
Kericuhan yang terjadi di ruang makan mengundang perhatian Risma,Yetti dan illa.Penasaran tetapi tak ada yang berani menunjukkan batang hidungnya.Yetty dan Illa menguping dibalik pintu,Risma dibalik dinding.
Tidak dengan Dini.Dimonitor Dini bisa menyaksikan semua yang terjadi di ruang makan,meski tanpa suara.Cek dan ricek yang terjadi di sana,Dini keluar dari daerah kekuasaan.
Niat Rossa memarahi Aura sudah hampir didepan mata.Beberapa langkah lagi akan sampai di kamar Andre,dengan hati sudah tersulut api amarah.Rosssa tau,Aura dibawa Andre ke sana.
Hari pertama di rumah sudah diwarnai peristiwa memuakkan.Rasanya Rossa ingin mengobrak-abrik seisi rumah."Gadis itu sudah mempengaruhi anak ku.Pikirnya siapa dirinya?.Tidak semudah itu bisa menggoda anakku dengan sikap naifnya.".Aura terlihat lugu dan polos,Rossa menduga itu hanya topeng belaka untuk menutupi niat tersendiri Aura.
Pasti Aura pura-pura baik dan naif.Pesona alami Aura dijadikan modal utama untuk menjerat hati putranya yang notabene anak konglomerat.Negatif thinking Rossa.
Dari arah berlawanan,Dini datang menghadang Rossa.Ekspresi majikan seperti Devil,membuat Dini bergidik ngeri.Sesaat nyalinya menciut.Namun demi Aura,Dini harus berani."Selamat pagi Nyonya besar.Maaf,mengganggu anda.Tolong maafkan Aura.Dia masih baru disini.".Meski kesalahan tidak dilakukan Aura sepenuhnya,Dini tetap menyalahkan Aura dihadapan Rossa,demi menjaga perasaan majikan dan melindungi Aura.
Tau Dini berusaha melindungi Aura,Rossa geram.Seakan dialah yang salah disini."Menyingkir!.".Memerintah Dini dengan nada ketus dan bola mata membulat karena menghalangi jalan nya.
Ucapan Rossa adalah mandat penting dan tidak boleh dibantah oleh siapa pun,Dini memberi Rossa jalan.Bergeser dengan kepala tertunduk hormat.Apalah kedudukannya di rumah ini,hanya seorang kepala pelayan saja.Tak memiliki kuasa dan tak patut dibanggakan.
Tepat membuka pintu kamar,Jantung Andre serasa mau loncat.Ibu sudah berdiri didepan pintu dengan muka garang.Salah tingkah kan jadinya."Mama...Aada apa kemari?.Mama mencari ku?.".Tangannya memegangi knop pintu,menghalangi Rossa agar tidak masuk kamar.
Rossa menggeleng tegas."Tidak.".Jelas bukan Andre yang dicarinya,tetapi gadis yang disembunyikan Andre didalam kamar.
Sial.Ketakutannya akan menjadi kenyataan.Ibunya sudah pasti datang untuk mencari Aura,memarahi Aura dan mengomeli nya juga.Rona wajah ibunya mengatakan itu.
Mencari keberadaan Aura didalam kamar Andre,Rossa celingukan tetapi kepala Andre terus menghalau nya.Menghalangi pandangan."Ishhh,dasar.".Tangan melayang sudah siap memukul kepala Andre,namun si anak susah diatur berkelit."Kau ini.Minggir!.".Beraninya Andre mengabaikannya demi Aura dan melindungi Aura,Rossa tak terima.Sebagai ibu hanya dia yang patut diperhatikan Andre,bukan Aura atau pelayan lain."Mana gadis itu?.Apa arti dia bagimu?,sampai memberi perhatian berlebihan.Istimewa kah dia untuk mu?.Suruh dia keluar,jangan sembunyikan dia dari Mama!.".Jangan salahkan Rossa jika curiga dan buruk sangka.Sebelumnya Andre tak pernah memperlakukan istimewa pelayan.
Huhhh,ya ampun.Baru datang sudah dicekoki pertanyaan yang menohok.Saluran pernafasan Andre mendadak sesak dan saliva rasanya jadi pahit.
Suara sang majikan terdengar jelas sampai ke dalam,Aura gusar."Bagaimana ini?.Apa yang harus ku lakukan?.".Perasaannya tak tenang.Caci maki Nyonya besar siap menanti,Aura gigit jari.
Bekerja di rumah Owner dan CEO Restoran La Rossa bukan solusi terbaik.Sama saja dengan masuk ke kandang Singa.Haruskah pergi dari rumah ini?.Mendapat respon baik dari Adam dan simpati dari Andre berujung derita.Sikap Nyonya besar bertolak belakang dengan kedua putranya.Aura penasaran,apa sebenarnya niat 'Tuan besar' rumah ini mempekerjakan nya disini?.Janggal rasanya karena hanya dia saja yang dimutasi ke rumah ini.
Takut Aura mendengar ucapan ibunya,Andre meletakkan jari telunjuk dibibir nya.Meminta Rossa menurunkan volume suara."Sttt.Pelankan suara Mama.Ayo!,Mama ikut aku!.Kita bicara ditempat lain.".Merangkul pundak Rossa,mengajak pergi jauh dari kamar.Gawat jika ibunya terus berkicau dan didengar Aura.Perasaan Aura akan terluka dan tak tenang.
Mengapa Andre begitu sepeduli ini pada Aura?.Disaat penolakan Aura selalu berdenging di telinga.
Kian hari kesehatan Benny semakin parah.Tak menunjukkan kemajuan dan sangat memprihatinkan.Bukan berangsur membaik kondisi nya malah semakin memburuk.Obat-obatan yang seharusnya dibeli di apotek dengan resep Dokter,sudah tak dibeli Hetty lagi.Padahal uang untuk membeli obat Benny sudah diberikan Aura.
Tiga hari lalu Hetty membeli pakaian di aplikasi online.Hari ini Hetty menunggu paketnya tiba.
Tok,tok.
"Pasti kurir yang datang.".Kesibukannya di dapur dihentikan,mendengar suara ketukan.Tak sabar untuk Unboxing isi paket nya,berlari membuka pintu.
Kurir pria pengantar barang,menyodorkan kotak paket."Nyonya,ini pesanan anda.Silahkan tanda tangan disini.".Formulir bukti terima,ditunjukan untuk ditandatangani Hetty.
Sumringah Hetty mengambil paketnya dan membubuhkan tanda tangan di formulir bukti penerima."Terima kasih.Ini untuk mu.".Uang tips diberikan Hetty pada kurir yang tak begitu besar jumlahnya.
Namun kurir tetap menerima dengan senang hati,dan lega si pemesan ada di tempat.Repot jika harus bolak-balik ke lokasi yang sama untuk mengantar paket jika pemesan tak ditempat.Tekor diongkos."Terima kasih nyonya.Tolong beri ulasan baik dan bintang yang banyak untuk ku,jika nyonya berkenan.".Nasibnya tergantung pada itu,untuk meningkatkan kualitas kerjanya.
Sudah acap kali Hetty berbelanja online,tentu mengerti.Memberi ulasan baik dan bintang,pernah dilakukan."Baiklah.Tentu saja.Pelanggan dan kurir harus saling membantu,bukan?.Selama pelayanan nya baik,memuaskan dan pengiriman barang nya lancar.".Terkadang produk yang datang tak sesuai ekspektasi Hetty.Kadang memuaskan,kadang tidak.Kadangkala barang yang sudah sampai ke tangan,tidak bisa ditukar dan tak dapat dikembalikan.Waktu pengiriman barang juga kadang cepat kadang tersendat.
"Baik.Sampai jumpa lagi nyonya.".Tugas sudah selesai,Kurir pria itu pergi dengan motor.Berkotak-kotak paket dijok belakang sudah tertumpuk rapi.Masih banyak paket yang harus diantarnya ke titik lokasi yang berbeda.
Siap-siap Unboxing,Hetty duduk disofa ruang tamu yang mulai usang dengan wajah Excited.Hetty mulai eksekusi kotak paket berisi baju incarannya.Gaun merah dengan ornamen bordir bunga,diaplikasi dengan brukat dibagian lengan."Cantiknya gaun ini.Sepertinya cocok untuk untuk ku.".Gaun itu dipeluknya erat layaknya memeluk manusia.
Sudah siap dengan seragam sekolah dan tas ransel,Aura duduk disamping Hetty.lbunya terlihat norak dan seperti orang tak waras.Bertubi-tubi ibunya menciumi benda tak bernyawa.Amira jadi geli melihat ibunya begitu."Ibu, apa yang ibu lakukan?.Baju siapa itu?.".Hidung satu senti Amira mengendus aroma baju baru."Apa ibu membeli pakaian lagi?.".Jelas sudah ibunya tak menjawab,hanya cengar-cengir kuda."Jika kak Aura tau,habislah ibu.".Kebiasaan ibunya belanja online seperti nya tak bisa dikendalikan lagi,Amira geleng-geleng kepala.Coba-coba berujung ketagihan dan menjadi kebiasaan.Sekarang menjadi maniak online shopp.
Diingatkan Amira,Hetty tak mempan.Hati nya sudah kebal terhadap gertakan bocah kecil seperti Amira."Anak kecil tau apa?.Diam dan tutup mulut mu.Dia tidak akan tau jika kamu tidak membuka mulut.Ingat,jangan adukan ini pada Aura.Mengerti?!.".
__ADS_1
Mukanya yang polos ditunjuk-tunjuk ibunya,mewanti-wanti agar tetap bungkam.Mata Amira berkedip-kedip.Sungguh tak punya hati nurani ibunya ini.Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli obat sang ayah,dipakai untuk memuaskan hawa nafsu.
"Aku tidak dengar dan tidak lihat apa-apa.Baiklah,mana uang jajan ku.".Lebih baik Amira pura-pura buta dan tuli,daripada terkena caci maki.Meski kasihan melihat kondisi sang ayah saat ini,dan kakaknya yang selalu banting tulang karena harus menjadi tulang punggung untuk menghidupi keluarga.
Selembar uang kertas sepuluh 10 ribu diletakkan di tangan mungil Amira yang tengadah."Jaga mulut besar mu itu.Jika tidak,uang jajan mu raib.".Belum puas mengingatkan,Hetty mengancam Amira.Mulut anak kecil biasanya tidak bisa dipercaya.Suka asal bicara,tak dipikir dulu dan cepat lupa.
Jengah dengar ocehan Hetty,Amira memutar mata malas.Memiliki ibu seperti Hetty tak bisa dibanggakan.Hanya memberi contoh buruk saja.Bukan mengajarkan jujur malah mendidik nya berbohong."Aku mengerti.Ibu,aku pergi dulu.".Takzim Amira mencium tangan ibunya,sebelum berangkat ke sekolah.Meski perangai Hetty buruk,tetaplah seorang ibu yang harus dihormati.
Memiliki putri yang bisa diajak kompromi,Hetty sangat senang.Roti tawar berisi selai coklat dan segelas susu masih utuh di meja,Hetty ingat Amira belum sarapan."Eeehhh.Itu roti dan susunya habiskan dulu.".Menarik tas gendong Amira saat akan pergi.
Bosan menu sarapan pagi nya itu melulu.Bisa kan diganti bubur ayam,lontong kari dan nasi uduk?.Lebih enak dan nikmat.Hikkks,jadi ingin cepat besar,bisa kerja dan cari uang sendiri.Setangkup Roti dan segelas susu dimeja terus ditatap Amira.Harus disentuh atau tidak?.
Mau tidak mau,akhirnya Amira menyerah.Mubajir jika tidak dimakan.Dengan muka lesu dan malas,roti dilahap dan dikunyah.Glekkk,tenggorokan terasa seret,buru- buru minum susu.Diteguk terakhir,Amira tak sanggup menghabiskan susu vanilla nya."Ibu habiskan ya?!.Perutku mual,Bu.".Perut Amira rasanya ingin muntah.Sudah makan setangkup roti ditambah susu pula,pasti Eneg.
Kebiasaan,Amira selalu begitu.Menyerah di menit terakhir."Baik.".Bibir Amira belepotan,telaten Hetty menyeka dengan tissue."Ayo,pergilah sekarang.".Hetty mengantar Amira sampai ke teras rumah."Belajar dengan tenang disekolah.Jadilah anak yang pintar dan jangan main bola melulu.Kau ini anak perempuan.".Hampir setiap hari Amira menghabiskan waktu sampai sore sepulang sekolah,dilapangan sekitar komplek bersama 99% temannya yang kebanyakan laki-laki,dan hanya 1% teman perempuan.
Hetty tak tau menurun dari mana ke tomboy an Amira.Perilaku tak lazim Amira yang biasa dilakukan anak laki-laki.Bahkan sempat-sempatnya Amira membawa baju ganti untuk bermain bola,di tasnya.Agar seragam putih merahnya tidak kotor.
Sepak bola sudah menjadi bagian dari hidupnya,Amira tak bisa meninggalkan hobinya itu.Aneh rasanya dan menggelikan jika bermain boneka."Itu hobi ku,ibu.Aku striker hebat.Assalamu alaikum.".Pamit Aura,siap berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.
"Wa alaikum salam.".Sambil bersandar di dekat pintu,Hetty memandangi Amira dengan bibir mengembang."Sudahlah.Anak kecil memang susah diatur.".Seiring waktu Amira akan bermetamorfosis menjadi gadis dewasa beberapa tahun kedepan,dan mungkin akan berbeda dengan Amira sekarang yang tomboy dan hobinya lain daripada anak perempuan pada umumnya."Apa dia bisa dipercaya?.Kuharap Amira bungkam.Aku malas berdebat dengan gadis songong itu.Semakin dewasa dia semakin bernyali besar,melawanku.".Senyum Hetty mengecut mengingat anak tirinya,Aura.
Ya,Aura sekarang berbeda dengan Aura yang dulu.Hetty kesulitan menghadapi sikap Aura sekarang.Suka menunjukkan taring tajam dan pintar bicara.Dulu Aura takut sekali dan tak berani menatap mata nya saat bicara.Bahkan baru disentak sudah kabur dan bersembunyi di kamar dan mengunci diri.
Prakkk.
Hetty kembali masuk.Baru jalan beberapa langkah,dari arah kamar Benny terdengar suara sesuatu terjatuh."Suara apa itu?.".Secepatnya Hetty memeriksa ke kamar.Panik melihat Benny sudah terkapar di lantai dengan posisi tertelungkup,dan pecahan gelas berserakan dilantai."Pak tua,bagaimana bisa kau terjatuh?.Kau mau apa?.".
Niat Benny untuk mengambil gelas minum dimeja,berakhir di lantai.Tangannya sulit menggapai gelas,sudah berhasil namun pada akhirnya hilang keseimbangan dan jatuh.Gelas ditangan terlempar dan pecah.Tiada daya dan upaya.Hanya mengambil minum saja sulitnya minta ampun.Mau minta tolong,suara teriakannya tak sampai 30 desibel.Seperti bisikan pelan.
Susah payah Hetty mengangkat Benny ke tempat tidur kembali."Astaga.Merepotkan saja.Untung badan mu kurus.".Berat badan Benny yang menyusut memudahkan Hetty memangku Benny.
Mengurus anak,rumah dan suami yang sudah tua dan sakit melelahkan fisik dan mental Hetty.Suami sudah tak berguna dan tak bisa diandalkan,hati Hetty kadang berontak.Pernah terlintas ingin meninggalkan Benny,namun jika pergi dari rumah maka takkan mendapatkan harta warisan.Meski jauh dari kata mewah,namun rumah peninggalan orang tua Benny cukup besar dan luas tanah nya.Kini Hetty tinggal menunggu maut menjemput Benny saja,setelah itu lepaslah tanggung jawab dan bebannya.
Selepas itu,Hetty kembali ke ruang tamu.Gaun merah tadi dicoba dan berlenggak-lenggok di depan cermin meja rias dikamar bekas Aura yang ditempati nya dan Amira sekarang."Oh,ya ampun.Aku seperti masih gadis saja.Siapa sangka usia ku sudah 30 tahun.".Wajahnya yang masih terlihat muda,dan hanya terpaut 9 tahun saja dari Aura,Hetty tersenyum bangga.Jika disandingkan dengan Aura,lebih cocok menjadi kakak daripada ibu tiri Aura.
Diruang kerja Willy,Andre mengajak ibunya bicara dari hati ke hati.Pengakuan Andre begitu mengejutkan Rossa.Seperti dimeja hijau,Andre diinterogasi dan duduk di kursi bak seorang 'Terdakwa'.Sedangkan Rossa sang Hakim.
"Ummm.Baiklah.Tidak ada pilihan lain.Mama akan memecat Aura,sekarang juga.Jika kau tidak bisa menahan diri.". Meski geram,Rossa berusaha bersikap tenang.
Luar biasa.Tanpa beban,Andre mengakui telah jatuh cinta pada Aura.Iyuhhh.Sesuatu yang tidak boleh terjadi.Lampu merah untuk Andre dan Adam juga.
Speechless.Andre tak mampu berkata-kata lagi.Terus menundukkan kepala,tak sanggup melihat raut wajah ibunya yang tak ubahnya seperti 'Scarried Teacher'.Apa yang harus dilakukan selanjutnya?,Andre bingung.Maju takut Aura terkena imbas,mundur berarti menyerah dan harus membunuh rasa cinta dihatinya pada Aura.Rasa ini begitu menyakitkan.Untung tak bisa diraih,sial tak dapat ditolak.
Dari duduknya Rossa beranjak dan berlalu lalang di hadapan Andre."Lupakah tradisi leluhur kita?.Garis keturunan mu harus lahir dari rahim wanita terpandang.".Selama Rossa masih hidup,Aura takkan bisa masuk zona terlarang.
Sungguh tak dinyana,pikiran primitif Ibunya masih bersarang di otak."Baiklah.Lakukan sesuka hati Mama.Tapi jangan ganggu Aura.Biarkan dia tetap disini.".Aura menjadi kelemahan Andre sekarang.Setidaknya dengan Aura masih bekerja dirumah,Andre bisa melihat wajah nya setiap saat.
Inilah yang diharapkan Rossa dari Andre.Mengalah dan menurut."Good boy.Jagalah jarakmu darinya.Kau tau kan akibat dari melanggar aturan Mama?,dan mengingkari janji?.".lbarat kata,Andre tak boleh melewati garis batas yang ditentukannya.
Namun sekarang harus menjaga jarak dari Aura.Miris harus memandangi gadis dicintai dari kejauhan.Tak bisa dibayangkan Andre bagaimana rasanya."Akan ku lakukan semua permintaan Mama,selama Mama tidak menyentuh dan menyakiti Aura.".Apa boleh buat,demi Aura,Andre bersedia memenuhi persyaratan Ibunya.
Patuh dan tunduk lebih baik.Dulu sebelum Aura datang dan hadir dibenak nya,Andre tak pernah sepatuh ini.Terkadang Andre suka memberontak jika tak sejalan dengan Rossa.Kadang Pro dan kadang Kontra.Kini berbeda,ada seseorang yang harus dilindungi.
Selain itu,Andre pun sudah tau konsekuensi yang harus diterima jika membangkang.Keluar dari rumah dengan tangan kosong.Semua aset miliknya dan fasilitas mewah yang didapatkan dari orang tua,akan hilang.Andre tak mau mengambil resiko itu.
Ilmu yang dimilikinya untuk berbisnis,tak cukup membuat nya cepat mendulang kesuksesan.Ibu nya pun akan menutup akses seluruh perusahaan yang berpotensi besar untuk menerima Andre bekerja.Orang tua yang cukup dikenal luas dan memiliki relasi dengan para pengusaha,ada untungnya dan ada sialnya juga.
__ADS_1
Jika jatuh miskin dan tak memiliki apa-apa,bagaimana bisa membahagiakan Aura dan menanggung biaya hidup?.
Ungkapan rasa senang nya,Rossa mendekap Andre.Begini ya rasanya,jika memiliki kekuasaan."Oh thanks,my boy.Kau anak Mama yang baik dan manis.Mama tau,baik kamu dan Adam takkan pernah membuat Mama kecewa.".Usahanya berhasil sudah bisa membuat Andre yakin.Tak takut kehilangan putra bungsunya lagi karena Aura.
Andre menitikkan air mata dipundak ibunya.Bukan ini yang diharapkan Andre,tetapi restu ibu.Mengapa takdir tak berpihak pada nya dan Aura?.Salahkah bila mencintai gadis dari keluarga miskin dan tidak sederajat?.
Klien sekaligus teman datang bertandang ke kantor,Adam begitu senang.Leon dan Ashley teman seperjuangan dikampus dulu,di Harvard university ada di dekatnya sekarang,Adam sampai menghentikan aktivitas didepan layar laptop tadi.
Berbincang saling melepas rindu sambil duduk santai di sofa tamu,disuguhkan Tiga cangkir Cappuccino oleh Susan.Momen seperti inilah yang dirindukan Adam.
"Terima kasih.Aku begitu tersanjung.You delivered the invitation your self.Ini suatu kehormatan bagi ku.".Adam tersanjung dengan kedatangan kedua teman bule nya beberapa waktu lalu.
Secara resmi Leon dan Ashley mengundang dan mengantar kartu undangan pesta Anniversary khusus untuk nya saja,yang akan digelar pekan ini disalah satu restoran yang dikelola nya milik sang ayah,La Rossa Restaurant.
Sudah cukup lama berteman baik dengan Adam,penuh kenangan indah dan berkesan.Leon sangat senang jika Adam bisa hadir di pestanya nanti."It's okay.You're our best friend,and wakil ceo restoran bintang lima yang tampan dan sukses.So,you'red our speciall guest.".Leon menganggap Adam teman baik dan tamu spesial nya.
"Kau berlebihan.".Adam merendahkan diri sambil tertawa kecil.Pujian yang seringkali didengar.Wajah tampan nya memang tak bisa disembunyikan.Bagaimana lagi,sejak lahir sudah begini."How do you feel,after marriage?.".Penasaran dengan perasaan Leon setelah menikah dengan Aslhey.
"Tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata.Complicated but...Happy.".Tangan istri tercinta digenggam dan dikecup lembut Leon.Membangun biduk rumah tangga cukup rumit,tetapi Leon dan Ashley bahagia.
Leon saling menatap mesra satu sama lain dengan Ashley.Suerrr...Hati Adam iri.Cihhh...Pemandangan yang membuat jiwa jomblo Adam berontak.Namun sesaat kemudian Adam ikut merasakan kebahagiaan yang Leon dan Ashley rasakan."Aku turut bahagia.Congratulatian.Maaf!,aku tidak datang saat momen penting kalian.".Setahun yang lalu,Leon dan Ashley menikah,namun Adam tak menghadiri pesta pernikahan mereka yang digelar meriah di The Godfrey Hotel,Boston.
Leon bergedik,tak mempermasalahkan itu."I'ts ok.".Butuh waktu puluhan jam untuk Adam sampai ke negara nya,Amerika Serikat."And you're busy man.".Lagipula Adam pria yang sibuk."Then...When will it be your turn?.".
Skak mat.Adam terhenyak,gara-gara Leon bertanya kapan giliran nya menikah."I don't have special women.".Miris harus memproklamirkan dirinya tak memiliki wanita spesial alias jomblo.
"Uhukkk.".Semburan Capuccino hampir keluar lagi dari mulut Ashley saat sedang minum.Tersedak efek mendengar pernyataan Adam."You're single man?.".Adam mengangguk,membenarkan dirinya pria lajang."Oh no.That bad news.You 'Poor Prince'.".Semburat sedih terukir di wajah bule Aslhey.Adam Pangeran yang malang.Ck,ck,ck.
O My God.Istrinya melantur.Jadi merasa bersalah kan pada Adam.Leon menyenggol lengan Ashley,siapa tau Ashley sadar.Huhhh,salah besar.Ashley malah melototinya.
Masih ada yang mau ditanyakan,Aslhey fokus kembali pada Adam."But why?.You're so handsome,Bro.Seriously,I can't believe it.".Serius,Ashley tak percaya jika Adam jomblo.Dulu Adam cukup populer di kampus dan digilai cukup banyak mahasiswi karena wajah tampan khas Asia nya.
"That is a fact.".Fakta dirinya jomblo,tak bisa dirahasiakan Adam.
"Ha,ha,ha...Look like you suck.Just looking for a lover is not good enough.".Ashley menanggap Adam payah.
Begini ya nasib jomblo,jadi bahan ledekan.Ingin rasanya masuk ke lubang semut.Adam pasrah,ditertawakan Aslhey.Mau bagaimana lagi?.Mencari kekasih tidak semudah membalikkan telapak tangan."Wajah tampan tidak menjamin bisa mudah mendapatkan wanita yang tulus mencintai dan cinta sejati.".Diam-diam Adam membayangkan wajah gadis yang sekarang jadi tawanan hati Andre.
"What?.".Ashley kurang paham bahasa Indonesia.
Ashley kenal Adam sejak resmi pacaran dengan Leon.But,little-little paham dan yang mudah diucapkan saja.Seperti 'Terima kasih',Selamat pagi,siang dan malam serta Maaf.
"A Handsome face does not guarantee that it's easy to get a woman who sincerely love and truly loves.".Mendadak Leon jadi Translator.
Saking dekatnya dengan Adam di kampus dulu,step by step Leon belajar bahasa Indonesia dari Adam,sampai fasih.Tetapi setelah lulus sehingga lama tak dipraktekkan,Leon jadi ingat-ingat lupa.Alhasil kosa katanya campur aduk,antara roti burger dicampur dengan isian daging rendang.Namun Leon mengerti yang Adam ucapkan dalam bahasa Indonesia.
"That's right.".Ashley manggut-manggut,setuju dengan Adam."Adam,I look forward to having you at the party.".Berharap Adam datang ke pesta nya.
"We'll see.I don't promise.".Adam tak bisa menjanjikan,harus lihat situasi dan kondisi.Jika tidak sibuk dan ada waktu senggang,pasti akan datang."But why with a partner?.".Bingung kan Adam jadinya,secara masih jomblo.Bagaimana bisa datang ke pesta dengan pasangan?.
"Itu syarat mutlak.".Leon sengaja melampirkan persyaratan di undangan,harus datang membawa pasangan,tau Adam menjomblo.
"Cihhh.Yang benar saja.".Leon berhasil membuat Adam gerah.Ikatan dasinya dikendurkan dan kancing kerah kemejanya dibuka."Bagaimana jika aku datang dengan ibu ku?.".Adam sedikit bercanda.
"Ha,ha,ha...Are you kidding?.".Leon lanjut menyeruput Cappuccino.
__ADS_1
Berbincang terus sampai jam makan siang berdentang.Demi teman lama,Adam membatalkan semua rencana dan agenda kerja yang diatur Susan.Satu atau dua jam saja untuk mengobrol,rasanya tak cukup.
Cerita ini hanya sudut pandang dari Author.Mohon maafkan jika banyak kekurangan...Terima kasih.