Gadisku Sayang

Gadisku Sayang
BAB 14_Pelajaran Khusus


__ADS_3

"Dia benar. Mengapa gue jadi begini ya? Ah nggak-nggak, dia nggak boleh kepedean." seruku lagi dalam hati.


"Cih. Jangan ge'er lo. Ini karena akting gue tadi yang terlalu bagus. Makanya sampe kebawa-bawa manggil lo dengan aku kamu." Bantahku tak mau mengalah.


"Benarkah yang dia katakan? Apa dia tak tertarik padaku?" ucap Gavin dalam hatinya.


"Ah aku, eh gue, emmm gue mau ke toilet dulu Vin." Ucapku yang tiba-tiba menjadi salah tingkah.


"Pfft. Mau aku antar sayang?" sahut Gavin dengan nada yang sengaja ia buat mesra.


"Ah nggak usah Vin. Aku sendiri aja." Ucapku yang segera berlari menjauhinya.


"Cih. Jelas-jelas dia salah tingkah karena menyukaiku. Hahaa." Ucap Gavin yang merasa senang sendiri.


( Toilet )


"Kerja bagus, oke aku langsung transfer ke rekening kalian." Ucap Cleo pada seseorang diseberang telfon.


"Kenapa ini? Huuffft, jantung gue berdegup sangat kencang." Ucapku di depan cermin toilet.


Tiba-tiba Cleo mendengar suara wanita yang baru-baru ini ia kenal dari luar toilet. Ia pun langsung membuka pintu toilet yang ia masuki.

__ADS_1


"Cih, dasar anak kampung. Orang kayak kamu ini, emang nggak pantes bersanding sama Gavin. Nggak cocok, tahu! Dari dulu Gavin itu milik aku. Nggak ada seorang pun yang boleh mengambil Gavin dariku. Termasuk kamu anak kampung!" ucap Cleo dengan sangat percaya diri.


"Hahaha. Lo siapanya Gavin emang? Lo cuma temen akting doang, dan bahkan lo pun bukan pemeran utamanya. Lo cuma figuran doang. Tapi gue istri sahnya, menurut agama dan hukum. Jadi guelah yang lebih berhak buat ngelarang lo deketin Gavin. Lo juga liat kan tadi, Gavin sangat tergila-gila sama gue. Lebih baik ada bercermin Nona. Dan jangan mimpi terlalu tinggi. Hahaha. Dasar pelakor." Ucapku sinis padanya.


"Cih, dasar ja#ang! Ku b#nuh kau Visha!" seru Cleo dalam hatinya.


"Tunggu Nyonya Gavin." Ucapnya tiba-tiba kepadaku.


Aku pun terhenti dan berbalik kearahnya. Dan dengan sigap ku pelintir tangannya yang sedang membawa sebuah pisau kecil itu. Rupanya, Cleo hendak menusukku. Beruntung aku sudah waspada dan dengan sigap memberikan respon.


"Cih. Pelakor ingusan sepertimu. Beraninya melawanku. Kau perlu belajar seribu tahun dulu untuk melawanku Nona Cleo. Kau berasal dari kalangan sosialita. Harusnya perilakumu lebih bermoral. Namun lihat dirimu ini (melihat kearah cermin), kau bahkan lebih buruk dari seekor anj#ng. Wanita bo#oh sepertimu ini, harus diberi pelajaran khusus. Lihatlah baik-baik pelajaran yang akan kuberikan padamu Nona." Ucapku ramah pada Cleo, namun terdengar sangat menyakitkan dan dengan cepat ku gores salah satu pundakku dengan pisau yang Cleo bawa. Lalu ku tarik dia menuju pintu toilet.


"Brugh." Sengaja ku jatuhkan tubuhku keluar dari pintu toilet, sesaat setelah ku buka pintu itu.


"Si#lan, apa yang wanita ****** itu lakukan?" ucap Cleo panik, saat melihat aksi panggungku.


"Visha!" Gavin yang mendengar teriakkanku langsung bergegas menyusulku ke toilet.


"Jangan sakiti aku Nona. Aku sama sekali tak tahu bila kau sangat menyukai suamiku. Aku hanya ingin hidup bahagia dengannya. Tolong jangan sakiti kami. Hiks hiks hiks." Ucapku pada Cleo dengan suara yang kubuat sangat menyedihkan.


Dari jauh, Gavin pun sempat mendengar jelas ucapanku itu. Ia semakin panik, saat melihat pundak dan tanganku yang berlumuran darah.

__ADS_1


Semua orang yang ada di ruangan itu pun, berhamburan menuju kearahku. Mereka semua pun sama terkejut, saat melihat darah yang ada pada baju, pundak dan salah satu tanganku.


Semakin terkejut lagi, saat melihat Cleo dari dalam toilet yang sedang memegang sebuah pisau kecil yang sudah berlumuran darah.


"Vishaaaa apa yang terjadi?" ucap Gavin yang terlihat sangat panik.


"Ha! Gavin. Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan?" seru Cleo panik dalam hatinya.


"Hiks hiks. Wanita itu mengancamku sayang. Dia berkata, aku ini cuma anak kampung dan tak pantas untuk bersanding denganmu, dia menyuruhku untuk meninggalkanmu sayang. Dia berkata, sejak dulu kau miliknya dan tak ada seorang pun yang boleh mengambilmu darinya, termasuk aku anak kampung ini. Hiks hiks. Sayang aku takut, apa salahku padanya? Mengapa dia seperti itu padaku? Hiks hiks hiks." Ucapku sedih dengan airmata sungguhan yang semakin membuat aksi panggungku terlihat nyata.


Seketika Gavin pun merilik kearah Cleo, matanya semakin membulat ketika melihat pisau kecil yang berlumuran darah itu disalah satu tangannya.


"Kau --- kau apakan istriku Cleo? Beraninya kau menyakitinya! Br##gsek kau Cleo." Teriak Gavin yang penuh emosi padanya.


Dan aku pun semakin membuat suasana semakin tegang dengan sengaja berpura-pura pingsan.


"Sayang. Sayaaaang. Vishaaa. Sadarlah." Teriak Gavin yang menepuk-nepuk pipiku pelan karena semakin panik melihatku pingsan. Ia pun segera menggendong tubuhku dan bergegas keluar dari rumah mewah itu menuju mobilnya, untuk segera membawaku ke rumah sakit.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Aku sangat tahu bagaimana Visha. Dia tidak mungkin dengan mudah terluka hanya karena seorang Cleo. Bahkan aku melihatnya dengan mataku sendiri saat dirinya melawan tiga pria itu dengan gagah dan tanpa memakai senjata apapun." Seru Gavin dalam hatinya.


๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ....

__ADS_1




__ADS_2