Gadis Penepat Janji.

Gadis Penepat Janji.
4.Lelah tetapi tak bisa menyerah.


__ADS_3

Takkan ada asap jika tidak ada api.Aura takkan semarah ini,mengungkit masa lalu dan melawan Hetty.Bukan pilihan menjadi anak tiri dan ibu tiri.Namun tak ada salahnya saling melengkapi dan menyayangi.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk terus berdebat dengan mu,Aura.Berikan uang nya sekarang!.".Hetty marah besar,Aura semakin berulah dan terus menguji kesabaran.


Bukannya yang seharusnya marah adalah dia?.Siapa yang dirugikan disini?.Lelah menghadapi Hetty dan tak lupa soal uang setelah berdebat panjang.Terpaksa Aura mengambil amplop coklat berisi uang gaji nya yang diterima nya tadi.


Baru dikeluarkan Hetty sudah merebutnya,Aura terkesiap.Hetty sangat tak sabaran."Lamban sekali.Biar aku ambil sendiri.".Memastikan agar Aura tak kurang memberi jatah.Mengambil sendiri lebih baik,kan?.Selama ini Hetty tak pernah tau gaji Aura berapa besar.Hetty begitu terkesima dan melotot tatkala menghitung uang kertas di amplop coklat yang berisi cukup banyak."Wahhh...Apa kamu dapat bonus besar?.".


Sepertinya Hetty melupakan satu hal,jika Aura memiliki cicilan hutang dan bulan ini tidak dipotong gajinya untuk cicilan itu."Bibi,kemarikan!.Itu milikku.".Aura menengadahkan tangan,namun Hetty menahan amplop itu.


"Tenang saja,aku tidak akan ambil semua.".Tandas Hetty.


Tak ayal Aura pun merebut kembali dan memberikan separuh dari jumlah uang itu pada Hetty.Benar-benar


Teliti Hetty menghitung uang yang diberikan Aura.Nominalnya masih sama besar seperti sebelumnya."Kenapa jumlahnya masih sama?.Kau ini perhitungan sekali.Harusnya kau menambahkan lebih untuk ku beli pakaian.".Hetty tergiur untuk membeli pakaian di aplikasi online,yang dulu biasa dilakukan nya.


"Aku akan menemui ayah.".Lama-lama Aura pusing juga,terus meladeni ibu tirinya yang kerjanya meminta-minta dan ongkang-ongkang kaki.Terkadang Aura lelah menghadapi ibu tiri nya ini,namun Aura tak bisa menyerah sekarang.Aura harus kuat dan tegar,demi orang-orang yang disayanginya.


Sudah berminggu-minggu tak bertemu,Aura mempercepat langkah ingin segera berjumpa sang ayah.Masuk ke kamar dan mencium punggung tangan Benny.Duduk di tepi tempat tidur disamping Benny yang terbaring lemah.


Kondisi Benny terlihat menyedihkan dan memprihatinkan,Aura terenyuh melihat wajah pucat Benny.Baik dan buruknya Benny,bagaimana pun tetaplah ayah yang disayangi."Ayah sudah makan dan minum obat?.".Miris,iba dan kasihan melihat ayahnya sakit yang tak kunjung sembuh.


Benny terkena stroke ringan dan tak bisa beraktivitas seperti biasa.Biasanya sang ayah selalu terlihat segar dan sehat.Bahkan tak jarang menyembunyikan rasa lelahnya setiap pulang kerja,demi menyenangkan keluarga.


Meski watak Benny keras dan agak kasar.Namun sangat menyayangi putri-putrinya.Mungkin Benny pernah gagal menjadi suami yang baik untuk Yenni,tetapi tidak untuk Hetty.Namun disamping itu semua,Benny sosok ayah yang baik,perhatian dan penyayang.Rela bekerja keras dan banting tulang demi mencari biayai sekolah untuk kedua anaknya.


Kendati demikian,beban Benny sekarang berkurang sejak Aura lulus sekolah dan bekerja.Bahkan kini Benny dan lainnya menggantungkan hidupnya pada Aura.Benny sakit sehingga tak bisa bekerja mencari nafkah.


"Aura,maafkan ayah.Pasti sulit harus menanggung beban hidup kami.".Terbata-bata benny mengungkapkan perasaannya.


"Tidak ayah.Ini tidak seberapa dibandingkan jasa ayah.Aku bisa begini karena ayah.".Aura menutupi kesedihannya dari Benny,dengan menyunggingkan senyum manis.


"Ayah bukan ayah yang baik.Maaf karena tidak bisa membahagiakan mu.".Lirihnya berkata-kata dan berurai air mata,Benny sedih merampas kebahagiaan Aura sewaktu kecil lantaran ulah Hetty.Berharap Hetty bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk Aura,malah sebaliknya.


Sesal pun tiada berguna.Ingin mengembalikan kebahagiaan dan perhatian yang tak didapat Aura,Namun Benny tak berdaya.Sekarang hanya tinggal menunggu malaikat maut menjemput.Hati Benny rancu akan kembali pulih dan sehat kembali.


Sekuat tenaga,Aura menahan diri agar tidak menangis.Namun saat melihat sang ayah menangis,Aura turut meneteskan air mata.Sedih dan iba.Sama sekali tak terbebani harus mengambil alih peran sang ayah mencari nafkah.Namun menyayangkan sikap ibu tiri yang berubah pada sang ayah,sejak ayah sakit dan tak berdaya."Ayah,berjuanglah untuk sembuh agar ayah sehat kembali.Jangan pikirkan apapun!.Pikirkan diri ayah sendiri.".Sangat takut kehilangan ayah disaat jauh dari ibu.


"Tolong jaga Amira dan sayangi dia.Dan jaga dirimu baik-baik,Aura.Ayah mungkin tidak bisa menjaganya lagi dan melindungi mu.".Penyakitnya ini semakin hari kian bertambah,Benny putus asa.


Lambung,sakit di ulu hati serta dada yang terasa nyeri dan panas seperti terbakar api.Sehingga Benny kerap susah tidur dan sulit menelan makanan.Tubuh Benny terasa sakit semua,dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Hati Aura semakin terasa diiris-iris,mendengar kata-kata sang ayah yang seakan seperti kata wasiat."Ayah jangan sedih dan putus asa.Aku yakin,ayah akan sembuh dan sehat kembali seperti semula.".Tangan sang ayah yang kurus kering, digenggam erat dan menatap matanya yang semakin cekung.


Sungguh,Aura tak tega melihat keadaan ayahnya sekarang.Meski terkadang sakit,benci dan marah karena ulah sang ayah terdahulu terhadap ibunya.Namun kondisinya sekarang,menyadarkan Aura.Kemarahan dan kebenciannya tak penting lagi.


"Ayah mengantuk Aura,Ayah mau tidur.Pulanglah!.Kau tidak akan nyaman jika tetap ada di rumah ini.".Tak berniat mengusir Aura pulang.Benny tau Aura tak nyaman berlama-lama di rumah itu,karena Hetty.


Sekarang Benny sudah tahu belang dan cacatnya sang istri.Hetty seperti serigala berbulu domba.Tampak baik tetapi sebaliknya.Benny menyesal baru mengetahui itu.Apalagi sikap Hetty pada Aura yang begitu kasar dan keterlaluan.


Tetapi apalah daya nya sekarang,tak bisa berbuat apa-apa selain berbaring di tempat tidur.Jangan untuk memarahi Hetty,berbicara pun penuh perjuangan.Nafas tersengal-sengal dan dadanya terasa sesak.


"Baiklah,ayah.Aku pergi.Nanti aku kembali lagi.Makan yang banyak,biar ayah cepat sembuh.".Mengulas senyum memberikan semangat pada Benny.


"Terima kasih,dan hati-hati!.".Tatapan nanar Benny dan berkabut air mata,tak lepas dari wajah putri sulungnya yang sudah sering dikecewakan,disakiti dan dilukai hatinya.Namun putrinya ini tak pernah berkeluh kesah dan meluapkan isi hatinya.Bahkan kerap menutupi kelakuan bejat sang istri darinya.


"Baik ayah.Assalamu alaikum.".Takzim Aura mencium tangan Benny.Bangkit berdiri dan sejenak menatap wajah Benny yang menyedihkan.Pergi dengan berat hati dan berurai air.


Tak tega,tak rela dan tak sampai hati meninggalkan sang ayah dirumah bak kandang singa.Ditemani wanita bak singa betina yang keji.


Tak perduli ada Hetty disofa tamu,Aura pergi begitu saja tanpa berpamitan.Hal itu membuat Hetty geram."Anak itu.Pergi begitu saja.Tidak tau diri dan tidak tau berterima kasih.".Namun tak disengaja,sekilas melihat pipi Aura memerah,sembab dan basah tampak sedang menangis."Tapi kenapa dia menangis?.Pasti terjadi drama sedih dengan tua Bangka itu.".Pemandangan yang sudah biasa terjadi,Hetty tak tertarik dan acuh tak acuh.


Diatas tempat tidur,Amira tertelungkup memainkan game di ponsel.Ibu datang dan duduk disampingnya,sesaat perhatiannya teralihkan."Ibu,kakak sudah pulang?.".Biasanya Aura akan berpamitan dulu sebelum pergi.


"Amira,kau tidak harus pedulikan kakakmu!.".Hasutan demi hasutan sering kali dilakukan Hetty.Takut Aura mencuci otak putri satu-satunya ini,dan berpaling dari nya.Lebih dekat dengan Aura ketimbang dengan nya.


"Kenapa?,kak Aura kakak ku,kan Bu?.".Ibunya melarang untuk bersikap baik terhadap kakaknya sendiri,Amira merasa aneh.Aura tetap kakaknya meski terlahir dari ibu yang berbeda.


Bocah kecil dan naif tetapi pintar bicara,Hetty tergugu tak bisa menjawab dan bingung menurun dari mana sifat Amira."Ya,ya...Terserah pada mu.Ayo belajar,setelah itu tidurlah!.Hari sudah beranjak malam dan Amira besok pagi harus pergi sekolah,ok?!.".Rasa sayang Hetty pada Amira dan Aura kentara berbeda,setiap saat selalu membelai rambut Amira.

__ADS_1


"Baik Bu.".Angguk Amira mengerti.


Setelah memeriksa Amira,Hetty pergi menuju ruang tamu.Mencatat daftar belanja untuk kebutuhan sehari-hari.


Mungkin terlalu dini untuk Amira memahami sesuatu yang terjadi di masa lalu antara ibu dan kakaknya.Namun tanpa dijelaskan pun Amira sudah tau tetapi diam.


"Ibu dan kak Aura aneh.Orang dewasa memang sulit dimengerti.Aku tidak ingin menjadi dewasa.Lebih baik jadi anak kecil saja.Lebih menyenangkan dan bisa bebas bermain.".Bersungut-sungut sambil beringsrut duduk untuk mengambil tas sekolah di meja belajar yang ada disamping tempat tidur nya.


Lalu membuka buku untuk mengulang pelajaran yang tadi dipelajari di sekolah.


_________


Hampir larut malam,Adam baru pulang dari kantor.Berjalan menyusuri lantai rumah menuju kamar.Namun langkahnya terhenti saat melihat adiknya duduk termenung di kursi balkon ruang tengah.


Mata menerawang jauh,Andre memandangi bulan yang bersinar terang di langit malam yang gelap dan sunyi bertabur bintang sambil senyum-senyum sendiri.Oh bulan,oh bintang.Ini kali pertama setelah setahun lamanya tanpa seorang kekasih membayangkan seraut wajah gadis diatas sana.Seolah sedang tersenyum manis menatapnya.


Seperti orang tak waras.Apa yang merasuki pikiran Andre sampai segitunya?.Khawatir kondisi kejiwaan adiknya,Adam menghampiri Andre."Kau sudah gila?.Apa yang kau lakukan disini malam-malam?.Cukup aku saja yang gila dirumah ini.".Hampir setiap hari,kepala Adam dibuat pusing oleh Andre.Selalu bertingkah semaunya sendiri dan sesuka hatinya.Tak menggubris perkataan nya saat memberikan nasihat.


Sehari-harinya Andre ada dirumah,sore keluar sebentar untuk berkumpul dan makan bersama temannya.Saat malam tiba keluyuran entah kemana.Sungguh asyik dunia Andre.


Perawakan kakaknya sangat tinggi,Andre sampai harus mendongakkan kepala,menatap Adam."Kakak,apa yang membuat mu gila?.".Meski tau,Andre berlagak pilon.Siapa lagi jika bukan dirinya.


Ya...Mungkin usia nya sudah terbilang cukup dewasa,Andre sadar,namun selama tak merugikan dan menyusahkan orang lain,Andre tak perduli.Tetapi tidak berlaku bagi Adam,suka turut campur dan suka mengatur.


Setiap saat Andre melakukan hal tidak berguna,tentu saja dia biang keladi kepalanya pusing dan sering sport jantung."Kau!.".Tunjuk Adam pada Andre.


Yaellah...Sesekali jangan dijadikan akar masalah.Bisa menurunkan kadar kebahagiaannya sekarang ini."Aku?.Kenapa?.".Berakting menunjuk wajahnya sendiri,Andre heran menjadi kambing hitam penyebab kegilaan Adam.


Dirumah ini satu-satunya adik adalah Andre,dan yang berulah adalah Andre.Tak salah jika Adam menyalahkan Andre.Oh My God.Kapan adiknya ini sadar?."Apa kau akan hidup seperti ini terus?.Ayah memberiku tanggung jawab untuk menjaga dan mendidik mu.Tapi,kau tidak pernah mendengarkan ucapan ku.".


Seringkali menasehati Andre,Adam bosan.Namun yang dinasehati sangat kebal dan tidak bosan terus dinasehatinya.Tanggung jawab yang dipikul Adam sudah cukup banyak di perusahaan,belum ditambah lagi harus mendidik Andre.


Oh tidak.Ini tidak adil.Andre tidak mengerti posisi nya dan tak merasakan kegundahan hati nya.Kadang Adam stress dan frustasi karena Andre.


Sudah mengambil alih tanggung jawab ayahnya sebagai kepala keluarga.Dikarenakan Ayah dan ibunya menetap di luar negeri sehingga dirumah itu hanya berdua saja dengan Andre.Sebagai tuan rumah dan atasan dari beberapa pelayan yang bekerja di rumah.


"Kakak.Untuk apa kakak dan ayah memiliki banyak uang jika Aku harus bekerja?.Aku tidak mau bekerja di kantor dan duduk di ruang tertutup.Itu membuatku bosan dan jenuh.".Sudah terbiasa hidup bebas,sehingga Andre tak mau terpaku pada satu titik area saja.


Senyum tolol yang dipamerkan Andre diwaja,membuat Adam muak.Tak ubahnya seperti unta unjuk Gigi.Persetan dengan wajah tampannya jika bodoh,konyol,payah dan tidak berguna."Lalu apa mau mu?.".Adam bingung dengan keinginan adik semata wayang ini.


Inilah yang ditunggu Andre sejak tadi.Pertanyaan Adam disambut gembira hingga menyunggingkan senyum menawan ada maunya."Aku ingin menikah!.".Tandas Andre,dengan rona berseri-seri.


Uang,mobil,rumah,jabatan di perusahaan mungkin Adam bisa memberikan.Namun tidak dengan yang satu ini.Ke-ter-la-lu-an."Apa?.Kau ini...".


Pletakkk.


Saking geramnya Adam menjitak kepala Andre yang asal bicara,hingga Andre merintih sakit dan mengusap kepala.


"Mengurus diri sendiri saja tidak becus.Kau ingin menikah,dan mengurus anak orang lain?.Apa kau mampu menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab,mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan istri mu nanti?.".Tak habis pikir dengan tingkah laku dan jalan pikiran Andre.


Belum memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan lalu tiba-tiba ingin menikah.Dikiranya dengan cinta perut bisa kenyang dan rumah tangga bisa bahagia.Burung saja berjuang keras mencari makanan untuk anaknya.Sementara Andre,hanya menghitung jari,menghitung hari dan waktu.


Go to hell!!!.


Menurut Andre semua itu mudah,seperti membalikkan telapak tangan.Dengan kekayaan harta yang dimiliki orang tua nya,semua bisa diatur dan selesai.Tinggal menjentikkan jari dan menengadahkan tangan saja."Itu mudah.Aku tinggal meminta saja pada Papa.".Tanpa raut wajah bersalah Andre menjawab.


"Yang benar saja.".Adam geleng-geleng kepala,pemikiran Andre begitu polos dan lurus."Aku tidak percaya.Pria sempurna seperti ku memiliki adik yang bodoh,tidak berguna dan konyol.".Bagaimana bisa Andre sangat bertolak belakang dengan sifat nya yang pekerja keras,cerdas,berwibawa dan bertanggung jawab.Sangat penuh perhitungan dalam bertindak,dan memikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan.


"Itu sebabnya kakak sampai sekarang masih menjomblo.Kakak terlalu fokus pada pekerjaan,mengurus berkas-berkas,membubuhi tanda tangan dan lari dari satu tempat ke tempat lain.Apa kakak tidak bosan,hidup seperti itu terus?.".Alih-alih menyesal,Andre malah memutar balikkan keadaan dan memojokkan Adam.


Setiap waktu,Adam memang selalu berkutat dengan pekerjaan baik dikantor atau dirumah.Mengesampingkan urusan cinta dan lainnya.Bagi Adam,kesuksesan tak bisa diraih dengan mudah dan datang begitu saja tanpa perjuangan dan kerja keras.


"Kau...Euuhhh.".Gemas dan geregetan akan celotehan Andre,sampai mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Apa?.".Andre beranjak dari duduknya,menantang Adam.".Kakak mau menghajar ku,memukul kepala ku dan menendang pantat ku,seperti yang biasa kakak lakukan?.".Ingat betul dengan kakaknya yang selalu spontan melakukan itu jika kesal dan marah.


"Aku kecewa karena memiliki adik seperti mu.Kau tidak bisa di andalkan.".Melengos pergi dari hadapan Andre menuju ke kamar nya.Mengalah sudah jadi konsumsi sehari-hari dan akhir dari kemarahannya.


Adiknya ini memang susah diatur dan keras kepala.Percuma meski Adam terus menerus menasehatinya.Andre tetaplah Andre.Menganggap segala sesuatu nya bisa dilakukan dengan mudah.Tinggal menjentikkan jari dan menengadahkan tangan pada sang ayah.

__ADS_1


Untuk apa memiliki ayah CEO WiRo Grup,pemilik restoran besar dan mewah serta memiliki cabang di mana-mana jika tidak bisa dimanfaatkan kekayaannya itu.Tidak harus susah payah bekerja lagi,membuang tenaga dan waktu,serta pikiran saja.Itu menjadi dasar pemikiran Andre yang pernah diucapkan Andre dan masih terngiang-ngiang di telinga Adam.


Yang benar saja.Tak memikirkan perjuangan Adam membesarkan nama perusahaan dan bekerja dibalik meja didepan layar laptop.


Khayalan tingkat dewa tertunda,lanjut di kamar.Andre berbaring ditempat tidur."Aura...Kenapa jantungku berdegup keras setiap melihat mu.".Memegangi dadanya yang berdebar saat bertemu Aura.


Fokus pada Langit-langit kamar,seakan melihat seraut wajah cantik seorang gadis yang di kenalnya tadi sore tanpa sengaja.


Dikamar.Adam membersihkan diri dikamar mandi lalu berpakaian.Duduk ditempat tidur dengan memegang sebuah bingkai foto yang diambil dari laci nakas."Selain dirimu,belum ada lagi gadis lain yang bisa membuat ku jatuh cinta.Marsha,aku merindukan mu.".Bingkai foto dicium Adam tuk melampiaskan rasa rindunya yang mendalam.


Ya benar.Tersirat rasa rindu yang menggebu melanda hatinya di netra nya pada mendiang kekasih tercinta,Marsha Aulia.Namun,Adam takkan pernah bisa meluapkan rasa rindu dan cinta nya lagi pada Marsha yang telah lama meninggal dunia.


Marsha terlibat dalam kecelakaan maut tunggal hingga menewaskan nya.Diduga Marsha kehilangan kendali saat rem mobilnya blong.Waktu itu Marsha sepulang dari Airport menuju rumah,usai bekerja sebagai pramugari.Saat itu Marsha baru selesai dari tugasnya,setelah melakukan penerbangan dari Indonesia-Singapura-Indonesia.


"Asya,sampai detik ini,tidak ada gadis yang bisa membuat jantung ku berdebar-debar karena cinta.".Merindukan momen bersama Marsha dan menyebut nama panggilan kesayangan nya pada Marsha.Perlahan Adam berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya dengan mendekap erat foto mendiang kekasih tercinta.


_________


Nun jauh di negeri seberang.Willy menyuruh orang yang dipercaya nya untuk mengawasi gerak-gerik kedua putranya,Adam dan Andre.


Seksama dan cermat Willy memeriksa foto-foto yang dikirimkan melalui ponselnya oleh orang kepercayaan nya itu,di ruang kerja pribadi."Kurasa gadis ini tepat untuk bisa merubah image kedua putra ku.Pertama over cool dan kedua over acting.".Sifat kedua putranya memang bertolak belakang,Willy tak pungkiri itu.


Ponsel diatas meja,diambil Willy dan menelpon orang yang baru saja mengirimkan foto-foto."Jun,cari tau identitas dan biodata lengkap gadis yang kau kirimkan foto nya,bersama putra ku!.".


Setelah mendapat jawaban pasti,Willy menutup panggilan di ponselnya.Entah kenapa,tiba-tiba tercetus ide dipikirannya untuk membuat kedua putra nya yang berbeda karakter itu agar lebih baik lagi dengan cara melibatkan seorang gadis diantara mereka.


Adam dikenal dingin dan acuh terhadap wanita setelah sekian lama ditinggal mati kekasihnya.Andre suka berhura-hura dan berfoya-foya,menghamburkan-hamburkan uang tak jelas.Tidak ada yang sesuai harapan.Wanita biasanya berperan besar dalam kehidupan seorang pria.


Setelah satu jam menunggu,Willy mendapat kiriman email dari Arjuna,yang biasa disapa 'Jun.Willy terkejut,ternyata gadis yang ada difoto bersama putra nya itu tak lain adalah salah satu pegawai yang bekerja di salah satu cabang restoran miliknya.


Tanpa pikir panjang lagi Willy segera menelpon Dewa untuk mencari tahu gadis bernama Aura Tsurayya.


_________


Pagi hari Aura pergi bekerja seperti biasa.Tiba dilokasi,Aura ke ruang ganti pakaian pegawai.Berganti pakaian dengan seragam kerja.Saat akan masuk ke Pantry,Aura dihadang teman satu tempat kerjanya.


"Aura,kamu dipanggil Pak Dewa!.Apa kau terlibat skandal dengan Duda tampan dan keren itu?.Kau bisa bebas keluar masuk ke ruangannya.".Winna,gadis berusia 23 tahun ini bekerja sebagai pramusaji restoran yang sama dengan Aura,menatap sinis dan rendah Aura.


Sudah cukup lama Winna menyukai Dewa.Meski status Dewa 'Duda' tetapi tak menyurutkan pesonanya.Ketampanan Dewa malah semakin bersinar,dan menjadi idola di restoran.


Ditodong pertanyaan aneh oleh Winna,Aura tak mengerti.Perasannya tak nyaman dituduh yang bukan-bukan.Itu semua tak benar.Tidak ada fakta konkrit untuk membuktikan itu."Apa yang mendasari mu mempertanyakan tentang hubungan ku dan Pak Dewa?.Kau adiknya?,kekasihnya?,atau istrinya?.".Bukan sekali ini saja Winna menduduhnya begitu,tak heran jika Aura marah.


Tepat sasaran,Winna terhenyak.Terjebak dalam perangkap nya sendiri.Senjata makan tuan."Kau tau,aku menyukai Pak Dewa sebelum kau bekerja disini.Semua orang tau,Pak Dewa sulit dekat dengan wanita.Kau datang,lalu Pak Dewa....".Tak rela Aura menjadi saingan dan merebut hati idolanya.Winna putus asa,Dewa bersikap acuh meski sudah berusaha mendekati dan mencari perhatian.


"Maaf!.Aku tidak tertarik mendengarkan kisah orang lain.".Aura meninggalkan Winna seorang diri dengan terbengong-bengong,menuju kantor Manager.


Terkadang,Aura jengah dengan hidupnya.Dimana pun berada,ada saja orang yang ingin menjatuhkan harga dirinya dan membencinya.


Didepan pintu kantor Manager,Aura bergeming.Bingung harus masuk atau tidak.Pada akhirnya,Aura tak ingin menyerah dimenit-menit terakhir dan mengetuk pintu.Persetan dengan Winna bak ranjau berduri.


"Masuk!.".


Bergegas Aura membuka pintu lalu masuk.Menghampiri pria yang menjadi rebutan pegawai di restoran dibalik meja berplakat Manager."Maaf.Ada apa Pak Dewa memanggilku?.".


"Aura,kamu mendapat rekomendasi dari pemilik Restoran.Kau akan di pindah tugaskan ke rumah Pak CEO.".Dewa menjelaskan maksudnya memanggil Aura ke ruangan nya.


Alangkah terkejutnya Aura mendengar perkataan sang Manager restoran."Apa?,kenapa?.Untuk apa?.Aku sepertinya tidak pantas mendapatkan rekomendasi itu.".Tukas Aura.


"Anggap itu suatu keberuntungan.Kinerja mu bagus,kamu rajin dan pintar.Pak CEO menelisik pegawainya menurut sudut pandang nya.Bukan dari tinggi,rendah tingkat pendidikan nya.Pak CEO memeriksa portofolio mu,dan tertarik untuk menarik mu ke rumah nya.".Tandas Dewa.


"Tapi kenapa harus aku?,dan harus ke rumah Pak CEO?.Jika aku disana dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga,apa bedanya dengan di sini?.".Bingung setengah mati,dengan pola pikir majikannya yang tidak pernah dilihatnya secara langsung dan tak pernah bertemu sekalipun.


Terkecuali fotonya yang besar terpampang di ruang Manager restoran ini,yang ditatapnya sekarang.


*****


***Terima kasih,semoga suka...


Mohon berikan terus dukungan dan semangat dari kakak yang mampir di sini***...

__ADS_1


__ADS_2