Gadisku Sayang

Gadisku Sayang
BAB 8_Insiden Resto


__ADS_3

( Lorong Restoran Dekat Toilet )


"Lepaskan tangan kotormu itu dari tangan istriku!" Ucap Gavin galak, menepis tangan Daffa yang sedang menarik tanganku.


"Gavin?" seru ku dalam hati yang lalu memanfaatkan keadaan itu. "Ah sayang. Apa kamu sedang mencariku?" Ucapku pada Gavin yang sangat lembut dan manja, lalu aku menghambur kedalam pelukan Gavin.


"Ga-ga-gavindra. Lo---. Kalian udah nikah Sha?" tanya Daffa sedikit kecewa.


"Iya, ini suami gue. Kenapa? Heuh. Lihat gue


, tanpa lo, hidup gue jauh lebih bahagia." Ketusku bangga pada Daffa.


"Sial. Bagaimana bisa Visha jadi istri Gavin? Aaaarrrgggh." Ucap Daffa yang kesal dengan keadaannya saat ini.


"Hah? Dia istri Gavin? Kapan mereka menikah? Hancur deh hati gue. Hiks hiks." Ucap gadis A.


"O My God. Sumpah demi apapun. Gavin ganteng bangeet. Aaaaahhk gue juga pengen dipeluk Gavin." Ucap gadis B.


"Waaah ternyata dia istri Gavin. Tapi cantik banget istri Gavin. Gue rela deh lepasin Gavin buat dia. Hiks. Gaviiiin." Ucap gadis C.


"Sayaang, apa kamu terluka? Bagian mana saja yang disentuh olehnya?" ucap Gavin lembut padaku.


Drama Queen pun beraksi, "Ah aku nggak apa-apa sayang. Dia tadi cuma pegang tanganku ini."


Gavin pun menarik lembut lengan tanganku. Ia lalu menyemprotkan hand sanitizer ke telapak tanganku, yang beberapa menit lalu telah dipegang oleh Daffa.


Gavin lalu menangkup kedua tanganku itu. Ia menempelkan kedua tanganku pada pipinya. Masih dengan kedua tangannya yang menyelimuti tanganku. Ia lalu mengecup lembut kembali kedua tanganku.


"Tanganmu sudah terbebas dari sampah. Bahkan jejak sampah di tanganmu itu sudah ku singkirkan. Sekarang hanya ada jejak tanganku yang ada pada pipimu. Dan hanya aku seorang yang boleh menyentuh tangan lembutmu." Ucap Gavin yang kembali mengecup kedua tanganku.


Kami pun saling memandang dan tersenyum bahagia. Benar-benar akting yang sangat sempurna.

__ADS_1


"Ya ampuuun Gaviiiin. Pria kutub ini, aktingnya manis banget. Baru akting aja udah bikin hati gue klepek-klepek. Gimana kalo nyata. Aaaakkh. Gue bisa pingsan kayaknya." Seruku dalam hati yang semakin lama semakin terjerat oleh pesona suamiku, Gavin.


"Dia sangat imut. Pipinya sangat menggemaskan. Si tomboy yang gemoy." Suara hati Gavin yang dibarengi oleh senyum manisnya.


Dalam beberapa saat saja, suasana di lorong restoran itu menjadi sangat ramai. Mereka heboh melihat aksi romantis yang Gavin tunjukkan padaku saja.


Membuat mata beberapa wanita yang menjadi penggemar Gavin pun menangis iri melihatnya.


"Ya ampuuuun Gaviiiiin. Kau kembali menyakiti hatiku. Hiks." Ucap gadis A.


"Uuuuuucch so sweet banget mereka." Ucap gadis C.


"Gaviiiin. Aku mencintaimu." Ucap gadis B.


"Gaviiiiin. Cium aku jugaaaa." Ucap gadis D.


"Kenapa kamu tega selingkuhin aku Vin? Hiks." Ucap gadis E.


Ryan dan beberapa bodyguard Gavin pun dengan sigap mengamankan tempat itu dari jangkauan para penggemar Gavin yang semakin histeris.


Gavin lalu melepas perlahan tanganku. Ia pun berjalan menghampiri Daffa.


Telinga Visha ngeri-ngeri sedap mendengar perkataan-perkataan para fans Gavin yang hampir semuanya seorang gadis itu. Ia pun menyuarakan hatinya, "Ya ampuuun mereka itu gila apa nggak bisa mikir ya? Sampe segitunya. Ckckckck. Kasian gue lihatnya."


"Tangan kotormu bagian mana yang sudah berani menyentuh tangan istriku?" tanya Gavin kasar pada Daffa.


"Gue.. Ah a-aku. Ta-tadi itu. A-aku ng---" ucapan Daffa terpotong karena tangan Gavin yang menggebrak pintu toilet pria. "Braaakk"


"Gue aku gue aku apa hah? Ngomong yang jelas kadal! Berikan tanganmu! Apa tangan ini yang sudah berani menarik tangan istriku hah?" ucap Gavin emosi. Entah itu emosi nyata atau hanya drama belaka.


Gavin lalu meletakkan tangan Daffa ke lantai. Ia hendak menginjak tangan itu.

__ADS_1


Beberapa mata yang melihat adegan itu dibuat merinding dengan tindakan Gavin. Namun ada juga beberapa yang mendukung aksi Gavin.


"Stoop." Teriakan lembutku yang berhasil menghentikan aksi Gavin selanjutnya.


"Jangan pernah berani muncul didepanku dan istriku lagi. Ingat itu!" ucap Gavin mengancam.


Gavin lalu menghampiriku, "Sayang maafin aku, kamu takut ya?" ucap Gavin lembut yang merasa bersalah sambil membelai lembut rambut kepalaku.


"Ayo kita pulang sayang. Aku lelah." Ucapku dengan nada yang menyedihkan.


Daffa hanya terdiam mendengar ancaman Gavin. Ia merasa lega karena terbebas dari makhluk mengerikan itu.


Namun selepas kepergianku dan Gavin. Ia justru menjadi bulan-bulanan para fans gokil Gavin yang ikut geram karena tingkahnya yang sudah membuat sang idola murka.


...****************...


( Dalam Mobil )


Setelah kejadian itu, aku dan Gavin langsung menyusul orang tuanya yang sudah duluan pulang.


Saat ini ada sedikit rasa canggung diantara kami. Sehingga dalam beberapa waktu, tak ada salah satu dari kami yang berinisiatif untuk memulai percakapan tentang kejadian di restoran tadi.


Namun beberapa saat kemudian, aku mencoba bersikap seperti biasa.


"Tadi itu, lo serius mau nginjek kakinya?" tanyaku penasaran.


"Hahaa. Menurut kamu gimana? Dia udah berani nyentuh tangan kamu. Di dunia ini tidak ada seorang pun pria yang boleh menyentuh bagian tubuh manapun dari istri Gavindra." Ucap Gavin sangat percaya diri.


"Walau istri bayaran sekalipun?" tanyaku lagi.


"Ya. Istri bayaran sekalipun. Karena yang perlu mereka tahu adalah mereka tak berhak menyentuh sesuatu milik Gavindra." Ucap Gavin tegas.

__ADS_1


π”Ήπ•–π•£π•€π•’π•žπ•“π•¦π•Ÿπ•˜........


__ADS_2