Gagal Kawin Lari

Gagal Kawin Lari
17. Makan Salad


__ADS_3

Sebenarnya hari sudah siang tapi Aldi masih tidur. Nuke gak tega membangunkannya. Karena semalam Aldi berusaha untuk bekerja dengan sekretarisnya di rumah. Nuke mendampingi sesuai keinginan Aldi..


"Ninaaaa...!!" Aldi terbangun karena kaget.”


"Ya aku di sini... Selamat pagiii yang hampir siang.”


“Jam berapa sih sekarang?”


“Chudah jam 10... Bangun yuuk Tuan kita sarapan. Pagi ini cuacanya cerah banget loh! Mataharinya terang tapi gak panas. Anginnya sejuk tapi gak kencang.”


"Aku cape makannya di kamar aja yaaa."rengek Aldi


"Tadinya mau ngajakin sarapan di taman. Seger loh. Yuuk...”


“Gak mauu.. males keluar. Lagian gak keliatan apa-apa! Apa bedanya?”


“Padahal semua agak harus dilihat cukup dirasakan ajah. Aku tahu kan tuan Aldi gak bisa melihatnya. Tapi kan bisa dirasakan seperti kita ke pantai.”


“Malessss... nanti malam aja kita dinner di luar!”


“Ya udah... Tapi gak lupakan dengan janjinyaaa... Hihihi..."


"Itu bukan janji.. tapi jebakan!" Aldi merengut.


"Terserah.. tapi semangkuk salad dan segelas jus wortel


akan disiapkan."


"Aaaahh... kenapa sih kau datang untuk menyiksa kuuu... dan yang lebih parah kau aku bayar untuk itu!"


"Heheheeh... pekerjaan yang asik kaan...hihihi..."


Di meja makan..


"Makan dulu saladnya... itu ada ayam grill dan saus wijen. Cobain... rasanya jadi enak... dimakan bersama sayuran.


Jadi rasanya tetap enak. Ini aku yang masak sendiri loh."


"Huuuh...!"


"Buka mulutnyaaa... ayoo big baby. Buka yang lebar karena ini ayamnya besar loh!"


“Kalo gak enak aku bakalan muntah loh! Jangan terlalu besaaar!”


“Iya big baby... jangan rewel aah.. Ada telor rebus juga loh... Mau udang rebus juga? Ini salad spesial buat Tuan Aldi!”


Aldi membuka mulutnya dan memakannya. Salad buatan Nuke berbeda dari yang ia pikirkan. Rasa ayam nya enak membuat rasa sayurnya ikut enak.


Belom lagi saus wijennya yang harum dan gurih.


"Enak kaaan? Jangan bohong kalo enak bilang enak."


"Enggaaakk!!"


“Tapi harus abis.. heheheh. Aku gak percaya kalo ini gak


enak. Terserah deh Tuan Aldi mau bilang apa. Tapi harus dimakan.”


“Uuuuhh... gak enaaak!” Aldi sedikit akting


"Engga tapi kok abis sih?" Nuke menggaruk rambutnya yang gak gatel... heran.


"Ini hukuman yang enak rupanya. Jangan sampai Nuke tau


aku menyukainya! Kok bisa sih enak aku gak sangka buatan Nuke bisa enak gini.

__ADS_1


Ini baru pertama kali makan salad. Apa semua salad seenak ini?" otak jahil


Aldi tersenyum


"Sehabis makan kita minum Jus wortel! Yeeeeeaaayyy!! Jus paling sehat untuk mataa!”


"Jusnya bau! Rasanya gak enak!" kalo ini Aldi masih ingar rasanya dan benar - benar dia tak suka


"Tutup hidungnya... lalu telan..! Ini sudah aku kasih jeruk nipis biar gak bau." Nuke setengah memaksa..


"Hueekk.. Aaarrrggh... rasanya gak enak!"


"Ini vitamin buat mata. Biar sehat dan segera pulih."


"Oooh... kamu pintar menyiksaaa!!" teriak Aldi


"Biarin, siksaan ini hanya tinggal sebulan kok! Dan dalam sebulan ini Tuan Aldi harus ada kemajuan!"


"Aku harus cari cara agar Nuke gak pergi dariku!" pikir Aldi hanya untuk dirinya sendiri.


***


"Nina.. aku mau dengar berita,  temani aku."


"Baiklah sekalian aku melemaskan otot kaki Tuan." Nuke memijat bagian kaki Aldi perlahan pada waktu malam sebelum tidur.


"Apa kalian di ajarkan memijat dengan baik?"


"Ini bagian dari fisioterapi untuk pasien yang membutuhkan. Kita belajar."


"Enggak pijit ples ples kan? Hehhehe.."


"Jangan berpikiran yang enggak-enggak yaaa! Janganmacam-macam."


"Akukan lumpuh dan buta Nina.. masa mau macam-macam."


dia leluasa melirik Nuke. Pandangan ke depan tapi matanya jelalatan.


Kali ini kaos Nuke longgar terlihat belahan dada Nuke karena ia duduk di bawah. Sekali lagi Aldi nakal!


"Nina... apakah kamu punya pacar?" tanya Aldi tiba-tiba


"Hah? Mengapa nanya itu Tuan?"


"Jawab saja..."


"Be..belum... Siapa yang suka dengan aku, tubuhku kecil dan lemah, miskin dan gak keren! Dilirik pun aku belum pernah."


"Oh ya.. gak keren... Memang kamu gak keren! Besok kita belanja baju yang keren untukmu...!"


"Tak usah..... untuk apa.. Aku gak kemana - mana."


"Buatmu kuliah.. nanti."


"Jangan merepotkan Tuan."


"Eh.. gimana bisa tuan Aldi bilang aku gak keren? Tuan kan belom pernah melihat Nina?" selidik Nuke curiga


"A..aku tanya sama Bara, bagai mana penampilan kamu. Salahkan Bara kalo dia salah!"


"Ohhh..."


"Fiyuuuh... hampir saja ketahuan. Ini mulut keceplosan!" ucap Aldi dalam hati.


"Bara gak salah sih. Memang bener aku gak keren. Gak pernah kepikiran beli baju baru, buat jajan pas kuliah aja sehari-hari aja kurang. Hahahah."

__ADS_1


"Sekali-kali harus keren dong. Tapi jangan pacaran ya di kampus!"


"Eh.. uummm... Kenapa?”


“Kalo kamu pacaran anti kapan selesai kuliahnya!”


“Oh.. itu.. iya sih makannya saya emang gak pacaran. Lagian di kampus kan cowoknya cuma dikit. Gak ada yang dikecengin.”


“Bagus dong. Kasihan ya kamu... hehehe..” Aldi tertawa bahagia. Karena dengan begitu ia tak perlu takut Nuke di lirik cowok lain.


“Tapi banyak sih anak kedokteran, mana bening-bening. Kan mereka kuliah di gedung yang sama dengan kita hihihih.”


“Apaa? Kok ada anak kedokteran? Jangan kecentilan ya!”


“Apa Tuan...?"


"Enggaaa... Hari ini aku mau ke kantor! Tolong siapkan bajuku dan keperluan lain.”


"Okey baby."


"Senang sekali ya kau bilang aku baby! Awas kau!" ujar Aldi gemas


"Hehehhe... selama Tuan belom bisa jalan aku akan panggil Tuan baby!"


"Hmmm... Aku suka kau panggil baby sayang..." suara hati Aldi


“Benerkan sarapan pagi di taman segar. Mataharinya baik


sekali cuma ngintip. Bagus buat kesehatan badan karena ada vitamin D alami.” Nuke


senang sekali idenya untuk sarapan di taman dikabulkan Aldi.


“Hmmm...”


“Bener kan anginnya sejuk, telat sedikit ajah udah panas dan


gerah. Harus sering kita melakukan hal ini. Biar gak bosan.”


“Mana salad yang harus aku habiskan?”


“Sabar dong... heheh.. enak kan?”


“Enggak, terpaksa!”


“Hari ini jusnya bukan jus wortel kok, akan selang seling.


Hari ini jus anggur dan strawberry.”


“Thanks God! Aku sudah muak dengan jus wortel itu.”


“Hiihihi... besok juga ketemu lagi..”


“Ninaaaa... jangan lagi menyiksaku dong. Sengaja ya?”


“Engga sengaja. Ini baik untuk mata.”


“Sudah lah menyerahlah untuk mataku! Aku juga sudah


menyerah!”


“Maaf Nuke aku bohongin kamu.” Kata Aldi dalam hati


“Sudah.. jangan bilang menyerah. Okey kita break dulu ya jus


wortel seminggu. Okeey?”

__ADS_1


“Hmmm”


__ADS_2