Gagal Kawin Lari

Gagal Kawin Lari
Berpikir Ulang


__ADS_3

Saat Nuke masih terikat di dalam mobil, sepersekian detik


otaknya membeku melihat Aldi yang sudah kembali normal seperti sedia kala.


Dalam hati Nuke bercampur-campur perasaan.


Meloncat karena gembira diselamatkan Aldi?


Meloncat gembira karena ternyata hasil operasi berhasil dan Aldi


tidak buta lagi?


Meloncat karena sukses Aldi bisa berjalan dan akan mendapat


nilai baik?


Ataaauu...


Marah karena dibohongi selama ini?


Marah karena merasa dipermainkan?


Marah karena dimanfaatkan?


Senang karena cintanya bersambut?


Sekaligus takut karena sudah berbohong?


Akhirnya semua harus terbongkar, baik kebohongannya juga


kebohongan Aldi.


Dokter di rumah sakit datang memeriksa Nuke. USG nyatakan Nuke


baik - baik saja dan Nuke mengaku tak dipukul di bagian lain kecuali muka dan


perut. Ada luka lecet di tangan bekas ikatan. Dan lecet di telinga juga bekas


ikatan mulut.


"Tuan Aldi, nona Nuke keadaannya baik. Hanya butuh


istirahat dan merawat luka lecetnya. Saya berikan vitamin. Nona Nuke terguncang


dan agak sedikit syok. Jadi biarkan istirahat dulu. Besok sudah boleh pulang.


Saya permisi.”


“Terima kasih dokter.”


Aldi masuk ke dalam kamar, Nuke terlihat kelelahan dan tertidur.


"Nuke sayang, apa kamu marah sama aku?" tanya Aldi


dalam hati.


"Aldi, Aldi! Nuke bingung, takut." igau Nuke


Aldi memandang kekasihnya.. Dan menggenggam tangannya. Tak


tahan untuk mencium tangannya. Sampai mata Nuke terbuka.


"Maaf baby.. aku membangunkan kamu."


Nuke masih terdiam, kini ia tak mau memandang Aldi. Hatinya


masih kacau.


"Nuke Aku tau kamu pasti bingung. Kita bicarakan sekarang, aku gak mau kamu salah sangka dengan sikapku selama ini. Jangan marah sayang. Aku mau jujur sama kamu. Semenjak operasi mata itu aku bisa melihat. Operasinya berhasil. Tapi aku mendengar pembicaraanmu sebelum aku terbius, kalau kau adalah Nuke yang berganti nama menjadi Nina. Sementara saat itu aku sudah jatuh cinta padamu. Aku gak mau kalau aku sudah bisa melihat, kamu pergi dari aku. Maafin aku sayang."


"Entahlah Aldi... aku bingung. Aku juga berbohong soal


namaku. Tapi itu karena Nina bertukar tugas denganku. Nina ciut melihat Aldi


yang terkesan galak. Jadi menukar tugasnya dengan aku."


"Maafin aku Nuke. Maafin aku dari jaman kita sekolah

__ADS_1


dulu. Aku kejam dan jahat sama kamu sayang. Tapi sebenarnya aku menikmati wajah


manismu dari dalam hati. Secara gak langsung aku jatuh cinta sama kamu dari kita SMA."


"Aldi... sebentar lagi masa tugas aku selesai. Sebaiknya


kita kembali ke kehidupan kita masing-masing. Makasih untuk saat terindah


kemarin walau cuma 3 bulan. Aku menikmatinya."


"No.. kenapa..? No... Jangan pergi dari aku Nuke. Maafin aku yang bohong soal mata dan


kaki aku. Itu karena aku mau Nuke tetap di sisi aku... Tetap merawat aku


sayang." Ratap Aldi memohon pada Nuke sambil berlutut


"Nuke juga bohong sama Aldi soal siapa Nuke. Nuke juga


gak jujur karena bertukar peran dengan Nina. Aku anggap kita impas."


"Lalu apa lagi sayaaang, kalo sudah impas?"


"Aku gak pantas buat Aldi. Aku belum siap masuk ke


kehidupan Aldi. Kejadian tadi membuat aku takut."


"Gak akan terjadi lagi sayang Aku  janji, aku  akan melindungimu 24 jam. aku akan menjaga pacar manisku ini!"


"Aku gadis bebas Aldi. Gak bisa Aldi jaga 24 jam. Aku


punya ibu yang harus aku balas jasanya. Harus aku gantikan perannya sebagai


tulang punggung keluarga."


"Aku akan bertanggung jawab pada kalian."


"Jangan Aldi, aku bukan gadis manja. Aku bisa berdiri


sendiri. Ibu seumur aku sudah menikah dengan ayah. Bekerja keras membesarkan


aku. Sekarang aku harus seperti ibu."


kebebasan sama kamu sayang. Hanya percaya padaku ya sayang.”


“Kita lihat nanti Aldi.”


Hari itu mereka pulang ke rumah Aldi. Dan Nuke menyelesaikan


tugas yang tersisa. Tugasnya memuaskan.. karena Aldi sebagai pasien sembuh


total dengan fisioterapi.


Aldi masih merayu Nuke. Tapi Nuke masih tak bergeming.


***


"Hay Nuke... bagaimana hasil penilaian dosen, apa


baik?" sapa Nina menyambut Nuke dari ruang dosen


"Baik dong..." jawab Nuke lesu.


"Baik tapi kok lesu sih? Ada apa Nuke? Cerita sama aku


dong, kamu anggap aku sahabat bukan sih?”


"Aku patah hati untuk kedua kalinya.... hiks..


hiks..." Nuke sedih dan menangis


"Kenapa.. kenapa? Ayo cerita dulu. Kita ke kantin


ya?"


"Panjang ceritanya..." mereka mengambil kursi


disudut kantin yang tak terlalu ramai

__ADS_1


"Kita punya waktu 3 hari 3 malam... ini hari Jum'at


kita bisa bebas sampai Minggu! Dan kita sudah selesai kuliah! Apa mau di asrama


ajah?”


"Enggaa.. di sini ajah. Aku lapar.”


“Ya, baru kamu ajah yang patah hati tapi doyan makan. Buruan


cerita!”


“Pasien Aldi. Kau sudah tahu ceritanya kan. Ternyata ia


teman SMA ku. Aku selalu suka padanya walau aku selalu dibully. Kemarin masa


terindah untukku,bisa berdekatan dengannya. Lalu operasi mata itu ternyata berhasil. Jadi ia tau aku bernama Nuke. Bukan Nina. Tapi ia membiarkan semua itu. Ternyata ia dulu juga menaruh hati padaku. Sebenernya aku sudah mau jujur. Tapi penculikan itu terjadi."


"Tunggu kau diculik?"


"Yaa... diculik musuh Aldi.. Aku lihat Aldi langsung


mengejar dan melawan mereka semua dengan beringas. Ia sangat khawatir padaku.


Saat itu terkuak kebohongan Aldi yang  pura-pura buta dan lumpuh. Semua karena ingin aku tetap


dengannya. Ia sudah minta maaf. Dan menjelaskan semuanya."


"Lalu apa lagi.. kau juga bohong, sama-sama bohong!


Impas! Lalu kenapa kau tak bisa menerima maaf Aldi?"


"Aku sudah maafkan Aldi... Tapi aku takut."


"Takut apa?"


"Pada saat diculik mereka bicara sesuatu yang seram


sama aku. Dan mereka mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Mereka mengancam


akan menghabisi siapa saja yang aku sayangi jika tak menuruti perkataan mereka.


Aku takut orang yang aku sayangi terluka."


"Kenapa mereka mengancam seperti itu?"


"Mereka bilang.. Ini balas dendam mereka pada Aldi yang


telah melukai anak boss mereka sampai cacat. Mereka akan menyakiti siapa saja


yang dekat dengan Aldi sekali pun itu seekor kucing!"


"OMG!"


"Aku hanya punya Ibu... Mana bisa aku kehilangan


Ibu!"


"Sudah tenangkan dirimu. Untuk sekarang jauhi Aldi.


Kita selesaikan kuliah kita sedikit lagi. Lalu kita akan bicarakan lagi


ya?"


"Ya.. rencanaku juga begitu. Jika selesai kuliah aku


kembali ke rumah bersama ibu."


Nina selesai merekam semua pengakuan Nuke dalam ponselnya. Aldi


minta pertolongan padanya, untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ini adalah


jawabannya.


“Maaf Nuke buka aku mengkhianatimu sebagai sahabat, tapi Aldi


itu pria baik, aku sedikit membantunya. Agar kamu bisa menerima Aldi,” ucap

__ADS_1


Nina dalam hati.


__ADS_2