Gagal Kawin Lari

Gagal Kawin Lari
15. Terapi Listrik


__ADS_3

Pagi sekali Nina  sudah menghubungi Nuke,


“Ya Nin ada apa?”


“Gimana di sana? Aman?”


“Sejauh ini sih aman, selama dia belum bisa melihat.


Kalo sudah bisa melihat bisa habislah aku!”


“Nuke... kemajuan pasien aku tuh gak banyak. Jadi aku kayanya


harus segera pindah deh. Kamu gimana?”


“Seharusnya sudah ada kemajuan, tapi kok ini lambat sekali.


Aku juga bingung. Apa yang kurang aku lakukan. Semua sudah aku kerjakan. Tapi kakinya tak mau bergerak. Medis sudah menyatakan tak retak lagi.”


“Hmmm, emang harus di kasih terapi syok biar semangat.


Jangan jadi males karena di layani selamanya.”


“Bener juga, nanti aku cari cara.”


“Trus berapa lama lagi kamu di sana?”


“Nin kasih aku waktu sebulan lagi dong. Sesuai jadwal kita.


Aku juga mau coba akupuntur. Segala cara akan aku coba.”


“Okey deh aku tunggu sebulan. Aku juga belom ajuin


permohonannya sih. Di sini emang enak sih, santai dan anaknya baik semua. Dan


cucunya pasien gw itu cakep banget. Sayang ajah sombong. Sepertinya di juga sakit


tapi gak mau di rawat.”


“Oh ya...hehehhe.. gebet ajah kali jodoh..hihii.”


“Hahhaha... males ah. Tertutup banget orangnya.”


“Nin udah dulu ya ini waktunya bangun pagi dan terapi. Bye Ninaaa!”


“Byee!”


***


“Huuufff... tugas rutin pagi bangunin pangeran manja di sana!


Ya Tuhan apa yang harus Nuke lakukan biar kaki Aldi cepet sembuh? Beri


petunjukmu ya Tuhan?”


Nuke masuk kedalam kamar Aldi perlahan, tak ingin


membangunkan Tuan mudanya itu.


“Hmmm... dasar kebo tidur mulu!” Nuke membangunkan Aldi.


Dilihatnya Aldi tertidur nyenyak dengan kaki yang menekuk!


"Hmmm... sepertinya ada yang bohong di sini. Kakinya


sudah bisa ditekuk yaa... Mengibarkan bendara perang rupanya."


“Tuan Aldi... tuan Aldi.. bangun. Ayo banguuun.”


“Hmmm.. masih ngantuk.”


“Udah tau ngantuk tapi harus tetap bangun. Ayoo!” Setelah


berkutat 30 menit dan berdebat dengan Aldi yang masih mau merem, Nuke berhasil


membawa Aldi ke kamar mandi.


“Eh.. mau ngapain?”

__ADS_1


“Bukain celana.”


“Saya bisa sendiri!”


“Kemaren juga saya yang bukain. Gak usah malu tuan Aldi.


Saya itu perawat, bukan orang lain.”


“Saya bisa sendiri tunggu aja di luar, dan dekatkan


handuknya. Panggilkan Bara saja.”


“Okey.. hati-hati yaa..”


***


Waktu sarapan...


"Tuan Aldi sepertinya besok kita akan mencoba cara terbaru. Agar kaki Tuan bisa cepat berjalan."


"Oh ya.. Berikan cara yang paling mahal.. aku akan jalani!"


"Ya.. Ini mahal sekali. Alatnya pun dari luar negeri.


Dan hanya satu-satunya di dunia. Baru di temukan. Sudah aku pelajari. Walaupun


belum ada buktinya tapi aku yakin sekali in berhasil!”


“Eh..um bagaimana?”


“Metodenya dengan listrik. Kaki Tuan nanti dialiri aliran listrik tegangan tinggi. Untuk menghidupkan semua syaraf di kaki. Karena Tuan lumpuh jadi metode itu aman dan tak sakit sama sekali. Berbeda kalo dipasangkan


pada kaki yang sehat. Rasanya akan kebalikannya."


"Gleeekkkk!!!" Aldi susah menelan makanan setelah


mendengar metode itu


"A..apa tidak bahaya?" mulai panik


"Ada yang lain yang tanpa listrik?"


"Gak ada... kita harus coba itu... aku sudah booking untuk


besok! Karena ini jarang yang menggunakan jadi mahal!"


"Be..besok aku gak bisa.. kamu harusnya tanya jadwal aku!"


"Sudah ...kata Bara aman semua bisa diatur! Tapi kalo


hari ini perubahan kaki Tuan baik, atau ada kemajuan pada saat kita latihan


nanti.... mungkin kita tunda dulu metode listrik itu!"


"Ah.. yaa.. yuuk kita berlatih, Aku yakin kita bisa hari ini. Aku bermimpi baik malam tadi..." samber Aldi cepat. Karena ia tak mau di listrik.


“Hmmm... apa mungkin dalam sehari bisa membaik? Aku saja


sudah 2 bulan di sini tak ada kemajuan. Tak usah lah kita langsung coba aja


terapi listrik ini. Efek samping hanya kegosongan pada kaki kalo terlalu lama.


Nanti kita timer! Mau ya?”


“Co..coba dulu.. kita  latihan sekarang yuuk.. yuuuk..” Aldi panik dan langsung membujuk Nuke


"Baiklah Tuan Aldi makan yang banyak yaaa... lalu kita istirahatkan perut dan kita mulai pelemasan dan latihan jalan!"


"Baiklah!"


Nuke tersenyum melihat Aldi sedikit panik.


*****


"Ayo Tuan.. berdiri yaaa... Pegang besinya.." Aldi berjalan di alat yang disiapkan Nuke untuk berjalan. Seperti pagar lurus sepanjang 5m.


“Jagain aku di depan bukan di belakang... aku kalo jatuh ke depan!”

__ADS_1


“Makannya jangan jatuh karena kalau jatuh langsung ke lantai!”


“Ya udah aku jatuh ke belakang!”


“Jangan direncanain dong jatuhnya! Sengaja yaa?”


“A..aku gak sengaja! Kamu yang suka curi-curi peluk akukan?”


“Enak ajah mana pernah. Ya udah saya suruh Bara aja yang jagain biar dipeluk Bara!”


“Jangan gak usah! Males pelukan sama Bara, banyak bulunya!”


“Hihhih... ayo dong jalan jangan kaya siput. Kura-kura ajah bisa lebih cepat!”


"Aduh capeee...! Udah aaaah... Aku mau ke kamar."


"Baru juga mulaaaii... Ya udah kita setrum ajah!" Nuke ngambek


"Iyaa..iya...ini di coba lagi... Kamu berdiri di depanku!"


"Gak mau..! Tuan gitu sih kalo aku di depan Tuan suka jadi malas... trus kalo cape main ambruk aja ke aku, kan berat!" keluh Nuke. Emang modus.


"Katanya aku gak berat?"


"Ya pasti ada beratnya dong, gembul gitu.”


“Enak ajah gembul!”


“Hihihihi..Dah gitu kan aku juga kaget!"


"Jadi aku harus jatuh ke tanah? Gitu?"


"Tuan gak boleh jatuh... Aku di belakang Tuan."


"Mana bisa jatuh ke belakang... jalannya ajah maju ke


depan!" Aldi makin rese


"Iya tau jatuh ke depan makannya usaha biar gak


jatuh!"


"Siapa sih yang sengaja jatuh... Kan gak rencanaaa... Gak jadi deh jalannya!" ambek Aldi


"Ya sudah aku majukan bookingnya jadi nanti sore aja terapinya deh!" Nuke mengancam dan langsung ambil ponselnya.


"Jangaaann.... Aku coba lagi deeh...!"


"Nah gitu dong semangat!"


"Nuke... aku gak mau cepet sembuh nanti kamu cepet pergi...." ucap Aldi dalam hati


Aldi melangkah satu-satu... ia sudah bisa jalan walau tak bisa lama.


"Yaaakk.. yaakk... itu bisa Tuan Aldi." Ketika Aldi sampai diujung Nuke spontan memeluk Aldi.


"Yeeeeeyyy... kita berhasil Tuan Aldi, kita berhasiiiil...!!!" Nuke memeluk Aldi. "Eh.. ugh.. maaf  Tuan.. maaf... aku terlalu gembira."


"Hmmm.... gak papa... Ini artinya aku gak harus terapi listrik kan?"


"Tetep terapi listrik tapi besok!"


"Aahhh.. aku gak mau... Pokoknya aku gak mau!" Aldi ngambek.


"Baiklah.. Ada syaratnya... Tuan harus habiskan semangkok salad!"


"Hah.. gak mau! Aku gak suka salad!" Aldi ketus


"Ya sudah.... Oh ya.. Bara besok siapkan mobil jangan sampai telat yaaa. Gak enak sudah booking."


"Baik!" Bara tersenyum tahu bossnya diganggu Nuke


"Iya. .iyaa.. aku habiskan saladnya!"


"Hihihi.. gitu dong Tuan...! Buat kesehatan mata... dan bonusnya jus wortel!"


"Heeyyy.. jangan ngelunjak!"

__ADS_1


__ADS_2