
Setiap pagi Nuke membangunkan Aldi susah payah karena Aldi belaga masih tidur. Karena Aldi ingin melewati kegiatan di pagi hari. Tapi Nuke tak kehabisan akal untuk tetap membangunkan Aldi. Jika sudah begitu Nuke tetap melenturkan badan Aldi walau matanya masih tertutup.
"Pergiiii... aku masih ngantuk! Jangan sentuh aku!" usir Aldi
"Tuan Aldi diam saja.. aku hanya merenggangkan kaki... Tetap terlentang tidur pun tak apa."
"Pergiii....!!! Mau kutendang?"
"Boleh.. .aku sangat senang kalau Tuan Aldi bisa menendangku!" seru Nuke
"Jangan menghinakuu!" Sudah pasti Aldi tak bisa melakukannya.
"Hehehhe... Dasar anak manja!" guman Nuke dalam hati.
"Udara pagi dan semangat pagi itu baik untuk kesehatan. Jadi kita harus bangun pagi dan menghirup banyak udara segar."
Kalau sudah begitu Aldi tak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan Nuke. Setelah mandi dan minum susu Nuke mulai melatih Aldi untuk berjalan. Setiap berlatih jalan Aldi kerap membentak Nuke dan memarahinya.
"Jangan kau lepas awas ya kalau sampai aku jatuh! Jangan cari kesempatan untuk memeluk aku!"
"Tidak akan jatuh jika berhati-hati dan semangat."
"Enak saja kau berkata seperti itu! Coba saja kau ada di posisiku! Enak saja ngomong gampang!"
"Tugas saya membuat tuan Aldi semangat. Ini sudah teralu lama tak di gerakan. Nanti lama sekali pulihnya."
"Karena tidak ada yang becus! Mereka semua seenaknya! Cuma mau manfaatin keadaan."
"Masa sih? Lalu kalo saya apa seperti itu?"
"Sepertinya perawat miskin kaya kalian sama saja! Semua menginginkan uang!"
"Kalau saja perawat semua kaya kami lebih memilih jadi nyonya besar di dalam mansion atau menjadi pemilik klinik saja." Nuke gemes untuk tidak membalas perkataan Aldi. Aldi terdiam.
Mereka seperti anjing dan kucing yang selalu berdebat. Aldi yang jutek selalu ingin mematahkan semangat Nuke mengajaknya berolah raga.
"Ini saatnya aku membalas menyiksamu Aldi..hihihi... Tapi tenang saja aku tak akan jahat padamu. Tapi tak ada ampun jika kau harus berlatih.. hihih.." Nuke tertawa sendiri. Mungkin ini cara Tuhan memberikan pembalasan pada Aldi untuknya. Kini ia bebas melakukan apa pun. Aldi tak bisa mengenali wajahnya karena kebutaannya.
Setiap Nuke memeluk Aldi untuk duduk di kursi roda... Aldi selalu mencium aroma vanila pada leher Nuke. Biarpun berpeluh aroma itu yang Aldi suka. Beberapa kali Aldi menarik nafas dalam-dalam tanpa Nuke tau.
"Mengapa harum tubuh Nina aku sangat menyukainya? Ada perasaan yang berbeda setiap kali ia menyentuhku. Suaranya seperti mengingatkan aku pada seseorang." Otak Aldi pun sudah mulai merasa nyaman dengan Nuke.
"Siang ini aku mau tidur sajaaaaa.... gak mau olah raga!" teriak Aldi bergulung di selimut.
"Baiklah saya juga akan tidur saja."
"Tugasmu menjaga aku dan merawat bukan tidur!"
"Siapa yang harus saya rawat? Tuan Aldi sedang tidur?"
"Lakukan apa pun! Jangan tidur juga!"
"Baik saya akan makan yang banyak di dapur."
"Hey jangan rakus nanti badanmu gendut dan tak kuat menahanku!"
__ADS_1
Semenjak lumpuh tak ada yang membesuk Aldi. Bahkan keluarga pun tak ada.
"Tuan Aldi... kita harus tetap olah raga... Aku memaksa..."
"Siapa kau berani memaksaku! Aku yang menggajimu!"
"Maka dari itu aku tak mau makan gaji buta! Ayo berdiri!"
"Tidak mauuu!!"
"Saya tak peduliiii..." Nuke langsung memeluk Aldi dan membuatnya berdiri. Lalu menendang jauh kursi rodanya.
Dengan memaksa Nuke menarik Aldi agar berdiri tegak dan mengikatnya di kayu yang sudah disediakan agar ia berpose berdiri lalu diikat agar tidak jatuh.
"Lepaaas! Aku cape! Ninaaa... aku cape berdiri!" teriak Aldi
"Aku tahu biar gak bosan..." Nuke memasang lagu. Dan mulai mengajak Aldi berdansa.
Awalnya Aldi menolak, tapi indra penciumannya juga hatinya berkata lain. Baru dengan Nina Aldi mengalah dan tak bisa melawan lagi.
Kayu tempat Aldi berdiri dipasang roda... jadi Nuke bisa membawa Aldi berputar putar... selama 1 jam Nuke menggoda Aldi yang tetap saja malas bergerak.
"Semasa SMA saya ingin sekali berdansa dengan calon pacar saya tapi gak pernah kesampaian. Dia punya pacar yang cantik. Saya hanya bisa mengkhayal saja. Andai saya bisa berdansa seperti ini pasti bahagia sekali."
"Cowo itu cakep?"
"Sangat!"
"Pasti kau yang jelek.. hahaha... hahah.. Kalau kau cantik pasti ia berpaling padamu."
"Mungkin saya jelek untuknya. Hehehhe... biar saja. Saya tak ingat lagi tentang dia. Sudah saya kubur dalam-dalam."
"Oh mungkin karena dia tau saya suka sama dia jadi malah menjauh ya?"
"Sangat mungkin terjadi seperti itu! Jijik rasanya di kejar sama cewek, murahan!"
"Sudah terlambat juga. Mungkin nanti saya akan bertemu dengan yang lebih baik."
"Nina.. sudah... Aku mau tidur..!"
"Tuan Aldi sudah terlalu lama tidur terus... Sekarang kita bergerak menari lagiiiii!"
"Aaarggh!!! Kenapa kamu terlalu memaksa sih!"
Tanpa disadari Aldi menjadi manja pada Nuke. Dan menyenangi kegiatan yang selalu dilakukan Nuke. Semangatnya semakin menjadi. Jika sedang tidur malam, Aldi mencoba lagi untuk menggerakan kakinya.
Hari ini Nuke mengajaknya duduk di dalam kolam plastik yang diisi dengan air bola bola jeli. Aldi yang merasa tak seimbang jika duduk tanpa kursi. Aldi mulai belajar duduk seimbang. Sesekali jatuh ke samping dan ke belakang. Tapi Nuke duduk di belakang Aldi dan siap memeluknya. Dan memberikan pijatan ringan pada punggung Aldi.
"Hayy.. kau masukan bola jelly ke dalam bajuku!" teriak Aldi dan memercikan air pada Nuke.
"Hahahhah... enak kan dingin-dingin geli.."
"Ninaaa.. jangan menjahiliku awas yaaa!"
"Aku ada di sini sajaa.. tak kemana-mana.. hihihi.."
__ADS_1
"Eh.. mengejek ya.. awas kalo aku bisa lihat aku balas!"
"Kau sudah sering membalas perbuatanku Aldi. Dan dikala kau sembuh atau bisa melihat, aku sudah tak ada disisimu lagi." Nuke melihat wajah Aldi dari dekat. Mungkin ini menjadi pekerjaan yang sangat ia dambakan. Berdekatan dengan Aldi selama 24 jam dan dibayar 3 kali lebih banyak dari gaji yang ditentukan.
Untung mereka memandang arah yang sama karena baik Aldi dan Nuke sama merona merah wajahnya.
***
Hari ini mereka berenang.
"Aku tak mau airnya dalam... aku takut tenggelam! Jangan paksa Ninaa!"
"Tenang tuan bayi Aldi... airnya sudah aku kurangi... dan kita memakai pelampung.. heheheh," bujuk Nuke
"Berani kau panggil aku bayi hah! Mana kau sini...!" Aldi memukulkan tangannya ke udara mencari Nuke. Hingga Nuke menyerahkan wajahnya dan Aldi tepat memeluk Nuke. Dan bibir mereka beradu. Suasana menjadi hening.
"Eh.. kau sengaja yaaa!!"
"Tuan Aldi, dari tadi aku diam saja.. Tapi tuan terus mencari dan memukulku. Aku berikan wajahku malah tercium."
"Itu tadi gak sengaja! Jangan berpikiran yang lain! Huuh! Aldi mengapa kau berdebar."
"Tuan Aldi mencuri my first kiss! Dan itu bukan yang di sengaja! Sungguh sial hidupku."
"Apa itu first kiss kamu? Setua ini? Hahhaha... kasihan sekali. Wah apa aku harus berbangga menjadi orang yang pertama ? Hahhaha."
"Puas sekali ya menghinaku. Iya deh aku kasihan banget. Kan aku bilang aku mengharapkan cowok yang dulu satu SMA denganku. Aku mau dia yang pertama melakukannya kelak!"
"Sudah lupakan. Dia pasti sudah melupakanmu. Cari saja cowok lain yang mencintaimu."
"Iya, mau saya lupakan kok." Nuke tersenyum.
Lama-lama Aldi menikmati kegiatannya. Sedikt sedikit kakinya bisa di gerakan tanpa ia sadari. Semua serba dilema, jika ia cepat sembuh maka ia kehilangan Nina yang selalu membuatnya tertawa dengan lelucon garingnya. Tapi ia bosan seperti ini.
***
Nuke senang menggangu Aldi... itung - itung membalas kenakalannya dulu padanya.
Ketika Aldi makan Nuke sengaja meletakan sepotong sayur yang Aldi benci.
"Aaarrg... kenapa ada sayur di dalam piringku!"
"Makan saja tuan itu bagus untuk kesehatan!"
Bukan tak suka sayur tapi dari kecil Aldi tak dikenalkan dengan sayur, rasanya saja iya tak paham.
Terbukti beberapa kali Nuke menyuapkan makanan atau meletakan sayur Aldi tak protes.
"Apa yang aku makan ini Nina...?" ketika Aldi meminta disuapin.
"Oh itu daging kelinci..!" padahal itu jamur.
"Bukan sayur kan?"
"Bukan."
__ADS_1
Aldi mulai menyukai keberadaan Nuke yang ia tahu bernama Nina.
Sudah berlangsung 1 bulan. Artinya masih ada 2 bulan lagi Aldi bersama Nuke