Gagal Kawin Lari

Gagal Kawin Lari
Jalan Refleksi


__ADS_3

“Tuan Aldiii.. jangan ngantuk yaa.. abis makan siang kita


masih ada refleksi loh. Jangan malas yaaa. Aku gak terima


alasan apa pun.


Okey..?”


"Jangan bawel... bawa aku ke kamar!"


"Eiittsss....tak semudah itu fulgoso... barusan aja


bilang kalo kita punya jadwal belajar jalan dan latihan


fisik..


heheheh...!"


"Aaaarrghh..aku cape... Aku mau tiduur siaaaang...


noo.. aaargh...! Semenjak kau di sini selalu mengganggu


tidur siangku!"


"Heheheh... Gak boleh menolak baby... Biar cepet bisa berlari!"


"Selalu kau tambah targetmu. Dari biar bisa berdiri,


bisa bergerak, bisa berjalan... sekarang biar bisa berlari!


Besok apalagi..


menang olympiade???!!!"


"Hihihihi... Enggak kok… abis berlari lalu bisa lompat


galah…qiqiqi.  Tuan Aldi jelek kalo


marah-marah. Cakepan kalo senyum manis. Keren banget deh."


"Ngapain aku harus tampak keren? Gak ada yang lihat


juga! Gak ada pacar!"


"Aku yang lihat... aku suka kalo Tuan Aldi keren dan


gagah seperti dulu!" ups Nuke menutup mulutnya. Ia


keceplosan


"Seperti dulu? Maksudnya? Memangnya dulu kau pernah


lihat aku?" pancing Aldi.


"Euumm.. ehh... engga... aku lihat foto Tuan Aldi..


yang dulu Tuan Aldi gagah... iya kan? Ada fotonya di ruang


tamu. Terutama pas masih SMA, pasti pacaranya banyak." Nuke gugup


"Ya.. jelas aku keren dan gagah.. dulu... Sebelum semua


terjadi! Setelah itu semua menjauh, karena aku cacat!" Aldi mengepalkan


tangannya.


"Sekarang Tuan Aldi adalah bayiku! Selama belum bisa


jalan dengan baik! Hihihi." Nuke senang menggoda Aldi


"Awas ya kau!! Kalau aku sudah bisa berlari.. Akan aku


kejar sampai mana pun!"


"Kira-kira itu kapan ya Tuan Aldi? Hmmm..... Bosan gak


ya nungguinnya? Aki-aki jompo mana bisa mengejar cewek


lincah seperti ku..


hahhaha."


"Awas ya kau!" teriak Aldi gemas.


"Huup... berdiri tegak ya Tuan Aldi..." Nuke


melingkarkan tangannya di pinggang Aldi dari depan. Membuat


Aldi berdiri pada


kakinya.


"Aaah... Nuke.. mungkin kau dengar gemuruh


didadaku! Wangi tubuhmu bikin resah ajah," gumam Aldi


dalam hati. Karena kini dadanya sejajar dengan telinga Nuke


"Semoga Tuan Aldi gak dengar degub jantungku yang gak


karuan gini!" Nuke pun merona dalam posisi yang sangat


dekat dengan Aldi.


"Yaa.. Aku sudah bisa kalau berdiri doang. Tiap pagi juga

__ADS_1


aku berdiri... hihihi.”


Yang Aldi maksud pasti berdiri yang lain, dasar cowo


dimana-mana sama saja selalu gak jauh dari situ.


"Tuan Aldi mecum iih becandanya!" Nuke tersipu


"Semua laki-laki kan begitu. Masa perawat gak tau. Kau


juga puas kan mengamati miliki dulu?"goda Aldi


"Iya aku lihat!" Nuke keceplosan lagi.


"Hah? Kau suka lihat - lihat ke arah sana ya? Kau


memanfaatkan kebutaanku??" Aldi akting kaget dan marah


"Uuh.. engga Tuan Aldi.. engga.. bukan gitu..


Aku..aku.. engga lihat.. secara sengaja tapi aku harus melakukan tugas dan


kewajiban aku. Jadi maaf kalau terlihat. Gak sengaja... maaf. Tapi itu sudah


jadi tugas kalo engga gimana cara mengurus orang sakit?" Nuke gugup


setengah mati


"Tadi katanya gak lihat sekarang bilangnya gak sengaja?


Mana yang benar?" Aldi mempermainkan Nuke. Ia senang


melihat Nuke panik


dan merah merona


"Maaf Tuan Aldi.. kadang keliatan.. dikiiit... dikit


sekali. Dan aku gak sengaja..." Nuke tertunduk lesu. Ia


memang sering


memandang ke arah sana... gimana gak tergoda melihat ukuran


yang melebihin


ukuran normal.


"Hahhahahah.. hahahah.. Gak usah panik grogi gitu...


Lihat juga gak papa... Aku bangga kok dengan miliki yang


besar.  Abis aku bisa apa? Aku buta dan


tak bisa jalan. Mandi


Awalnya aku juga malu


tapi aku bisa apa? Sudah rejekimu... hahaha.”


"Tuan Aldi jahil banget siii! Rejeki apa, kaya gitu kok


rejeki! Musibah namanya. Besar sih. Eh..udah aaah…Sebagai


hukumannya Tuan Aldi harus jalan 3x lebih banyak dari kemarin!"


"Apaa.. mana bisa begituuuiu!! Itu namanya


penganiayaan..KDRT! Aku gak mau...aku mau telepon kak


Seto!" teriak Aldi.


"Hahahah.. masa masih urusan kak Seto. Hahhaha..."


"Jangan semena-mena seperti itu dooong. Akukan


capek."


"Aku punya kejutan buat Tuan Aldi. Dan kejutannya


adalaaahh.... Sebuah jalanan refleksi! Yeeeyyy!!"


teriak Nuke suka cita


"Jalan refleksi?" Aldi heran


"Mana guntingnya Bara?"


"Ini guntingnya."


"Agar kesehatan dan kekuatan kaki tuan Aldi semakin


baik, maka aku meminta Bara untuk membuat jalan refleksi ini


yang panjangnya


100km. Karena sudah selesai dan bisa digunakan kita resmikan


dulu. Tuan Aldi


potong pitanya." Nuke menggenggam tangan Aldi.


"!00km apanya! Ini untuk apa?" Aldi merengut


"Aku jelaskan yaa... bentuknya seperti apa. Jadi aku

__ADS_1


sudah berkonsultasi dengan dokter... aku


membuatkan jalanan berbatu untuk terapi kaki. Ada 7


perbedaan stimulasi yang


Tuan Aldi harus injak. Ini bagus untuk kesehatan. Ini untuk


siapa saja!" jelas Nuke


"Kau yang membuatnya?"


"Aku dibantu Bara dan tukang kebun. Kita menempelkan


satu persatu batunya dengan tangan loh. Memakai batu kecil,


lalu besar, kemudian disusun memanjang dan melintang. Ini seperti lukisan. Art!


Jalanan ini mengelilingi taman


sepanjang 100m. Dan kabar baiknya, bila kita latihan maka


aku, Bara dan semua


pegawai di sini harus mencobanya. Dan aku canangkan agar


mereka menggunakannya


setiap hari sebelum bekerja. Jadi Tuan Aldi juga harus


melakukannya karena kita


semua juga melakukannya.. Adil kan?" Nuke dengan ide


cemerlangnya


Aldi tersenyum dengan kejutan dari Nuke. Iya tak menyangka


Nuke


memiliki kejutan yang sungguh manis. Walau ini cukup


menyiksanya.


"Dan karena ini pembukaan pertama kali ayo ikut semua.


Bara dan seluruh pengawal harus ikut mencoba!


Ayo copot sepatu kalian!" perintah Aldi, dan tak ada


yang bisa menolaknya.


"Hahahha.. ya ayo kita coba... Semua harus


coba...!" jerit Nuke


Semua terpaksa mencoba... dan semua mengaduh kesakitan. Nuke


tertawa bahagia di samping Aldi yang bertumpu padanya.


Jadilah mereka bagai rombongan parade yang beriringan


mencoba


jalur baru berkeliling taman. Jalur bebatuan untuk releksi


kaki, persembahan Nuke


untuk Aldi.


"Sudah yaaa... sudah 2 x putaran. " rengek Aldi.


"Satu kali lagi.. aku kan juga ikut berjalan bersama


Tuan Aldi... Ayo baby... hehehh."


"Huuuh... Kau boleh sebut aku baby atau bayi tapi


udahan yaa...?" rengek Aldi lagi


"Sedikiit lagi ajah.. Nanti aku masakin masakan


istimewa!"


"Bener yaaa.. awas kalo gak istimewa!"


"Sayuran tumis daging sapi!" jerit Nuke


"Aaaarrrghh... Noooooo!!!!"


"Hehehehehhe... nanti banyakan dagingnya dari pada


sayurnya tenang ajah."


“Kau selalu punya banyak stok untuk menyiksaku!”


"Oh iya tunggu saja in baru nomer 10 masih ada 90


lagi.. hahah."


Nuke sukses ngerjain Aldi. Aldi tersenyum melihat Nuke


begitu ceria. Apapun asal berdekatan dengannya.


Melihat Nuke tersenyum menjadi obat untuk Aldi. Semangat

__ADS_1


hidup yang dulu sempat hilang kini kembali lagi.


__ADS_2