
Kriiinggg.
Matahari perlahan beranjak naik ke atas.Tuan muda Andre bangun.Terbangunkan oleh suara jam weker yang berdering di nakas tepat jam 8 pagi.Ini rekor baru,Andre bangun lebih awal dari hari-hari sebelumnya.
Terganggu oleh suara bisingnya,Andre mengambil dan mematikan bunyi alarm jam weker yang memekakkan telinga.Membanting benda berbentuk bulat itu ke tempat tidur dengan keras.Padahal waktu jam weker diaturnya sendiri.
"Shiiit.Mengganggu saja.Kau berbunyi di waktu yang tidak tepat.".Andre marah bukan tanpa alasan.Mimpinya lenyap saat memadu cinta dengan seorang gadis."Arghhh,sial.".Mengacak-acak rambutnya yang ala idol K-Pop dan berwarna Burgundy.
Puas melampiaskan kemarahan,Andre menguap,menggeliat lalu Stretching.Tubuh ideal nya yang tidak gemuk dan tidak kurus,bertelanjang dada.Tidak berotot namun tampak menggoda.
Ponsel yang tergeletak di nakas diambilnya,lalu memeriksa isi chat'nya.Beberapa pesan singkat masuk,dari dua pria peniru ulung gaya nya.
Andre ingat,hari ini ada janji dengan teman se Genk nya yang tergabung dan terkenal dengan julukan Triple Prince.Andre,Ragil dan Noufal.Julukan itu diberikan oleh para fans fanatik ketiga pria berparas tampan itu,yang mengikuti akun sosial media ketiganya.
"Heiii,bocah gendeng.Elo tau kan?,Gue gak suka diperintah.Harusnya Gue yang memerintah.PAHAM LO?.".Usai menelpon,Andre menutup secara sepihak,tak memberikan kesempatan temannya menjawab atau bicara.
Gara-gara pesan singkat yang dikirim Ragil memintanya untuk segera datang ke 'Basecamp' Andre and the Genk berkumpul,sampai semarah ini.Bagaimana tidak?.Sebagai pria dari kasta teratas di antara kedua temannya,Andre lah yang wajib memerintah,bukan di perintah.Namun seperti nya Ragil dan Noufal lupa hal itu.
Ada 3 kasta yang berlaku dalam pergaulan hidup Andre.Kasta pertama,anak dari ayah yang memiliki perusahaan,pengusaha sukses dan kaya raya atau konglomerat.Kasta kedua,anak dari ayah yang merupakan para pejabat tinggi negara.Kasta ketiga,anak dari ayah yang memiliki titel.Seperti Dokter,Arsitek,Insinyur,profesor dan semacamnya.
Andre ada di kasta tingkat pertama,Ragil urutan kedua dan Noufal ketiga.Sedangkan sisanya,tidak masuk dalam kategori dunia pertemanan Andre.Meski Andre pemilih dalam berteman,namun tidak dalam urusan hati.Cinta tidak memandang bulu,tidak bisa dipaksakan dan tidak bisa disandingkan dengan harta.Dalam kamusnya,status sosial tidak penting jika hati sudah berkata 'Cinta'.
Tut,tut.
Low Battery.
"Astaga....Gue lupa nge charge ponsel.".Andre menjipok keningnya sendiri.
Gara-gara kesal pada Adam yang mencuri kesempatan bersentuhan dengan Aura tadi malam,sampai lupa hal wajib sebelum tidur untuk mengisi daya baterai ponsel,dengan mode off selama semalam suntuk.
"Kakak,kau keterlaluan.Mencuri kesempatan dalam ketidak berdayaan ku dan Aura.".Mengingat peristiwa tadi malam dikamar Aura yang melibatkannya dan kakaknya,Andre membuang nafas kesal.Untung Andre berhasil menahan diri untuk tidak adu jotos dengan Adam.Jika tidak,wajah keduanya pasti sudah babak belur.
"Aura...Tidak seharusnya aku membiarkan kakak ku menyentuh mu.Aku menyesali nya sekarang.Maaf.".Baru kali ini nafasnya terasa sesak,Andre menghela berat.
Susah payah Andre bertekad untuk tidak kontak fisik tanpa seijin Aura,namun tak di nyana tiba-tiba Adam mendahului nya melakukan itu.Kakaknya itu tidak berakhlak dan tidak berotak.Seharusnya dipikir dulu sebelum bertindak.
Charger yang disimpan di laci nakas,diambilnya.Daya ponselnya yang lemah,di isi ulang kembali.Bisa mati gaya jika tidak membawa ponsel keluaran terbaru nya yang berharga fantastis itu.
Selagi menunggu baterai nya terisi penuh,Andre ke kamar mandi sambil bersiul dan mengalungkan handuk putih di lehernya.Membilas rambut dan tubuhnya dibawah kucuran air shower.Senyum-senyum sendiri membayangkan seraut wajah gadis yang berhasil membuat nya tergila-gila.
Selesai mandi,Andre memilah dan memilih baju dilemari pakaian,mencari yang cocok untuk outfitnya hari ini lalu memakainya.Pakaian kasual namun trendy dan modis serta jam tangan water resistance dari merk terkenal dan Made in Swiss,melekat ditubuhnya.Andre terlihat memukau dan menawan.
Hari ini Andre harus tampil semaksimal mungkin.Begini rasanya orang sedang jatuh cinta?.Andre ingin selalu tampil sempurna di mata Aura.Setelah hampir satu jam menghabiskan waktu di kamar,ini saatnya untuk keluar.Andre sudah tidak sabar menemui asisten pencuri hati nya,selain untuk makan.
Di dapur,Yetti menyiapkan menu makanan untuk sarapan pagi Andre.Salad sayur dicampur ikan salmon sudah siap dihidangkan di meja makan,jika Andre sudah ada di meja makan.
Di Dinning room.
Oh Tuhan,mengapa majikan dan putra majikannya ini setega ini.Tidak punya hati nurani,membiarkan nya sampai kesemutan,kram otot kaki akibat sepatu heels nya.Ya Tuhan.Rupanya berdiam diri seperti ini lebih menyebalkan daripada mencuci piring-piring di restoran dulu.
"Shhh.".Aura mendengus kesal dan menelan ludah pahit.Sudah lapar belum sarapan malah harus menyaksikan keasyikan dua majikannya makan dan mengobrol.Tidak bisa bicara dan tidak berkutik,semakin lengkaplah derita nya sebagai pelayan,ralat asisten pribadi.
__ADS_1
Sangat,sangat menyakitkan.
Ya Tuhan,ternyata beginilah rasanya jika berhadapan dengan majikan.Serba salah dan lebih menegangkan daripada berhadapan dengan ibu tiri dan ibu Pertiwi.Mau bicara takut,mau bergerak tidak berani.Sekarang harus bagaimana?.
Nyonya,tuan muda,tidak bisakah kau melihat ku disini?.Aku di anggap apa?...
Aura berteriak dalam hati.Memandangi punggung Adam dan sisi wajah Nyonya rumah yang duduk menyamping di dekat Adam.Aura memutar jengah matanya.Tidak mungkin badan sebesar ini tak bisa dilihat mereka.Yang benar saja.Terkecuali jika Aura makhluk gaib,kan?.
Keberadaan Aura dibelakang Adam,Rossa tau.Hanya saja,Rossa acuh dan tak perduli.lngat niat suaminya berencana ingin menjodohkan Aura dengan salah satu putra nya,rasa benci seketika hadir di benaknya terhadap Aura.Menyakiti Aura secara perlahan,tidak ada salahnya,bukan?.
Habis sudah kesabaran nya,Aura memutar bola mata,memeras otaknya.Mencari cara agar dua majikannya itu sadar keberadaan nya di sana."Ekhmmm...".Memberanikan diri bersuara.Berdehem saja sampai gemetaran begini,apalagi bicara.Aura was-was menanti reaksi Adam dan Rossa.
Setelah bersenda gurau cukup lama bersama ibunya,Adam sadar jika Aura ada di ruangan yang sama.Astaga,bagaimana bisa sampai melupakan Aura?.Mata Adam membulat.
Bodoh dan tolol.Ibunya juga tidak mengingatkan,padahal bisa melihat jelas Aura ketimbang dirinya.Ternyata kepulangan ibunya ini mempengaruhi daya ingatnya dan menguasai separuh pikiran nya.Sampai lupa ada seorang gadis berdiri di belakangnya.
Adam berpaling kebelakang,matanya tertuju pada Aura.Kemungkinan satu jam lebih Aura berdiri disana.Terkejutnya Adam tatkala melihat wajah Aura sudah pucat pasi.Apa yang terjadi padanya sampai Aura sepucat itu?.Sakitkah,atau gugup?.
"Aura...Kenapa kau diam saja?.Ku pikir kau sudah pergi.".Adam mengerutkan kening dan menatap Aura penuh tanda tanya besar.
Mengapa oh mengapa,tidak sedikit pun Aura bersuara.Bergeming dan diam membisu seribu bahasa.Jika Aura tidak berdehem,mungkin dia tidak akan pernah tau ada Aura di sana.
Ish,ish,ish.Apa katanya?.Mengapa sekarang harus dia yang disalahkan?.Mendengar ucapan Adam,Aura mengernyit heran.Tidak mungkin Aura mengganggu kebahagiaan anak dan ibu yang saling meluapkan rindu ini,kan?.
"Ughhh...".Pusing juga lama-lama kepalanya akibat berdiri terus,Aura memijat pelipisnya.Semakin lama kepala nya seperti diputar-putar.Penglihatan nya mulai buram.Kakinya pun tiba-tiba seperti tidak bertulang.Tak kuasa menopang bobot tubuh nya lagi,Aura menjatuhkan diri ke lantai.
Brukkk.
Tak sampai tiga detik,Aura menepis tangan Andre yang bersandar di pipinya,sampai membuat Andre terhenyak dan terkikuk.Sadar ada Rossa duduk dikursi meja makan,tengah menatapnya tajam."Aku baik-baik,tuan.".Memastikan tidak terluka dan baik-baik saja agar Andre tidak khawatir.
Ingin tau keadaan Aura,Adam beranjak dari duduknya.Mendekati Aura dan Andre.Rossa menyusul kemudian,penasaran juga.Adam cemas melihat keadaan Aura,bercampur bingung.Tiba-tiba Aura terjatuh begitu saja tanpa alasan yang jelas.Berbeda dengan Rossa,tampak dingin dan acuh.Untuk apa mengkhawatirkan gadis yang tak memiliki hubungan penting dengan nya,dan hanya seorang pelayan?.
Begitulah Nyonya besar rumah mewah ini.Tak pernah memperlakukan istimewa pelayan yang bekerja di rumah,dan berlaku adil.Menyamaratakan sikapnya terhadap semua pelayan.Namun tak pernah sebenci dan semarah ini pada pelayan bernama Aura.
Pipi Aura memerah,berada diantara dua pria tampan.Bukan senang,melainkan tegang.Tepat dibelakang Andre,tatapan Rossa begitu menusuk jantungnya.Terpancar suatu kebencian yang mendalam dan kemarahan yang meletup-letup dinetra Rossa.Debaran jantung nya tak terkontrol,Aura tak tau harus apa selain mengalihkan pandangan.
"Ada apa dengan mu Aura?.Kenapa bisa terjatuh begitu saja?.Kau sakit?.".Wajah Aura yang pucat tak lepas dari perhatian Adam.
Sejak tadi Adam bersama Aura,tetapi bagaimana bisa tidak tau alasan Aura terjatuh?.Doesn't make sense.Andre geleng-geleng kepala.Tak mungkin Adam tak tau apa-apa."Tidakkah ku salah dengar?.Kakak tidak salah bicara?.".Pendengarannya pasti bermasalah,dengar perkataan Adam."Apa yang kakak lakukan sampai Aura begini?.".Andre naik pitam,meminta penjelasan Adam.
Andre menyalahkan dirinya,Adam bingung.Jangankan Andre,ia saja tidak tau penyebab Aura jatuh."Aku tidak melakukan apa-apa.Kau tidak melihat ku?.Sejak tadi aku duduk makan bersama...".
Reaksi dan sikap Andre terlalu berlebihan terhadap pelayan.Rossa memutar jengah bola matanya.Tidak suka melihat Andre begitu perhatian terhadap Aura.Gadis yang disinyalir sebagai asisten pribadi khusus Adam dan Andre,yang diutus sang suami."Boy,apa arti gadis ini bagi mu,hemh?.".Sudah di posisi berjongkok dibelakang Andre,Rossa berbisik di telinganya,memotong perkataan Adam.
Astaga,mimpikah ini?.Wanita pertama yang disayanginya ada didekatnya.Andre menoleh ke belakang,memastikan jika wanita dibelakang nya itu benar-benar ibunya."Mama?.".Sungguh tak diduga,wajah cantik yang dilihatnya ini benar milik ibunya.
Kapan Mama nya pulang?.Bagaimana bisa tiba-tiba sudah ada di rumah?.Mengapa tidak mengabari sebelumnya?.Tak berkedip Andre menatap ibunya,dan tergagu.
Apa ini?.Hanya begini saja?.Rossa mendengus kasar.Reaksi Andre tak sesuai harapan."Ya ampun.Kau lebih fokus pada gadis ini,sampai tidak melihat ku?.Mengkhawatirkan nya,hingga mengabaikan ku?.Perhatian mu tersita pada nya,dan tidak menyapa Mama mu dulu?.Mama baru pulang ke rumah,setelah dua tahun kita terpisah.Apa kau tidak merindukan Mama,Boy?.".Bagaimana mungkin Andre tidak melihat kehadiran nya di sana?.Rossa geleng-geleng kepala.
Adiknya dimarahi,Adam malah senyum-senyum kegelian."Rasakan itu.Makan derita mu.Kau pantas dimarahi.".Sepuas hati Adam meledek Andre,adik yang susah diatur.Semaunya sendiri dan pemalas.
__ADS_1
Dialah penyebab utama nya Andre dimarahi habis-habisan oleh ibunya,Aura tertunduk diam.Terjebak dalam situasi seperti ini,membuat hati Aura resah,gelisah dan bingung.Ingin berlari kencang,tetapi tak mampu.Kaki nya masih terasa lemas.Jangankan untuk berlari,bahkan untuk berdiri saja seakan tak kuat.
Seperti orang tolol,Andre garuk-garuk kepala,di omeli wanita yang melahirkan nya ke dunia.Yayaya,Andre mengaku salah,dan mengerti.Unsur yang tidak disengaja.Memang tak tau sang ibu sudah pulang dari perantauan,dan ada bersama Adam dimeja makan.Tetapi jangan salahkan dirinya,karena posisi sang ibu memunggungi.So,wajahnya tidak terlihat.
"I'm sorry Mom.Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat.Nanti bicara lagi.".Pelan-pelan,Andre membantu Aura berdiri.Memapah Aura pergi dari Dinning room,dan mendominasi langkah Aura.
Pelan-pelan Andre mengikuti langkah kakinya yang lamban,Aura begitu terharu.Dibalik sikap semena-mena nya,Andre sangat peduli dan perhatian.Tak hanya cerewet,suka menindas tetapi baik juga hatinya."Tuan muda,tinggalkan aku.Aku bisa sendiri.Lebih baik temui Nyonya.".Aura tak enak hati,Andre lebih memperhatikan nya ketimbang Ibunya sendiri yang lama tak dijumpai.Takut juga akan mengundang kemarahan Nyonya besarnya itu.
Arah tujuan pembicaraan Aura kemana,Andre bisa tau."Lupakan ucapan Mama ku.Pikirkan dirimu sendiri.Mama memang begitu.Jangan diambil hati,ya?.".Tak sampai hati membiarkan Aura jalan sendiri,dalam keadaan lemah begini.Andre pun mengerti,Aura takut akan ibunya.
Oh astaga.Anak tidak tau diri.Putra bungsunya pergi begitu saja meninggalkan nya,demi seorang pelayan baru dirumahnya ini.Bukannya mendapat pelukan rindu dan kecupan sayang Andre.Sikap Andre sangat tak lazim,pasti Andre mulai tertarik dan menyukai gadis pelayan itu.Rossa berasumsi sendiri.Oh tidak.Ini tidak bisa dibiarkan.
Di dekat Adam,Rossa terperangah memandangi punggung Andre yang semakin menjauh dengan Aura,lalu terperanjat berdiri."Heiii Boy,kau lebih peduli pelayan itu?,dari pada Mama mu sendiri?.".Menggeleng tak percaya sudah diacuhkan Andre.
Pagi yang menegangkan.Rumah mulai diramaikan dengan ocehan dan teriakan sang ibu,Adam menghela nafas panjang."Mama sudahlah.Jangan dibesar-besarkan.Abaikan saja.".Ibunya dikuasai nafsu amarah,Adam mengelus punggungnya,mencoba menenangkan.
Tidak mungkin.Rasa bencinya terhadap Aura sudah tak terelakkan.Baru tadi malam sampai dirumah dan belum satu hari ada dirumah,Aura sudah berhasil menggeser posisi nya dan merebut perhatian Andre darinya.
"Apa kata mu?.Abaikan?.Tidak bisa.Ini keterlaluan.Gadis itu membawa pengaruh buruk.Perlahan dia akan mengambil hati Andre,dan merebutnya dariku.Mama tidak akan membiarkan Andre jatuh hati pada seorang pelayan.Termasuk kau!.Camkan itu baik-baik.".Tandas Rossa,penuh tekanan.
Deggg.Debar jantung Adam seolah berhenti berdetak seketika.Ultimatum ibunya begitu tegas dan serius.Tak bisa diganggu gugat dan tak bisa dibantah.Peringatan sang ibu lebih mirip seperti ancaman,menjadikan Adam tergugu.
Harus apa dan bagaimana sekarang?.Peringatan keras sudah turun dari bibir ibunya.Maju atau mundur?.Adam sudah menduga,ibunya akan menentang keras siapa pun yang dekat dengan gadis dari kalangan biasa.Kini harus mengubur dan menyingkirkan perasaan suka ini pada Aura.Adam galau memikirkan hal itu.
Seumur hidupnya,Adam anak yang patuh dan penurut.Selalu mematuhi semua keinginan dan apapun permintaan orang tua,tanpa pengecualian.Tak berani membangkang dan tak pernah mengecewakan hati orang tua.Kebahagiaan orang tua prioritas utama Adam.
Keturunan bangsawan harus memiliki menantu dari kalangan bangsawan pula.Rossa akan mewujudkan impian nya itu.Takkan membiarkan kedua putra nya terjerat cinta Aura yang hanya seorang pelayan dan gadis sederhana.Meski tak dipungkiri wajah Aura cukup cantik dan menarik.Namun itu saja tidak cukup.Rossa memastikan Aura takkan menjadi bagian dari keluarga nya.Tanpa seijinnya,Aura tidak akan pernah bisa masuk dalam kandidat calon istri Adam atau Andre.
Melihat Adam termangu dengan ekspresi dingin,Rossa menepuk lengan putranya."Pergilah!.Kau akan terlambat.Pulanglah lebih awal.Jangan lewatkan makan malam bersama di rumah.".Membawa sejuta rasa kecewa,Rossa pergi dari hadapan Adam.
Pelan dan gontai,Adam meninggalkan rumah dengan mobil Rubicon nya,dan membawa pergi sekelumit asa yang takkan pernah tergapai.Pergi ke kantor lebih baik daripada terjebak di rumah dengan atmosfer buruk dan tak menyenangkan.Padahal mentalnya sudah disiapkan akan bertarung dengan adik sendiri secara alami,jujur dan sportif untuk menarik perhatian Aura.
Dikamar super mewahnya bernuansa maskulin,Andre mendudukkan Aura di sofa dan turut serta,disamping Aura.Dari peristiwa ini dan ketidak berdayaan Aura,Andre mengambil hikmah.Bisa kontak fisik dengan Aura,hati Andre berbunga-bunga.Konyol.Hanya memapah Aura senangnya bukan main.
Sebaliknya yang dirasakan Aura.Heran.Andre membawanya ke kamar majikan mudanya ini,bukan ke kamar nya sendiri.Kacau.Nyonya besar bisa marah besar jika melihatnya di sini.Tadi saja saat Andre menunjukkan rasa simpati pada nya,Nyonya besar sangat murka.Seperti ingin menelannya hidup-hidup.
Cara duduk Andre yang menyamping dan terlalu dekat,Aura bergeser menjaga jarak.Sontak Andre mengulum senyum pahit.Agak kecewa."Tuan muda,kenapa kemari?.lni bukan kamar ku.".Takut Nyonya besarnya itu semakin membencinya.
"Kamarmu terlalu jauh.Akan merepotkan ku jika membawa mu kesana.".Santainya Andre berkilah,menyandarkan punggung di sofa dan menyangga kepala dengan kedua tangannya.
"Tapi...".
"Tidak ada bantahan dan penolakan.Diam dan tetap disini.".Jika Andre membiarkan Aura keluar,pasti akan mendapatkan perlakuan buruk dari ibunya.
Perhatian sederhana Andre membuat Aura salah tingkah.Tetapi Aura tak mau bersembunyi dibalik kebaikan Andre."Maaf tuan muda.Waktunya tuan sarapan.Ayo!.".Berargumen agar bisa pergi dari kamar Andre,dan beranjak dari sofa.
Secepat kilat Andre berdiri dan menahan Aura agar tetap duduk.Ahhh,dasar gadis keras kepala.Aura membuat nya tidak bisa santai dan duduk tenang."Aku bisa makan disini.Kau jangan bergerak.Tetap seperti itu.Aku keluar sebentar.".Inisiatif sendiri Andre mengambil alih tugas Aura,mengambil makanan untuk sarapan pagi nya.
Tentunya Andre takkan membiarkan Aura bertatap muka dengan ibunya.Khawatir,nanti Aura akan dimarahi habis-habisan oleh ibunya.Jangan sampai itu terjadi.lbunya yang temperamental takkan membiarkan Aura lolos dari amukan.Sebab sikapnya tadi pada Aura telah menyulut emosi sang ibu.Sebagai Anak,tentu Andre sangat tau betul watak sang ibu.
***
__ADS_1
Terima kasih,semoga terhibur konco-konco kesayangan Author semuanya...🥰