Gadisku Sayang

Gadisku Sayang
BAB 6_Tidur Bersama Dikamarku


__ADS_3

***POV Visha


( Kamar Visha - Rumah Orang Tua Visha )


"Ingat kembali pernyataan yang kamu buat Nyonya Gavin. Semua yang aku lakukan selalu benar. Bahkan kamu sudah menandatangani surat pernyataan itu diatas materai. Ckckckck. Apa secepat itu kamu lupa Nyonya?" ucap Gavin yang sangat suka menggodaku.


"Cih, dasar es kutub. Siapa yang sebenarnya membuat surat pernyataan itu. Akupun sangat terpaksa menandatanganinya." Sahutku kesal dalam hati, lalu melempar guling itu kearah Gavin. Aku pun kembali tidur membelakanginya, tanpa berkata apapun lagi.


...****************...


( Pagi Hari - Kamar Visha )


Sebuah tangan kekar melingkar nyaman pada tubuhku. Memeluk erat tubuh ini. Memberikan suasana hangat pada pagi hari yang masih cukup dingin itu.


Dan aku pun menenggelamkan kepalaku pada dada bidang suamiku. Tanganku pun ikut memeluk erat tubuh suamiku. Entah sejak kapan kami berdua berada dalam posisi seperti itu. Mungkin sejak semalam.


Aku samar-samar merasakan tangan kekar itu mulai berkelana. Membelai-belai manja area gundukanku. Yang semakin lama terasa semakin nyata.


Seketika aku membuka mata, saat fikiran sadarku kembali menyatu dengan otakku. Sesaat setelah itu, aku pun melirik sesuatu yang setia melingkari tubuhku itu.


"Aaaaaaaaahhhhhhhk." Teriakku histeris saat melihat tangan Gavinlah yang saat ini sedang memelukku.


Namun bukannya terkejut karena teriakkanku, Gavin justru semakin erat memeluk tubuhku. Membuat tubuhku meronta hebat agar terlepas dari dekapannya.

__ADS_1


"Gavin sialan. Lepasin gue. Ini nggak benar. Buruan lepaaass kulkaaaaas." Teriakku yang semakin histeris saja.


Namun lagi-lagi, Gavin hanya terdiam. Padahal ia sudah terjaga sejak lama.


"Ada apa Sa? Apa kalian baik-baik saja?" tanya Ibuku dari luar pintu kamarku.


"Ada ti--- " suaraku tercekat karena tangan Gavin yang menutupi mulutku secara tiba-tiba.


"Nggak ada apa-apa Bu. Tadi Visha liat kecoak lewat. Aku sudah membuangnya." Ucap Gavin yang langsung menyahuti pertanyaan Ibuku.


"Ya sudah, kalian segeralah bersiap dan makan. Ibu sudah menyiapkan makanan untuk kalian." Ucap Ibuku lagi dari luar pintu.


Seketika Gavin melepas tangannya dari mulutku, saat suara Ibuku sudah tak lagi terdengar.


"Kulkas sialan. Beraninya kau memanfaatkanku saat aku terlelap. Dasar mesum." Ucapku pada Gavin yang sangat kesal, sambil ku lempar bantalku kearahnya.


"Ckckckck. Lucu sekali wajah itu. Sangat menggemaskan." Seru Gavin dalam hatinya.


...****************...


( Toko Perhiasan )


"Sha, kamu mau model yang mana sayang? Ada yang kamu suka nggak? Apa kamu punya model lain. Em?" tanya mamah Gavin padaku.

__ADS_1


"Ah. Yang mana aja deh Mah. Visha bingung milihnya. Hehe." Ucapku yang masih merasa sungkan dengan mertuaku ini.


Gavin lalu menghampiriku, ia merangkul mesra pundakku. Membuat netra kami saling bertemu. Dag dig dug. Genderang dalam jantung kamipun semakin berdegup kencang.


"Biar aku yang bantu pilih ya sayang." Ucap Gavin padaku dengan senyuman mautnya.


Yang berhasil membuat beberapa karyawati toko itu histeris menjerit dalam hatinya, memuja ketampanan sosok pria di depannya itu.


Mamah Gavin yang melihatnya pun tak kalah bahagia. Ia bahkan sampai mengambil beberapa gambar kami dengan santainya.


Dan langsung mengunggah salah satu gambar itu ke beberapa akun soaial medianya. Yang bercaption, "Bersama Pengantin Baru ๐Ÿ˜"


...****************...


( Butik )


Saat ini kami beralih ke butik langganan mertuaku. Kami akan memilih gaun pengantin untuk acara resepsi pernikahan kami bulan depan.


"Sayang, gaun ini bagus dan indah, akan terlihat lebih indah lagi bila kamu yang memakainya. Lihat, cantik kan? Kamu coba ya?!" Ucap Gavin yang mampu melelehkan es.


"Ah iya sayang. Aku coba dulu ya." Sahutku yang menuju ke sebuah ruangan khusus di tuntun oleh petugas butik.


Beberapa saat kemudian, Aku keluar dari ruang ganti itu. Aku melihat diriku sangat cantik dari pantulan cermin. Dengan balutan gaun pengantin putih yang dipenuhi dengan berbagai jenis renda di beberapa bagiannya. Aku tampak seperti seorang Permaisuri Raja.

__ADS_1


Gavin hanya menelan salivanya, memandangi wajah cantikku itu. Ia sampai tak berkedip untuk beberapa waktu saat melihatku.


๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ.......


__ADS_2