
( Rumah Gavin )
"Wah, panjang umur nih bos kecil." Dengan semangat Ryan mengangkat panggilan telfon itu. "Ya Tuan Muda."
"Yan, aku akan cuti beberapa hari lagi. Nyonya sudah pulang ke rumah, tapi dia masih dalam proses pemulihan. Aku akan menemaninya sampai dia benar-benar pulih.
Urusan kantor ku serahkan semuanya padamu ya Yan, Oke?! Jangan mengecewakanku Yan." Ucap Gavin pada asisten pribadinya itu.
"Astaga. Cepat sekali doaku di tolak. Hiks." Seru Ryan dalam hatinya.
"Baik Tuan Muda." Sahutnya lemas.
Panggilan telfon pun terputus.
"Astagaaaa, benar-benar lelaaah. Hufffft." Serunya sambil terpejam.
( Rumah Gavin )
"Sayaang kamu mau pelaminan yang kayak gimana? Coba deh lihat, dua pelaminan ini sangat mewah dan cantik, seperti kamu. Hehe.
Mamah pengen yang ini, tapi ini juga bagus. Aduh gimana ya sayang? Apa dua-duanya aja kita pesen ya?" ucap Ibu Mertuaku heboh.
"Menurut Visha, lebih bagus yang ini mah. Cantik, elegan dan berkelas. Kalau yang ini-- ini terlalu glamor dan mewah mah." Sahutku padanya.
__ADS_1
"Ya ampun sayaaang. Justru yang lebih glamor itu yang lebih bagus. Kita pilih yang ini aja ya. Emmmm. Nanti pilihan kamu buat desain di tempat penyambutan tamu aja gimana?
Waaah benar-benar. Pasti sangat sempurna pesta kalian nanti. Aaah mamah nggak sabaaar." Ucap Ibu Mertuaku semangat.
"Ya ampuuun, Ibu Mertua gue ini benar-benar unik. Kepala gue sampe sakit nanggepinnya. Heuffft." Seruku dalam hati.
"Hampir selesai, tinggal prewedding dan cetak undangan. Hemmmm, harusnya beberapa hari yang lalu, kalian itu pemotretan. Tapi karena Visha terluka, terpaksa diundur jadwalnya. Mamah cukup sedih.
Sayang, kamu udah benar-benar baikan kan? Jangan lupa ya, nanti siang tim prewedding akan datang. Kamu jangan terlalu capek untuk saat ini." Ucap Ibu Mertuaku.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum pada Ibu Mertuaku itu. Aku pun berucap dalam hati, "Sebenarnya yang jadi pengantin gue atau mamah? Mamah heboh sekali."
Aku pun menoleh kearah Gavin yang sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya. Lalu aku berucap, "Sayang, kenapa kamu tak membantu kami disini? Apakah pekerjaanmu itu lebih penting dari aku?"
"Baiklah. Aku akan membantu kalian. Tapi aku rasa itu hanya alasanmu saja. Katakan, kau merindukan aku bukan?" ucapnya sangat percaya diri.
"Astaga. Kau benar Gavin. Menantuku ini pasti sangat merindukanmu. Ya sudah kalian cepatlah istirahat saja di kamar. Ingat jam 1 siang nanti tim prewedding akan datang. Oke?
Cepat sayang. Bergegaslah. Biarkan aku yang merapihkan semua ini. Segeralah memberikanku cucu. Hahaha. Aku sangat bahagia." Ucap Ibu Mertuaku heboh.
"Pria ini. Benar-benar keturunannya." Ucapku dalam hati.
( Kamar Gavin )
"Hei, apa yang kau lakukan? Cepat pijat kakiku. Aku benar-benar lelah. Hoammmm." Ucapnya sambil telungkup diatas ranjang.
__ADS_1
"*Cih. Pria ini benar-benar. Bukannya memperhatikanku tapi malah mengaturku. Mau sampai kapan dia menyembunyikan perasaannya padaku?
Oke, mari kita lihat seranganku. Dapatkah kau membalasnya? Heuh," ucapku dalam hati*.
Lalu sengaja aku duduk diatas tubuhnya yang sedang telungkup itu. Aku membelai rambutnya lembut lalu berucap, "Ah sayaaang. Bagian mana kah yang ingin kau pijat. Apa bagian ini? atau bagian ini?" seruku saat memijat pundak dan lehernya dengan sangat lembut.
Lalu sengaja ku kecup bagian lehernya itu. Membuatnya terkejut dengan aksiku itu.
"Astaga, gadis ini benar-benar. Berani sekali dia menggodaku." Serunya dalam hati.
"Sayaaang, kenapa kau hanya terdiam? Apakah secepat itu kau tertidur?" ucapku lagi yang semakin lembut memijatnya.
Seketika Gavin pun membalikkan tubuhku menjadi di bawah tubuhnya. Ia tersenyum memandangi wajahku.
Ia lalu berucap, "Ckckck, katakan, ini dirimu yang asli atau hanya ekting? Kau pikir aku tidak tahu isi otakmu itu, hm? Kau mulai berani menggodaku ya sekarang. Lihatlah akibat dari ucapanmu itu Nyonya Muda Gavin. Hehe."
Seketika Gavin pun langsung menyerang leherku, ia membuat beberapa stempel disana.
Lalu perlahan pindah ke dadaku. Dengan tidak membuka pakaianku. Ia rakus memainkan pegununganku itu.
"Aaaaaaaahhhhhhkk Gaviiiin hentikaaaan."
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ...
__ADS_1