
"Tuan mereka sudah datang ada di ballroom dan sudah
siap di mulai acaranya," lapor Bara.
"Oh ya.. tunggu saya segera ke sana. Siapkan pelayan
untuk membantu."
"Ada acara apa Tuan di ballroom... aku lihat ada 10
mobil masuk halaman. Mau ada pesta? Kok aku gak dikasih tau?
Aku kan malu cuma
pake jeans gini." Nuke selalu memakai pakaian santai di
dalam jas perawatnya.
"Udah jangan cerewet. Siapa yang mau mikirin apa yang kamu pake? Ayo kita ke sana..." Nuke mendorong kursi
roda ke arah ballroom di rumah itu.
"Tuan duduk di sini," ujar Bara
"Selamat pagi Tuan Aldi, saya membawa baju semua sesuai permintaan anda. Apakah ini nona Nina?" tanya Bella
"Ya untuknya. Pilihkan sesuai dengan sifat dan kepribadiannya, dan ukuran yang pas. Juga baju pesta."
"Sudah saya duga ukurannya S. Proporsional... Berkulit cerah dan halus. Cocok untuk tipe yang lembut dan manis. Warna yang cocok adalah warna pastel dan warna earth tone. Cocok sekali." ujar Bella personal shoper dan penata busana kepercayaan keluarga Aldi.
Suasana ballroom dibuat seperti peragaan busana kecil.
Ruangan digelapkan lengkap dengan panggung panjang. Hanya ada kursi untuk Nuke duduk disamping Aldi.
"Tuan Aldi.. ini apaa? Apakah ini acara peragaan busana?" bisik Nuke
"Iya ini peregaan busana hanya untuk memilihkan baju untuk mu. Lihat saja semua ini... aku kan tak bisa
melihatnya... Pilih baju yang kau suka. Yang bisa kau pakai sesuai seleramu. Untukmu!"
"Tuan... kita bisa membeli ke mall... gak usah butiknya dibawa ke rumah kaya gini!"
"Sudah terlanjur. Biar kau tau beginilah jika orang kaya berbelanja baju!"
“Aku kanbukan orang kaya, aku bisa beli bajuku sendiri ke mall, seperti ini sungguh merepotkan danmemalukan.”
“Sudah diam jangan ngedumel ajah. Jangan menolak rejeki! Kau beragama tidak?”
“Bawa-bawa agama segala. Iyaaa..maaf.”
“Sesekali merasakan seperti orang kaya kek.”
"Hmmm... somse..... Tuaaan.. Aku gak tahu harus pilih apaaa! Semua bagus dan mahal."
"Kalau kau tak tahu nanti ada Bella yang akan memilihkan untuk mu."
"Tuan masa untuk sepasang baju mereka harus peragaan sebanyak ini?"
"Siapa bilang beli sepasang? Ada minimal pembelian untuk membawa mereka ke rumah."
"Hah!!! Apa? Minimal pembelian? Pastinya harus bisa menutup 4 pragawati ini dan krunya?? Berapa Tuan?" Nuke kaget
"Sudahlah tak usah tau. Nikmati dan pilih! Jangan cerewet lagi!"
Nuke tak berkedip.. Ia tertekan karena harus memilih baju yang
ia suka. Ia juga tak mau mendapatkan baju yang tak sesuai kesukaannya.
"Tuan.. banyak banget aku lelah melihatnya."
"Hehehhe.. Jangan lelah dong.. Nanti bajunya jelek loh.. ayo cepat pilih lagi... belum semua keluar, ada 3
merek baju dan 2 merek sepatu. Pilih juga asesorisnya."
Nuke tegang dan stress. Ia memandang baju-baju yang
diperagakan beberapa pragawati. Semuanya bagus dan terkesan
mahal. Semua ia suka, sesuai dengan seleranya.
"Iissshh... tapi mana cocok baju yang itu untuk aku kuliah..terlalu tampak mahal dan mewah. Bisa dikira aku melacurkan diri.." bisik Nuke ngomong sendiri.
__ADS_1
Aldi hanya tersenyum gemes melihat Nuke grogi.
"Bagaimana Bella...?" tanya Aldi
"Seperti biasa semua sempurna Tuan Aldi. Saya sudah memilihkan
beberapa untuk tuan Aldi pakai. Besok sudah ada di lemari pakaian anda. Lalu
untuk Nina sudah ada 20 setel pakaian dan 7 pasang sepatu kasual dan formal.
Semua keluaran terbaru!"
"Tolong pilihkan 7 stel pakaian yang cocok untuk kuliah.
Sepertinya merek tadi kurang cocok untuk kuliah," pinta Aldi
"Baik itu perkara mudah. Besok semua sudah siap di
lemari nona Nina. Kalo begitu saya langsung kembali untuk
menyiapkan baju
lainnya. Saya permisi Tuan Aldi.”
"Tuan Aldi.. kenapa nambah lagiii..?”
"Tadi katamu baju yang tadi gak bisa dipakai kuliah? Terlalu
mewah”.
"Kapan aku bilang gitu sama Tuan?”
"Aku dengar kau bilang begitu..."
"Aiiisshh.. Tuan suka sotoy... ngapain nguping aku
ngomong sendiri."
“Ya sudah besok ditambah yang kasual untuk kuliah.”
“Kenapa 7 setel?"
”7 setel untuk 7 hari, biar gak sama setiap harinya. kalo
“Sabtu dan Minggu gak kuliah kok!"
“Sudah terlanjur!”
“Lagian aku sebentar lagi juga lulus! Udah jarang masuk
kuliah kekampus. Kalaupun iya aku selalu pake seragam perawat!” dumel Nuke
“Hiihiihi… ngedumel ajah.”
“Lain kali bilang dulu ya kalau mau berbuat sesuatu. Aku gak
siap. Ini terlalu berlebihan! Masa naik angkot bajunya kaya gitu. Disangka
artis nyasar. Gak pantes!”
“Mulai besok pakai ya semua baju itu dan buang semua baju lamamu.
Kata Bara kau pake baju itu-itu aja?"
“Lagi pula, tuan Aldi kan ga lihat aku pake baju apa. Kenapa
juga aku harus tampil modis? Aku harus berpakaian putih bersih.”
“Jangan berpakaian seperti perawat lagi. Pakai baju biasa
saja!”
“Hmmm, tapi aku gak akan buang baju lamaku!”
“Kenapa?”
”Ya tapi itu semua pemberian ibuku dulu, setiap ibu ada uang
kita selalu membeli baju. Jadi semua bajuku ada namanya!"
"Namanya? Maksudnya gimana?" Aldi bingung dengan
__ADS_1
kelakuan Nuke
"Jadi ketika ibu untung besar pesanan bolu, aku beli
baju kita namain baju bolu. Begitu juga ketika ibu banyak pesanan kue lapis.
Bajuku namanya si lapis. Hihihihi.."
"Kau dekat sekali ya sama ibumu?"
"Iya karena kita hidup berdua saja. Ibu berjualan kue
hingga kita bisa hidup dan sekolah seperti sekarang."
"Dimana ayahmu?"
"Ayah, gak tau juga dimana dan kemana. Udah biasa gak
ada ayah jadi gak pernah tanya. Aku juga gak merasa butuh ayah. Karena melihat
ibu kerja keras kaya gitu jadi gak mau nanya-nanya lagi. Takut ibu sedih."
"Hmmm...."
"Sekarang ibu di Malaysia jadi TKW, buat biaya kuliah
aku. Maka dari itu aku gak boleh lama-lama kuliahnya. Harus cepet selesai dan
bekerja."
"Sekarang kamu sudah bekerja dan mendapat gaji."
"Ya... tapi nanti aku mau bekerja di rumah sakit."
"Ciih.. ngapain di rumah sakit gajinya kecil!"
"Tapi jelas tugasnya, gak ada yang rewel kaya anak
bayi."
"Hey..hey..nyindir yaa!"
"Eh ada yang merasa kaya bayi ya...Hahahha.."
“Kau gak boleh kerja di manapun!”
“Kenapa begitu?”
“Kau harus merawatku sampai kapanpun!”
“Sampai kapan?”
“Gak tau!”
“Kalau tuan sudah sembuh dan bisa melihat? Aku boleh keluar?”
“Gaak!”
“Kenapa?”
“Karena kau sudah tahu banyak rahasiaku. Kau sudah melihat
badanku. Jadi kau harus tetap disini.”
“Kok gitu alasannya? Aku gak akan bocorkan rahasia pasien.
Kan aku sudah disumpah.”
“Tetap saja kau harus ada disisi ku!”
“Uuuuugghh… kok kaya pacarana? Hehehhe..”
“Jangan mengkhayal terlalu tinggi..” Jawab Aldi gugup takut
ketahuan
“Becanda tuan Aldi…”
“Yuuk kita kekamar lagi. Istirahat dulu. Nanti aku pijit
kakinya.”
__ADS_1
“Hmmm..”