Gadis Penepat Janji.

Gadis Penepat Janji.
7.Tidak ada kata terlambat.


__ADS_3

Selesai mengantar piring dan gelas kotor bekas makan tadi ke dapur,Aura kembali ke kamar Andre."Aku tidak sabar,sesi berikutnya.".Berjalan dilorong dengan rasa penasaran menanti sesi selanjutnya.Andre akan menyuruh apa dan minta apa nanti.


Sebenarnya Aura agak bosan harus terus disisi Andre.Namun apa mau dikata,Andre sekarang ibarat Remote Control yang mengendalikan diri nya.Sikap Andre yang agak pemaksa,membuat Aura repot dan risih juga.Jika boleh memilih,Aura lebih suka didekat Adam yang kalem meski terlihat angkuh.


Sesampainya di kamar Andre,Aura terkejut melihat Andre sedang mengikat tali sepatu seperti siap-siap untuk pergi."Tuan muda mau pergi?.Kerja,atau kuliah?.".Pasalnya Aura belum tahu pekerjaan Andre.


Hari ini Andre berencana mengajak Aura pergi keluar.Ke suatu tempat yang belum pernah dikunjunginya.Setelah siap,Andre menghampiri Aura lalu menggandeng tangannya hingga keluar."Kamu ikut aku!.".


Digandeng begitu,tentunya Aura terkejut dan langsung menghempas kasar tangan Andre.Namun tetap mengikutinya."Kemana?.Ke tempat kerja,kampus atau...".Aura jadi penasaran.


Aura cerewet sekali,Andre jadi jengah mendengarnya."Jangan banyak bicara!.Ikut saja.".Tandas Andre.


Setiba di halaman rumah,Andre mengkode menyuruh Aura masuk mobil selepas membukakan pintu mobil untuk Aura.Tanpa banyak bicara Aura masuk dan duduk.Jika protes,Andre memiliki segudang alasan untuk menutup mulut nya.Lagipula Aura harus ingat 5 poin penting peraturan yang ditetapkan dirumah itu.


Pada dasarnya peraturan itu benar,namun tak semua benar.Andre sedikit mengarang cerita dan menambahkan untuk menggertak Aura.Bodohnya Aura percaya begitu saja karena Andre yang mengucapkan nya.Ucapan majikan tidak bisa disalahkan dan selalu benar.


Dikursi kemudi Andre duduk.Aura belum memasang seat belt,sigap Andre membantu memasangkan.Sesaat mata mereka beradu pandang dengan jantung bertalu-talu,memecah keheningan.


Tatapan Andre mewakili perasaan nya.Rasa suka dan kagum mengayuh perahu yang sama berbentuk hati dengan dayung asmara menuju pelabuhan cinta.


Risih Andre menatapnya terus dari jarak dekat,Aura jadi salah tingkah.Situasi nya tidak nyaman dan tidak aman.Mode dalam bahaya."Sudah terpasang.".Menyadarkan Andre karena takut sesuatu terjadi antara mereka,seperti di Melodrama.


"Maaf.".Secepatnya Andre tancap gas siap membelah jalanan kota Jakarta.


Aura bingung saat Andre melajukan mobil.Entah Andre akan membawa nya pergi kemana dengan penampilan nya seperti ini.Rok hitam,kemeja putih dan sepatu hak tinggi warna hitam,seperti gadis yang hendak melamar pekerjaan.


Sedangkan Andre tampak keren dengan jas kasual dipadu kaos polos dan celana panjang katun.Mengikuti trend fashion dikalangan idol K-Pop.Sungguh berbanding terbalik dengannya,kentara sekali tampak seperti asisten Andre.


Jalanan kota Jakarta cukup lengang,memudahkan Andre mengendarai mobil.Langit pun tampak cerah dan mentari bersinar indah,secerah hati Andre dan seindah senyuman Aura.


"Aura,ceritakan tentang mu!.Mengapa kau bisa mengenal Papa ku dan bekerja di rumah ku sekarang?.Apa kau sengaja mencari tau tentang ku?,dan melamar pekerjaan agar bisa mendekati ku?.".


Tiba-tiba diberondong pertanyaan,sontak Aura tercengang."Hahhh?...".Menganga lebar,tak percaya Andre berasumsi begitu.


Bisa-bisa nya Andre menuduhnya lagi dan lagi dengan hal yang negatif.Saat awal bertemu hingga sekarang.Lebih fatal lagi Andre mengira dirinya mengorek informasi tentangnya,dan melamar kerja hanya untuk mendekatinya.


Ya ampun,benar-benar menyebalkan dan menjijikkan.


Semakin dekat dan mengenal Andre,semakin Aura bingung.Andre pria penuh kejutan,misterius dan merepotkan.


Mencari jawaban yang tepat muncul di pikiran nya,Aura termangu."Singkat cerita.Aku sudah lama bekerja di restoran dibawah naungan Pak Dewa.Kemarin aku mendapat mandat dari Pak Dewa jika aku di pindahkan tugas kan ke rumah Pak CEO.Apa kata-kata ku cukup dimengerti,tuan muda?.Anda puas dengan jawaban ku?.".


Penjelasan Aura dimengerti Andre tetapi terkejut.Diluar dugaan ternyata selama ini Aura salah satu pegawai ayahnya,dan sudah cukup lama bekerja di salah satu restoran milik sang ayah.


Andre menyesal,mengapa bisa baru tahu hal itu sekarang,dan tidak dari dulu.Tahu begitu mungkin Andre akan lebih awal berjumpa dengan Aura dan tidak akan menghabiskan waktu tak jelas.Andre pasti akan ambil bagian dengan bekerja di restoran yang sama bersama Aura,tentunya di posisi yang tepat.Dengan begitu bisa dekat dengan Aura sedari dulu.


Meski Andre baru tahu,namun belum terlambat dan banyak waktu untuk mengenal Aura lebih dekat lagi."Aku tidak tahu soal itu?.Kenapa tidak kau katakan dari awal,Aura?.".Menyayangkan ketidak jujuran Aura yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan sang ayah,sejak kemarin saat awal berjumpa.


"Apakah itu penting?.".Pertanyaan tuan muda nya ini benar-benar konyol dan aneh,menyebabkan Aura mengernyit heran.


"Sangat penting untuk ku.".Tandas Andre.


Ingin rasanya Andre mengatakan jika semalam memikirkan Aura dalam lamunannya,namun ditahan Andre.Hingga disangka seperti orang tidak waras oleh sang kakak,dan berdebat hebat dengan kakaknya.


Demi apapun,Aura bingung.Andre terus mengucapkan kalimat yang tak dipahami nya.Aura gadis cerdas,namun untuk urusan seperti ini,otaknya tak bisa menjangkau.Mungkin bisa dikatakan 'Naif',dan awam dalam soal pria dan cinta.


Bisa dikatakan Aura belum pernah merasakan apa itu cinta,dan tak pernah terlibat dalam ikatan cinta dengan seorang pria.Aura selalu menjaga jarak dari laki-laki dan menutup diri dari suatu hubungan.Trauma akan pengkhianatan sang ayah pada ibunya,hingga sekarang terus menghantui.


"Aku tidak punya alasan untuk mengungkapkan jati diri ku padamu.".Tukas Aura.


Pertemuan pertama mereka tidak disengaja dan tidak direncanakan Aura.Mereka pun tak saling kenal betul dan hanya selintas bertemu,jadi Aura tak cukup memiliki alasan untuk menceritakan identitas nya pada Andre,dan Aura pun tak harus tahu sosok Andre.


Benar juga yang Aura katakan,kenapa hal itu tidak terpikirkannya.Andre merasa tampak bodoh sekarang,didepan Aura.Perasaan nya terhadap Aura benar-benar telah mempengaruhi jalan pikiran nya.Sehingga tak bisa berpikir jernih.


"Mungkinkah,kau sudah tau,siapa diriku?.Saat pertama kali,kita bertemu?.".Dengan ragu Andre bertanya dan menatap penuh selidik Aura.


Siapa tahu kemarin Aura bersandiwara,pura-pura tidak mengenalnya.Andre hanya ingin memastikan saja,tak berniat berprasangka buruk pada Aura.


"Tidak.Bahkan aku baru menginjak area itu.".


Andre percaya,Aura tidak bohong,bisa melihat kejujuran di mata Aura.Andre bernafas lega karenanya.Jika Aura berdusta,ternyata mengetahui jati dirinya,maka kuat dugaan Andre,bahwa Aura berusaha mengincar nya dan mendekati nya,karena dirinya putra seorang konglomerat yang berlimpah harta.


Kebanyakan wanita yang sudah mengetahui identitas Andre,mendekati Andre karena motif lain.Ingin mengincar kekayaan Andre,bukan hanya karena Andre pria yang berparas tampan saja.Secara,Andre calon pewaris kedua WiRo Grup.


"Aura,menurut mu.Apa aku tampak seperti pria pemalas,bodoh dan tidak berguna?.".


Sekarang,Andre merasa kehilangan kepercayaan diri nya karena memikirkan ucapan sang kakak semalam.Adam berhasil mematahkan semangat nya,dan menyurutkan kepercayaan dirinya.


"Apa?.".Aura bingung harus menjawab apa."Kurasa...".Ragu-ragu sekali Aura untuk bicara.


"Tidak perlu dijawab!.Aku sudah tau jawabannya.Kau memiliki mulut yang cukup pedas.".

__ADS_1


Melihat Aura berpikir lama untuk memberikan jawaban atas pertanyaan nya,Andre pun menduga sendiri.Aura kerap berbicara ketus dan mengeluarkan kata-kata yang enak didengar nya.


"Ya ampun.".Aura benar-benar muak menghadapi Andre,dan memutar matanya jengah.


Belum juga menjawab sudah,Andre sudah berspekulasi sendiri tentang nya.


"Huhhh...".Aura menghela nafas berat.


Seketika semangat Aura telah patah.Andre berhasil membuat suasana hati nya kacau balau.Ingin marah tetapi tak berani,bagaimana pun Andre orang yang harus dihormati nya sekarang.


Beginilah jika berhadapan dengan pria dari kalangan bangsawan.Aura merasa rendah diri dan kecil hati dihadapan Andre.Apalah daya gadis miskin seperti dirinya,saat terlibat di dalam situasi dan kondisi seperti ini,dan terjebak di dalam satu tempat yang sama,dengan orang kaya.


"Aura,kau pasti belum bertemu kakak ku?.Kau jangan terkejut jika melihat nya.Jangan menatap mata dan wajahnya!.Cukup aku saja yang kau tatap dan kau lihat.Aku lebih baik,dan lebih tampan dari nya.".Tak henti nya dan tak lelahnya Andre terus mengoceh.


Aura geleng-geleng kepala,ternyata Andre pria yang banyak bicara,bermulut besar dan narsis.Tak hanya itu saja,Andre bertanya tetapi tak memberi nya kesempatan untuk menjawab pertanyaan nya dan berbicara.


Aura tersenyum miring,sayangnya dugaan Andre salah.Andre terlambat memberitahunya,karena Aura sudah bertemu dengan kakak Andre,tak lain Adam.


Meski sepintas saja bertemu,namun Aura merasa senang bisa berjumpa dengan Adam dan mengenalkan diri pada Adam.Jika boleh berharap,Aura sangat mendambakan sosok pria seperti Adam.Dingin namun tampak berwibawa dan penuh tanggung jawab.


Walau Aura awam dan tabu soal pria serta soal cinta,Aura bisa melihat dari aura wajah dan sorot mata Adam.Jujur saja,ketampanan Adam bisa membuat hatinya meleleh dan terlena.Pesona Adam mampu membuatnya mabuk kepayang.


"Kau mengerti,Aura?.".Andre bertanya dengan mata fokus menatap ke depan,mengawasi jalanan.


Tak mendengar Aura menyahut,Andre melirik Aura yang bergeming."Heiii,kenapa kau diam saja?.".


"Apa sekarang aku memiliki kesempatan untuk menjawab,tuan muda?.".Aura bertanya dengan pelan,merasa tak memiliki tenaga lagi untuk berdebat dengan Andre.


"Sejak kapan aku melarang mu bicara?.".Andre tak menyadari perkataan nya sendiri.


Glekkk,Aura menelan ludah pahit.Begitulah,pria kaya.Bebas berbuat apa saja dan bicara apa saja.


"Terima kasih,dan baiklah.".Aura pasrah dan menjawab dengan lemah.


"Baiklah apa?.".Andre menguji kesadaran Aura yang tampak tak fokus dan tidak konsentrasi.


"Aku mengerti,maksud tuan muda.".Lirih Aura.


Andre mengulum senyum,baru sekarang Aura berbicara dengan tutur kata yang lembut.Apa lagi ketika Aura memanggil julukan nya.Terdengar manis dan membuat hatinya terasa melayang.


"Aku suka cara mu sekarang,memanggil ku 'tuan muda'.Tapi lebih baik lagi jika memanggil ku,'Dear'.".Andre mengalihkan perhatiannya pada Aura,sejenak dan kembali fokus menyetir.


Andre memanfaatkan kondisi Aura sekarang,yang tak sinkron.Pikiran Aura tampak seperti berkelana kemana-mana,terlihat dari pandangan mata Aura yang hampa.


Tak begitu menyimak baik-baik perkataan Andre,tak ayal Aura asal bicara saja.


"Janji?.".Andre berharap Aura menjawab 'Baiklah' lagi.


"Yaaa...".Jawab Aura lemah.


Aura tak tahu yang dikatakan Andre,karena tak begitu menyimak betul,dan tak sadar dengan yang diucapkan nya sendiri.


Bukan main senangnya hati Andre mendengar jawaban Aura.Meski berbeda namun maknanya sama.


"Good girl.Tepati janji mu.".Andre menegaskan dengan serius.


Barulah Aura sadar setelah mencerna kata-kata Andre,dan terhenyak lalu menatap Andre.


"Oh tidak.Kau menjebak ku?.Mencari kesempatan dalam ketidak berdayaan ku?.".Aura menatap Andre dengan sorot mata yang sayu.


Andre mengiyakan dengan mengangkat kedua alisnya keatas,dengan ekspresi bahagia.


"Kau lengah dan tidak konsentrasi!.Tetapi janji tetap harus ditepati.".Tandas Andre,mempertahankan agar Aura tak berkelit dari janjinya.


"Tidak.Itu tidak benar.Perjanjian dibuat jika seseorang dalam keadaan sadar.".Aura berkilah,dengan nada memelas.


"Jadi,kau menolak?.".Andre meminta penjelasan,menatap tajam Aura.


Aura mengangguk lemah,tanpa berkata-kata.Tanpa alasan yang jelas Andre memintanya berjanji untuk memanggil nya 'Dear'.Memangnya gadis macam apa dirinya ini.Meski miskin bukan berarti menghalalkan segala cara,bukan berarti harus menjadi gadis murahan dan gampangan.


Aura bisa menangkap maksud dibalik kata itu,walau kata itu hanya sebuah panggilan.Namun kata itu penuh makna bagi Aura,dan tidak bisa sembarangan mengucapkan nya.


Andre menyeringai.Tak percaya Aura berani menolak permintaan nya.Disaat gadis lain berharap banyak dan lebih padanya,serta bisa memanggilnya 'Dear'.Namun dengan mudahnya Aura bilang 'Tidak'.


"Lihatlah,apa kekuranganku?.Aku bisa memberi mu segalanya.Aura,kamu suka uang kan?,aku bisa memberi mu uang yang banyak.".


Andre merasa benar-benar sudah tidak waras.Karena terobsesi,mengiming-imingi Aura dengan kekayaan.


"Apa kau bisa memberi ku kebahagiaan dan kesetiaan?.".Aura menjawab dengan kata-kata menohok,dan balas menatap Andre yang sesekali meliriknya.


Andre terdiam,tak memiliki jawaban yang pasti.Cercaan Adam tadi malam,terngiang di telinga nya.

__ADS_1


"Yakinkan dulu hati mu tentang itu.".Tandas Aura.


Aura mengalihkan pandangannya dari Andre,menatap lurus ke depan.


"Jika kau memberiku kesempatan,akan ku lakukan.Bagaimana,kau bersedia?.".


Andre terus menjurus pada sesuatu yang dihindarinya,dan semakin terang-terangan saja.Aura menjadi serba salah dan gelisah.


"Tuan muda,bisakah anda fokus mengemudi saja?.Ku mohon jangan mempersulit ku.".Aura meminta dengan sangat.


"Aura,kau tidak sadar jika aku menyukai mu?.Mungkin,dihati ku,mulai tumbuh cinta,Aura.".Andre terbata,karena gugup.


"Hemhhh?.".Aura menatap Andre tak berkedip.


Perasaan Aura campur aduk,terkejut,bingung,tak mengerti dan tak percaya oleh pengakuan cinta Andre.Ini terlalu mendadak dan tiba-tiba.Andre menyatakan perasaan nya begitu saja.Aura belum siap untuk ini.


"Sudahlah,jangan pura-pura tidak mengerti.Tidak harus kujelaskan lagi.Aku tidak mau mengulang kalimat yang sudah ku ucapkan.Cukup kau pikirkan dan renungkan kata-kata ku!.".Tandas Andre.


Aura bingung menghadapi Andre.Baru kali ini bertemu pria seperti Andre.Sungguh,Aura tidak suka pria yang berpikir egois.


"Tuan muda,bisakah kita menepi sebentar?.Kepala ku pusing.".Aura mengalihkan perhatian Andre.


Sigap Andre menepi dipinggir jalan,dan menyodorkan botol minuman pada Aura.Andre tak tega melihat keadaan Aura sekarang,tampak pucat dan seperti orang linglung.


Aura meneguk minuman yang diberikan Andre,tergesa-gesa sampai tersedak dan terbatuk.Cekatan Andre mengambil tisu di dashboard.Menyeka area bibir Aura yang basah dan bajunya.


Aura menepis tangan Andre."Sudahlah!.Aku bisa sendiri.".Mengambil tisu yang dipegang Andre dan menyeka bagian bajunya yang basah.


Aura risih,tangan Andre menyentuh bibirnya,dan hampir menyentuh area dadanya untuk mengeringkan noda basah di bajunya dengan tisu.


"Kau tidak apa-apa?.Sepertinya kau sangat terkejut.".Andre menatap sendu Aura,menyesal dan merasa bersalah.


"Maaf!.Mungkin ini terlalu cepat.Tetapi sungguh,itu perasaan ku yang sejujurnya.".Lirih Andre,meyakinkan Aura.


Aura percaya,mata Andre tak mungkin berbohong,dan Andre tak mungkin berdusta.Andre tampak serius.Aura yakin,Andre bukan sembarang pria yang bisa mengumbar cinta,pada setiap gadis.Andre putra dari seorang pria yang sangat berpengaruh di kota ini.Tak mungkin melabuhkan cintanya sesuka hati.


Namun,Aura tak memiliki keberanian untuk mencintai dan menerima cinta Andre.Ibarat bumi dan langit perbedaannya sekarang,dengan Andre.Ibarat air dan minyak,mereka tak mungkin bisa bersatu.


Andre memiliki segalanya,tak seperti dirinya,miskin dan rapuh.Andre seorang pangeran,sedangkan dirinya hanya dayang.Banyak perbedaan dan banyak sekat pemisah antara mereka.


"Suatu hari ayah dan ibu ku bertengkar hebat,sampai Ayah menjatuhkan talak dan mengusir ibu dari rumah.Lalu mereka bercerai saat usia ku 11 tahun.Ayahku menikah lagi dan lahirlah Amira.".Aura menerawang jauh.


Andre terkesiap,barulah Andre tahu sebabnya.Itu alasan Aura mengatakan 'Ibu mu' pada Amira.


"Tidak mudah hidup bersama keluarga baru ku.Aku dan ibu tiri ku tidak pernah akur.Dulu aku gadis penakut,dan suka mengunci diri di kamar.Menghindari ibu tiri ku.".Aura tersenyum getir,mengingat masa lalunya.


"Perceraian ayah dan ibu adalah hal terberat sepanjang hidup ku.Namun,aku tidak bisa melawan takdir.".Aura menghela nafas panjang dan mata berkaca-kaca,pasrah dengan takdirnya sekarang.


Namun dadanya terasa sesak dan berat,menahan bendungan air mata yang hampir jebol.


Andre menyimak baik-baik perkataan Aura,tak ingin melewatkan kisah hidupnya.Andre sedih dan prihatin,Aura memiliki cerita yang pahit dan kelam.


"Kau trauma?.".Andre menatap lekat Aura.


Seketika Aura menangis."Maaf!.Aku gadis rapuh yang pura-pura tegar dan kuat.".Aura menyeka air matanya yang berderai dipipinya.


"Kau tidak perlu malu.Menangislah!.".Andre bisa mengerti perasaan Aura.


Andre menyerahkan tisu pada Aura untuk mengusap air mata nya.Aura merespon baik perhatian Andre.Mengambil tisu dari tangan Andre.


"Terima kasih.".Perlahan Aura menyeka air matanya,dan area wajah yang basah.


"Karena itu,kau menjaga jarak dari ku?.".Andre mengerti sekarang,mengapa Aura sangat acuh,dingin dan angkuh pada nya.


"Entah berapa hati pria yang aku sakiti dan aku patahkan.".


Aura tertawa geli sendiri,pernah menolak pria-pria yang pernah menyatakan perasaan cinta pada nya.


"Kau pasti kesulitan,mengatasi kecamuk di hati mu.".Andre menelisik wajah Aura yang bersedih.


"Berbahagialah,anda tidak memiliki kisah kelam seperti ku.Bisa hidup nyaman dan memiliki keluarga yang harmonis.Tidak merasakan yang ku rasakan.Setiap hari memikirkan besok bisa makan atau tidak.Kerja keras,banting tulang takut tidak punya uang untuk bayar kost an,dan biaya hidup.Pergi saat matahari terbit,pulang matahari sudah terbenam.".


Aura menguatkan hatinya sendiri saat menceritakan kisah hidupnya,dan yang pernah dialaminya.


Andre terenyuh dan iba.Tak sadar Andre ikut meneteskan air mata,namun buru-buru Andre menyeka nya.Andre menyesal,selama ini telah membuang waktu nya sia-sia.Beruntung namun tidak memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya,hidup dalam kemewahan dan bergelimang harta sejak terlahir ke dunia.


"Hidupmu sangat keras dan rumit.Aku malu terhadap mu,Aura.Aku pria yang tidak pandai bersyukur.Kau gadis yang kuat dan hebat,bisa melalui semua,sendiri.".


Andre tersenyum masam,malu pada diri sendiri dan Aura.Ini alasan mengapa Adam sering menasehati nya.Kesuksesan tak bisa diraih dengan mudah,penuh perjuangan dan kerja keras.Petuah kakaknya,benar adanya.


"Tidak terlambat untuk memulai hidup baru.".Aura mengulas senyum manis pada Andre,memudarkan kesedihannya untuk menyemangati Andre.

__ADS_1


Andre bisa memetik hikmah dari cerita dan perkataan Aura.Berbahagia dan bersyukur atas apa yang dimilikinya saat ini.Kini saatnya Andre untuk berubah lebih baik lagi.


__ADS_2