
Pagi-pagi Aura berangkat dari kost an menuju tempat yang ditunjukkan oleh Manager restoran,Dewa menggunakan angkutan umum.
Sebelumnya Aura mampir dulu ke tempat kerja paruh waktu nya untuk memberikan surat pengunduran diri.Ditempat kerja barunya Aura diharuskan kerja full time dan menetap.
Aura menghampiri teman kerja paruh waktu nya Lussy sedang membersihkan Display di konter minuman.
"Lussy,tolong berikan surat pengunduran diri ku pada Pak Erri.Aku sudah bicara soal ini dengan Pak Erri.".Aura menyerahkan amplop putih pada Lussy,teman satu shift nya selama 1 tahun lamanya.
Jam kerja Lussy mengikuti jam kerja Aura.Namun sekarang Lussy harus menggantikan posisi dua SPG yang sakit dan cuti bagian shift pagi sampai sore.
Berat hati Lussy pun menerima nya."Kamu yakin mau meninggalkan ku Aura?.Aku tidak punya teman lagi selain kamu.".Gadis bermata Belo itu merajuk.
Lussy setali tiga uang sifatnya dengan Aura.Cenderung pendiam,pemalu dan tertutup.Namun sejak dipertemukan di tempat kerja yang sama jadi dekat dan bersahabat.Suka berbagi cerita dan bercanda.
Namun kehidupan Aura berbanding terbalik dengan Lussy.Lussy lebih beruntung dan kaya dari Aura.Lussy adik dari pemilik Konter minuman itu dan dipercaya untuk mengurus salah satu Konter cabang oleh kakaknya,Erry Ramdhani yang sudah menikah,memiliki anak dan tinggal jauh.
Melihat Lussy menangis sesenggukan,Aura mengusap lengan nya menenangkan hati Lussy."Kamu pun temanku satu-satunya,Lussy.Kita masih bisa berkomunikasi lewat ponsel dan bertukar kabar.Aku akan menelpon mu nanti jika senggang.".Aura memeluk Lussy sebentar lalu berpamitan."Dahhh,Lussy.Sampai jumpa lagi.".Sambil melangkah pergi Aura melambaikan tangan pada Lussy dan tersenyum.
Dibalas lambaian tangan pula oleh Lussy sambil meneteskan air mata dan mengulum senyum.
*
*
*
Sesampainya di lokasi tujuan,Aura terheran membaca alamat yang tertera di kartu nama yang diberikan Dewa.
"Apa benar disini lokasinya?.".Ternyata tempat itu tempat yang tak asing bagi Aura.
Sambil menyeret koper,Aura berkeliling dengan berjalan kaki di kawasan elit yang pernah di kunjungi nya secara tak sengaja,mencari rumah yang dituju.Kebetulan yang tidak di sengaja harus kembali memasuki perumahan elit ini,namun tanpa Amira.
Kawasan ini memang cukup jauh dari rumah yang ditinggali ayahnya bersama keluarga barunya,jika ditempuh dengan berjalan kaki.Namun aneh rasanya,Aura dipindahkan tugaskan ke rumah CEO,yang tak lain pemilik restoran tempat nya bekerja.
Satu persatu,Aura mengamati nomor rumah milik sang majikan.Rumah mewah dan besar berjajar rapi disekelilingnya.Namun ada satu rumah yang sangat mencolok,mansion bergaya Eropa tampak lain dari yang lain.
Saat diteliti,ternyata nomor rumah itu sesuai dengan yang dicarinya.Aura mendekati dan memberanikan diri menekan bel di dinding gerbang rumah itu.
Tettt.
Seorang pria berseragam keamanan menghampiri Aura."Anda mencari siapa Nona?.".Bersiaga di balik teralis besi gerbang,Security tak bisa membuka pintu gerbang sebelum tau jati diri tamu asing.
Oiya.Sebelum pergi,Dewa mengingatkan untuk mencari wanita bernama Dini."Selamat pagi Pak Satpam.Aku mencari ibu Dini...Apa beliau ada dirumah?.".Entah siapakah wanita itu,Aura penasaran.Namun
"Siapa nama mu,nona?.".Dari ujung kepala hingga ujung kaki,Security memperhatikan Aura yang berpenampilan sangat sederhana.Celana jeans,kaos,dan memakai sandal kulit,serta membawa koper kecil.Tetapi wajah cantik Aura masih tetap terpancar.
"Aura Tsurayya,Pak.".Excited nya Aura menjawab.
"Silahkan masuk!.".Security bergegas membukakan pintu gerbang kecil yang dikhususkan untuk menerima tamu.Aura dipersilahkan masuk karena menyebutkan nama Dini.Lagipula Dini sudah mengingatkan jika ada gadis yang bernama Aura Tsurayya,agar di terima dan disuruh masuk.
Tak sembarang orang yang mengenal Dini jika bukan atas pemberitahuan dari sang majikan.Dini merupakan kepala asisten rumah tangga yang bekerja sudah belasan tahun lamanya di rumah keluarga Willy Candra Rukmana.Bersikap tegas dan berpengalaman meski usianya tidak muda lagi.
"Maaf,nona.Silahkan anda temui sendiri beliau di dalam!.".Sekurity mengantar Aura hingga ke depan pintu rumah sebab pegawai laki-laki tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah,terkecuali jika keadaan darurat.
Pengecualian bagi pemilik rumah juga yang ke-dua nya berjenis kelamin laki-laki.
Mengapa ada larangan pegawai laki-laki masuk kedalam rumah,dikarenakan didalam rumah ada pegawai wanita yang bertugas sebagai pelayan,juru masak dan lain-lain.
"Baik.Terima kasih!,Pak.".Ragu-ragu Aura untuk membuka pintu rumah besar dan mewah itu.Namun tak disadari Aura,ternyata kedatangan nya sudah ditunggu dan diketahui sang kepala asisten rumah tangga melalui cctv yang terpasang di seluruh area rumah itu.
Kriekkk.
Terpaku,Aura memandangi wajah wanita paruh baya yang bergaris wajah tegas,serta berpenampilan sederhana,rapi tetapi tampak elegan dan berkelas.
Inikah gadis yang direkomendasikan tuan besar?,Dini intens memandangi Aura."Masuklah!.".Mempersilahkan Aura ke dalam.
"Baik.".Pelan-pelan Aura mengikuti langkah kaki Dini dibelakang.
Interior rumah dengan desain abad pertengahan dan furniture serba mewah,tak luput dari perhatian Aura."Wahhh...".Sungguh megah dan memukau mata Aura.
Lampu kristal cantik,sofa berkualitas tinggi,dan cermin berbingkai kayu ukir Jepara.Berpadu menjadi satu kesatuan yang menarik.
Derap langkah Dini begitu elegan menggunakan heels,rambut disanggul,rok A line warna Maroon dan kemeja satin warna peach.Kakinya yang beralas sendal jepit,skinny jeans,dan T shirt,membuat Aura minder.
Tanpa menoleh ke belakang,Dini terus berjalan."Ganti pakaian mu dengan seragam kerja.Lalu temui aku diruang pribadi ku.".Tiba diruang tamu Dini mengintruksi pada Aura.Saat berpapasan dengan salah satu anak buah nya,Dini berhenti."Risma.Berikan gadis ini seragam dan antar ke ruangan ku.".
"Baik.".Risma memberi isyarat agar Aura mengikutinya.
Beriringan Aura dan Risma berjalan menuju ruang khusus properti pegawai.Aura mengganti pakaian dengan seragam rok hitam,kemeja putih dan sepatu pantofel pendek.Usai itu Aura dan Risma berjalan menyusuri lorong rumah menuju ruang pribadi Dini,selaku ketua asisten rumah tangga di rumah ini,untuk mendapat pengarahan.
"Heiii...Apa dia pemilik rumah mewah ini?.".Aura penasaran dengan sosok yang memberikan perintah pada nya dan Risma.
__ADS_1
Secepatnya Risma menepis."Bukan.Beliau kepala asisten rumah tangga di rumah ini,alias Boss kita.Panggil beliau dengan sebutan,Bu ketua.".
Pasalnya Aura belum kenal sosok Dini."Oooh...".
"Oiya.Kenalkan,aku Aura.Semoga kita bisa berteman baik.".Sembari menyunggingkan senyum,Aura bersalaman dengan Risma.
"Aku Risma.Senang berkenalan dengan mu.Aku senang kamu datang.Di rumah ini aku kesepian,kebanyakan pegawai wanita di sini,mungkin sudah se baya ibu kita.".Aku Risma yang bekerja belum lama ini.
Meski Risma senang dan kerasan bisa menjadi salah satu pegawai di rumah besar dan mewah ini.Namun kesepian karena tak ada yang sebaya dan seumuran dengannya.Risma merasa tidak nyaman jika harus mencurahkan isi hatinya dengan orang yang lebih tua darinya.
"Ahhh,jadi kamu dayang istana termuda di sini?!.".Aura menggodanya,Risma mengulas senyum.
"Dan kamu salah satunya,sekarang.".Balas Risma.
"Benar juga...Hi,hi,hi...".Aura malu sendiri,lupa jika sekarang menjadi bagian dari pelayan di rumah itu,setara dengan Risma.
"Oiya,nanti kamu harus bergerak cepat di rumah ini.Jangan menatap wajah dan mata pemilik rumah,terutama kedua tuan muda putra pemilik rumah ini.".Risma sedikit membocorkan informasi.
Pelan dan santai,Aura dan Risma terus berjalan tanpa menghentikan perbincangan mereka.
Baru sekarang Aura mendengar hal ini."Lalu,aku harus melihat apanya jika berbicara dengan mereka?.".Biasanya Aura berbicara sambil menatap lawan bicaranya,tak heran jika Aura bingung.
"Kau bisa melihat ku,ha,ha,ha...".Kelakar Risma."Tidak.Maksudku,kau harus turunkan pandangan mu.".
Betapa bingungnya Aura mendengarkan penjelasan Risma.Namun apa pun itu,tetap harus dilakukan nya,agar tak mendapat kecaman atau peringatan keras dari sang majikan dan Dini,yang di ketua kan dirumah itu.
"Baiklah,itu tidak masalah.Lagi pula aku tidak suka bertatapan dengan laki-laki,terutama pria tampan.".Balas Aura.
"Ha,ha,haaa...".Perut Risma seperti dikocok gara-gara lelucon kocak Aura.Sedangkan Aura merasa konyol,bisa-bisanya bicara begitu.
Tanpa melihat sekitar,Aura dan Risma tertawa-tawa hingga melupakan dimana kini mereka berada.Tak menyadari jika ditempat itu ada sepasang mata dan telinga,tengah mendengarkan ke asyikan mereka,di balik pintu kamar nya.
Seorang pria gagah nan tampan,keluar dari kamarnya lalu menghampiri Aura dan Risma.Pria itu terbangun dari tidurnya karena terusik oleh suara gadis yang bercakap-cakap ria.
Pria itu berdiri di belakang dua gadis berseragam 'Maid' dirumahnya."Ekhmmm...Apa ada yang lucu?.".
Dikejutkan suara deheman seorang pria,Aura dan Risma sontak berhenti melangkah.Terdiam dengan kepala tertunduk.Takut menatap wajah pria itu.
Pria itu terus menelisik wajah gadis yang baru dilihat,dirumahnya.Samar-samar seperti mengenali sosoknya."Heiii,kamu.Sepertinya aku pernah melihat mu,apa kita pernah bertemu dan saling mengenal?.".
Tak ayal,Aura pun mengangkat kepalanya dan terbelalak melihat pria itu."Kamu?!.".Saling beradu pandang dan saling menunjuk wajah lawan bicara nya,tak lain adalah Andre.Pria yang terlibat perdebatan panjang dengan nya kemarin sore ada dihadapannya saat ini.
"Kau.".Tak menyangka Andre bisa bertemu lagi dengan Aura.Gadis yang sempat ditaksirnya itu sekarang ada dirumahnya sendiri.
"Heiii,pria tak berotak.Apa yang kamu lakukan disini?.".Andre ada dirumah yang sama dengan nya sekarang,Aura berkacak pinggang.
Layaknya penguasa istana,Andre bersilang tangan.Tak gentar menghadapi Aura yang belagu."Seharusnya aku yang bertanya,apa yang kamu lakukan di rumah ku?.".
Mengaku-ngaku boleh saja,tetapi Aura tak percaya begitu saja."Rumah ku.Ini rumah mu?.Ha,ha,ha...Jangan bercanda.Tidak mungkin.Kamu pasti tukang kebun,atau sopir pribadi tuan rumah ini.".Penampilan Andre sangat lusuh,rambut acak-acakan dan kumal,memakai kaos longgar dan celana pendek berbahan katun.Tidak mungkin jika Andre pemilik rumah mewah ini.
Dipikir-pikir Aura,Andre lebih cocok menjadi pegawai biasa seperti dirinya.Meski wajahnya bisa dikatakan masuk dalam kategori pria tertampan di dunia ini.
"Kamu pelayan baru di rumah ini?.".Seksama dan teliti Andre mengamati penampilan Aura yang mengenakan seragam ciri khas pelayan di rumahnya,hitam putih.
Aura dan Andre selisih paham,Risma angkat bicara dan membungkuk hormat pada sang majikan."Maaf,tuan muda.Aura baru saja datang,sehingga belum tau apapun.Aura jangan begitu.Jaga sikap mu.
Ckkk.Aura berdecak tak percaya,Risma begitu sangat menghormati Andre,dan memprotes sikapnya."Ahhh...Kenapa kamu memanggil nya tuan muda?.".Tersadar dengan sebutan Risma pada Andre."Tuan muda!.Benarkah?,dia tuan muda di rumah ini?.Putra pemilik restoran dan rumah ini?.".Meminta penjelasan pada Risma dengan tangan menunjuk-nunjuk Andre.
Wajahnya ditunjuk-tunjuk Aura,Andre menepis kasar tangan Aura.Seenaknya saja mencoreng harga diri tuan muda.
"Hemmm.".Risma mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya.
"Hahhhh...".Seketika Aura speechless dan melongo tak percaya.Bodoh,tolol,ceroboh.Gelar ini pantas disandang nya sekarang.
Kemarin Aura bertingkah,sok jual mahal dan angku.Sekarang tak ubahnya seperti keledai dungu,Andre tersenyum smirk.Bagaimana bisa dirinya disebut tukang kebun dan sopir dirumahnya sendiri oleh Aura,si pelayan baru.Konyol kan?,jika pelayan lain atau orang lain mendengar ucapan Aura,pasti Andre jadi bahan tertawaan.
Merasa gemas,Andre memiringkan kepala,mengintip Aura yang menekuk wajah."Kau kehabisan kata-kata untuk menghujat ku?.".Menyindir Aura yang diam membisu seribu kata.
Tergesa-gesa Dini menghampiri ruang tengah saat mendengarkan suara gaduh.Pasti terjadi keributan diruangan itu.Ternyata anak buahnya dan anak majikannya yang ribut itu.
"Selamat pagi,tuan muda?!.Apa ada masalah?.".Tatapannya teralihkan pada dua gadis dihadapan Andre.
Senang bercampur terkejut,berbaur menjadi satu yang dirasakan Andre sekarang."Tidak.Aku hanya terkejut melihat wajah jelek gadis ini.".Sambil menunjuk wajah Aura.
Oh Tuhan.Hidup memang rumit dan penuh teka-teki.Mengapa oh mengapa dipertemukan lagi dengan pria berpikiran kotor Andre?.Sungguh Aura tak mengerti.Menahan emosi,Aura menggigiti bibir.
Cibiran Andre sudah menembus jantung hatinya.Mungkin penglihatan Andre bermasalah sehingga menyebut dirinya jelek.Jika Andre bukan tuan muda nya,kepalan tangannya sudah pasti mendarat di pipi Andre.
Andre dan Aura berseteru,Dini geleng-geleng kepala.Pusing dan tak tahan menyimak nya."Sudah,sudah.".Melerai sambil menepuk bahu Andre dan Aura."Perkenalkan tuan muda ini Aura Tsurayya.Gadis ini direkomendasikan tuan besar,untuk menjadi asisten pribadi mu,dan tuan Adam,dirumah ini.".Menjelaskan dengan tegas dan serius posisi Aura.
Sontak Aura dan Andre sama-sama terperangah."Apa?.". Tak lama kemudian saling berpandangan.
__ADS_1
Bukankah diutus ke rumah itu untuk menjadi asisten rumah tangga?.Tetapi sekarang harus menjadi asisten pribadi khusus tuan muda.Apalagi tuan muda nya itu adalah Andre,pria yang memfitnahnya dengan tuduhan palsu.Tertegun Aura memikirkan itu.
Hari ini benar-benar sial dari hari kemarin.Aura bingung harus bagaimana."Maaf!.Kupikir aku akan ditugaskan di dapur.".Memberanikan diri untuk protes.
Sebagai tuan rumah,Andre tak bisa diam saja.Secara tak langsung,Aura menolaknya untuk menjadi asisten pribadi nya.Seketika harga diri Andre seperti diinjak-injak."Poin pertama,pelayan dilarang protes di rumah ini.Kedua,jika salah harus segera minta maaf!.Ketiga,tidak boleh membantah ucapan majikan dan harus patuh.Keempat,majikan tidak pernah salah.Kelima,jika majikan salah harus dibenarkan.Paham?.".Berapi-api menjelaskan poin penting peraturan yang berlaku di rumah nya untuk para pelayan.
Mungkin ini saatnya untuk pasrah,menyerah dan mengalah.Aura lelah jika harus berdebat terus.Tak baik juga dan tak sopan membangkang titah majikan."Maaf!.Aku mengerti,tuan muda.".Aura tertunduk lesu.Berdamai dengan diri sendiri,Andre dan takdir lebih baik.
Senyum kemenangan milik Andre sekarang,bisa membuat Aura mati kutu.Senangnya hari ini hati Andre.Tak ada angin dan tiada hujan,tiba-tiba Aura datang membawa secercah harapan baru dalam hidupnya dan mendekat,bukan menjauh.
"Bagus.Sekarang ikuti aku!.".
Tangannya digandeng Andre,Aura terkesiap.Tanpa berkata-kata mengikuti Andre.Siap memulai permainan untuk membalas perlakuan Aura yang sombong dan angkuh,Andre senangnya bukan main.
"Tuan muda ini.Seharusnya aku yang memberikan pengarahan.".Dini geleng-geleng kepala.Tanpa seijinnya,Andre mengambil alih wewenang nya selaku kepala asisten rumah tangga,untuk menjelaskan peraturan di rumah itu pada Aura,sebagai pelayan baru."Risma.Jika terjadi sesuatu pada Aura,laporkan padaku!.".
"Baik,Bu ketua.".
Dini meninggalkan Risma,dan kembali menuju ruang pribadi nya.Risma menjalankan tugas nya sebagai pelayan di bagian kebersihan rumah itu.
Tak jauh dari sana,Andre membawa Aura ke kamar dominan putih dan abu.Biasa nya Andre akan pergi dari kamar jika pelayan datang untuk merapikan dan membersihkan kamar.Namun kali ini berbeda,Andre sengaja membawa masuk Aura ke kamar nya yang dipenuhi Action Figure.
Bimbang dan ragu,kaki Aura melangkah masuk.Gugup dan takut memasuki kamar Andre.Baru kali ini memasuki kamar laki-laki.Belum lagi dikamar itu hanya berdua saja dengan Andre.Benar-benar hampir membuat Aura jantungan.
Melihat Aura melamun,Andre menjentikkan jari."Heiii,kau.Sekarang ambilkan aku air minum.".
"Baik.".Seperti dayang melayani raja nya,Aura manut dengan hati berkecamuk.
Tergesa-gesa dan gugup mengambilkan air minum untuk Andre,yang ada dimeja disamping sofa tempat Andre duduk.Padahal Andre tinggal meraih gelasnya saja,tidak harus merepotkan Aura.
Namun begitulah tuan muda,jika memberikan perintah harus segera dituruti.Jika tidak,Aura pasti akan mendapatkan masalah.Nanti Aura sendiri yang repot jadinya.
Tiga tegukan,Andre meminum air yang di sodorkan Aura.Begitu sangat senang hati Andre.Bisa bertemu dan terlibat dengan Aura.Baru semalam melamunkan Aura,dan sempat bingung kemana harus mencari tempat tinggal Aura.Namun sekarang,Aura berdiri tepat dihadapannya,tanpa di undang.
Seperti mimpi di pagi hari,bukan di siang bolong.
Mungkin ini sudah bagian dari skenario Tuhan,Aura mencoba pasrah dan ikhlas."Ada lagi yang anda perlukan tuan muda?.".Saatnya berbaik hati pada Andre."Mungkin tuan ingin makan sesuatu,atau ku siapkan air hangat untuk mandi?.".Menawari Andre dengan mengulas senyum manis.
Berharap dengan begitu,siapa tahu mungkin Andre tidak akan menyusahkan dan tak menyulitkannya.Mempermudah dan meringankan tugasnya sebagai asisten Andre.
Seperti menang dalam pertandingan,tanpa harus susah payah melawan kubu lawan.Aura menawarkan diri untuk melayaninya,tanpa harus diperintah.Andre merenung sejenak,memikirkan tawaran menggiurkan Aura.
Apa harus dilakukan Aura sekarang?.
"Mhhh...Bisakah kau memijat kaki ku?.Ahhh...Sepertinya kemarin aku terlalu semangat berolahraga.Otot kaki ku terasa nyeri.".Sedikit mengerjai Aura,sepertinya menyenangkan.Andre menselonjorkan kaki di sofa.Siap menerima pijatan tangan putih mulus Aura.
"Aaapa?.".Tak disangka Andre meminta sesuatu yang tidak bisa dilakukan Aura."Maaf!,bisakah aku melakukan yang lain?!.Aku...".
"Ingat poin ketiga!.".Sela Andre.
"Baik,tuan muda.".Agak sedikit terpaksa Aura memijat kaki Andre yang berselonjor di atas sofa panjang.
Gugup dan gemetaran tangan Aura memijat kaki Andre.Baru kali ini Aura sedekat ini dan bersentuhan dengan laki-laki,hingga jantungnya berdebar-debar pula.
Nikmat Tuhan manakah yang bisa ku dustakan?,Andre sangat menikmati pijatan lembut Aura.Mata terpejam sambil bersandar di bahu sofa dan berimajinasi liar."Cukup!.Sekarang bagian tangan dan pundak ku.".
Disaat Andre begitu menikmati.Tak sadar jika saat ini Aura sedang kewalahan menahan hatinya yang berkecamuk.Hati Aura berontak tak ingin melakukan itu.Namun keadaan tak memungkinkan dan mendesaknya untuk melakukan itu.
Lama-lama pijatan Aura semakin membuat perasaan Andre berdesir aneh.Andre kelabakan dan salah tingkah."Sudah,sudah.Hentikan!.".Andre terperanjat duduk."Siapkan air hangat untuk ku!,dan baju ku.".Beranjak berdiri dan berlalu pergi dengan raut wajah kusut.
Bergegas Andre menuju balkon kamar nya,untuk menghirup udara dan mengeringkan tubuhnya yang berkeringat.Pasokan oksigen ke paru-paru nya terasa berkurang.Ditambah suhu tubuhnya terasa panas hingga mengeluarkan keringat.Padahal AC dikamar dalam mode on.
"Tubuhku tiba-tiba rasanya panas.Aneh.".Mengibaskan kerah kaos nya yang longgar.
Didalam kamar,Aura tertegun sendiri."Tuan muda,tuan muda.Begitukah perilaku seorang tuan muda?.Pelayan juga manusia yang harus dihargai dan dihormati.".Bingung dengan yang terjadi pada tuannya,Andre pergi begitu saja usai marah-marah.Aneh.
Pria berkaos bermotif garis,lekat dipandangi Aura yang memunggungi dan membuat nya serba salah.
Tetapi,majikan tetaplah majikan.Perintahnya harus dituruti dan dilakukan saat itu juga.Perintah majikan adalah mandat penting Aura sekarang dan wajib.
Mulai hari ini,tuan muda Andre dan tuan muda Adam,yang belum diketahui Aura sosoknya seperti apa,adalah prioritas utama Aura.Tak bisa diganggu gugat dan tak bisa ditawar lagi.
Andre mengatur nafasnya yang memburu,dan jantungnya yang berdegup kencang sambil berpegangan pada pagar balkon.Berdekatan dengan Aura ternyata tidak mudah dilakukan.Sulit dan mendebarkan.Belum lagi Aura mampu memancing hasrat nya sebagai pria sejati.
"Huhhh...Apa hanya aku saja yang merasakan keanehan ini?.Bagaimana dengan nya?.Apa dia tidak merasakan apa-apa?.Apakah dia merasakan hal yang sama seperti ku?.".Bergumam sendiri dan meraba dadanya sendiri.Merasakan getar-getar aneh di hatinya,dan debar-debar tak biasa di jantungnya."Mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta pada gadis sombong itu?.".Andre menerka perasaannya sendiri,yang dirasakan pada Aura.
Jika benar,Andre senang tetapi bingung.Bagaimana mungkin dalam kurun waktu singkat,Aura bisa membuatnya jatuh cinta.Namun Andre bingung,bagaimana cara nya untuk menaklukkan dan meluluhkan hati Aura,gadis yang sombong dan cueknya melampaui batas itu.
Secepat kilat,Aura melakukan hal yang Andre perintahkan.Setelah itu menghampiri Andre di balkon."Tuan muda,air nya sudah siap.Tetapi maaf!,tuan.Tidak dengan pakaian anda.Aku risih dan canggung mengambil barang pribadi orang lain,terutama milik laki-laki.Mari silahkan!,tuan.".Penuh hormat Aura mempersilahkan Andre untuk membersihkan diri dikamar mandi.
Sesaat Andre menatap Aura lekat.Tanpa berkata-kata berlalu menuju kamar mandi.Lalu mengguyur tubuhnya setelah melucuti pakaian.Mendinginkan rasa tak nyaman di hatinya.
__ADS_1
Selepas Andre masuk kamar mandi,bergegas Aura meninggalkan kamar Andre dengan tergesa-gesa.Ada dikamar pria yang notabene tempat paling privasi,dan berduaan dengan lawan jenis,membuat Aura tak nyaman.Ini pengalaman pertama bagi Aura.