
Sehabis makan siang, biasanya Nuke akan membiarkan Aldi
istirahat. Dan ia menikmati waktunya sendirian.
"Ninaaa... Ninaaa...!" teriak Aldi girang. Nuke
terbirit-birit menghampiri
"Ada apa tuan Aldi. Ada yang terluka? Kenapa panik
sekali?” Nuke yang sedang membuat jus berlarian ke kamar Aldi
"Enggak... tadi dokter mataku menelepon katanya waiting
list aku untuk mendapatkan donor menjadi no.1. Artinya bisa saja sewaktu-waktu
aku mendapatkan donor! Biasanya maksimal 1 bulan sudah ada pendonor!” seru Aldi
sambil mengembangkan senyum terbesarnya.
"Oh.. aku ikut senang Tuan Aldi. Ini berita baik! Untuk
itu kita harus merayakannya!" seru Nuke tak kalah semangatnya
"Merayakannya? Memang ada perayaan menunggu
donor!" tanya Aldi lugu.
"Kita akan buat, kita rayakan penyambutan donor mata, dengan mempersiapkan
kesehatan mata tuan Aldi. Perayaannya adalah dengan kita pesta sayuran! Jadi
mulai dari sekarang sampai nanti sudah fix dapat kabar pendonor kita akan makan
banyak sayuran! Yeeeyyy!!" teriak Nuke happy
"Huu.... kenapa sih perayaannya gak asik!" Aldi
langsung merengut. “Harusnya perayaannya pergi lagi ke pantai,” gerutu Aldi
"Ayolah tuan Aldi. Kita harus menyiapkan otot mata yang
sehat dan kesehatan yang prima. Biar nanti otot mata tuan Aldi menerima donor
dengan baik dan tak menolaknya. Aku janji rasanya akan sangat enak!"
"Aku gak mau. Bisa carikan party planner lainnya!"
"Aku party planner satu-satunya! Ayolaah.. mau yaa,
nanti aku ajak lagi ke pantai dan menikmati sunset! Atau kali ini kita ke gunung
untuk menikmati Sunrise!"
"Benarkah? Janji padaku!"
"Iya aku janji!" Aldi sedikit menyunggingkan
senyumnya membayangkan pergi ke gunung dengan Nina
Nuke tersenyum kecut, ternyata kebersamaannya dengan Aldi
akan berlalu lebih cepat dari pada yang diperkirakan. Kalau saja besok atau
lusa sudah ada pendonor pasti Aldi akan cepat melihatnya.
“Aldi, kalau kamu bisa melihat artinya kita gak bisa bareng
lagi. Kamu pasti marah karena merasa sudah dipermainkan dan dibohongi olehku.
Maaf ya Aldi. Aku senang sekaligus sedih jika kita gak lagi bersama. Hanya
dengan ini aku bisa dekat denganmu. Tapi sepertinya cara ini tak direstui
Tuhan. Aku curang,” Nuke terpaku melihat Aldi dengan wajah ceria mendengar
berita itu.
***
Pesta sayur yang Nuke bilang tidak bohongan. Setiap hari
Aldi harus memakan jus wortel ditambah sayur sebanyak 3 gelas di pagi, siang
dan sore hari. Lalu makan lauk dan sayuran mentah seperti salad dan gado-gado.
“Waktunya Party!”
“Nina, aku pikir kau sudah gila! Mana ada party sayuran!”
“Masa sih? Ini untuk kebaikan tuan Aldi loh.”
“Tapi dokter tak bilang pesta sayur!”
“Ini rahasia aku dengan para dokter. Hanya pasien berduit
tebal yang akan di beritahu soal pesta ini.”
“Aku gak mau! Mual mengingat rasanya.”
“Ya udah, berarti aku gagal menjadi perawat tuan Aldi. Biar
__ADS_1
besok aku minta gantinya saja. Kali dia lebih bisa merawat tuan Aldi,” Nuke
bernada murung
“Gak usah! Kau jangan minta ganti!”
“Kenapa?Tuan Aldi mau ikut party ini? Padahal ini masuk di
poin penilaian pekerjaanku."
“Yaa... aku mau melakukan sayuran party, asal kau tak minta
ganti! Aku gak suka orang baru! Kau jangan geer!”
“Yess.. saya gak geer kok. Oh baiklah.. aku janji ini akan
menyenangkan dan menyehatkan mata!”
“Awas kalau kau bohong!”
Benar saja seminggu setelah memberi kabar, dokter
memberitahukan jika donor telah siap dan Aldi harus segera dioperasi.
“Ninaaaa.... besok lusa aku sudah bisa dioperasi! Aku senang
sekali! Apa kau senang?”
“Sudah pasti tuan, nanti pekerjaanku akan lebih ringan.
Hehheh..”
"Nina... jangan pergi dari ku ya... aku takut kalau
operasi ini tak berhasil," nada Aldi pesimis.
"Tak akan tuan Aldi. Semua sudah ditangani dokter ahli.
Dan biayanya tak murah loh! Tuan Aldi ditangani dokter yang ahli lulusan luar
negeri. Sudah berpengalaman belasan tahun!”
“Terima kasih Nina, kau membuat aku tenang.”
***
Pagi itu Aldi sudah siap dioperasi. Mereka berangkat dari
rumah dengan persiapan menginap, begitu juga Nuke.
Aldi masuk ke dalam ruang persiapan. Dan sedang diberikan
obat bius melalui infus. Nuke menunggu di samping Aldi, sebagai perawat VVIP.
tiba-tiba datang dan berbisik
"Nina untung kau di sini... setelah operasi mata ini
kita bertukar pekerjaan lagi ya, aku tak bisa meneruskannya. Hari ini tuan Aldi
dioperasi, ia tak boleh melihatku, aku gak mau dibilang memanfaatkan
kebutaannya untuk berada di dekatnya terus.”
"Memangnya kenapa ia tak boleh melihatmu? Apakah dulu
kau mengenalinya?"
"Iya dulu ia teman SMA ku dan aku menyukainya. Tapi ia
tak menyukaiku. Malah membenciku. Aku takut ia jijik dirawat olehku. Nanti aku
dituntut karena tuduhan modus dan penipuan. Aku takut Nin, mereka keluarga
mafia! Tukeran lagi ya Nina. Nanti soal administrasi biar aku yang urus.
Pergantian perawat itu biasa dilakukan, agar lebih belajar berbagai pasien
alasannya. Mau ya Nin.. tinggal 1bulan lebih sedikit kok," pinta Nuke.
"Ya okey saja. Biar gak bosen. Terus terang menjaga
orang tua sangat membosankan. Kerjaku hanya main hape dan tidur saja. Hehehhe.”
“Tapi setelah tuan Aldi bisa melihat pekerjaan mu akan lebih
ringan. Hanya mengantarnya terapi. Dan memberi peregangan sehari 2 kali.”
“Okey.. apa alasan yang kau pakai nanti jika tuan Aldi
menanyakan kau ke mana?”
"Bilang saja aku mau di kawinin di kampung.”
“Hahhaha... udik banget alesanmu!”
“Biarin! Aku takut sekali. dan aku malu. Pasti disangka aku
manfaatin keadaan. Belum tuduhan lainnya. Kau tak tahu semengerikan apa tuan
Aldi ini padaku waktu di SMA.”
__ADS_1
“Suster, pasien sudah siap? Anastesi sudah selesai?”
“Sudah suter kepala.”
“Silahkan menunggu di luar.”
3 jam lebih operasi dilakukan. Selama itu Nuke menunggu
dengan cemas. Ia gugup sekali. Setelah 3 jam lebih akhirnya pintu ruang operasi
terbuka.
“Bagaimana operasinya dok?”
“Kamu perawat tuan Aldi ya? Operasi berjalan dengan lancar.
Tunggu siuman lalu bisa di antar ke ruang rawat. Seminggu baru bisa dibuka
perbannya ya..”
“Baik dok terima kasih.”
Aldi sudah berada di ruang rawat.
“Ninaaa... Ninaaaa... di mana kaau!”
“Aku di sini tuan Aldi.. Sudah sadar yaa.”
“Kamu Nina kan?”
“Iya aku Ninaa.. sudah lupa dengan suara merduku? Heheheh.”
“Kau tetap di sinikan?”
“Iya tuan aku di sini sampai tuan sembuh.”
"Nina.. kapan perbanku di buka?"
"Seminggu dari operasi."
"Aku harap kau ada di saat aku melihat ya. Kau orang
yang pertama yang ingin aku lihat. Tapi jika gagal kau juga ada di sana ya
untuk menghiburku."
"Tidak tidak akan gagal Dokter telah memastikan semua.
Jangan berpikiran yang tidak-tidak.”
“Tapi operasi itu cara manusia, masih ada takdir Tuhan yang
menentukan. Jadi masih ada unsur gagal kan?”
“Iya tapi kecil sekali. Hampir tak ada.”
“Jangan sok tau ah...”
“Aku yakin karena pesta sayur kita itu tuan Aldi sangat siap
menerima donor itu! Kita makan yuuk pasti laper kan seharian puasa.”
“Iya aku lapar sekali! Aku gak mau makanan rumah sakit!”
“Tenang saja aku sudah selundupkan makanan dari rumah. Nasi
goreng buatanku yang tuan Aldi suka! Nasi goreng ayam wijen!”
“Yaa.. aku mau makan itu. Suapi aku!”
“Tenang, tiap hari juga aku suapin kan, kenapa sekarang pake
minta.”
“Kau cerewet sekali!”
“Hihihi.. Sudah galak artinya obat bius tak mengganggu
syaraf otak tuan Aldi... hehehhe.”
“Dulu sekali aku pernah makan nasi goreng seperti ini. Yang
buat seorang gadis sengklek yang bodoh. Dia bilang nasi goreng semut rangrang!
Sudah pasti bohong, aku makan sedikit ternyata enak. Mau aku habiskan keburu
ketahuan. Hehehe...”
“Aldi... kamu suka nasi goreng itu? Bener kan habis
setengah. Kenapa sih dulu kamu gak baik-baik aja sama aku mungkin aku akan
masakin setiap hari nasi gorengnya,” batin Nuke.
“Sudah kenyang.. uuuhh.. minumnya mana?”
“Sekarang rebahan.. istirahat yaa. Mau aku pijat
kakinya?"
"Tak usah. Tidurlah juga, kau lelah seharian
__ADS_1
menungguku."