Gadis Penepat Janji.

Gadis Penepat Janji.
3.Momen Perkenalan.


__ADS_3

***Assalamu alaikum...


Ketemu lagi di episode ini.Mohon dukungan nya agar aku semangat terus.


Terima kasih...🥰🤗***


*****


Duduk dibangku taman bersama Aura dan Amira sambil makan eskrim dan menikmati pemandangan taman yang dihiasi bunga-bunga dan air mancur,usai makan Beef Burger tadi,Andre begitu senang.Senyumnya terus mengembang menghiasi wajah tampannya yang kelelahan selepas berolahraga.


Sesekali Andre mencuri pandang pada Aura yang duduk disamping Amira.Baru kali ini Andre merasa akrab dan dekat dengan orang yang baru dikenal dan baru ditemuinya.


Sayangnya,kenapa harus Amira yang duduk di tengah,bukannya Aura.Terhalang dan tak bisa berdekatan dengan Aura,Andre sedikit kecewa.Tetapi tak apalah,yang penting masih bisa mengagumi kecantikan wajah Aura dari jarak cukup dekat.


Percikan rasa suka menyergap hati Andre sejak awal melihat Aura.Kesalahpahaman yang memicu perdebatan dan berujung perkenalan.So sweet,Andre merasa pagi ini hari paling berkesan selama setahun terakhir ini.


Hati nya yang tak bertuan dan cukup lama kosong setelah putus dengan sang kekasih,tentu Andre sangat mendambakan memiliki kekasih lagi.Menjomblo selama 1 tahun sebenarnya tidak menjadi masalah atau menjadi beban bagi Andre.Dan hingga kini belum berniat mencari gadis lain sebagai pengganti mantan kekasih.Namun saat melihat Aura,jantungnya berdebar-debar terus.


Oohhh... Sesuatu terjadi di hatinya.Aneh tapi nyata.Mungkinkah ia telah jatuh cinta?.Oiya...Andre tersadar.Seingatnya Aura belum mengenalkan diri."Heiii,kau.".Berseru pada Aura.


Sontak Aura menoleh pada Andre,dan menunjuk wajahnya.Kesenangannya seketika terusik."Aku?.".Tau yang dimaksud Andre dirinya.


Membenarkan Aura,Andre menggangguk."Ini tidak adil.Aku mentraktir mu,tapi tidak tau nama mu.".Diakhiri senyum yang mudah dibaca Aura.


Awal yang bagus,berharap bisa memancingnya untuk menyebutkan nama.Andre memotivasi diri sendiri.


Sudah hampir satu jam bersama,namun Andre tak tahu nama Aura.Tetapi Andre sudah tahu nama adiknya,saat Aura memanggil Amira.Ini memalukan,namun untungnya tak terlambat untuk menanyakan hal itu.Jika keduanya sudah pergi,Andre akan kesulitan mencari mereka.Tak tahu nama dan alamat rumah kakak beradik ini.


Gara-gara Andre,semangat Aura menjadi surut dan tak berselera lagi saat makan ice cream.Al hasil,jadi berhenti makan ice cream.Namun Aura tau,ini pasti hanya akal-akalan Andre saja untuk berkenalan.


Modus receh.Hal seperti ini bukan sekali dua kali terjadi.Aura sering mengalami ini."Bilang saja ingin berkenalan.".Nada sindiran di iringi lirikan mata tajam ditaburi senyuman sinis.


Ya,ketahuan.Sorotan tajam Aura tertuju pada nya,dan cibiran ditujukan untuk nya,bibir Andre tersungging kaku.Malu akal bulusnya ketebak Aura."Hanya tau nama saja kan tidak masalah?.Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk mentraktir.Kurasa setimpal.".Tak kehabisan akal untuk menjaga gengsi nya.


Apa itu?.Seingatnya tidak meminta ditraktir Andre.Aura mengedip-ngedipkan mata bingung.Andre pikun,pelupa atau tidak waras?."Lehhh...".Mencembikkan bibir,tanda protes nya terhadap Andre."Akan sia-sia jika tidak ikhlas.Bukan mendapatkan pahala,malah mendapat celaan ku.".


Yahhh,disindir lagi.Muka Andre menjadi lesu.Seratus persen gagal total rencananya.Kecewa,kecewa,kecewa.Sudah meminta maaf tetapi Aura seperti masih membenci nya.Padahal Andre mulai menyukai Aura dan ingin kenal lebih dekat lagi.


Gelagat aneh yang ditunjukkan Andre,mengundang kecurigaan Amira.Andre pasti menyukai kakak nya ini."Apa Om menyukai kakak ku?.".Lirih Amira polos.


Dunggg.


Sontak Andre membungkam mulut Amira yang usil.Tamatlah riwayatnya jika Aura mendengar ucapan Amira."Sttt.Nanti kakak mu mendengar mu.".Berbisik ditelinga Amira.Demi langit dan bumi,Amira berhasil membuatnya rikuh.


Terlambat.Celotehan Amira sudah lepas landas dan mengudara.Meski terkejut mendengarnya,Aura cukup terhibur melihat ekspresi wajah Andre seperti maling ketahuan mencuri.


Lama-lama pengap juga dan hampir kehabisan nafas,Amira melepaskan tangan Andre yang bertengger di dibibir kebanggaan nya bak Selena Gomez itu."Hah,hah,hah....".Megap-megap akibat kekurangan oksigen."Apa Om mau dieksekusi mati?.Gara-gara melenyapkan nyawa bocah manis seperti ku?.".Tak ayal hati Amira panas bak terbakar bara api.


Alih-alih merasa bersalah,Andre malah terkekeh geli.Celotehan Amira tak lazim.Tidak seperti anak kecil se usianya dan pada umumnya."He,he,he...Maaf!.Tidak sengaja.Refleks.Peace.".Mengajak Amira berdamai,sambil menunjukkan jari V nya.


Jengah mendengar Andre dan Amira bicara berbisik-bisik,Aura memasangkan earphone di telinga.Penasaran juga dengan yang dibicarakan adik bengalnya dan pria 'Piktor' si pikiran kotor.Tetapi tak penting dan unfaedah.Mendingan nonton drama Asia di W Tv di ponselnya.Lebih asyik dan menyenangkan sambil menjilati Ice Cream Cone nya,daripada ikut nimbrung.


Niat pulang ke rumah menjenguk sang ayah,jadi terabaikan.Malah berakhir di taman dengan satu kurcaci dan badut sirkus.Insiden selalu datang diwaktu tak terduga dan bisa terjadi dimana saja.


Syukurlah,gadis yang ditaksir nya sibuk memandangi ponsel dengan telinga tertutup earphone.Mungkin mendengarkan musik sambil menyimak video klip.Leganya hati Andre,tak perlu bicara bisik-bisik lagi dengan Amira.


Ini saatnya menginterogasi Amira."Amira,apa kakak mu sudah memiliki kekasih?.".Sedikit mengorek informasi tentang gadis incarannya,tak salah kan?.Harap-harap cemas menanti jawaban Amira,Andre jadi gelisah.Berharap dalam hati,gadis incarannya ini senasib.Sama-sama menjomblo.


"Tidak.Kak Aura agak aneh.Dia kebal pada pria.".Sudah tau kakaknya sibuk di dunia nya sendiri,lugu dan polos Amira mengungkapkan jati diri Aura.


Seketika Aura melirik adiknya dan tersenyum miring.Ada gunanya juga pura-pura mendengar musik yang terkoneksi di Earphone.Jawaban yang menyakitkan,namun menguntungkan.


Ya,ya,ya.Andre manggut-manggut,tau sekarang nama gadis super duper jutek itu adalah Aura."Ehhh.Aneh?,kebal?.".Tersadar akan pengakuan Amira tak wajar,kening Andre saling bertaut."Maksudmu,kakak mu,tidak suka pria dan tidak normal?.".Terlintas dipikirannya jika Aura...Cepat-cepat memupus pikiran kotornya,Andre geleng-geleng kepala.Tidak mungkin gadis secantik Aura seperti itu.Pupuslah sudah perasaannya yang baru tumbuh sebesar 25 persen,jika benar.


Bisa-bisanya Andre mengatainya 'Tidak suka pria',mata Aura yang sudah bulat semakin membulat lebar bak akan loncat keluar.Tetapi alih-alih marah Aura malah senang.Dengan begitu Andre takkan mengejar-ngejar dan mengemis cinta.Mode Narsis nya on,bibir ranum dan bernoda coklat,tersenyum manis dan merekah.Semanis Ice Cream Cone berlapis coklat nya.


Astaga.Dasar Andre payah.Begitu saja tidak mengerti.Berlagak sok pintar dan menganggap Andre bodoh,keningnya yang ditutupi poni ditepuk-tepuk sendiri."Bukan itu maksudku,Om.Kak Aura sulit dijinakkan.Kakak sibuk mencari uang,sampai tidak memikirkan soal cinta dan tidak punya kekasih.".Biar Andre tidak salah sangka,Amira menepisnya.Bisa-bisa nya Andre menduga kakaknya tidak normal,disaat tak sedikit pria yang menyatakan cinta meski pada akhirnya patah hati lantaran ditolak.


Begitu leganya hati Andre mendengar penjelasan Amira,padahal sudah salah sangka.Semburat kegirangan terukir diwajah tampannya yang terlihat kelelahan dan lusuh selepas berolahraga raga tadi.Sekarang tinggal memikirkan jurus andalan cara menaklukkan hati Aura.


"Tapi sebaiknya abaikan kakak ku ini dan urungkan niat Om.".Lanjut Amira lalu menjilati lce Cream M*gnum nya yang mulai meleleh.

__ADS_1


Kegembiraan Andre tak berlangsung lama.Senyumnya perlahan memudar dengan wajah ditekuk lesu gegara celotehan Amira.Seakan tak mendapat dukungan Amira untuk mendekati Aura,Ice Cream rasa Vanilla digigitan terakhir,dibuangnya."Apa aku tidak masuk kriteria kakak mu dan akan ditolak?.Atau mungkin kamu tidak menyukai ku.".Nyali besar sudah terhimpun,namun seketika menciut.Terbersit rasa takut akan penolakan Aura.


Lagi-lagi Andre salah menduga,Amira bingung harus apa?."Percuma Om Andre mendekati kak Aura.Kakak tidak mudah didekati dan tidak mudah percaya.Apalagi pria bermulut manis.".Kalimat sederhana dibumbui rasa pedas tak ubahnya seperti sebuah peringatan dini,terlontar dari bocah yang masih mengenakan seragam sekolah itu.


Mengapa gadis secantik Aura menutup diri dari laki-laki.Itu menjadi tanda tanya besar dibenak Andre.Aneh kan?.Namun,selama Aura waras dan normal,bukan masalah serius bagi Andre."Oh begitu ya.Aku mengerti.".Apapun alasannya,Andre mencoba memahami.


"Triple kill.".Sorak senang Aura mengagetkan Amira dan Andre,dan membuat lce Cream ditangannya mengenai hidung,bukan masuk kedalam mulut.


Absurd dan abstrak.Entah apa sebenarnya yang dilihat Aura sampai terlonjak dan berseru begitu?.Membuat Amira dan Andre penasaran saja.


Tetapi satu hal yang pasti.Kedekatan Amira dengan Aura dikagumi Andre.Bisa membuat orang yang melihatnya iri.Tak seperti dirinya yang selalu menjaga jarak dengan kakaknya,dan sering berselisih paham.


"Oiya.Om tampan,kenalkan!.Gadis cerewet,judes disamping ku ini,kakak ku,Aura.".Amira memperkenalkan diri kakaknya.


"Senang berkenalan dengan mu Aura.".Andre menanggapi meski sudah tahu.


Satu jam lebih berinteraksi,Andre merasa senang ada teman yang bisa diajak bicara.Apalagi Amira bocah kecil yang sangat menyenangkan meski tidak dengan kakaknya.Aura tampak dingin,acuh bahkan kelewat jutek.


Saat pertama bertemu,Aura sangat cerewet seperti petasan dan petir yang terus menyambar.Namun sekarang sebaliknya.Aura sangat membingungkan dan misterius.


Tetapi Andre cukup senang dan terhibur bisa bertemu dan mengenal Amira dan Aura.Meskipun Aura terus mengabaikan nya sejak pertama kali menginjakkan kaki mereka di taman.


"Nama yang cantik,seperti orang nya.".Andre mencuri pandang pada Aura,sedangkan yang di pandang malah sibuk memandangi pemandangan indah di taman.


Aura acuh seolah tak mendengar apapun,tak sadar jika Andre memuji dan memandangi nya.Aura memang tak peka terhadap lawan jenis.Dipikiran Aura hanya ada pekerjaan dan uang,sedangkan di hati nya dipenuhi cita-cita untuk menjadi wanita mandiri dan sukses.


Sama sekali belum terpikirkan Aura untuk memiliki kekasih meski ada pria yang mendekati nya.Aura tetap acuh tak acuh,mau dekat dengan pria tetapi hanya sebatas teman saja,tidak lebih.Bahkan Aura sering kali menolak cinta teman sekolah pria nya dulu yang terang-terangan mengejar dan menyatakan perasaan cinta nya.Sehingga sampai sekarang,Aura belum pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta dan rasanya berpacaran.


Perceraian dan perpisahan kedua orang tua nya,membuat Aura trauma dan takut untuk menjalin cinta dengan seseorang.Aura takut,saat menerima pria yang mencintai dan dicintai nya,pria itu akan berselingkuh dan berkhianat.Seperti yang dialami ibunya.Aura pernah berpikir,jika ada pertemuan pasti akan ada perpisahan.


Bukan hanya itu saja alasannya,Aura merasa tak percaya diri untuk menerima cinta seorang pria.Latar belakang keluarganya menjadi penyebab utama ketidak percayaan dirinya.Mana ada pria yang mau pada gadis dari keluarga broken home dan tak memiliki kekayaan yang mumpuni?.


Pikiran Aura terpaku pada dua titik berbeda.Uang dan trauma.Terus bekerja dan tak percaya yang namanya cinta sejati,tulus dan suci.Ketidak setiaan sang ayah menjadi akar masalah nya.


Pujian Andre ditujukan untuk Aura,tetapi Amira yang kege'eran."Om bisa saja.Aku memang cantik sejak lahir.Bahkan teman-teman ku,suka iri pada ku.Kak Aura saja kalah cantiknya dengan ku.".Memuji diri sendiri dan tersenyum narsis.


"Hisssh...".Kepolosan Amira melebihi batas,Aura jadi gemas.Ingin menjitak kepala Amira namun tak bisa apa-apa selain mengepalkan tangan.Aktingnya bisa terbongkar karena ulahnya sendiri.


Langit cerah di sore hari yang dihiasi lembayung senja,perlahan berubah kelam.Kini tiba saatnya Aura menemui sang ayah yang sempat tertunda gara-gara Amira."Amira,ayo pulang!.Ibu mu pasti mencari mu.".Beranjak dan menggandeng lengan Amira.


Mau tak mau,Amira bangkit menuruti kakaknya."Om tampan.Terima kasih untuk burger dan es krim nya.Sampai jumpa lagi?!.".Melambaikan tangan dibalas hal serupa dan senyum manis Andre


Sampai disini akhir pertemuan pertama mereka,Andre memandangi Amira dan Aura yang menjauh pergi.Sesaat Andre tersadar dengan ucapan Aura yang mengatakan 'lbu mu' pada Amira."Bukankah mereka adik kakak?.".Terdengar janggal ucapan Aura itu.


Membawa rasa penasaran dan sekelumit rasa dihatinya,Andre pergi dari taman yang ada dikawasan real estate menuju rumah.


_________


Tiba di rumah,Amira dan Aura menghempaskan tubuhnya di kursi.Hari ini sangat berkesan sekaligus melelahkan.


Putri kesayangannya pulang,Hetty menghampiri Amira sambil memegang gelas ditangan berisi jus mangga."Amira sayang.Minumlah jus ini.Kamu pasti cape dan haus,kan?.".Sengaja membelai rambut Amira yang pendek sebahu didepan Aura.


Segera Amira mengambil gelas berisi jus mangga favoritnya yang disodorkan ibunya.Aneh.Perut sudah diisi Beef Burger dan lce Cream tadi,tetapi tak kenyang-kenyang.Amira meneguk jus hingga habis tak bersisa.


Begitulah ibu tiri.Tidak adil dan berat sebelah.Sengaja membuatnya iri.Tuk kesekian kalinya,Aura menelan ludah kecewa,mendapat perlakuan yang dibeda-bedakan dengan Amira.Lebih menyayangi anak kandungnya sendiri dan mengabaikan anak sambungnya.


Baiklah.Tidak apa-apa.Abaikan saja.Perhatian Aura teralihkan pada Ponsel 4G merk Opp* nya,menghindari momen tak menyenangkan itu,daripada panas hati.


Pasti Amira main sepak bola lagi bersama teman-teman laki-laki nya yang kebanyakan 97%,dan sisanya 3% teman perempuan.Tampak dari penampilan Amira yang kotor dan lusuh."Cepat mandi dan ganti baju mu,lalu makan!.Ada ayam goreng krispi favorit mu.".Menu favorit Amira sudah disajikan Hetty di meja makan.


Cacing diperutnya seperti berjingkrak senang mendengar ayam goreng krispi.Namun Amira masih betah duduk bersama Aura sambil melepaskan lelah."Sebentar Bu.Keringat ku masih bercucuran.".


Persetan dengan iri.Hati Aura sudah kebal dan mentalnya sudah kuat menghadapi ibu tiri.Selalu terang-terangan menunjukkan rasa tak suka nya.Tak mengapa,Hetty memang ibu tiri yang tak patut dibanggakan.Bermain 'Games' lebih seru daripada menyimak ibu tiri.


Lama-lama kesabaran Hetty habis melihat Amira berleha-leha."Cepatlah!.Nanti makanan mu di makan kucing liar.".


Tau lah,Hetty menyindirnya.Lirikan Hetty tertuju pada nya membuktikan kebenaran.Apa boleh buat,sudah begitu dari dulu.Atmosfer dirumah ini mendadak terasa panas,Aura mengipasi diri lantaran kepanasan.


Kepala Amira celingukan mencari keberadaan kucing dirumah,namun tak ada satu pun.Mata ibunya mungkin rabun dan salah lihat."Tidak ada.Ibu ada-ada saja.Mana berani kucing masuk ke rumah,jika penghuni rumah nya raja rimba.".Meledek ibunya sendiri.


Ada senangnya,ada sebalnya juga memiliki putri sepintar Amira."Anak ini.Siapa yang mengajari mu,hehhh?.".Hati Hetty tersinggung,Amira mencibir didepan Aura.Turunlah harga dirinya.

__ADS_1


Bukan nya takut pada muka garang sang ibu,Amira asyik tertawa cekikikan.Sedangkan Aura menyunggingkan senyum miring,melihat Hetty seperti mendapat 'Double kill.


Hari ini awal bulan,maka hari gajian Aura.Ingat akan jatah bulanan nya,Hetty menengadahkan tangan."Kamu pasti sudah gajian.Mana jatah untuk ku,ayah mu dan Amira?.".Meminta haknya yang rutin dan wajib diberikan Aura setiap awal bulan.


Baru juga datang dan belum sampai setengah jam duduk,ibu tiri sudah meminta uang.Tak pernah Aura bayangkan akan memiliki ibu tiri seperti Hetty.Sudah pilih kasih,materialistis juga.Bukannya menawari minum atau makan meski sekedar basa-basi."Ya ampun.".Mendengar ucapan Hetty,membuat Aura geleng-geleng kepala tak mengerti.


Kakak dan ibunya tak pernah akur,Amira jengah melihat mereka berseteru terus setiap berjumpa.Gontai sambil membawa tas nya,Amira pergi ke kamar.Bocah kecil seperti nya tak ingin ikut campur urusan orang dewasa.


Bingung harus membela siapa nanti,Ibu atau kakak?.Amira menyayangi keduanya.Aura selalu memperhatikan kebutuhan nya dan sayang,meski berbeda ibu.Sedangkan ibu nya yang telah mengandung,melahirkan,menyusui dan merawat nya hingga sebesar ini.


Mandi membersihkan diri nya yang lengket dan bau keringat lebih berfaedah daripada telinga nya panas.Tak patut juga anak kecil menyimak perang mulut antara mereka.


Tak bergeming,Aura tetap duduk tenang dikursi.Dulu Aura mana berinteraksi dan menatap mata sang ibu tiri.Baru berpapasan sudah ketakutan setengah mati,dan suka mengunci diri di kamar.Selalu tunduk dan patuh pada perintah nya,serta pasrah dicaci maki ibu tiri.


Namun Aura sekarang berbeda dengan yang dulu.Cukup bagi Aura untuk mengalah dan menuruti semua ucapan ibu tiri.Waktunya bagi Aura unjuk keberanian dan melawan.


Dari duduk,Aura bangkit berdiri."Bibi,bisakah menawari ku minum dulu atau makan?,sebelum meminta sesuatu?.".Manik mata hitam nya,lekat menatap Hetty,menanti reaksinya.Ini saatnya menguji perhatian Ibu tiri.Sebesar apa perhatian dan kasih sayang seorang ibu tiri,yang tak pernah dirasakan.


Astaga.Lancang dan mulai berulah.Perubahan Aura sangat drastis,tak seperti dulu lagi."Tidak sopan.Kau punya tangan dan kaki,jadi ambil saja sendiri.".Menolak permintaan Aura.Tak pernah dan tak harus berbaik hati pada Aura.Hetty tak perduli keadaan Aura bagaimana,dan apa maunya.Cukup Amira yang sudah jelas anak kandung sendiri,yang harus disayangi dan di perhatikan.


Belaian kasih sayang seorang ibu sambung,selalu diharapkan.Tetapi yang didapat sebaliknya.Sakit,hati Aura teramat sangat sakit.Posisi ibu kandung memang takkan pernah tergantikan."Kapan Bibi akan memperlakukan aku seperti anak mu sendiri?.Aku selalu mendapat ke tidak adilan di rumah ini.".Ingat dimana Hetty selalu berperilaku baik didepan sang ayah,sewaktu Aura masih sekolah dulu.Namun sebaliknya jika ayahnya ada diluar rumah,atau pergi bekerja.


Awal pernikahan Ayah dan ibu tiri suasana rumah tenang dan damai.Hetty baik,peduli dan perhatian.Lama-lama seiring waktu,Hetty berubah dan menunjukan taringnya yang tajam.


"Semakin dewasa kau semakin berani,Aura.Aku tidak menyangka perubahan mu akan se drastis ini.".Sebagai ratu di rumah yang ditinggali nya bersama suami dan anaknya,Hetty adalah pemegang kendali dan penguasa dirumah itu.


Baik Aura atau Benny harus menuruti keinginannya,dan mendengarkan perkataan nya.Terkecuali Amira,Hetty membebaskan berbuat semau dan sesuka Amira.Tak ada larangan dan pantrangan.


Menahan diri dan bersabar selama 10 tahun lebih dari cukup.Kesabaran seseorang ada batasnya."Aku bukan lagi gadis lemah sepuluh tahun lalu,yang ketakutan dan harus tunduk pada Bibi.".Tidak mungkin Aura tak melawan dan menahan diri lagi.Cukup,sudah cukup.Tak mungkin membiarkan Hetty terus mencaci maki.


Gadis lemah dan penakut bermetamorfosa menjadi gadis berani dan tegas.Aura begitu memukau,namun mengejutkan Hetty sampai bertepuk tangan."Mengejutkan sekali.Lihatlah!,kau sangat berani.Bahkan cara bicara mu sangat tegas,dan tatapan mata mu penuh percikan api amarah.Dulu kau selalu takut melihat ku saat bicara,dan tidak pernah berani menatap mata ku.Apa benar ini kau,Aura?.".Aura menjelma menjadi sosok gadis yang berani dan tegas.Tak seperti dulu lagi,tak banyak bicara dan tertunduk diam.Sosok Aura sekarang mampu membuat Hetty berdecak kagum.


Sejak Aura bekerja,pindah ke kost an dan tidak tinggal serumah lagi bersama ibu tiri,ayahnya dan Amira,Aura mulai menanamkan keberanian di benaknya,agar nyalinya tak menciut saat berhadapan dengan ibu tiri.


Dulu dan sekarang berbeda.Setiap orang akan berubah.Waktu yang bicara,dan pengalaman adalah guru terbaik.Aura merasakan sendiri perubahan nya step by step."Ya,aku Aura.Si gadis lemah,penakut dan dungu yang bereinkarnasi menjadi gadis pemberani dan cerdas.".Bertekad takkan mundur lagi selangkah pun dihadapan Hetty.


"Apa kau menyesal?,memiliki ibu tiri seperti ku,Aura?.".


"Waktu tidak bisa bergerak mundur,untuk apa menyesali?.Masa lalu tidak bisa diputar ulang.Posisi ku,Bibi,Amira ayah dan ibu ku takkan kembali ke permulaan.Yang lalu biarlah berlalu.Bukankah seharusnya Bibi bahagia diposisi mu sekarang?.Menjadi istri ayah dan merampas posisi ibuku dan kebahagiaan kami dulu,itu kan yang bibi inginkan?.".Masih terekam jelas di memori otak Aura saat Hetty datang dulu.Tak diundang dan tanpa permisi masuk kedalam rumah tangga orang tua nya disaat sedang bahagia nya.


Tak gentar,Hetty memangkas jarak mendekati Aura.Sungguh tak dinyana,Aura seperti dirasuki sosok tak kasat mata."Kau tau sedang berhadapan dengan siapa sekarang?.Bagaimana pun aku ibu mu.Istri dari ayahmu,dan ibu dari adikmu.".


Serasa ingin tertawa tetapi ditahannya,mendengar kata 'lbu' yang yang terlontar dari bibir Hetty."Aku hanya memiliki satu ibu,di dunia ini.Aku tidak pernah berharap memiliki ibu lain.Baik ibu tiri atau ibu sambung.Tetapi,aku tidak pernah membenci wanita yang ditakdirkan menjadi ibu tiri.Namun yang ku sesalkan,aku tidak cukup beruntung karena mendapatkan ibu tiri seperti mu.Ini suatu kesialan bagi ku.".Inilah aku yang sebenarnya,Aura unjuk taring sambil bersilang tangan.Tak hanya ibu tiri yang berani dan berkuasa di rumah itu.


Perjalanan yang panjang,Aura terlihat berjuang keras untuk tampil mengesankan.Itu belum seberapa,Hetty tak goyah."Ha,ha,ha...Ingat Aura!.Aku pernah ikut berperan menjaga mu.Sekarang aku harus direpotkan mengurus ayah mu yang sakit.Seharusnya kau berterima kasih pada ku.Jika bukan aku yang merawatnya,siapa lagi?.Kau tidak mampu membayar pembantu untuk merawat ayah mu.".Hetty berargumen dan menyombongkan dirinya.


Selama Benny sakit hampir 3 bulan ini,Hetty yang mengurus,merawat dan menjaga.Melupakan hal penting jika itu adalah kewajibannya sebagai seorang istri.


Dulu Hetty sangat mencintai,menyayangi dan menghormati Benny saat masih sehat dan segar bugar.Benny masih bisa bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,kebutuhannya dan Amira.Tetapi lain dulu lain sekarang.Perlahan tapi pasti,Benny sering sakit-sakitan dan tak ayal sikap Hetty pun berubah.


Dikamar,Benny terus meneteskan air mata diatas paribaan.Kata-kata yang meluncur dari mulut istri yang selalu disanjung,di puji,dicintai dan disayangi,begitu menyedihkan dan menyakitkan.Tak menyangka,Hetty setega itu.Selama ini ternyata Hetty pandai bersandiwara dan pintar bersilat lidah.


Demi Hetty,dulu Benny rela menceraikan dan menyingkirkan Yenni dari kehidupan nya.Menutupi hubungan tersembunyi dengan sang kekasih gelap,dan menyembunyikan perselingkuhannya dari Yenni dengan Hetty.


Kini Benny menyesal telah melepaskan wanita sebaik Yenni,dan hanya memiliki satu kekurangan,yakni tak pandai memasak.Matanya dibutakan cinta terhadap Hetty hingga tak tahu perangai asli Hetty sebenarnya.Membuang istri yang sabar,hormat,santun dan tulus seperti Yenni dan memelihara wanita bejat seperti Hetty.


Tidak akan ada asap jika tidak ada api.Aura tidak akan tersulut dan takkan berubah bak monster seperti ini jika Yenni berbaik hati,bersikap baik dan tak memilah-milah."Aku menyayangkan sikap mu,Bibi.Selama ini ayah sangat baik,mencintai dan menyayangi mu.Aku tidak percaya,Bibi tega mengatakan itu.Sebenarnya,aku ingin menganggap Bibi seperti ibu ku sendiri dan memanggil mu ibu.Tetapi entah kenapa,aku selalu ragu.".Mondar-mandir di depan Hetty,dengan raut wajah sarkastik.


Bisa jadi Hetty sosok yang baik untuk Amira tetapi tidak untuk Aura.Sampai tetes darah penghabisan,Aura takkan pernah menganggap Hetty ibu.


Tak mungkin Hetty tidak terkejut.Namun Hetty tak pernah berharap bisa menjadi ibu Aura.Uang motif dan alasan utama Hetty mendekati Benny.Gadis lajang namun bukan perawan lagi seperti nya,dinikahi pria tua seperti Benny mau tak mau,diterima dengan lapang dada.


Cermin yang retak tak dapat disatukan lagi dan tak bisa kembali utuh.


Terlahir dari keluarga yang lebih miskin dan lebih susah daripada Benny dan Yenni,memaksa Hetty menerima Benny yang bermain api.Namun ambisi nya ingin hidup lebih baik membuta kan mata dan hati Yenni.


Tetapi Hetty memberi syarat,akan menerima pinangan Benny dan menikah dengan nya,asalkan Benny menceraikan Yenni.Tanpa ragu Benny menyanggupi permintaan Hetty dan mengiyakan.Al hasil Benny membuktikan kata-kata nya.Mengusir dan menceraikan Yenni lalu menikahi Hetty.


***


Terima kasih,semoga suka ceritanya kakak...Mohon berikan dukungan...🥰

__ADS_1


__ADS_2