
Pagi setelah sarapan mereka pergi bersama ke ladang stroberi.
Sebuah senyum berkembang tak henti dari wajah Nuke.
Perjalanan dari Villa ke ladang stroberi hanya 20 menit. Tak
lepas Nuke memandang Aldi. Nuke menikmati saat ia bisa menatap Aldi tanpa batas.
"Aldi, maaf kalau aku pakai cara ini untuk bisa berdekatan denganmu. Kamu gak tahu sih betapa dulu aku sangat suka sama kamu. Bisa sedekat ini, menjadi pacar kamu dan bisa menciummu itu suatu anugrah buat aku. Yah walaupun dengan cara sedikit curang...hihih..." Nuke berbicara sendiri dalam pikirannya.
“Sedang apa kamu Nina? Kok diam saja?” Aldi tau Nuke sedang
memandanginya sejak masuk ke dalam mobil.
"Aldi ganteng sekali... Hihihihi," kata Nuke
malu-malu dan menutup wajahnya. Ia tahu Aldi tak akan melihat rona merah
seperti udang rebus tapi refleks ia menutup wajahnya.
"Terima kasih. Apa karena aku sekarang pacarmu jadi
terlihat ganteng?” usil sekali Aldi
“Ya engga dong dari dulu memang ganteng, aku saja sering
memandang dari jauh, ups.”
Nuke keceplosan, ia menutup bibirnya. Berharap Aldi tak mendengarnya.
“Dari dulu? Memandang dari jauh? Maksudnya apa?” goda Aldi
sok polos. Pasti Aldi tahu maksud Nuke adalah saat jaman SMA.
“I..iiiyaa.. dari dulu awal kerja di siniii.. dari dulu, iya
awal ketemu di rumah sakit. Dan dari jauh, dari depan pintu.. dari seberang
meja makan, kan itu jauh,” Nuke mencari alasan yang baik, sudah pasti yang
dimaksud ketika ia satu sekolah dengan Aldi.
“Oh.. gituuu. 2 bulan masa bisa dibilang dulu sih? Jauh?
Dari seberang meja itu jauh? Tata bahasamu jelek! Hehhehe...” Aldi senang
melihat Nuke salting dan panik.
“Yaa... hehhe.. maaf salah.” Nuke cari aman ajah.
“Boleh aku raba wajah Nina?" tanya Aldi menjiwai sekali
akting butanya.
"Bo..boleh.." Nuke berpikir apakah Aldi akan
mengenali wajahnya. Tapi terlambat untuk mundur.
"Kau cute seperti bayi, halus dan lembut, bibirmu
tebal dan mungil. Pasti berwarna merah dan semanis rasanya." bisik Aldi.
"Iiissh.. Aldi gombal... Jelas aku cute! Hihihi."
“Apa warna matamu?”
“Coklat.”
“Warna rambumu apa?”
“Dark brown. And sedikit curly seperti ibuku. Ibu suka marah
jika aku hanya mengikatnya ke atas sembarangan. Berantakan, hehhehe.”
“Aku suka melihat rambutmu yang berantakan dan sexy," ceplos Aldi
“Huh? Aldi sudah bisa melihatku?”
“Hah?” keceplosankan.
“Aldi sudah bisa melihat? Kok tau cara mengikat rambutku?” Nuke sedikit heran
“Hey, aku pernah bisa melihat yaa.. Yang kau katakan tadi
__ADS_1
aku tahu dan aku suka jika ada cewek mengikat rambutnya seperti itu.”
Hampir ketauan.
“Oh.. dulu selama sekolah aku selalu begitu, tapi gada yang
bilang sexy. Malah ada yang bilang aku kaya gembel belum mandi!” Sudah tau dong siapa yang
pernah ngomong kaya gitu kan? Pasti Aldi.
"Kasihaaaan. Boleh aku minta kiss?" goda Aldi
"Aldi maluuu, ada Bara dan driver!” bisik Nuke
"Cepet cepet ajah. Ayooo, mereka kan melihat ke depan!
Ayoo! Cepeeet!" desah Aldi lagi.
"Ah.. ya.. tungg, cup!" Nuke degdegan terlihat
mereka. Sebuah kecupan kilat Nuke berikan dan membuat jantungnya berdebar.
"Hahahha, gemes banget." bisik Aldi.
"Aldi, boleh aku tanya sesuatu?”
“Dicium ajah boleh apa lagi cuma tanya. Mau tanya apa?”
“Hmmmm, kalo aku bohong sama Aldi, Aldi marah gak?"
tanya Nuke sambil menutup telinganya.
"Ya marah lah siapa yang dibohongi gak marah? Tapi aku
punya 1000 maaf buatmu sayang!" Mulai gombalan kelas advance
"Kenapa? Kenapa banyak maaf buat aku?" Nuke
terpukau dengan jawaban Aldi.
"Karena nanti Aku juga akan banyak salah sama kamu
sayang dan aku harap kamu juga punya 3000 maaf buat Aku!" lanjut Aldi
"Aku cuma dikasih 1000 Aldi minta 3000 iih.Gak
adil!"
"Hahahhaha, aku yakin Nina akan jadi pacar yang baik.
Jadi 1000 maafnya gak akan cepet abis!" ucap Aldi sambil mencuil pipi Nuke.
"Terima kasih Aldi." Nuke meletakan telapak tangan
Aldi di pipinya.
"Buat apa?"
"Terima kasih sudah membuat aku seperti diinginkan. Dan
dicintai. Aku akhirnya merasakan satu kali dalam seumur hidupku punya pacar,
ganteng lagi..hihih.”
“Iiihh... lagi gombal yaa? Minta apa? Apa mau di cup, cup
lagi?” teriak Aldi
“Sssttt.. Aldiii jangan kenceng-kenceng! Maluu.”
"Hahahha. Sama-sama sayang. Cup, cup, cup."
Tiba-tiba...
"Waaaahh Aldi ini ladangnyaaa, ladangnya luas sekali Aldi...
Ini punya Aldi juga?" Nuke bikin kaget orang semobil
"Ya ampun kageeet! Iya. Buat dijual ke pabrik
susu."
"Ayo Aldi aku gak sabar!" jerit Nuke
__ADS_1
"Iyaa, sabar mobilnya aja belum berhenti untuk parkir sayang. Lupa aku belum bisa jalan dengan baik dan
buta?”
“Hihih. Maaf, yuuk.. kita turun pelan yaa.”
“Bara kau tunggu saja di mobil. Jangan longgarkan
pengawalan."
"Waaahhh.... Aldi tunggu di ujung sininya. Aku akan
berjalan lurus saja ke depan. Aku gak akan jauh-jauh. Aku akan berteriak biar Aldi
tahu aku di mana."
"Ambilkan stroberi yang paling besar ya."
"Oke.. Hihihi... Aku boleh langsung makan Aldi?"
teriak Nuke.
"Boleh, ini tak memakai pestisida!"
Nuke berlarian suka cita memetik stroberi yang besar untuk Aldi.
"Aldi aku menemukan yang paling besaaar!" teriak Nuke
pada Aldi lalu berlari untuk menyuapi langsung ke bibir tipis Aldi. Kemudian Nuke
berlari lagi untuk memetik lagi.
“Eiitsss, jangan kemana-mana dulu. Setiap stroberi upahnya
adalah sebuah kecupan manis. Ayo berikan dulu!”
“Aldi... banyak pengawalmu loh. Mereka melihat kita walaupun
mereka pakai kacamata hitam aku yakin mereka melihat ke sini, mereka suka senyum-senyum gitu kalo lihat kita berdekatan,” bisik Nuke
"Oh begitu ya, kalau gitu besok semua pengawal aku pecat saja deh biar gak mengganggu!"
"Jangaan! Gak usah kaya gitu. Gak apa-apa deh. Merekakan jagain kamu. Mereka kerja."
“Mereka kan menjaga kita masa gak diliatin. Jadi kamu harus terbiasa ada mereka. Gak apa-apa kok. Mereka sudah lama kerja sama aku."
“Tapi untuk apa ada banyak sekali penjaga? Kemarin tak
sebanyak ini? Apakah ada acara khusus?”
“Tidak ada acara apa pun. Hanya takut kalau kesayanganku ini
diambil orang, hihihi.”
“Siapa yang akan mengambilku? Ayahku sendiri saja membuang
aku, heheheh. Rasanya aku gak punya hutang? Bukan menghalangi debt colector
kan?”
“Hahahha... enggaaa.. udah sana. Bawakan lagi yang besar dan
kecup aku lagi! Semakin banyak stroberi besar semakin banyak kecupannya.”
“Okey..aku akan bawa seratus buah strawberry besar! Aku mau
dapat 100 kecupan! Hihihi.”
“Bener yaa.. jangan cuma janji!”
"Aldi... Aku mau petik semuaaa. Boleh? Boleh bawa pohonnya? Biar di rumah aku bisa
memetik lagi?”
“Tak akan tumbuh jika di rumah udaranya kurang dingin.”
“Aku mau buat masker! Mau buat selai! Mau buat jus! Boleh Aldi?"
teriak Nuke lucu seperti anak kecil
"Boleeeh.. Semua untukmu sayang... Bahkan
ladangnya...!!" teriak Aldi.
__ADS_1