskan Dini."Yang benar saja.".Rutuk Adam tampak kesal."Bibi,siapa gadis itu.".Penasaran dengan sosok gadis yang baru dilihatnya di dapur.Seingatnya kemarin tak melihat Aura di rumah.
"Asisten tuan,dan tuan muda Andre.Tuan Willy yang merekrutnya dari cabang restoran,dan menariknya ke mari.Dia baru datang pagi ini.".Dini membeberkan yang ingin Adam ketahui.
__ADS_1
Terheran-heran Adam mendengarkan dengan seksama dan kening berkerut.Itu diluar dugaan nya."Asisten ku?.Aku tidak butuh asisten.Aku bisa melakukannya sendiri.".
Tak habis pikir ayahnya bisa sekonyol ini.Melakukan sesuatu tanpa berdiskusi dan tak ijin dulu.Tiba-tiba saja memberinya asisten pribadi khusus di rumah,untuk nya dan Andre.
"Perintah tuan besar tidak boleh di bantah,tuan.Semoga tuan muda memahami nya.".Hati-hati dan tak mengurangi rasa hormat,Dini menegaskan.
Adam memang sudah tahu jika sang ayah selalu bertindak sendiri dan memutuskan segala sesuatu dengan sepihak.Tidak berkompromi dulu dan tak bisa diganggu gugat jika sudah mengambil keputusan.
Namun apapun alasan ayahnya,Adam tak perduli dan tak mau ambil pusing memikirkan soal itu."Bibi,tolong siapkan makanan untuk ku!.".Mencelos duduk di kursi meja makan.
Tak mau merusak suasana hati Adam,Dini mengambilkan menu sarapan pagi favorit Adam yakni Zupa-zupa dan lemon tea.Sembari memeriksa chat masuk di ponselnya,Adam menyantap makanan.
Sementara para pegawai tengah bercengkrama dan tertawa-tawa.Serta Adam sibuk makan,dilain ruangan seseorang celingukan mencari-cari Aura.
Selesai mandi,Andre mencari-cari Aura yang sudah tak ada lagi di kamarnya.Andre mengira Aura menunggu nya dengan duduk di sofa.
"Kemana gadis sombong itu pergi?.Kupikir dia menunggu ku di sini.".Dengan handuk masih melilit di pinggang,Andre memanggil Aura melalui intercom yang terhubung ke tempat para pegawai di rumah nya biasa berkumpul.Dapur."Suruh pelayan baru itu ke kamar ku sekarang!.".
Setelah itu Andre duduk di tepi tempat tidur dan menyugar rambutnya yang basah,sehabis keramas,menggunakan jemari tangan.
Mendapat panggilan,Aura tergesa-gesa pergi dari dapur menuju ke kamar Andre.Namun terkesiap saat melewati ruang makan dan berhenti begitu melihat dua sosok di meja makan.
"Maaf!.".Seorang pria berjas nan tampan melebihi Andre sedang menatapnya,Aura membungkuk hormat.
Tetapi Aura mengabaikan dan lupa peringatan Risma untuk tidak menatap wajah tuan muda pertama.Ada pemandangan indah dan menggoda didepan mata tak mungkin Aura lewatkan begitu saja.Kesempatan nya melihat ciptaan Tuhan yang tiada batas takkan disia-siakan.
"Aura,kemarilah!.Sapa dulu tuan muda Adam.Beliau putra pertama tuan besar.".Titah Dini agar Aura mendekat.
Jika dilihat dari dekat,Aura terlihat sangat cantik.Diam-diam Adam mengagumi Aura.Setiap inci dari Aura ditelisik nya.Rambutnya bak sutra tergerai indah dan bergelombang,bibir ranumnya hanya diolesi lipbalm namun nampak begitu menggoda,iris matanya yang bulat dan berlapis soft lens hazel sangat meneduhkan.Meski penampilan Aura sederhana tetapi tak mengurangi keindahan nya.
Dipandangi lekat-lekat oleh Adam,hati Aura tak nyaman.Tetapi anehnya Aura tak gugup sama sekali."Selamat pagi,tuan.Aku Aura,senang bertemu anda.".Menyapa ramah dan tersenyum manis lalu membungkuk hormat pada Adam.
Dimeja makan,Adam hanya menarik satu alisnya keatas,dan menatap Aura aneh.Baru kali ini ada gadis yang tak gentar dan tak takut menatapnya.Biasanya para pelayan menurunkan pandangan,dan tak berani menatap nya.Tetapi Aura tampak lain dari yang lain.
Sadar waktunya pergi, ke kantor Adam beranjak."Bibi,aku pergi sekarang.Jangan menunggu ku,mungkin aku terlambat pulang hari ini.".Berlalu pergi dari ruang makan.
Tanpa menoleh ke belakang,Adam menautkan kedua alisnya.Ada-ada saja tingkah laku gadis yang akan menjadi asisten nya itu.Tanpa berkata-kata,Adam berjalan lurus keluar meninggalkan rumah menuju mobilnya yang sudah terparkir dihalaman.
"Permisi Bu ketua.Tuan Andre memanggil ku.".Bergegas Aura pergi selepas Adam pergi.Tuan muda Andre sudah menantinya di kamar."Aku tau alasan Risma tidak boleh menatap wajah tuan muda.".Alasannya sudah bisa diduga Aura.Sudah jelas ketampanan wajah yang dimiliki putra sulung majikannya itu,melebihi standar.
Tok,tok.
Gadis yang dinantikan sudah datang,Andre sangat senang."Masuklah!.".
Kriekkk.
Baru juga membuka pintu dan melangkah masuk,Aura tersentak kaget melihat Andre bertelanjang dada."Akhhh...Menjijikkan.Kau ceroboh sekali.".Refleks memejamkan mata,lalu menutupi wajahnya dengan telapak tangan.
Melihat Aura histeris,Andre malah tertawa-tawa lantaran berhasil menggoda Aura.Secepatnya Andre berpakaian di kamar mandi.Saat keluar dari kamar mandi,Aura masih dalam posisi sama.Tak ayal Andre menggoda lagi.
"Tok,tok.".Menirukan suara pintu diketuk dan mengetuk tangan Aura yang menutupi wajahnya sendiri."Bukalah!.Aku sudah berpakaian.".
Perlahan melepaskan tangannya,membuka mata satu persatu, memastikan Andre benar-benar sudah berpakaian."Apa kau menyuruhku kemari,hanya untuk memamerkan perut mu yang seperti roti sobek itu?.".Melototi Andre dan berkacak pinggang,lupa dengan posisi nya di rumah itu.
"Shhh...".Ternyata Aura sangat menakutkan saat sedang marah.Persis sama dengan ibunya saat marah-marah."Menakutkan sekali.Kau seperti ibu ku jika marah.".Seketika Andre teringat dan rindu akan ibu nya yang sekarang ada di luar negeri bersama sang ayah.
Rindu pada omelan ibunya yang selalu terngiang di telinga.Namun sekarang tak lagi bisa,karena sang ibu jauh disana.Saat berkomunikasi di telepon hanya sekedar bertanya kabar dan mengingatkan.
Masih dongkol dikerjai Andre,Aura bersilang tangan."Cepat katakan!.Apa mau mu?.".
Berlagak acuh tak acuh,Andre menatap Aura penuh arti.Menyiratkan sesuatu yang terpendam didasar hati."Ambilkan aku makan!.Bawakan dua porsi!.".Lalu mencelos duduk di sofa.
Andre duduk Aura menghampiri."Kenapa tidak di meja makan?.Jadi aku tidak harus repot bolak-balik kemari.".Jarak dari kamar Andre ke dapur cukup lumayan jauh,Aura tak mengerti Andre suka merepotkan saja.
Merepotkan bagi Aura tetapi tidak bagi Andre,malah senang bisa berduaan dengan Aura dikamar."Ingat!.Aku tuan muda di rumah ini.Jadi bebas melakukan apapun.".
__ADS_1
Alasan Andre masuk akal,namun Aura tak tau ada sesuatu dibalik itu."Baiklah."Tanpa berkata apa-apa lagi,Aura pergi untuk melakukan tugasnya sesuai permintaan Andre."Merepotkan sekali.".Menjadi kesal karena ulah Andre.
Mengapa tidak sekalian meminta makanan saat Andre menghubungi juru masak melalui intercom tadi?.Repot kan jadinya.
"Apa dia selalu makan sebanyak itu?.Pantas saja tubuhnya berisi.".Otak Aura seketika berkelana kemana-mana."Hisss,kenapa otak ku jadi mesum.Apa yang ku pikirkan?.".Mengoceh sepanjang perjalanan menuju ke dapur.
Tiba di dapur,Aura meminta juru masak menyiapkan makanan untuk Andre.Takut salah jika mengambil sendiri.Lagipula tak tahu juga porsi makan Andre sebanyak apa dan menu favorit Andre apa saja.
Tuan muda Andre menanti kedatangan Aura sambil bermain 'Game' di Play Station.Keseharian Andre hampir setiap hari seperti ini.Jika tidak ada rencana pergi ke luar dan tidak memiliki kegiatan,ya main game dikamar.
Itu sebabnya mengapa Adam selalu murka dan geram.Sudah menginjak usia 25 tahun namun masih ke kanak-kanakan dan seperti bocah remaja.
Meski Andre pemuda yang cerdas,namun malasnya tak ketulungan sehingga membuat Adam jengah.Bukannya meneruskan bisnis yang dirintis keluarga nya,malah berleha-leha dan ongkang-ongkang kaki saja.
"Kenapa lama sekali si gadis sombong itu?.Apa dia tidak mengerti jika aku lapar?.".Perutnya yang terasa melilit,dielus-elus.
Tak lama Aura datang membawa pesanan Andre,dua porsi makan dan dua gelas minum.Bergegas Aura masuk ke kamar Andre yang pintunya sudah terbuka lebar.
Semangat Andre kembali berkobar.Memandangi Aura yang berjalan mendekat sambil tersenyum.
"Silahkan...Tuan muda.".Satu persatu piring dan gelas dikeluarkan Aura dari atas nampan dan diletakkan di atas meja yang ada di depan Andre."Ini makanan anda tuan muda.".
Intonasi suara Aura tak lebih seperti ejekan,Andre jadi tersinggung."Apa kau mengejek ku?.Kau tau hukuman untuk pelayan yang nakal?.".Menatap tajam Aura yang begitu dekat jaraknya.Wajah Aura begitu tampak menggoda,dan hanya beberapa senti darinya,Andre menelan saliva.
Secara keseluruhan,tak ada yang kurang kurang dari Andre.Tampan bak pangeran dari kerajaan.Dalam diamnya,Aura menyeleksi anggota wajah Andre.Semua lulus seleksi dan menghipnotis mata orang yang memandangnya.Termasuk dirinya.
Beberapa detik saling mengagumi keindahan,Andre tersadar."Heyyy...Sadarlah!.".Sambil menjentikkan jari pada Aura.
Tersadar dari lamunan oleh suara jentikkan tangan Andre,Aura mengerjapkan mata."Aaapa?.".
"Kau belum menjawab pertanyaan ku.".
"Apa leher ku akan di cekik lalu gantung?.Lidahku akan di potong,dan mulutku disumpal bara api,atau...".Tak hentinya Aura berceloteh tak sadar jika Andre berusaha menahan rasa yang bergelora dihatinya.
Cepat-cepat Andre memasukkan makanan ke dalam mulut Aura yang terus bicara dan menggerakkan bibir,untuk mengusir imajinasi liar nya."Makanlah!.Lebih baik kau diam,duduk dan makan saja.".
Begitu terkejut nya Aura dan mengedip-ngedipkan mata saat mulutnya disumpal makanan,disuapi Andre.Aura pun duduk di sofa kosong disamping Andre."Heiii,aku belum selesai bicara....".Merutuk dengan mulut penuh makanan.
"Diamlah.Kau tau tau tata krama saat sedang makan kan?.".Kepala Andre pusing mendengar Aura mengoceh terus.
Namun Andre senang dan menyunggingkan sudut bibirnya.Tak kesepian lagi sejak Aura datang ke rumah sebagai asisten pribadi.Sekarang ada Aura yang bisa dikerjai dan di jahili nya habis-habisan dan sepuas hati.
Aura seperti mainan baru yang lebih menarik dan menyenangkan bagi Andre,dibandingkan 'Games' yang selalu dimainkan di PS.Seakan memberi warna baru dalam hidupnya.Mengisi hari-harinya yang membosankan dan menghibur hatinya yang kesepian.
Andre memaki nya,Aura diam seperti patung.Tak berani bicara lagi sepatah kata pun dan tertunduk malu.
Disela makannya,Andre melirik Aura yang bergeming."Apa kau akan membiarkan ku makan sendiri?.".
"Hemhhh?.".Aura melongo tak mengerti,dan menatap Andre tak berkedip.
"Itu untuk mu.".Andre menunjuk satu porsi makanan lainnya.
"Untuk ku?.Kupikir...".Aura menunjuk wajahnya sendiri.Tak menduga jika makanan itu untuk nya.Pantas saja Andre meminta dua porsi makan.Ternyata Andre minta ditemani makan oleh nya dan tak mau makan sendirian.
"Jangan banyak berpikir!.Makan saja!.".Tandas Andre.
Mau tak mau Aura pun makan dengan hati terpaksa dan berat hati.Perutnya memang sudah lapar,namun tak biasa harus makan berdua dengan laki-laki yang baru dikenal dan tidak terikat.Tetapi demi menyenangkan hati tuan mudanya,Aura kali ini harus rela makan bersama Andre berdua saja.
Andre tahu jika Aura risih dan canggung makan bersama nya.Terlihat dari sikap Aura yang ragu makan.Meski demikian,Andre senang dan gemas melihat Aura begitu.
Selesai makan.Aura membereskan peralatan makan kotor,bekas mereka makan.
"Kembali secepatnya!.".Andre berteriak sebelum Aura menghilang dari pandangan.
Dengan langkah panjang,Aura bergegas pergi membawa nampan ke dapur dan menggerutu tak jelas.Babak baru kehidupannya akan dimulai dirumah mewah ini."Aku harus menyiapkan mental yang kuat,sekuat baja.Semoga aku bisa mengatasi semua.".
__ADS_1
Menghadapi perilaku kedua tuan muda nya sekarang tidak mudah.Aura pasti akan kesulitan dalam memahami sifat dan karakter Adam dan Andre yang berbeda.Namun Aura tak ingin patah semangat dan menyerah begitu saja.Semua ujian dan rintangan terberat pernah dihadapi dan bisa dilalui nya.Maka,untuk hal ini pun harus bisa mengatasi dan melewatinya dengan senang hati dan berlapang dada.