Gadis Penepat Janji.

Gadis Penepat Janji.
17.Sudah luka disiram air garam.


__ADS_3

Usai berbicara dengan Rossa,Andre memilih pergi dari rumah.Lebih baik pergi daripada terpaku pada situasi yang tak diharapkan nya.Ancaman ibunya mampu membuat suasana hati Andre buruk dan tak bersemangat.Tidak mendapat restu dan malah mendapat peringatan keras.


Meski sudah bisa menduga akan respon ibunya tentang perasaannya terhadap Aura.Namun Andre sangat antusias dan optimis ibunya akan berubah.Tetapi nyata nya tidak.


Ego dan gengsi ibunya tetap ada diatas puncak kebahagiaan Andre.Mengutamakan kehormatan dan martabat.Mengesampingkan kebahagiaan anak-anak.


Terpisah jauh selama dua tahun tak membuat Ibunya berubah.Masih tetap sama seperti sebelumnya.Tak bisa dibantah dan tak bisa ditentang.


Dibasecamp tempat berkumpul yang difasilitasi perangkat permainan seperti di game zone.Ragil dan Noufal duduk di sofa sambil memperhatikan gerak-gerik Andre dengan terheran-heran dan menenggak minuman bersoda.


Tak biasanya Andre seperti ini.Murung,sedih dan marah-marah.Andre si ketua Genk dan Trendseter nya yang selalu ceria,kocak dan suka bercanda kali ini terlihat berbeda.Sangat berbeda.


"Ada apa dengan nya?.Sejak dia datang sikapnya aneh.".Sejak awal Andre datang ke basecamp,Andre tak bicara sepatah kata.Namun saat ditanya Ragil masalah nya,Andre tak mau cerita.Diam membisu seribu bahasa.


Tak tau menahu yang terjadi pada Andre,Noufal menggelengkan kepala."Entahlah.Mungkin sesuatu terjadi di rumah nya.Gue dengar Om dan Tante sudah pulang dari Singapura.". Kabar kepulangan Rossa dan Willy didengarnya dari orang tua nya yang kenal baik orang tua Andre sejak ia berteman dengan Andre.


"Apa mungkin dia akan dijodohkan?.".Ragil mengira-ngira sendiri.


"Tidak mungkin.Kak Adam lebih pantas untuk itu.Kurasa Andre patah hati.".Usia Adam lebih tua dari Andre,Noufal pikir Adam yang pantas dijodohkan dan lebih dulu menikah.


"Sejak kapan Andre punya kekasih baru?.Kok gue gak tau?.".Jika Andre memiliki kekasih,Ragil pasti tau dan Andre akan mengenalkan sosok kekasih barunya itu.


"Itu hanya tebakan gue.".Jawab Noufal lalu terkekeh.


"Gue pikir elo serius.".Ragil menoyor kepala Noufal.Sangat konyol.Noufal bicara tak sesuai fakta dan mengarang cerita saja.


"Jika benar,Andre pasti mengenalkan pada kita.".Noufal membela diri dengan berargumentasi.


Namun tak dipungkiri Ragil.Ucapan Noufal Benar adanya."Benar.Gue rasa kita harus menyelidiki nya.Besok kita sapa Om dan Tante sambil mencari tau akar masalah Andre.".Ragil sudah tak sabar berperan seperti detektif.Seperti yang sudah-sudah dan sering dilakukan jika diantara mereka terkena masalah namun tak mau cerita.


Noufal mengangguk setuju."Baiklah.Itu ide bagus.Gak akan mencurigakan.Tosss.".Noufal mengangkat softdrink kaleng bersoda nya dan bertos ria dengan Ragil.


Disudut ruangan,Andre mengasingkan diri dari Ragil dan Noufal di meja biliar.Bermain biliar sendiri dengan raut wajah murka."Haishhh...Foul lagi.Kenapa bola nya tidak masuk-masuk?.Sudah satu jam gue main.Tapi gak satupun yang masuk.".Stik biliar dipatahkan Andre menjadi dua saking kesalnya lalu dilemparkan ke lantai.


Andre tenggelam di laut kesedihan.Menenggelamkan diri dengan bermain biliar dan melampiaskan kekesalan dengan bermain video games selama berjam-jam sejak masuk basecamp.


Murka dan sedih hati Andre harus membunuh rasa cinta nya pada Aura.Terhalang restu ibu.


Belum puas meluapkan emosi,Andre memukuli tembok sekerasnya hingga tangannya bengkak dan nyeri."Arrrgh...Siaaalll!.".Hati Andre menyesal tak bisa melawan keputusan ibunya dan tak mempertahankan Aura.Memilih mengalah demi kebaikan Aura.


Andre menyakiti diri sendiri,Ragil dan Noufal berdiri dan mendekati Andre lalu menepuk punggungnya mencoba menenangkan."Tenang Guy.Jangan sakiti diri mu!.Katakan pada ku,apa yang terjadi?.Mungkin aku bisa membantu?.".Ragil mengajak Andre duduk di sofa agar lebih tenang dan santai.Siapa tau Andre mau bicara dan bercerita.


Ini waktu yang tepat untuk Noufal bertanya hal yang membuat Andre berubah."Apa yang mengusik ketenangan elo,Ndre?.Bicaralah!,supaya kami mengerti.".


"Benar!.".Ragil mengangguk setuju.


"Gue jatuh cinta.".Ungkap Andre dengan bersedih hati dan menunduk,diapit kedua temannya.


"Lalu apa salahnya?.".Ragil mengernyit tak mengerti.


"Elo ditolak gadis itu?.Atau gak direstui Tante Rossa?,atau...".Noufal bertanya dengan penasaran.


"Dua-duanya benar.".Aku Andre,pasrah.


Hati Andre terasa patah menjadi lima bagian mengingat hal itu.


Kata penolakan Aura dan tentangan keras ibunya,terus terngiang di telinga Andre dan lagu 'Unbreak my heart' milik Celine Dion yang diputar di basecamp menjadi lagu pengantar sedihnya.


Sekarang Ragil dan Noufal mengerti penyebab Andre bertingkah Absurd.


"Sudah gue duga.".Noufal menjentikkan jari.


"Kapan elo menduga itu?.".Ragil mengernyit heran.Seingatnya Noufal tak bicara soal itu.


"Dalam hati.".Noufal menunjuk dadanya dan tersenyum tolol.


"Hahahhh.Yang benar saja.".Ragil memutar bola matanya.


"Ndre,apa gadis itu cantik?.".Noufal jadi penasaran dengan sosok gadis yang dicintai Andre.


"Sangat cantik.".Jawab Andre sambil tersenyum membayangkan wajah Aura.


"Siapa namanya?.".Ragil ingin tau.


"Aura.".Ungkap Andre dengan lembut.


"Dia gadis miskin?.".Ragil asal tebak,namun yakin Aura dari golongan bawah.


Ragil kenal betul sosok ibu Andre,tak lain Rossa.Sangat menentang kedua putra nya mendekati gadis biasa,dan mendukung berhubungan dengan gadis dari kalangan konglomerat atau kaya raya.


"Dia pelayan baru dirumah.Tepatnya asisten pribadi gue dan kak Adam.".Jelas Andre dengan bibir merengut.


Ya,ini sudah nasib Andre harus begini.Aura bukan dari keluarga kaya melainkan dari keluarga sederhana dan gadis broken home yang mencoba lari dari kenyataan.Tampak terlihat tegar namun rapuh dari dalam.Andre kagum pada Aura,bisa mengambil keputusan sendiri.Berontak dan memilih tinggal sendiri serta hidup mandiri.


Tak seperti dirinya sekarang.Takut untuk melangkah maju dan menentang ibunya.Nyali nya tak cukup besar untuk melakukan itu.Bukan perkara mudah bagi Andre menghadapi ibunya.Namun tak sulit juga untuk memberontak.Tetapi banyak hal yang harus Andre pikirkan konsekuensi dan resikonya nanti.


"Sudah gue duga.".Noufal menjetikkan jari lagi sambil memasang muka tolol.

__ADS_1


Kali ini dilempari bantal oleh Ragil wajah Noufal."Shhh...Enyahlah dari hadapan gue!.".Ragil kesal Noufal begitu sok tau dan konyol.


"Ayo lawan gue!.".Noufal balas melempari Ragil dengan bantal sofa sambil cekikikan.


Sementara dua temannya bahu membahu saling mempertahankan diri dan perang bantal.Andre bergelut dalam lamunan sambil rebahan di sofa.Memikirkan bagaimana kedepannya dan harus apa.


*


*


*


Tatapan mata Rossa begitu mengerikan.Aura menurunkan pandangan,tak berani menatap Rossa terduduk di kursi diruang kerja Willy yang dikelilingi rak buku.Sedangkan Aura berdiri menghadap Rossa dengan kepala tertunduk.


Sama sekali Rossa tak suka melihat Aura.Penampilan Aura saat ini lebih cocok menjadi pelayan daripada menjadi menantunya dan ketimbang menjadi salah satu istri putranya.


"Kamu harus ingat posisi mu dirumah ini,Aura.Asisten dan pelayan tidak jauh berbeda dimata ku.Kedudukan mu sama seperti pelayan dirumah ini.Seperti Risma dan lainnya.Mengerti?!.".


Aura menganggukan kepala,mengerti yang dimaksud Rossa."Mengerti nyonya.".


Tak dijelaskan Rossa pun Aura tau posisi nya.Aura sadar diri akan posisinya sebagai pelayan.


Pandangan Rossa begitu intens menatap Aura.Rossa yakin,meski terlihat sederhana namun Aura seperti gadis pintar.Tampak dari cara bicaranya yang tegas dan berdiri tegap walaupun menunduk.Mungkin itu tanda hormat pada nya.Pikir Rossa.


"Kurasa kamu gadis pintar.Karena itu suami ku menyukai mu dan merekrut mu kemari.Namun ingat!.Kamu hanya pelayan di rumah ini,hanya pelayan.Jangan melewati batasan mu.Paham?!.".Rossa memastikan sedikit pun takkan memberikan kesempatan dan akses jalan untuk Aura masuk kedalam hati Andre dan Adam.


Aura sangat paham maksud dibalik ucapan Rossa yang Ambigu."Baik nyonya.".Pelayan seperti nya,mana mungkin Aura bisa menolak dan menentang perintah majikan.


Tidak mungkin.Seberapa besar apapun rasa sukanya baik pada Adam dan Andre,overload.Namun Aura tak berniat untuk menjadi bagian dari hidup salah satu tuan muda dirumah itu.Menghindari masalah lebih baik daripada menghadapi masalah.


Cukup ibu tiri nya saja yang Aura benci di dunia ini.Aura tak ingin mengotori hatinya lagi dengan membenci Rossa atau orang lain.


"Bagus.Pergilah!.Lakukan tugas mu dengan baik.".Rossa tersenyum lebar,Aura bisa dikendalikan dan sangat patuh.


*


*


*


Digazebo Willy duduk santai sambil menikmati pemandangan dan secangkir kopi.Melihat Aura melipat bed cover dan sprei yang dijemur dihalaman,Willy bangkit lalu menghampiri Aura.


"Selamat sore tuan besar.".Aura membungkuk hormat pada sang majikan yang baru dilihatnya pertama kali.


Tampak berkarisma dan berwibawa.Garis senyum Willy menunjukkan ketulusan dan kebaikan.


"Benar tuan.".Aura mengiyakan.


Wajah Aura tampak menyimpan sesuatu dihatinya.Willy bisa menduga ada sesuatu yang mengganjal hati Aura."Apa yang terjadi?.Kamu kelihatan tidak baik-baik saja?.".


"Benarkah?.Kurasa aku belum sempat makan tuan.".Aura menutupi hal yang sebenarnya.


Mungkin benar.Jika sedang lapar dan belum makan biasanya orang akan terlihat pucat,lesu dan tak bersemangat.Willy mencoba memaklumi.


"Baiklah.Perhatikan kesehatan mu.Aura...Kamu pasti sudah bertemu kedua putra ku dan istri ku.Kuharap kamu bisa dekat dengan salah satu dari putra ku dan abaikan istri ku.Dia memang berlebihan.Tolong jangan diambil hati jika dia marah.".Tutur Willy sambil menepuk bahu Aura.


Sikap Tuan besar dan nyonya besar bertolak belakang,Aura tersanjung mendapat simpati dari Willy."Baik tuan besar.".


Tak lama ponsel Willy berdering."Baiklah.Aku pergi dulu.Fighting!,Aura.".Willy menyemangati Aura lalu pergi sambil meletakkan ponsel ditelinga nya.Menjawab panggilan.


Dilain pihak memojokkan dan dilain pihak mendukung.


"Bagaimana ini?.".Aura bingung dan serba salah sambil memandangi punggung Willy dari jauh.


_________


Pagi ini Andre bangun pagi dan menyibukkan diri dengan mencuci mobil kesayangannya Lamborghini warna hitam di halaman.Semalam Andre sulit tidur dan hanya beberapa jam saja tertidur.


Rossa dan Willy pergi pagi sekali untuk menghadiri acara penyambutan mereka sepulang dari Singapura dan kembali ke tanah air yang disiapkan oleh para petinggi perusahaan di WiRo Grup.


Sudah satu jam lebih Andre membilas dan menggosok mobil menggunakan spoon namun rasanya tak bersih juga.Busa sabun menyebar dimana-mana menyelimuti mobilnya namun belum berniat menyiramkan air.Andre terus menggosok dan menggosok.Amarah dan sedih masih melekat dihatinya.


Raga Andre di depan mobil namun pikiran nya melayang entah kemana.Ada didekat Aura tetapi tak berani bicara dan mendekat.Bahkan menyapa saja tak berani.


Rasa ini begitu menyiksanya.


"Haishhh...Menyebalkan.".Spoon yang tidak berdosa dilemparkan Andre ke depan dan terpental jauh sampai mengenai kepala tukang kebun,Pak Puji.


Pak Puji sedang berjongkok ditaman sisi kanan dan mencabuti rumput liar.Tiba-tiba kepalanya dijatuhi spoon penuh busa sabun,sontak Pak Puji memegang kepalanya dan mengambil spoon nya.


"Bagaimana cara spoon ini bisa terbang melayang ke kepala ku?.Apa tuan muda Andre yang melempar ini pada ku?.".Dilihatnya kebelakang.


Nun jauh disana Andre berkacak pinggang didepan mobil dtemani ember,selang dan botol sabun khusus mobil.Memakai celana pendek,kaos longgar,sandal jepit dan basah kuyup.


Bergegas Pak Puji mendekati Andre sambil membawa spoon."Tuan muda,apa anda lelah?.Mari saya bantu.".Pak puji menempelkan tangannya dimobil Andre siap membantu namun ditahan Andre.


"Tidak usah.Biarkan aku sendiri.Pak Puji lanjutkan bekerja saja.".Tepis Andre dengan sopan dan lembut.

__ADS_1


Pak Puji sudah cukup lama bekerja di rumah sebagai tukang kebun.Andre dan Adam tak pernah menjaga jarak dengan tukang kebun atau sopir pribadi dan Security.Namun tak sampai hati menambah beban pekerjaan mereka.


"Baik.".Akhirnya Pak Puji pun pergi melanjutkan pekerjaannya kembali.


Tepat jam 08:00 Adam siap pergi bekerja dan menenteng tas laptop nya.Tiba halaman menghampiri Andre sejenak dan tanpa disengaja kakinya menginjak selang air.Namun Adam tak sadar.


Tubuh Andre memunggunginya lalu Adam menepuknya."Andre.Kau tidak ikut Papa dan Mama?.".


Tanpa menoleh,Andre sibuk membilas mobil dengan air menggunakan jet shower."Tidak.Aku tidak suka menghadiri acara para wanita dan pria paruh baya.Membosankan.".


Bagaimana lagi.Adiknya sudah seperti ini.Adam menghela nafas."Mereka lebih baik dari mu.Kau tampak kesal?.Apa sesuatu telah terjadi?.".Wajah Andre menunjukkan kekesalan,wajar jika Adam heran.


Seketika Andre menghentikan kegiatannya dan membalikkan badan kearah Adam."Kakak jangan ikut campur.Itu urusan ku.Berhentilah bersikap konyol.".Andre mulai jengah.Tak dimana Adam selalu bersikap sok peduli dan perhatian meskipun sebenarnya iya.


Sudah cukup.Sikap Adam wajar,Andre mengerti namun Andre bukan anak kecil lagi yang harus selalu dipantau terus menerus oleh Adam.Andre sudah bisa mengambil keputusan sendiri dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.Mana yang benar dan yang salah.


Keras kepala dan keras hati.Adam geleng-geleng kepala melihat Andre begitu."Aku hanya bertanya.Apa salahnya?.Kau adikku.Sudah seharusnya aku peduli.".Mungkin terdengar menekan namun Adam tak memungkiri masih menganggap Andre belum dewasa dan masih berpikir kekanakan.


Ya begitulah kakaknya.Andre keras berpikir mengingat tawaran Adam dikantor tempo hari."Kak...Kurasa aku terima tawaran kakak.Mulai besok aku akan kerja di kantor.".Mungkin dengan


"Benarkah?.Serius?.Kau yakin?.".Adam masih ragu keputusan Andre.


Kakaknya tak percaya,Andre memutar bola matanya.Andre tak pernah merasa seserius dan seyakin ini."Ucapan ku sudah jelas bukan?.Aku tidak suka...".


"Mengulang kata yang kau ucapkan.Aku tau.Hanya memastikan saja.".Tepis Adam.


Ditaman berbunga di sisi kiri,Aura menyirami bunga-bunga yang bermekaran indah dengan selang air.Namun tiba-tiba airnya berhenti mengalir dan tidak keluar lagi.


Seksama Aura melihat isi selangnya yang kosong."Kenapa tidak keluar?.Apa tong nya kosong?.Seingatku kampas otomatis nya tidak rusak dan tidak ada surat edaran akan dimatikan lampu dari Pak RT disini.".


Ditengoknya selang air di belakang nya dan menangkap kaki seseorang menginjak selang itu.Ternyata Adam yang menginjak nya.


"Tuan Adam.".Berseru pada Adam sambil memegangi selang.


Sontak Adam menoleh ke arah Aura."Apa?.".Tanpa beranjak dari tempatnya.


"Maaf!.Bisa tuan bergeser.".Seru Aura tanpa bergerak.


Adam menggedikkan bahu,tanda tak mengerti.


"Itu!.".Aura menunjuk benda di bawah kaki Adam.


Oh.Ternyata yang dimaksud Aura selang dan Adam mengangkat kakinya dari selang berwarna hijau lumut itu yang mirip warnanya seperti rumput."Maaf!.".


Begitu Adam bergeser air keluar dari selangnya dan menyembur wajah Aura.


"Uhukkk...Uhukkk..".Sebagian air terminum Aura hingga tersedak dan wajah serta bajunya basah kuyup.


"Ya ampun.".Tanpa pikir panjang Adam mematikan kran lalu mendekati Aura dengan panik dan perasaan bersalah."Maaf Aura.Aku tidak sengaja.".Dari saku jasnya Adam mengambil sapu tangan lalu mengusap wajah Aura yang basah.


Dengan mata melotot Aura tergugu mendapat perhatian manis dari Adam.Hati dan otaknya jadi tak sinkron.Hati ingin menolak namun otak tak mengijinkan dan membiarkan Adam menyentuhnya.Lebih dari 100 kali permenit debaran jantungnya berdetak,melebihi batas normal sambil mencengkram kuat selang.


Begitu pula dengan Adam.Tangannya sibuk menyeka wajah Aura namun tatapannya tak lepas dari Aura sambil menelan saliva.


Iris indah Aura memercikkan Reaksi kimia dan menghasilkan zat aneh yang menggetarkan hati Adam.Rambut,wajah dan penampilan Aura yang basah terlihat begitu seksi dan menggoda.


Debaran aneh ini terasa lagi.Aura...Kurasa aku jatuh cinta...


"Ekhm...".Keduanya disadarkan kedatangan Andre dan terkikuk dengan wajah malu-malu.


Melihat keromantisan Adam dan Aura,hati Andre terkoyak.Sudah terluka disiram air garam.Semakin panas dan perih.


Waktu terus bergulir,Adam melirik jam tangannya,ingat harus pergi."Aaaku akan pergi.".Bersama mobil satu pintunya Adam pergi meninggalkan rumah menuju kantor.


Tanpa berkata apa-apa Andre pergi meninggalkan Aura begitu saja yang terbengong tak percaya.Aneh tapi nyata.Aura tak habis pikir sikap Andre berubah drastis 360 derajat.Biasanya menempel terus dan suka menggoda,namun sekarang dingin dan acuh.


"Kenapa dia?.Ada apa dengan nya?.".Apa salah dan dosa yang dilakukannya pada Andre,sungguh Aura tak mengerti.


Bajunya sudah basah,Aura pergi ke kamar untuk berganti pakaian tak hirau soal Andre lagi.


Patah hati,iri dan cemburu dirasakan Andre.Seandainya Aura bisa meraba hatinya ini,Andre takkan semarah ini.Sudah kecewa karena ibunya sekarang dikecewakan kakaknya.


Tak meneruskan aktivitas nya,Andre membiarkan mobilnya tak terurus.Dikamar membenamkan wajahnya diatas bantal dan berteriak sekeras-nya.Melampiaskan kekecewaan.


Aura sudah hampir ada dalam genggaman.Namun kedatangan Ibunya dan keberadaan kakaknya jadi kerikil tajam dan menghalangi langkah nya untuk mendapatkan Aura.Rivalnya kakaknya sendiri,Andre bingung harus bagaimana?.


Dalam kebimbangan Andre memandangi wajah Aura dilayar ponsel nya.Foto Aura dicurinya diam-diam di akun sosial media milik Aura lalu menyimpan nya di galeri.



*****


Ini bayangan Author visual dari Aura.Mohon maaf jika tak sesuai ekspektasi...Namun bagi Author,Aura sangat cantik...😊.


Salam dua jari...✌️


Terima kasih mohon dukungannya...🙏🏻💕

__ADS_1


__ADS_2