Gagal Kawin Lari

Gagal Kawin Lari
12. Donor Mata Untuk Aldi


__ADS_3

Sehabis makan siang, biasanya Nuke akan membiarkan Aldi


istirahat. Dan ia menikmati waktunya sendirian.


"Ninaaa... Ninaaa...!" teriak Aldi girang. Nuke


terbirit-birit menghampiri


"Ada apa tuan Aldi. Ada yang terluka? Kenapa panik


sekali?” Nuke yang sedang membuat jus berlarian ke kamar Aldi


"Enggak... tadi dokter mataku menelepon katanya waiting


list aku untuk mendapatkan donor menjadi no.1. Artinya bisa saja sewaktu-waktu


aku mendapatkan donor! Biasanya maksimal 1 bulan sudah ada pendonor!” seru Aldi


sambil mengembangkan senyum terbesarnya.


"Oh.. aku ikut senang Tuan Aldi. Ini berita baik! Untuk


itu kita harus merayakannya!" seru Nuke tak kalah semangatnya


"Merayakannya? Memang ada perayaan menunggu


donor!" tanya Aldi lugu.


"Kita akan buat, kita rayakan  penyambutan donor mata, dengan mempersiapkan


kesehatan mata tuan Aldi. Perayaannya adalah dengan kita pesta sayuran! Jadi


mulai dari sekarang sampai nanti sudah fix dapat kabar pendonor kita akan makan


banyak sayuran! Yeeeyyy!!" teriak Nuke happy


"Huu.... kenapa sih perayaannya gak asik!" Aldi


langsung merengut. “Harusnya perayaannya pergi lagi ke pantai,” gerutu Aldi


"Ayolah tuan Aldi. Kita harus menyiapkan otot mata yang


sehat dan kesehatan yang prima. Biar nanti otot mata tuan Aldi menerima donor


dengan baik dan tak menolaknya. Aku janji rasanya akan sangat enak!"


"Aku gak mau. Bisa carikan party planner lainnya!"


"Aku party planner satu-satunya! Ayolaah.. mau yaa,


nanti aku ajak lagi ke pantai dan menikmati sunset! Atau kali ini kita ke gunung


untuk menikmati Sunrise!"


"Benarkah? Janji padaku!"


"Iya aku janji!" Aldi sedikit menyunggingkan


senyumnya membayangkan pergi ke gunung dengan Nina


Nuke tersenyum kecut, ternyata kebersamaannya dengan Aldi


akan berlalu lebih cepat dari pada yang diperkirakan. Kalau saja besok atau


lusa sudah ada pendonor pasti Aldi akan cepat melihatnya.


“Aldi, kalau kamu bisa melihat artinya kita gak bisa bareng


lagi. Kamu pasti marah karena merasa sudah dipermainkan dan dibohongi olehku.


Maaf ya Aldi. Aku senang sekaligus sedih jika kita gak lagi bersama. Hanya


dengan ini aku bisa dekat denganmu. Tapi sepertinya cara ini tak direstui


Tuhan. Aku curang,” Nuke terpaku melihat Aldi dengan wajah ceria mendengar


berita itu.


***


Pesta sayur yang Nuke bilang tidak bohongan. Setiap hari


Aldi harus memakan jus wortel ditambah sayur sebanyak 3 gelas di pagi, siang


dan sore hari. Lalu makan lauk dan sayuran mentah seperti salad dan gado-gado.


“Waktunya Party!”


“Nina, aku pikir kau sudah gila! Mana ada party sayuran!”


“Masa sih? Ini untuk kebaikan tuan Aldi loh.”


“Tapi dokter tak bilang pesta sayur!”


“Ini rahasia aku dengan para dokter. Hanya pasien berduit


tebal yang akan di beritahu soal pesta ini.”


“Aku gak mau! Mual mengingat rasanya.”


“Ya udah, berarti aku gagal menjadi perawat tuan Aldi. Biar

__ADS_1


besok aku minta gantinya saja. Kali dia lebih bisa merawat tuan Aldi,” Nuke


bernada murung


“Gak usah! Kau jangan minta ganti!”


“Kenapa?Tuan Aldi mau ikut party ini? Padahal ini masuk di


poin penilaian pekerjaanku."


“Yaa... aku mau melakukan sayuran party, asal kau tak minta


ganti! Aku gak suka orang baru! Kau jangan geer!”


“Yess.. saya gak geer kok. Oh baiklah.. aku janji ini akan


menyenangkan dan menyehatkan mata!”


“Awas kalau kau bohong!”


Benar saja seminggu setelah memberi kabar, dokter


memberitahukan jika donor telah siap dan Aldi harus segera dioperasi.


“Ninaaaa.... besok lusa aku sudah bisa dioperasi! Aku senang


sekali! Apa kau senang?”


“Sudah pasti tuan, nanti pekerjaanku akan lebih ringan.


Hehheh..”


"Nina... jangan pergi dari ku ya... aku takut kalau


operasi ini tak berhasil," nada Aldi pesimis.


"Tak akan tuan Aldi. Semua sudah ditangani dokter ahli.


Dan biayanya tak murah loh! Tuan Aldi ditangani dokter yang ahli lulusan luar


negeri. Sudah berpengalaman belasan tahun!”


“Terima kasih Nina, kau membuat aku tenang.”


***


Pagi itu Aldi sudah siap dioperasi. Mereka berangkat dari


rumah dengan persiapan menginap, begitu juga Nuke.


Aldi masuk ke dalam ruang persiapan. Dan sedang diberikan


obat bius melalui infus. Nuke menunggu di samping Aldi, sebagai perawat VVIP.


tiba-tiba datang dan berbisik


"Nina untung kau di sini... setelah operasi mata ini


kita bertukar pekerjaan lagi ya, aku tak bisa meneruskannya. Hari ini tuan Aldi


dioperasi, ia tak boleh melihatku, aku gak mau dibilang memanfaatkan


kebutaannya untuk berada di dekatnya terus.”


"Memangnya kenapa ia tak boleh melihatmu? Apakah dulu


kau mengenalinya?"


"Iya dulu ia teman SMA ku dan aku menyukainya. Tapi ia


tak menyukaiku. Malah membenciku. Aku takut ia jijik dirawat olehku. Nanti aku


dituntut karena tuduhan modus dan penipuan. Aku takut Nin, mereka keluarga


mafia! Tukeran lagi ya Nina. Nanti soal administrasi biar aku yang urus.


Pergantian perawat itu biasa dilakukan, agar lebih belajar berbagai pasien


alasannya. Mau ya Nin.. tinggal 1bulan lebih sedikit kok," pinta Nuke.


"Ya okey saja. Biar gak bosen. Terus terang menjaga


orang tua sangat membosankan. Kerjaku hanya main hape dan tidur saja. Hehehhe.”


“Tapi setelah tuan Aldi bisa melihat pekerjaan mu akan lebih


ringan. Hanya mengantarnya terapi. Dan memberi peregangan sehari 2 kali.”


“Okey.. apa alasan yang kau pakai nanti jika tuan Aldi


menanyakan kau ke mana?”


"Bilang saja aku mau di kawinin di kampung.”


“Hahhaha... udik banget alesanmu!”


“Biarin! Aku takut sekali. dan aku malu. Pasti disangka aku


manfaatin keadaan. Belum tuduhan lainnya. Kau tak tahu semengerikan apa tuan


Aldi ini padaku waktu di SMA.”

__ADS_1


“Suster, pasien sudah siap? Anastesi sudah selesai?”


“Sudah suter kepala.”


“Silahkan menunggu di luar.”


3 jam lebih operasi dilakukan. Selama itu Nuke menunggu


dengan cemas. Ia gugup sekali. Setelah 3 jam lebih akhirnya pintu ruang operasi


terbuka.


“Bagaimana operasinya dok?”


“Kamu perawat tuan Aldi ya? Operasi berjalan dengan lancar.


Tunggu siuman lalu bisa di antar ke ruang rawat. Seminggu baru bisa dibuka


perbannya ya..”


“Baik dok terima kasih.”


Aldi sudah berada di ruang rawat.


“Ninaaa... Ninaaaa... di mana kaau!”


“Aku di sini tuan Aldi.. Sudah sadar yaa.”


“Kamu Nina kan?”


“Iya aku Ninaa.. sudah lupa dengan suara merduku? Heheheh.”


“Kau tetap di sinikan?”


“Iya tuan aku di sini sampai tuan sembuh.”


"Nina.. kapan perbanku di buka?"


"Seminggu dari operasi."


"Aku harap kau ada di saat aku melihat ya. Kau orang


yang pertama yang ingin aku lihat. Tapi jika gagal kau juga ada di sana ya


untuk menghiburku."


"Tidak tidak akan gagal Dokter telah memastikan semua.


Jangan berpikiran yang tidak-tidak.”


“Tapi operasi itu cara manusia, masih ada takdir Tuhan yang


menentukan. Jadi masih ada unsur gagal kan?”


“Iya tapi kecil sekali. Hampir tak ada.”


“Jangan sok tau ah...”


“Aku yakin karena pesta sayur kita itu tuan Aldi sangat siap


menerima donor itu! Kita makan yuuk pasti laper kan seharian puasa.”


“Iya aku lapar sekali! Aku gak mau makanan rumah sakit!”


“Tenang saja aku sudah selundupkan makanan dari rumah. Nasi


goreng buatanku yang tuan Aldi suka! Nasi goreng ayam wijen!”


“Yaa.. aku mau makan itu. Suapi aku!”


“Tenang, tiap hari juga aku suapin kan, kenapa sekarang pake


minta.”


“Kau cerewet sekali!”


“Hihihi.. Sudah galak artinya obat bius tak mengganggu


syaraf otak tuan Aldi... hehehhe.”


“Dulu sekali aku pernah makan nasi goreng seperti ini. Yang


buat seorang gadis sengklek yang bodoh. Dia bilang nasi goreng semut rangrang!


Sudah pasti bohong, aku makan sedikit ternyata enak. Mau aku habiskan keburu


ketahuan. Hehehe...”


“Aldi... kamu suka nasi goreng itu? Bener kan habis


setengah. Kenapa sih dulu kamu gak baik-baik aja sama aku mungkin aku akan


masakin setiap hari nasi gorengnya,” batin Nuke.


“Sudah kenyang.. uuuhh.. minumnya mana?”


“Sekarang rebahan.. istirahat yaa. Mau aku pijat


kakinya?"


"Tak usah. Tidurlah juga, kau lelah seharian

__ADS_1


menungguku."


__ADS_2