Gagal Kawin Lari

Gagal Kawin Lari
Mati Saja Tak Cukup


__ADS_3

Dari kejauhan di luar pagar rumah ada sebuah mobil hitam


mengawasi Aldi dan Nuke.


"Jadi itu anak Banyu Biswana yang gagal kau bereskan?


Aldi Segara Biswana."


"Iya tuan, kecelakaan itu merenggut pengelihatannya dan


membuatnya lumpuh. Tapi kakinya berangsur membaik. Hanya


saja matanya sudah


dioperasi tapi gagal. Bagaimana apa kita ulang usaha


pembunuhan seperti


kemarin?"


"Jangan...! Mati saja tak cukup mereka harus menderita.


Seperti dulu mereka membuat putriku gila. Siapa itu gadis


manis yang berada di


dekatnya? Sepertinya bisa kita manfaatkan. Selidiki hubungan


mereka."


"Tampaknya itu perawat khusus untuk merawat Aldi."


"Saya punya firasat mereka punya hubungan khusus."


"Segera saya selidiki Boss."


Orang tua Aldi banyak mempunyai musuh dalam menjalankan


bisnisnya.


Semenjak kecelakaan itu Aldi tinggal terpisah dengan orang


tuanya. Ia ingin ketenangan dan jauh dari urusan bisnis.


Karena gak usah bekerja saja kehidupan Aldi sudah terjamin 7


turunan.


Tapi Aldi tetap memiliki perusahaan yang ia rintis dari dulu


dan kini sudah lumayan besar, tanpa campur tangan ayahnya.


***


"Tuan Aldi... ayo siap-siap tidur malam. "


"Aku bisa sendiri...!" jawab Aldi ketus.


"Ba..baiklah..." Nuke kaget karena Aldi


membentaknya. Dan wajahnya berubah sedih


Aldi yang bisa melihat raut wajah Nuke langsung menyesal


dengan ucapannya.


"Maaf... aku tak bermaksud membentak. Hmm... aku butuh


bantuan untuk menyiapkan baju tidurku."


"Segeraaaa...!" nada Nuke langsung berubah dan


ceria seperti biasa. Berlari menuju lemari


"Ini sikat giginya Tuan Aldi sudah aku kasih odol...ini


gelasnya..." lalu ia berlalu.


Selesai Aldi menyikat gigi... Ia membasuh wajah. Ketika


membuka mata, Nuke sudah ada disampingnya menyodorkan handuk


kecil.


"Dasar anak ini... disuruh menyiapkan baju tapi tak


bisa menahan untuk membantu semuanya," Aldi cuma bisa


tersenyum


"Tuan Aldi ini bajunya kancingnya sudah aku bukain.


Masukin yang kanan dulu... Yaa.. sekarang yang kiri.."


Nuke sudah di


belakang Aldi yang duduk di kasur.


"Kau juga akan memakaikan celana ku?" tanya Aldi


mengoda.


"Iiiissshh... Tuan Aldi mesum ih.. ya engga lah... aku


akan masuk ke kamar mandi kalo sudah bilang ya Tuan


Aldi..." Nuke berlari


ke kamar mandi.

__ADS_1


Aldi sengaja memakainya terbalik depan ke belakang.


"Sudaah!" teriak Aldi


"Okey... Tuan Aldi.. celananya terbalik....!!"


teriak Nuke. "Ayo copot lagi pakai yang benar!"


Spontan Nuke menarik


ke bawah dan memperlihatkan kolor putih Aldi dan pahanya.


"Segitu inginnya melihat kolorku?" tanya Aldi


menggoda


"Eh..eh.. maaf Tuan Aldi.. aduh.. aah.. eh.. Aku gak


sengaja.. aku reflek ngebetulin... so..soalnya pasti gak


enak rasanya... Maaf


Tuan Aldi keliatan dikit." Nuke jujur dan polos banget.


"Ya.. aku pake kolor untungnya!" Nuke merona. Dan


Aldi


melihatnya.


Sebelum tidur Nuke memijat kaki Aldi membuat kakinya relax


dan melemaskan otot-ototnya yang lelah.


Nuke juga sama lelahnya dengan Aldi, tapi ia tetap


menjalankan tugasnya, hingga ia ketiduran di kasur Aldi.


"Wajahnya damai sekali..." bisik Aldi. Lalu Aldi


menarik badan Nuke yang ringan sejajar dengan dirinya.


Berhadap-hadapan


dibantal yang sama.


"Kebo banget sih... tidur ditarik-tarik gak bangun..


hihihi..." Aldi gemes.


"Cup.. cup... cup..." Aldi mencuri kecupan di


bibir. "Hihihi... beruntungnya aku.. hihihi" Aldi


menyeringai dengan


kecurangan yang ia lakukan.


tidur semalaman hanya mandang Nuke dan membenarkan


selimutnya.


"Rambutnya halus seperti anak ayam." Aldi mengelus


rambut Nuke lembut. "Baru kali ini aku sedekat ini.


Kenapa sih dulu aku begitu bodoh, gak melihat ada permata dihadapanku. Asik


saja menyiksa gadis polos ini. Kalau ajah dulu aku pacarana sama Nuke mungkin


kita uadh punya anak 2! Hehehhe…"


Pagi Aldi bangun duluan. Dan melihat Nuke masih meringkuk di


posisi yang sama. Hanya bergeser sedikit.


Tiba-tiba Nuke bangun.


"Ya ampun! Aku ketiduran!" pekik Nuke. Membuat


Aldi


belaga bangun tidur


"Sudah bangun?"


"Tuan Aldi, maaf.. aku ketiduran ya semalem... maaf


Tuan Aldi..." Nuke buru-buru turun dari kasur.


"Gak usah minta maaf... kau juga lelah jadi ketiduran.


Kamu kalo udah tidur kebo juga ya? Gak bangun biarpun sudah aku


goncang-goncang. Apakah mimpi indah?" tanya Aldi


"Eer.. mmm.. Mungkin karena aku Lelah sekali jadi gak


berasa apapun. Maaf. Sepertinya...aku mimpi dan sangat indah. A..aku ke kamarku


dulu Tuan Aldi... Nanti aku kembali!" Nuke berlari.


"Aahh... tadi malam aku bermimpi indah sekali. Aldi


membelai dan menciumku... tapi Tuan Aldi sudah bisa melihat


tidak buta.... Apa


itu nyata? Kenapa Tuan Aldi bertanya?" Nuke bicara

__ADS_1


sendiri.


“Apa Nuke tahu ya kalua semalam aku mencuri cium? Oh..jangan


sampai Nuke tahu bisa balas dendam nanti. Bisa-bisa kakiku akan patah bukan


malah sembuh dengan Latihan gilanya.”


Aldi sudah rapih mandi dan berpakaian. Semua pakaian sudah


disiapkan Nuke di atas meja agar warna dan modelnya sesuai.


Aldi tersenyum Nuke terlalu memanjakannya. Hingga kaus kaki


senada dan sepatu sudah berjejer.


Nuke sudah rapih dan manis berada di dalam kamar Aldi lagi.


Memakai baju yang diberikan Aldi.


"Ayo Tuan Aldi kita sarapan!"


"Okey. Jangan paksa lagi aku memakan makanan hijau


hijau ya. Lama-lama aku akan menjadi kelinci!"


"Tuan Aldi kenapa gak bangunin aku? Akukan malu."


"Gak tega aku bangunin kamu.. dengkuranmu keras pasti


kau sudah lelap sekali."


"Woooah.. Aku tak mendengkur Tuan Aldi!" teriak


Nuke


gemes


"Lalu aku mendengar apa semalam ya?" goda Aldi


"Tuan Aldi... Tuan Aldi...Tuan Aldi... gak jadi


deh."


"Apa... Mau tanya apa? Kok gak jadi?"


"Mmmm... Aku mimpi tapi begitu real, aku malu mau


bilangnya."


"Mimpi apa? Mimpi jadi sleeping beauty dan tidur di


sebelah pangeran?" tanya Aldi menggoda


"Uughhh... bukaan! Aku mimpi dicium kucing!" seru


Nuke.


"Hahahha... mungkin karena kamu lupa mengosok gigi


setelah minum susu... hihih."


"Ya kucingnya berbulu hitam yang suka ngomel...!"


Nuke


merajuk


"Hahahha."


"Jangan lupa nanti kita latihan lagi. Tuan Aldi jangan


kebanyakan makan! Nanti susah jalan!"


"Kenapa sih suka balas dendam begituuu!"


"Bukan balas dendam.. wlee!"


"Gimana kalo pagi ini kita pergi ke villa di gunung?


Aku kangen suasana dingin dan sepi. Menikmati kabut yang


jatuh di


wajahku."


"Tuan Aldi punya villa? Waaahhh! Tapi ini bukan karena


Tuan Aldi menghindari latihan jalan di jalanan refleksi


kan?" tanya Nuke


curiga


"Eng..engaak... Sudah lama semenjak kecelakaan aku gak


pernah ke sana lagi. Panggilkan Bara!"


"Saya disini tuan Aldi..." sebenarnya Aldi sudah


tau demi akting buta.


"Bara telepon villa agar menyiapkan semuanya. Habis


sarapan kita kesana. Kita nginep sehari atau dua hari."


"Akan aku siapkan keperluan Tuan Aldi semuanya. Ayo


sarapan yang banyak Tuan!" Nuke girang sekali.

__ADS_1


Aldi tersenyum ia senang kalau Nuke senang.


__ADS_2