
( Butik )
Beberapa saat kemudian, Aku keluar dari ruang ganti itu. Aku melihat diriku sangat cantik dari pantulan cermin. Dengan balutan gaun pengantin putih yang dipenuhi dengan berbagai jenis renda di beberapa bagiannya. Aku tampak seperti seorang Permaisuri Raja.
Gavin hanya menelan salivanya, memandangi wajah cantikku itu. Ia sampai tak berkedip untuk beberapa waktu saat melihatku.
"Sayaaang kamu cantik banget. Ya ampuuun. Mamah sampe pangling. Coba lihat, Gavin aja sampe bengong kayak gitu liatin kamu. Hehe." Ucap mamah Gavin bahagia.
Aku hanya tersenyum malu saat mendengar perkataan Ibu mertuaku itu. Begitupun dengan Gavin, ia beberapa kali salah tingkah setelah melihat kecantikanku.
Aku teringat akan tugasku yang merupakan istri bayaran Gavin. Aku pun langsung berakting lagi didepan semua orang yang ada di butik itu. Aku langsung berjalan kearah Gavin, yang entah sejak kapan sudah memakai setelan jas yang senada dengan gaun yang ku pakai.
"Sayaaang, ayo foto dulu. " Ucap ku manja yang memeluk erat tangan kiri suamiku.
...****************...
( Restoran )
Saat ini Aku dan keluarga suamiku sedang berada di sebuah restoran yang cukup terkenal.
Aku hendak kembali menuju restoran saat selesai dari toilet. Saat dalam perjalanan, tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara sepasang kekasih yang sangat aku kenal.
__ADS_1
"Visha! Lo Tavisha kan? Ngapain lo disini? Makin cantik aja ya lo Sa," ucap Daffa, mantan pacarku saat SMA dulu.
"Apa urusannya sama lo? Penting? Heuh." Sahutku jutek padanya. Akupun langsung bergegas pergi meninggalkan mereka yang masih fokus memperhatikanku dari jauh.
"Cewe sialan. Belagu banget dia. Berasa cantik ya? Cih! Lagian kamu ngapain si nyapa dia segala. Males banget." Ucap Melisa kesal.
"Gila, Visha cantik banget. Beda banget, nggak kaya dulu. Gue harus dapetin dia lagi nih. Gue yakin dia masih punya rasa sama gue. Hehehe." Suara hati Daffa.
...****************...
"Dasar playboy cap sendal jepit. Lagi sama ceweknya juga masih aja lirik cewek lain. Cih. Untung gue udah putus lama sama dia." Kesah Visha.
"Daffa? Ngapain lo disini? ngikutin gue ya?" ucapku ketus pada pria itu. Lalu aku pergi begitu saja meninggalkan dia.
"Sha. Tunggu. Visha!" panggil Daffa.
Daffa tiba-tiba menghentikan langkahku. Karena saat ini ia berdiri tepat di depanku.
"Sha gue udah putus sama Melisa. Sekarang kita bisa balikan Sha. Kamu seneng kan?" ucap Daffa yang penuh percaya diri.
"Ckckckck. Lo udah gila ya? Siapa juga yang pengen kita balikan. Cih. Dasar cowok aneh." Sahutku dengan senyuman yang mengejek.
__ADS_1
Namun Daffa justru menarik salah satu tanganku. "Sha, lo nggak usah bohong Sha. Gue tahu, lo sayang banget sama gue. Gue yang dulu khilaf Sha. Gue mau kita balikan. Lo mau kan Sha. Ini kan harapan lo dari dulu."
"Cih. Dasar cowok str€ss. Lepas nggak?! Apa mau gue hajar lo. Hah?!" Ketusku yang semakin kesal padanya.
Daffa semakin keras menarik tanganku, ia pun berkata, "Ayo Sha. Lo ikut gue. Kita harus bicarakan lagi kisah cinta kita Sha. Kamu nggak perlu malu."
"Daf, lepas! Ini nggak lucu." Teriakku semakin kesal.
"Lepaskan tangan kotormu itu dari tangan istriku!" Ucap Gavin galak, menepis tangan Daffa yang sedang menarik tanganku.
"Gavin?" seru ku dalam hati yang lalu memanfaatkan keadaan itu. "Ah sayang. Apa kamu sedang mencariku?" Ucapku pada Gavin yang sangat lembut dan manja, lalu aku menghambur kedalam pelukan Gavin.
"Ga-ga-gavindra. Lo---. Kalian udah nikah Sha?" tanya Daffa sedikit kecewa.
"Iya, ini suami gue. Kenapa? Heuh. Lihat gue
, tanpa lo, hidup gue jauh lebih bahagia." Ketusku bangga pada Daffa.
"Sial. Bagaimana bisa Visha jadi istri Gavin? Aaaarrrgggh." Ucap Daffa yang kesal dengan keadaannya saat ini.
𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰..........
__ADS_1