
Dari kejauhan di luar pagar rumah ada sebuah mobil hitam
mengawasi Aldi dan Nuke.
"Jadi itu anak Banyu Biswana yang gagal kau bereskan?
Aldi Segara Biswana."
"Iya tuan, kecelakaan itu merenggut pengelihatannya dan
membuatnya lumpuh. Tapi kakinya berangsur membaik. Hanya
saja matanya sudah
dioperasi tapi gagal. Bagaimana apa kita ulang usaha
pembunuhan seperti
kemarin?"
"Jangan...! Mati saja tak cukup mereka harus menderita.
Seperti dulu mereka membuat putriku gila. Siapa itu gadis
manis yang berada di
dekatnya? Sepertinya bisa kita manfaatkan. Selidiki hubungan
mereka."
"Tampaknya itu perawat khusus untuk merawat Aldi."
"Saya punya firasat mereka punya hubungan khusus."
"Segera saya selidiki Boss."
Orang tua Aldi banyak mempunyai musuh dalam menjalankan
bisnisnya.
Semenjak kecelakaan itu Aldi tinggal terpisah dengan orang
tuanya. Ia ingin ketenangan dan jauh dari urusan bisnis.
Karena gak usah bekerja saja kehidupan Aldi sudah terjamin 7
turunan.
Tapi Aldi tetap memiliki perusahaan yang ia rintis dari dulu
dan kini sudah lumayan besar, tanpa campur tangan ayahnya.
***
"Tuan Aldi... ayo siap-siap tidur malam. "
"Aku bisa sendiri...!" jawab Aldi ketus.
"Ba..baiklah..." Nuke kaget karena Aldi
membentaknya. Dan wajahnya berubah sedih
Aldi yang bisa melihat raut wajah Nuke langsung menyesal
dengan ucapannya.
"Maaf... aku tak bermaksud membentak. Hmm... aku butuh
bantuan untuk menyiapkan baju tidurku."
"Segeraaaa...!" nada Nuke langsung berubah dan
ceria seperti biasa. Berlari menuju lemari
"Ini sikat giginya Tuan Aldi sudah aku kasih odol...ini
gelasnya..." lalu ia berlalu.
Selesai Aldi menyikat gigi... Ia membasuh wajah. Ketika
membuka mata, Nuke sudah ada disampingnya menyodorkan handuk
kecil.
"Dasar anak ini... disuruh menyiapkan baju tapi tak
bisa menahan untuk membantu semuanya," Aldi cuma bisa
tersenyum
"Tuan Aldi ini bajunya kancingnya sudah aku bukain.
Masukin yang kanan dulu... Yaa.. sekarang yang kiri.."
Nuke sudah di
belakang Aldi yang duduk di kasur.
"Kau juga akan memakaikan celana ku?" tanya Aldi
mengoda.
"Iiiissshh... Tuan Aldi mesum ih.. ya engga lah... aku
akan masuk ke kamar mandi kalo sudah bilang ya Tuan
Aldi..." Nuke berlari
ke kamar mandi.
__ADS_1
Aldi sengaja memakainya terbalik depan ke belakang.
"Sudaah!" teriak Aldi
"Okey... Tuan Aldi.. celananya terbalik....!!"
teriak Nuke. "Ayo copot lagi pakai yang benar!"
Spontan Nuke menarik
ke bawah dan memperlihatkan kolor putih Aldi dan pahanya.
"Segitu inginnya melihat kolorku?" tanya Aldi
menggoda
"Eh..eh.. maaf Tuan Aldi.. aduh.. aah.. eh.. Aku gak
sengaja.. aku reflek ngebetulin... so..soalnya pasti gak
enak rasanya... Maaf
Tuan Aldi keliatan dikit." Nuke jujur dan polos banget.
"Ya.. aku pake kolor untungnya!" Nuke merona. Dan
Aldi
melihatnya.
Sebelum tidur Nuke memijat kaki Aldi membuat kakinya relax
dan melemaskan otot-ototnya yang lelah.
Nuke juga sama lelahnya dengan Aldi, tapi ia tetap
menjalankan tugasnya, hingga ia ketiduran di kasur Aldi.
"Wajahnya damai sekali..." bisik Aldi. Lalu Aldi
menarik badan Nuke yang ringan sejajar dengan dirinya.
Berhadap-hadapan
dibantal yang sama.
"Kebo banget sih... tidur ditarik-tarik gak bangun..
hihihi..." Aldi gemes.
"Cup.. cup... cup..." Aldi mencuri kecupan di
bibir. "Hihihi... beruntungnya aku.. hihihi" Aldi
menyeringai dengan
kecurangan yang ia lakukan.
tidur semalaman hanya mandang Nuke dan membenarkan
selimutnya.
"Rambutnya halus seperti anak ayam." Aldi mengelus
rambut Nuke lembut. "Baru kali ini aku sedekat ini.
Kenapa sih dulu aku begitu bodoh, gak melihat ada permata dihadapanku. Asik
saja menyiksa gadis polos ini. Kalau ajah dulu aku pacarana sama Nuke mungkin
kita uadh punya anak 2! Hehehhe…"
Pagi Aldi bangun duluan. Dan melihat Nuke masih meringkuk di
posisi yang sama. Hanya bergeser sedikit.
Tiba-tiba Nuke bangun.
"Ya ampun! Aku ketiduran!" pekik Nuke. Membuat
Aldi
belaga bangun tidur
"Sudah bangun?"
"Tuan Aldi, maaf.. aku ketiduran ya semalem... maaf
Tuan Aldi..." Nuke buru-buru turun dari kasur.
"Gak usah minta maaf... kau juga lelah jadi ketiduran.
Kamu kalo udah tidur kebo juga ya? Gak bangun biarpun sudah aku
goncang-goncang. Apakah mimpi indah?" tanya Aldi
"Eer.. mmm.. Mungkin karena aku Lelah sekali jadi gak
berasa apapun. Maaf. Sepertinya...aku mimpi dan sangat indah. A..aku ke kamarku
dulu Tuan Aldi... Nanti aku kembali!" Nuke berlari.
"Aahh... tadi malam aku bermimpi indah sekali. Aldi
membelai dan menciumku... tapi Tuan Aldi sudah bisa melihat
tidak buta.... Apa
itu nyata? Kenapa Tuan Aldi bertanya?" Nuke bicara
__ADS_1
sendiri.
“Apa Nuke tahu ya kalua semalam aku mencuri cium? Oh..jangan
sampai Nuke tahu bisa balas dendam nanti. Bisa-bisa kakiku akan patah bukan
malah sembuh dengan Latihan gilanya.”
Aldi sudah rapih mandi dan berpakaian. Semua pakaian sudah
disiapkan Nuke di atas meja agar warna dan modelnya sesuai.
Aldi tersenyum Nuke terlalu memanjakannya. Hingga kaus kaki
senada dan sepatu sudah berjejer.
Nuke sudah rapih dan manis berada di dalam kamar Aldi lagi.
Memakai baju yang diberikan Aldi.
"Ayo Tuan Aldi kita sarapan!"
"Okey. Jangan paksa lagi aku memakan makanan hijau
hijau ya. Lama-lama aku akan menjadi kelinci!"
"Tuan Aldi kenapa gak bangunin aku? Akukan malu."
"Gak tega aku bangunin kamu.. dengkuranmu keras pasti
kau sudah lelap sekali."
"Woooah.. Aku tak mendengkur Tuan Aldi!" teriak
Nuke
gemes
"Lalu aku mendengar apa semalam ya?" goda Aldi
"Tuan Aldi... Tuan Aldi...Tuan Aldi... gak jadi
deh."
"Apa... Mau tanya apa? Kok gak jadi?"
"Mmmm... Aku mimpi tapi begitu real, aku malu mau
bilangnya."
"Mimpi apa? Mimpi jadi sleeping beauty dan tidur di
sebelah pangeran?" tanya Aldi menggoda
"Uughhh... bukaan! Aku mimpi dicium kucing!" seru
Nuke.
"Hahahha... mungkin karena kamu lupa mengosok gigi
setelah minum susu... hihih."
"Ya kucingnya berbulu hitam yang suka ngomel...!"
Nuke
merajuk
"Hahahha."
"Jangan lupa nanti kita latihan lagi. Tuan Aldi jangan
kebanyakan makan! Nanti susah jalan!"
"Kenapa sih suka balas dendam begituuu!"
"Bukan balas dendam.. wlee!"
"Gimana kalo pagi ini kita pergi ke villa di gunung?
Aku kangen suasana dingin dan sepi. Menikmati kabut yang
jatuh di
wajahku."
"Tuan Aldi punya villa? Waaahhh! Tapi ini bukan karena
Tuan Aldi menghindari latihan jalan di jalanan refleksi
kan?" tanya Nuke
curiga
"Eng..engaak... Sudah lama semenjak kecelakaan aku gak
pernah ke sana lagi. Panggilkan Bara!"
"Saya disini tuan Aldi..." sebenarnya Aldi sudah
tau demi akting buta.
"Bara telepon villa agar menyiapkan semuanya. Habis
sarapan kita kesana. Kita nginep sehari atau dua hari."
"Akan aku siapkan keperluan Tuan Aldi semuanya. Ayo
sarapan yang banyak Tuan!" Nuke girang sekali.
__ADS_1
Aldi tersenyum ia senang kalau Nuke senang.