Gadis Penepat Janji.

Gadis Penepat Janji.
10.Hari terindah dan tersial.


__ADS_3

Griya Tawang (penthouse) WalI*ch Residence setinggi 3 lantai dan memiliki 5 kamar,dilengkapi lift pribadi dan kolam renang,adalah tempat tinggal CEO WiRo Grup selama dua tahun ini.


Willy sukses melebarkan sayapnya di negeri Singa itu sebagai pengusaha di bidang kuliner,dan membuka cabang restoran ala khas Nusantara dan juga western food di negara bermaskot M*rlion itu.


Didalam Kondominium atau apartemen mewah,yang seluruh fasilitas didalam nya ala hotel bintang lima,dan menyuguhkan pemandangan yang menghadap ke M*rina bay sand,Rossa memarahi sang suami,Willy.


Rossa marah saat tahu Willy merekrut seorang gadis untuk menjadi asisten pribadi Adam dan Andre,yang tak lain adalah Aura.Tindakan Willy sudah di ketahui Rossa,alhasil Rossa pun berang.Rossa merasa Adam dan Andre sudah dewasa dan tak perlu seorang asisten.Apalagi asistennya seorang gadis muda yang sengaja di pilih Willy,untuk melayani kedua putranya.


Itu hal konyol yang pernah dilakukan Willy sepanjang Rossa menjadi istri Willy.Rossa merasa tindakan Willy tak masuk akal,seperti sedang membuat lelucon receh.Dari mana Rossa bisa tahu itu,mudah saja.Tentu dari ponsel Willy.Rossa rajin memeriksa ponsel dan Phone Book Willy.Siapa sangka Willy menyimpan rahasia darinya,dan ternyata benar.


Willy baru saja pulang dari restoran setelah jam makan siang lewat,untuk membantu memantau situasi di restoran,karena di jam itu biasanya semua pegawai sibuk dan restoran ramai.Sedangkan Menu direstoran nya hari ini adalah 'Chicken Cordon blue dan rendang.Makanan khas Indonesia yang masuk dalam daftar makanan terlezat di dunia.


"Dear Papa...Kenapa tidak bertanya dulu padaku?.Papa melupakan ku?.Siapa aku?.Apa artinya aku bagi Papa?.".Rosa duduk disamping Willy,dan menatap Willy meminta penjelasan karena mengambil keputusan sepihak.


Willy sudah bisa menduga.Rossa pasti memeriksa isi chat' di ponselnya,dengan orang suruhannya di Indonesia.


"Sudah tugasku membuat keputusan,demi kebaikan anak-anak kita.Dan,Mama jangan mengingatkan Papa posisi Mama dihati ku.Adam,Andre dan Mama ada ditempat nya masing-masing.".Masih tetap menatapi Phone Book nya,Willy menjawab dengan tenang pertanyaan Rossa.


Willy terpaksa memutuskan sendiri karena selalu bersilang pendapat dengan Rossa.Meski Rossa sudah mewanti-wanti agar tidak melakukan sesuatu tanpa berkompromi dulu dengan nya,dalam hal apapun.Terutama sesuatu yang berhubungan dengan anak-anak.


"Tapi aku ibunya.Lebih tau yang terbaik untuk mereka,dan jodoh mereka juga,ada ditangan ku.".Keluh Rossa,kesal.


Rossa ingin memilih sendiri gadis yang cocok untuk mendampingi Adam dan Andre.Harus dari keluarga yang terpandang dan kaya serta berpendidikan tinggi,sedangkan cantik dan baik nomor kesekian.Kriteria itu poin penting untuk kandidat calon istri Adam dan Andre.Kesetaraan kasta adalah hal pokok dalam menjalin suatu hubungan di keluarga Rossa.


"Bukan tanpa alasan aku melakukan itu.Adam dan Andre terjebak dalam egonya sendiri.Mereka terlalu sibuk dengan dunianya sendiri,sampai melupakan poin penting dalam hidup.Jika dibiarkan lama,kemungkinan Adam akan melajang seumur hidup,dan Andre tidak akan pernah berubah.".Willy memikirkan nasib kedua putra nya,sekarang.


Kedua putra nya,Adam dan Andre tak bisa diatur dan selalu bersikap semaunya sendiri.Waktu Adam habis di dunia bisnis,dan Andre suka berpetualang tak jelas.Alasan itu menjadi bahan pemikiran Adam.Ini waktunya bagi Adam dan Andre memikirkan soal masa depan.Adam harus menikah,dan Andre menjalani hidup yang lebih baik.


"Prinsip,Papa.Itu prinsip bukan ego.Haruskah ku ulangi terus kalimat ini?.Dan,apa salahnya jika Adam masih ingin hidup sendiri?.Sementara Andre,biarkan dia menikmati masa mudanya.".Rossa bersikeras menyadarkan Willy dengan berapi-api dan tersulut emosi.


Bukan tanpa alasan Rossa tak sependapat dengan Willy.Rossa merasa Adam dan Andre masih terlalu dini,untuk memikirkan hidup dan masa depan di usia yang masih tergolong muda.Adam baru 29 tahun dan Andre 25 tahun.Laki-laki akan berpikir matang dan bersikap serius jika menginjak usia 30 tahun.Itu waktu yang tepat untuk Adam dan Andre merubah pola pikir nya.Menurut sudut pandang Rossa.


Mendengar argumentasi istri,Willy meletakkan Phone Book nya di meja.Rossa memalingkan muka tatkala Willy menatapnya.


"Mama tidak salah.Aku hanya khawatir,dan takut mereka melupakan sesuatu yang bisa mendorong nya bahagia.".Willy merasakan sendiri perubahan yang terjadi padanya,setelah mengenal Rossa,dan getaran cinta antara mereka lalu menikah.


"Biarkan mereka memilih jalan hidup nya sendiri.Papa cukup mengatur ku saja!.".Bersikukuh Rossa berdalih.


"Laki-laki lebih tau,yang diinginkan dan dibutuhkan laki-laki.Cinta,mereka butuh cinta,sentuhan tangan wanita,dan perhatian seorang wanita.Jangan sampai Adam dan Andre terpaku pada prinsipnya saja.".


Cinta dan wanita berperan besar dalam kehidupan laki-laki,maupun sebaliknya.Satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,memiliki banyak pengaruh dan manfaat.Tanpa cinta,hidup akan terasa hampa dan hambar.Sekelumit dari bisikan hati Willy.


Sesaat Rossa menertawai kegigihan Willy mempertahankan pendapat.Perkataan Willy dibenarkan Rossa,namun tak sependapat.


"Wanita?.Itu bukan cara satu-satunya untuk membuat mereka sadar.Aku juga wanita,dan seorang ibu.Dan cinta?.Apa Papa akan menjodohkan gadis itu dengan salah satu putra kita?.".


Ini memang bukan jaman Siti Nurbaya.Namun perjodohan tetap terjadi sampai sekarang.Rossa mengakui hal inipun dialaminya,tetapi tetap harus menelisik latar belakang gadis,yang akan dijodohkan dengan Adam atau Andre,nantinya.


Bibit,bebet dan bobot calon istri dari pewaris tahta WiRo Grup,tidak bisa dari keluarga sembarangan.Harus memiliki kasta yang setara dengan keluarganya.Rossa mencoba mempertahankan tradisi keluarga itu.


Ternyata Rossa tahu juga niatnya.Meski sudah menyamarkan motifnya merekrut Aura sebagai asisten Adam dan Andre.Willy jadi bingung sendiri,Rossa pasti menentang keras keputusan nya.


Ditatap tajam Rossa,Willy balas menatapnya."Itu bukan ide buruk?.".


Willy tak mau kalah dan tak ingin menyerah sekarang.Sudah waktunya untuk membuat sedikit perubahan didalam kerajaan kecilnya.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lainkah?.".Seolah gadis di dunia ini yang cocok untuk Adam atau Andre hanya ada satu saja,pikir Rossa.


Willy mengerti ke mana arah pembicaraan Rossa."Hanya dia yang terlintas.Gadis itu kurasa cocok,dan bisa memberikan energi positif.".


Sekarang,Willy tak memikirkan lagi soal harta,tahta dan tradisi keluarga,yang harus mendapatkan pasangan dari keluarga yang sederajat.


Lelah menghadapi suaminya yang tak mau mengalah juga,Rossa memijat pelipisnya.Kepalanya mendadak pusing dan penat juga.Sia-sia dan kecewa,unjuk rasa nya memprotesi tindakan Willy dari tadi,tak digubris dan tak ditanggapi.Bahkan terus di tentang Willy.


"Perhatian,Papa.Aku yakin dengan itu.Mereka tidak butuh wanita dan cinta,hanya demi agar bisa bahagia dan hidup lebih baik lagi.Tetapi dengan perhatian kita.".Sekarang Rossa baru menyadarinya.


Selama ini Rossa hanya memikirkan untuk mendampingi suami.Kemana pun Willy pergi,Rossa harus ikut.Meski harus meninggalkan kedua putranya.Mengorbankan waktu untuk berdekatan dan berinteraksi,dengan Adam dan Andre.


"Papa sepemikiran dengan Mama,tapi maaf!.Papa tak bisa sejalan dengan Mama.".Gurat penyesalan terlukis di wajah Willy.


Entah mengapa suaminya ini sulit diluluhkan hatinya.Rossa putus asa,dan bingung harus bagaimana lagi.


"Kita akan tau itu,saat kita didekat putra kita.Bagaimana jika kita pulang,Pa?.Tidak rindukah,Papa pada Adam dan Andre?.".Rossa menghimpun keberaniannya,meluapakan rasa yang mendera hatinya selama satu tahun ini.


Awalnya Rossa baik-baik saja,dan bisa menerima berjauhan dengan putra-putra nya.Seiring waktu berlalu,rasa rindu ingin melihat wajah-wajah kedua putranya,tatkala hilir mudik di dalam rumah,minta ini dan itu,mulai melanda hatinya.


"Haruskah kita kembali ke negara tropis itu?.".Willy mengerti keinginan Rossa saat ini.


"Why not.Kita lahir dan dibesarkan di sana.Aku tetap bagian dari negara ku.Aku tidak mau seperti kacang lupa kulitnya.Jujur saja,aku tidak nyaman ada di tempat asing seperti ini.Dua tahun waktu yang lebih dari cukup untuk ku,jauh dari putra-putra ku.".Tandas Rossa,tak sanggup menahan gejolak di hati nya lagi.


Rossa ingin berkumpul bersama anak-anak di satu atap rumah yang sama,dan tak ingin hidup berjauhan lagi dengan Adam dan Andre.Indonesia-singapura bukan jarak yang dekat,sehingga jarang bertemu.


"Baiklah.Bersiaplah untuk pulang,dan berkemaslah!.".


Kata-kata itu yang selalu ditunggu Rossa dari Willy.Rossa senang dan lega,akhirnya bisa memerankan tokoh nya sebagai istri sekaligus ibu lagi dirumah yang ada dikampung halaman nya sendiri.


"Tentu saja.Terima kasih,Dear Papa.".Rossa mengecup dulu pipi Willy,ungkapan rasa bahagianya.


"Satu hal lagi,Papa.Hanya aku yang berhak memutuskan siapa gadis yang pantas untuk Adam dan Andre.Hubungan yang dijalin antara finansial yang setara,selalu berjalan mulus.".Masih keukeuh dengan pendiriannya.


Baru juga Willy beranjak berdiri dan akan pergi ke ruang kerja pribadinya,Rossa sudah mencecarnya."Waktunya kita membuat perubahan.Mama jangan egois!.".Willy tak ingin dibantah lagi oleh Rossa.


"Aku hanya mempertahankan tradisi keluarga kita.".Kecam Rossa,lalu masuk ke kamar,tak memberi Willy kesempatan untuk bicara.


Kesetaraan kasta Willy dan Rossa yang sama-sama dari keluarga terpandang dan kaya,dijadikan contoh baik oleh Rossa.Hal itu bisa dirasakan Rossa,selama 30 tahun menjalani kehidupan berumah tangga,tak pernah mendapat masalah yang berarti.


Meski dipertemukan Rossa dan Willy dalam lingkaran perjodohan oleh orang tua mereka.Namun Willy dan Rossa bisa menjalani biduk rumah tangga yang harmonis dan bahagia.Hubungan mereka pun masih langgeng hingga detik ini.


_________


Dikota bertugu Monas.


Aura sudah pasrah Andre mau membawanya pergi kemana.Saat Andre mengajaknya ke taman hiburan,Aura menurut saja.Meski lelah sampai keringat di tubuhnya bercucuran.


Sengaja Andre berputar-putar mengelilingi jalanan ibu kota,agar intensitas waktu berduaan dengan Aura,lebih lama.Setelah puas berjalan-jalan,Andre mengajak Aura menjelajahi arena bermain yang ekstrem dan memacu adrenalin.


Aura menemani Andre menaiki wahana perahu ayun,kereta gantung,arung jeram, tornado dan permainan lainnya.Sampai Aura kelelahan,mual dan pusing juga.Semua wahana sudah dinaiki,terkecuali kereta yang relnya berbentuk melingkar dan berkelok.


Tiba di area R*ller co*ster,Andre meminta Aura naik.Namun Aura ragu-ragu untuk naik.Tentu saja saja,permainan yang satu ini sangat menantang dan berbahaya.Aura sangat takut dan lelah juga.Tenaga nya terkuras habis selama seharian ini.


"Apa yang kau takutkan,Aura?.Ini hanya permainan biasa.Aku tidak menyuruh mu masuk ke kandang singa.".Andre membuat mulut Aura menganga,dan matanya melotot.

__ADS_1


Sumpah demi langit dan bumi,Aura benar-benar sangat kesaaalll.Tetapi demi atensinya dan attitude nya,Aura harus tetap tenang dan sabar.


"Tuan muda,aku lelah.Semua sudah kita naiki.Aku mual dan pusing.Apa tuan tidak merasa lelah,mual dan juga pusing?.".Aura meringis kesakitan dan memijat kepalanya,demi melancarkan aktingnya.


Hari ini Andre menyiksa nya habis-habisan.Tak memberi Aura jeda waktu untuk beristirahat.Terkecuali saat makan dan minum,dan ke toilet.


"Selagi terus bersama mu,aku tidak lelah.Ayolah,sebentar lagi akan jalan.Aku janji,ini yang terakhir.".Andre menunjukkan jari V nya,untuk meyakinkan Aura.


"Ini yang terakhir.Tentu saja ini yang terakhir.".Karena kesal,Aura mencibir Andre,dan mencembikkan bibirnya.


Pasalnya,semua wahana permainan di Fantasi World itu,tak ada yang terlewati.Andre bersikeras dan memaksa Aura untuk menaiki semua wahana nya.Sebenarnya Aura tak suka dengan sesuatu yang menantang bahaya dan memacu adrenalin.Hanya membuat jantung nya lompat kian kemari,dan tubuhnya jungkir balik,seperti terombang-ambing di terjang ombak yang besar,di lautan.Aura juga phobia pada ketinggian.


"Kau melakukan ini dan itu pada kakak ku tanpa diminta.Tapi saat aku yang meminta,kau terus protes.".Andre iri,Aura kentara memperlihatkan ketidak adilan nya,berat sebelah dan pilih kasih,antara Adam dan dengan nya.


Dicerca seperti itu,Aura bisa apa lagi,selain pasrah dan patuh.Demi menyenangkan hati tuan mudanya,dan demi pekerjaan.


"Baiklah.Jika aku pingsan,tuan muda harus tanggung jawab.".Jengah melihat Andre yang menyebalkan,Aura mencelos duduk di kursi kereta berbentuk seperti Ulat raksasa itu.


Berhasil meluluhkan hati Aura,Andre senang sekali dan duduk disamping Aura."Dengan senang hati aku akan menggendong mu.".


Sabuk pengaman sudah dipastikan terpasang dengan kuat,Roller coaster mulai dilajukan.Aura memegang besi pelindung kuat-kuat,dan memejamkan mata.


"Aaaa...Aaaa...Tuan muda...Aku mau pulang,aku mau pulang...Hentikan ini.Aku takuuut.".


Inikah rasanya menaiki kereta tercepat di dunia ini,Aura pun berteriak histeris.


"Ha,ha,ha,ha...".


"Ayah,ibu maafkan aku!,belum bisa membahagiakan kalian,dan pergi umroh.".


"Aha,ha,ha....".


Mendengar Aura berteriak ketakutan,dan mengoceh terus,Andre malah senang dan menertawakan Aura.Benar-benar menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersama Aura.Andre sangat senang sekali seharian ini.


Ya ampun,Aura seolah seperti akan mati detik ini juga.Bayangan wajah orang tua nya,terus diingat-ingat.Ingat jika belum bisa berbakti pada orang tuanya,dan membalas budi baik serta jasa-jasa mereka.Aura ingin berhenti ditengah jalan saat ini juga,jika bisa.Ahhh,sayangnya,harapannya takkan terwujud sebelum lepas landas di tempat pemberhentian yang seharusnya.


Akhirnya bisa melewati masa-masa tegangnya,Aura bernafas lega.Dengan mata berkunang-kunang dan kepala terasa berputar,Aura dan Andre turun dari kereta hidrolik itu.


Ingin sekali Aura menonjok muka Andre hingga tak berbentuk lagi.Namun yang dipikirkan Aura saat ini adalah,yang penting selamat dari bahaya.Luar biasa lelahnya hayati dan raga Aura sekarang,sampai tak mampu berdiri dan berbicara.Duduk terkapar di lantai,bersama Andre,dibalik pagar pembatas.Andre berhasil membuat jantungnya hampir berhenti berdetak.


Andre dan Aura mengatur nafasnya yang terengah-engah.Sungguh tak berdaya saat ini untuk berdiri,karena kelelahan.Keringat terus


Wajah Aura bersinar terang,cucuran keringatnya diterpa terik matahari,membuat hati Andre bergetar.


"Kau tau,Aura?.Ini hari terindah dalam hidupku.".Diam-diam Andre mencuri pandang pada Aura.


Jengah mendengar gombalan receh Andre.Saat ini Aura sedang tak ingin bercanda,dan mendengar lelucon Andre.Waktu nya sudah habis untuk berbaik hati pada Andre.


"Bicaralah dengan pagar ini.Aku mau pulang sekarang.Seluruh tulang sendi ku,rasanya remuk,karena mu.Huhhh...".Memalingkan muka,Aura berdiri disisa tenaga nya,dan bergegas pergi.


"Haaahhh,hah...".


Aura meninggalkan nya sendirian,saat sedang santai bersandar di pagar.Andre mendesah panjang dan mengacak-acak rambut.


Hari terindah Andre sekarang,menjadi hari tersial sepanjang sejarah hidup nya.Baru kali ini ditinggal pergi oleh seorang gadis.Putus harapan Andre untuk memiliki dan mendapatkan cinta Aura.Tetapi sepertinya tidak terlambat untuk mengejar Aura.

__ADS_1


***


Yok,tinggalin jejak dulu...Terima kasih...


__ADS_2