
Saat Nuke masih terikat di dalam mobil, sepersekian detik
otaknya membeku melihat Aldi yang sudah kembali normal seperti sedia kala.
Dalam hati Nuke bercampur-campur perasaan.
Meloncat karena gembira diselamatkan Aldi?
Meloncat gembira karena ternyata hasil operasi berhasil dan Aldi
tidak buta lagi?
Meloncat karena sukses Aldi bisa berjalan dan akan mendapat
nilai baik?
Ataaauu...
Marah karena dibohongi selama ini?
Marah karena merasa dipermainkan?
Marah karena dimanfaatkan?
Senang karena cintanya bersambut?
Sekaligus takut karena sudah berbohong?
Akhirnya semua harus terbongkar, baik kebohongannya juga
kebohongan Aldi.
Dokter di rumah sakit datang memeriksa Nuke. USG nyatakan Nuke
baik - baik saja dan Nuke mengaku tak dipukul di bagian lain kecuali muka dan
perut. Ada luka lecet di tangan bekas ikatan. Dan lecet di telinga juga bekas
ikatan mulut.
"Tuan Aldi, nona Nuke keadaannya baik. Hanya butuh
istirahat dan merawat luka lecetnya. Saya berikan vitamin. Nona Nuke terguncang
dan agak sedikit syok. Jadi biarkan istirahat dulu. Besok sudah boleh pulang.
Saya permisi.”
“Terima kasih dokter.”
Aldi masuk ke dalam kamar, Nuke terlihat kelelahan dan tertidur.
"Nuke sayang, apa kamu marah sama aku?" tanya Aldi
dalam hati.
"Aldi, Aldi! Nuke bingung, takut." igau Nuke
Aldi memandang kekasihnya.. Dan menggenggam tangannya. Tak
tahan untuk mencium tangannya. Sampai mata Nuke terbuka.
"Maaf baby.. aku membangunkan kamu."
Nuke masih terdiam, kini ia tak mau memandang Aldi. Hatinya
masih kacau.
"Nuke Aku tau kamu pasti bingung. Kita bicarakan sekarang, aku gak mau kamu salah sangka dengan sikapku selama ini. Jangan marah sayang. Aku mau jujur sama kamu. Semenjak operasi mata itu aku bisa melihat. Operasinya berhasil. Tapi aku mendengar pembicaraanmu sebelum aku terbius, kalau kau adalah Nuke yang berganti nama menjadi Nina. Sementara saat itu aku sudah jatuh cinta padamu. Aku gak mau kalau aku sudah bisa melihat, kamu pergi dari aku. Maafin aku sayang."
"Entahlah Aldi... aku bingung. Aku juga berbohong soal
namaku. Tapi itu karena Nina bertukar tugas denganku. Nina ciut melihat Aldi
yang terkesan galak. Jadi menukar tugasnya dengan aku."
"Maafin aku Nuke. Maafin aku dari jaman kita sekolah
__ADS_1
dulu. Aku kejam dan jahat sama kamu sayang. Tapi sebenarnya aku menikmati wajah
manismu dari dalam hati. Secara gak langsung aku jatuh cinta sama kamu dari kita SMA."
"Aldi... sebentar lagi masa tugas aku selesai. Sebaiknya
kita kembali ke kehidupan kita masing-masing. Makasih untuk saat terindah
kemarin walau cuma 3 bulan. Aku menikmatinya."
"No.. kenapa..? No... Jangan pergi dari aku Nuke. Maafin aku yang bohong soal mata dan
kaki aku. Itu karena aku mau Nuke tetap di sisi aku... Tetap merawat aku
sayang." Ratap Aldi memohon pada Nuke sambil berlutut
"Nuke juga bohong sama Aldi soal siapa Nuke. Nuke juga
gak jujur karena bertukar peran dengan Nina. Aku anggap kita impas."
"Lalu apa lagi sayaaang, kalo sudah impas?"
"Aku gak pantas buat Aldi. Aku belum siap masuk ke
kehidupan Aldi. Kejadian tadi membuat aku takut."
"Gak akan terjadi lagi sayang Aku janji, aku akan melindungimu 24 jam. aku akan menjaga pacar manisku ini!"
"Aku gadis bebas Aldi. Gak bisa Aldi jaga 24 jam. Aku
punya ibu yang harus aku balas jasanya. Harus aku gantikan perannya sebagai
tulang punggung keluarga."
"Aku akan bertanggung jawab pada kalian."
"Jangan Aldi, aku bukan gadis manja. Aku bisa berdiri
sendiri. Ibu seumur aku sudah menikah dengan ayah. Bekerja keras membesarkan
aku. Sekarang aku harus seperti ibu."
kebebasan sama kamu sayang. Hanya percaya padaku ya sayang.”
“Kita lihat nanti Aldi.”
Hari itu mereka pulang ke rumah Aldi. Dan Nuke menyelesaikan
tugas yang tersisa. Tugasnya memuaskan.. karena Aldi sebagai pasien sembuh
total dengan fisioterapi.
Aldi masih merayu Nuke. Tapi Nuke masih tak bergeming.
***
"Hay Nuke... bagaimana hasil penilaian dosen, apa
baik?" sapa Nina menyambut Nuke dari ruang dosen
"Baik dong..." jawab Nuke lesu.
"Baik tapi kok lesu sih? Ada apa Nuke? Cerita sama aku
dong, kamu anggap aku sahabat bukan sih?”
"Aku patah hati untuk kedua kalinya.... hiks..
hiks..." Nuke sedih dan menangis
"Kenapa.. kenapa? Ayo cerita dulu. Kita ke kantin
ya?"
"Panjang ceritanya..." mereka mengambil kursi
disudut kantin yang tak terlalu ramai
__ADS_1
"Kita punya waktu 3 hari 3 malam... ini hari Jum'at
kita bisa bebas sampai Minggu! Dan kita sudah selesai kuliah! Apa mau di asrama
ajah?”
"Enggaa.. di sini ajah. Aku lapar.”
“Ya, baru kamu ajah yang patah hati tapi doyan makan. Buruan
cerita!”
“Pasien Aldi. Kau sudah tahu ceritanya kan. Ternyata ia
teman SMA ku. Aku selalu suka padanya walau aku selalu dibully. Kemarin masa
terindah untukku,bisa berdekatan dengannya. Lalu operasi mata itu ternyata berhasil. Jadi ia tau aku bernama Nuke. Bukan Nina. Tapi ia membiarkan semua itu. Ternyata ia dulu juga menaruh hati padaku. Sebenernya aku sudah mau jujur. Tapi penculikan itu terjadi."
"Tunggu kau diculik?"
"Yaa... diculik musuh Aldi.. Aku lihat Aldi langsung
mengejar dan melawan mereka semua dengan beringas. Ia sangat khawatir padaku.
Saat itu terkuak kebohongan Aldi yang pura-pura buta dan lumpuh. Semua karena ingin aku tetap
dengannya. Ia sudah minta maaf. Dan menjelaskan semuanya."
"Lalu apa lagi.. kau juga bohong, sama-sama bohong!
Impas! Lalu kenapa kau tak bisa menerima maaf Aldi?"
"Aku sudah maafkan Aldi... Tapi aku takut."
"Takut apa?"
"Pada saat diculik mereka bicara sesuatu yang seram
sama aku. Dan mereka mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Mereka mengancam
akan menghabisi siapa saja yang aku sayangi jika tak menuruti perkataan mereka.
Aku takut orang yang aku sayangi terluka."
"Kenapa mereka mengancam seperti itu?"
"Mereka bilang.. Ini balas dendam mereka pada Aldi yang
telah melukai anak boss mereka sampai cacat. Mereka akan menyakiti siapa saja
yang dekat dengan Aldi sekali pun itu seekor kucing!"
"OMG!"
"Aku hanya punya Ibu... Mana bisa aku kehilangan
Ibu!"
"Sudah tenangkan dirimu. Untuk sekarang jauhi Aldi.
Kita selesaikan kuliah kita sedikit lagi. Lalu kita akan bicarakan lagi
ya?"
"Ya.. rencanaku juga begitu. Jika selesai kuliah aku
kembali ke rumah bersama ibu."
Nina selesai merekam semua pengakuan Nuke dalam ponselnya. Aldi
minta pertolongan padanya, untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ini adalah
jawabannya.
“Maaf Nuke buka aku mengkhianatimu sebagai sahabat, tapi Aldi
itu pria baik, aku sedikit membantunya. Agar kamu bisa menerima Aldi,” ucap
__ADS_1
Nina dalam hati.