
Setelah kejadian semalam, mereka berdua tak bisa tidur
nyenyak. Terutama Aldi yang mulai melancarkan aksi selanjutnya. Ia harus menadapatkan Nuke sekarang atau ia akan menyesal seperti dulu ia kehilangan Nuke dari pandangannya.
“Aldi! Aldiii!!” Nuke menemukan Aldi menatap kosong kedepan.
“Eh kenapa?”
"Kenapa Aldi bengong?”
“Eh aku bengong ya dari tadi? Eh kirain beneran..Hehhehe.”
Ternyata Aldi melamun telah menembak Nuke. Sesuatu yang ia pikirkan sejak semalam. Karena perkataan Nuke yang mementingkan jadian dulu baru melakukan hal yang selanjutnya.
“Aldi mikirin apa?”
“Nina, aku boleh minta cup..cup?” mulai lagi deh.
“Cup..Cup? A..aku ke Aldi? Tapi.. aku malu kan kita gada hubungan apa pun.”
“Aku sudah tau jawabanmu!”
“Issh... apa sih, masa cewek nyosor duluan sih. Bukan kodratnya.”
“Tapikan karena aku buta jadi aku minta Nina yang cium aku!”
“Oh gitu.. iya sih.”
“Mmmm..Nina maukan jadi pacar aku?”
“Aldi berlebihan.. aku gak pantas. Kemarin itu suatu
kesalahan. Gak seharusnya aku menerima ciuman Aldi. Aku cuma perawat tak pantas jadi pacar Aldi."
"Jawab saja. Mau kah kau jadi pacar aku?"
"Aldiii...." Nuke tersipu...
"Mendekatlah."
"Aku gak pantas jadi pacar Aldi.. aku malu... Masa laluku jelek."
"Semua juga punya masa lalu, aku pun punya masa lalu
yang gak begitu bagus. Tapi aku menyesal dan ingin memperbaikinnya."
"Tapi..."
"Kenapa.. aku jelek, buta dan lumpuh.. gak berguna lagi?"
"Bukaann... bukan.. Aku gak pernah anggap Aldi seperti itu."
"Lalu apa alasanmu menolak aku?"
"Aku belum menolak... Aku masih berpikir. Aku takut Aldi kecewa dengan masa lalu aku, dan akan marah."
"Boleh aku bantu berpikir?"
"Hemm.... memang bisa?" Nuke polos banget.
"Bisa... sini duduk di depan ku... Tempelin jidatnya
yang sedang berpikir." Nuke mengikuti perintah Aldi tanpa curiga. Dengan
mudah Aldi ******* lagi bibir Nuke yang dari tadi membuatnya gemes.
Dengan suasana yang romantis dan sofa yang nyaman Aldi
membuat Nuke nyaman dan hangat... Nuke tak bisa menolak, rasanya ia pun
terlarut dalam suasana yang Aldi buat.
"All....Aldiii.. eh.. mmpphhf... Aldi... stop.. stop Aldi."
"Kenapa sayang? Sudah berpikir? Ketemukan
jawabannya?" Aldi bebas memandang Nuke karena suasananya gelap... Nuke tak
akan bisa tau jika bola mata Aldi bergerak menatap lekat bola matanya.
"Aku gak bisa berpikir... Aldi gak membantu aku
berpikir malah bikin bingung."
"Hahahhaha... Aku suka cium bibir ini... Maukan jadi
pacar aku..." Aldi melihat Nuke mengangguk.
__ADS_1
"Kamu menolak ya, kenapa?” Aldi akting sediih.
"Uugh.. eh engga Aldi aku gak nolak tadi aku
mengangguk... karena aku malu bilang iya..." Nuke tersipu walau taunya Aldi
tak melihat raut wajahnya tapi Nuke tetap memalingkan wajahnya.
"Oh.. hahaha... kan aku gak lihat.."
"Maaf Aldi, iya Aldi gak lihat aku mengangguk."
"Jadi malam ini kita statusnya pacaran?" tanya Aldi
"Iyaaa... eh... tapii.. tapiiii.. Ada tapinya Aldi."
"Apa tapinya?"
"Tapi Aldi harus jujur sama aku dan nanti aku jujur
sama Aldi.. kalo nanti kita ada yang berbohong... jadiannya boleh dibatalin!"
"Baiklah... kita bicara nanti saja ya soal masa lalu
dan lain lain... Okey?" Aldi dah gak sabar ******* bibir itu lagi.
"Iya... aku akan persiapkan semuanya juga... aku mau Aldi
tahu siapa aku."
"Done! Sekarang aku mau lanjutkan yang tadi... Hup!" Aldi melahap bibir itu lagi.
"Mmpppffh.. Aldi... nah..naa..kaal.. mmphhff!" Nuke kewalahan sekaligus nikmat didalam pelukan Aldi
***
"Bagaimana pengintaianmu?"
"Saya sudah berada di depan Villa Biswana. Mereka
sedang berlibur di sini. Mungkin sampai besok."
"Bagus... culik pacar Aldi.. secepatnya besok atau
lusa! Aku mau bermain-main dengannya dan menyiksanya perlahan hingga
mati."
Biswana, boss. Yang pasti menguntuingkan kita.”
“Apa infonya?”
“Pacar SeAldi Biswana adalah Nuke, ia mengaku sebagai Nina.
Karena ia tak ingin Aldi tahu identitasnya. Mereka dulu musuh bebuyutan. Lalu Nuke
ini adalah anak dari Kala Naura Syahlendra, musuh kita juga bos!”
“Hahahaha, dunia ini kenapa sempit sekali ya. Jadi jika kita
menculik Nuke makan kita menepuk 2 keluarga musuh kita sekaligus. Hahahhaa...
bagus sekali. Besok jangan sampai gagal. Kalo begitu besok jangan sakiti anak
itu, aku ingin melakukan perjanjian dengan keluarga Syahlendra. Nuke bisa kita
jadikan sandera atau kita jadikan alat untuk mengadu domba keluarga Syahlendra
dan Biswana agar saling mematikan. Hahahha.. baru kali ini aku bahagia!”
“Benar boss!”
“Aku tunggu di mansion setelah semua kau kerjakan!”
"Laksanakan Boss!"
***
"Good morning..." sapa Aldi pada Nuke yang
tertidur di pelukannya.
"Morning Aldi.... uugh.. aku ketiduran ya? Maaf Aldi...
Aldi kedinginan gak? Pasti anginnya dingin di atas sini! Mmmppffhh..." Nuke
panik lalu Aldi menutup bibirnya dengan bibirnya
__ADS_1
"Morning kiss dulu dong baru cerewet... mmm."
"Aldi gak dengerin akuuu! Seharusnya aku merawat Aldi
agar tak sakit, bukan ketiduran kaya gini."
"Engga aku gak kedinginan.... kan Bara bawain selimut
tebal.. Ini! Kamu nyenyak sekali tidurnya jadi aku gak tega banguninnya."
"Iya tadi malam aku nyenyak sekali tidurnya. Hangat ada
di pelukan Aldi... hihihi... Iiih.. Aldi aku malu.. kenapa gak bangunin aku
ajah... Bara lihat aku pelukan sama Aldi?" bisik Nuke
"Lihat lah... Malahan yang menutupi badanmu dengan
selimutkan Bara!"
"Aiissh.. Aldi bikin aku malu! Aku jelek banget gak pas
tidur?"
"Kenapa malu kan masih pake baju... Yah lumayan jelek
sih, mangap dan ngorok.”
“Apaaa” Masa sih? Aduh aku maluuuu!”
“Kenapa malu terus...Aku di depan kamu gak pake baju gak
malu..!"
"Huuss.. ssst.. ssstt... Aldi ada Bara di sini.. denger
kan..." bisik Nuke sambil menutup mulut Aldi dengan tangan mungilnya.
"Hehehheh. Kenapa sih panik banget. Bara juga tau aku
mencium kamu, dia pasti ngintip. Hehehhe. "
"Ayo kita ke kamar.. mandi dan sarapan! Hari ini kita
acaranya apa Aldi?"
"Hari ini kita ke ladang strawberry milikku. Petikin
aku strawberry yang besar dan
banyak!"
"Woaahhh.. asiiik Aldi.. aku suka banget strawberry..
Nanti aku buatkan susu strawberry!"
“Hahahha, boleh.. mau buat apa pun boleh.”
“Ayo kita sarapan dulu, Aldi mau makan apa?”
“Apapun asal gak banyak sayurnya!”
“Mana bisa begitu..hihi.. Kali ini akan aku buatkan omelette
vegetables, dengan keju dan ayam!”
“Terdengar enak kalo gak ada sayurannya.”
“Dijamin enak. Aldi bisa mandi sendiri? Aku tinggal kedapur
ya?”
“Bisa.. biar Bara yang membantu aku.”
“Okey, Bara aku titip Aldi ya aku mau masak sarapan.”
“Baik nona Nina.”
***
“Tuan Aldi, sepertinya pengawal kita mencurigai keluarga
Mahadebrata mulai mencari masalah dengan kita. Beberapa kali mobil mereka
tertangkap cctv mengamati rumah kita dan villa ini.”
“Hmmm...siapkan saja pengawal extra. Terutama untuk Nina.
__ADS_1
Aku pikir mereka akan mengincar siapa saja yang aku sayangi.”
“Baik Tuan Aldi!”