
"Sini lo ikut gw!" tiba-tiba suara Aldi ada di belakang mereka berdua dan langsung menarik Nuke keluar kelas.
"Aldi.. sakit... iih Aldi jangan ke gudang kek.. tangan gw belum sembuh nanti tetanus lagi!"
"Kapan lo tetanus?"
"Hmm udah dikasih tau lupa melulu.. Ya di gudang juga lo dorong gw sampe jatuh tuh nancep dipaku yang ini! Nih liat tuh kan berdarah lagi!"
"Iya urusan nanti itu."
"Oh iya mumpung disini gw mau tanya sama lo, Praya itu kerjaan lo ya? Ngaku ajah."
"Kenapa kalo iya? Baru digebukin gitu aja cengeng banget sih. Lebay pake ke Singapore segala. Hahahah.."
"Aldi kenapa sih jahat banget. Kalo lo sebel sama gw lo marah aja sama gw jangan ke Praya yang gak tau apa-apa!"
"Gw gak suka Praya itu muncul didalam hidup gw! Harusnya dia tetap jadi anak motor yang ga seliweran depan muka gw! Gw muak sama Praya! Apalagi sekarang lo deket-deket sama Praya! Gatel banget!""
"Aldi! Ngapain lo pikirin gw deket sama siapa? Lagian lo kenapa sih ngatur gw harus main sama siapa? Gw bukan pacar lo! Pacar lo aja lo biarin... deket... berduaan.... makan bakso... di kantin kelas satuuu... itu Luna kan?" Nuke ngoceh sambil ngeliat keluar ke kantin anak kelas satu yang jarang banget di datengin mereka anak kelas 3. Gak sengaja Nuke ngelihat Luna lagi sama Rivan. Dan celakannya Nuke keceplosan. Karuan aja Aldi langsung kesel dan mau nyamperin Luna.
"Kurang ajar Luna!"
"Eit..eeyy..eyy.. mau kemana? Gak boleh! Stay di sini.."
"Minggir lo gw mau hajar si Rivan!"
"Jangan gak boleh, kali ajah mereka lagi belajar bareng! Jangan salah paham." Nuke gak mau Aldi berantem di sekolah.
"Mau mereka lagi tranfusi darah sekali pun gada yang boleh deket sama milik gw ngertii? Atau nasibnya sama dengan Praya!"
Nuke melongo melihat punggung Aldi, pasti terjadi pertumpahan darah nih. Tiba-tiba Nuke punya ide.
"Nukeeeee, berengsek lo apa-apaan sih! Sini lo!" teriak Aldi
"Maap Aldi.. gak sengaja.. maap Aldi... haduh mati gw..." Nuke kabur setelah menyiram Aldi pake selang tanaman. Tapi berhasil Aldi malah mengejar Nuke. Luna dan Rivan kabur denger keributan Aldi.
__ADS_1
Misi Nuke berhasil menggagalkan Aldi mukul Rivan. Karena keributan ini guru di sekolah memerintahkan agar Aldi berada jauh dari Nuke, tidak boleh saling mengancam dan bikin onar.
Sebenernya Nuke sedikit lega karena Aldi gak bisa lagi membully dia. Tapi gak sampai di situ Aldi tetep bisa ngerjain Nuke lewat Luna yang merasa kesal perihal hape baru Nuke dari Aldi.
Luna mulai cemburu, makannya ia juga memanfaatkan Rivan untuk membuat Aldi cemburu.
***
Nuke banyak mencari tahu soal Praya. Tapi Praya bagai ditelan bumi, tak ada kabarnya lagi. Bahkan Nuke bertanya pada para sahabat Praya dan mereka lebih memilih tutup mulut. Nuke akhirnya menyerah tak tahu lagi kemana untuk mencari Praya. Bahkan media sosial Praya juga tampak tak aktif. Seluruh keluarganya pindah ke Singapore.
Beberapa bulan ini keadaan sekolah sedikit lebih tenang karena mereka masih-masing mempersiapkan untuk ujian akhir kelulusan mereka. Semua berkonsentrasi. Begitu juga Aldi dan Nuke seperti gencatan senjata. Karena juga ancaman dari para guru agar lebih rajin belajar kalau tidak akan sulit lulus.
Hari yang ditunggu datang hari kelulusan. Lulus dari SMA bagi Nuke bebas dari Aldi yang terpenting. Sedihnya ia harus berpisah dengan Sinta yang kuliah di Belanda
"Kita bakalan jarang ketemu ya Sin, sedih. Kalo lo balik ke Jakarta lo kasih kabar yaa..kita harus ketemuan."
"Pasti. Gw akan berkabar juga, lo cepetan punya hp baru ya. Kasih kabar ke gw!"
"Gw udah punya hape kok, di kasih Aldi. Mungkin gantiin hape gw yang dia rusakin. Tapi hapenya kecanggihan belom gw buka."
"Hadeeh lolot banget sih lo! Bilang dong kan bisa gw ajarin."
"Iya, lo gimana lanjut mana?"
"Gak tau liat nanti deh. Belom mikir bisa ajah gw kerja dulu."
"Pokoknya berkabar yaaaa... Kita bisa chating dan video call."
***
"Assalamualaikuuum... Nuke pulang ibuuuu."
"Waalaikumsalam.. Gimana lulus gak nak?"
"Lulus dong bu.."
__ADS_1
"Ibu sudah duga, anak ibu yang manis ini kan pintar."
"Bu.. aku kerja dulu ajah ya bu.. baru nanti mikir kuliah. Kuliah sekarang mahal banget. Aku udah ga berencana jadi dokter. Karena sekolahnya susah dan lama. Kasiahan ibu kalo aku sekolahnya lama, biayanya juga besar."
"Loh enggak! Kamu harus langsung lanjut sekolah. Ibu sudah daftar akademi perawat, dan kamu ada asrama di sana. Jadi kamu fokus kuliah dan praktek. Biar bukan jadi dokter seperti cita-cita kamu kan jadi perawat hampir mirip."
"Kok aku di asrama bu? Emang ibu gak mau ngurus aku lagi?" rajuk Nuke
"Ngomong apa sih.. Di sana kamu aman. Kamu fokus ajah kuliah jangan pikirin Ibu."
"Ibu punya uangnya? Mahal loh Bu akademi perawat tuh.."
"Udah ada. Kamu tau beres setiap bulan bakalan Ibu bayar, uang jajan kamu juga akan ibu kirim ke atm kamu ya."
"Emang ibu mau kemana? Aku kan bisa pulang setiap minggu?"
"Rencananya ibu mau jadi tkw di Malaysia, buat nambah uang kuliah kamu. Jadi jaga diri di sini ya nak."
"Apa TKW? Bahaya loh Bu banyak yang disiksa majikannya!"
"Ibu aman kok, ibu ke sana diajak sahabat ibu gantiin dia."
"Ibu kok baru bilang sekarang? Mendadak banget, aku bakal kangen ibu dong?"
"Semua itu harus ada pengorbanan dan perjuangan. Ibu mau kamu jadi orang yang berhasil dan bahagia."
"Aku bahagia asal deket sama ibu terus. Aku bisa kerja Bu kita bisa hidup layak."
"Ibu mau kamu lebih berhasil lagi. Nanti ibu bakalan kirim tiket ke sana. Kamu di sini sekolah yang baik. Kalau di asrama kan kamu lebih aman. Ibu gak khawatir. Karena di asrama penjagaan ketat. Peraturan juga ketat. Jadi ibu menitipkan ditempat yang tepat."
"Ya udah deh kalo Ibu dah rencana gitu, aku ngikut ajah. Aku lebih bahagia sama ibu sebenernya. Aku sedih berpisah sama ibu."
"Ibu juga sedih harus berpisah sama kamu, tapi ini demi kebaikan kita. Kan gak lama. Kalau Nuke selesai kuliah ibu pulang ke Jakarta."
"Janji ya buuu, Aku akan giat belajar! Biar lulusnya cepet dan ibu gak perlu lama-lama jadi tkw!"
__ADS_1
"Iya ibu janji. Kamu selesaikan cepat jangan ada yang ngulang. Nanti ibu bayar kuliahnya mahal."
"Pasti dong bu."