
“Tuan Aldiii.. jangan ngantuk yaa.. abis makan siang kita
masih ada refleksi loh. Jangan malas yaaa. Aku gak terima
alasan apa pun.
Okey..?”
"Jangan bawel... bawa aku ke kamar!"
"Eiittsss....tak semudah itu fulgoso... barusan aja
bilang kalo kita punya jadwal belajar jalan dan latihan
fisik..
heheheh...!"
"Aaaarrghh..aku cape... Aku mau tiduur siaaaang...
noo.. aaargh...! Semenjak kau di sini selalu mengganggu
tidur siangku!"
"Heheheh... Gak boleh menolak baby... Biar cepet bisa berlari!"
"Selalu kau tambah targetmu. Dari biar bisa berdiri,
bisa bergerak, bisa berjalan... sekarang biar bisa berlari!
Besok apalagi..
menang olympiade???!!!"
"Hihihihi... Enggak kok… abis berlari lalu bisa lompat
galah…qiqiqi. Tuan Aldi jelek kalo
marah-marah. Cakepan kalo senyum manis. Keren banget deh."
"Ngapain aku harus tampak keren? Gak ada yang lihat
juga! Gak ada pacar!"
"Aku yang lihat... aku suka kalo Tuan Aldi keren dan
gagah seperti dulu!" ups Nuke menutup mulutnya. Ia
keceplosan
"Seperti dulu? Maksudnya? Memangnya dulu kau pernah
lihat aku?" pancing Aldi.
"Euumm.. ehh... engga... aku lihat foto Tuan Aldi..
yang dulu Tuan Aldi gagah... iya kan? Ada fotonya di ruang
tamu. Terutama pas masih SMA, pasti pacaranya banyak." Nuke gugup
"Ya.. jelas aku keren dan gagah.. dulu... Sebelum semua
terjadi! Setelah itu semua menjauh, karena aku cacat!" Aldi mengepalkan
tangannya.
"Sekarang Tuan Aldi adalah bayiku! Selama belum bisa
jalan dengan baik! Hihihi." Nuke senang menggoda Aldi
"Awas ya kau!! Kalau aku sudah bisa berlari.. Akan aku
kejar sampai mana pun!"
"Kira-kira itu kapan ya Tuan Aldi? Hmmm..... Bosan gak
ya nungguinnya? Aki-aki jompo mana bisa mengejar cewek
lincah seperti ku..
hahhaha."
"Awas ya kau!" teriak Aldi gemas.
"Huup... berdiri tegak ya Tuan Aldi..." Nuke
melingkarkan tangannya di pinggang Aldi dari depan. Membuat
Aldi berdiri pada
kakinya.
"Aaah... Nuke.. mungkin kau dengar gemuruh
didadaku! Wangi tubuhmu bikin resah ajah," gumam Aldi
dalam hati. Karena kini dadanya sejajar dengan telinga Nuke
"Semoga Tuan Aldi gak dengar degub jantungku yang gak
karuan gini!" Nuke pun merona dalam posisi yang sangat
dekat dengan Aldi.
"Yaa.. Aku sudah bisa kalau berdiri doang. Tiap pagi juga
__ADS_1
aku berdiri... hihihi.”
Yang Aldi maksud pasti berdiri yang lain, dasar cowo
dimana-mana sama saja selalu gak jauh dari situ.
"Tuan Aldi mecum iih becandanya!" Nuke tersipu
"Semua laki-laki kan begitu. Masa perawat gak tau. Kau
juga puas kan mengamati miliki dulu?"goda Aldi
"Iya aku lihat!" Nuke keceplosan lagi.
"Hah? Kau suka lihat - lihat ke arah sana ya? Kau
memanfaatkan kebutaanku??" Aldi akting kaget dan marah
"Uuh.. engga Tuan Aldi.. engga.. bukan gitu..
Aku..aku.. engga lihat.. secara sengaja tapi aku harus melakukan tugas dan
kewajiban aku. Jadi maaf kalau terlihat. Gak sengaja... maaf. Tapi itu sudah
jadi tugas kalo engga gimana cara mengurus orang sakit?" Nuke gugup
setengah mati
"Tadi katanya gak lihat sekarang bilangnya gak sengaja?
Mana yang benar?" Aldi mempermainkan Nuke. Ia senang
melihat Nuke panik
dan merah merona
"Maaf Tuan Aldi.. kadang keliatan.. dikiiit... dikit
sekali. Dan aku gak sengaja..." Nuke tertunduk lesu. Ia
memang sering
memandang ke arah sana... gimana gak tergoda melihat ukuran
yang melebihin
ukuran normal.
"Hahhahahah.. hahahah.. Gak usah panik grogi gitu...
Lihat juga gak papa... Aku bangga kok dengan miliki yang
besar. Abis aku bisa apa? Aku buta dan
tak bisa jalan. Mandi
Awalnya aku juga malu
tapi aku bisa apa? Sudah rejekimu... hahaha.”
"Tuan Aldi jahil banget siii! Rejeki apa, kaya gitu kok
rejeki! Musibah namanya. Besar sih. Eh..udah aaah…Sebagai
hukumannya Tuan Aldi harus jalan 3x lebih banyak dari kemarin!"
"Apaa.. mana bisa begituuuiu!! Itu namanya
penganiayaan..KDRT! Aku gak mau...aku mau telepon kak
Seto!" teriak Aldi.
"Hahahah.. masa masih urusan kak Seto. Hahhaha..."
"Jangan semena-mena seperti itu dooong. Akukan
capek."
"Aku punya kejutan buat Tuan Aldi. Dan kejutannya
adalaaahh.... Sebuah jalanan refleksi! Yeeeyyy!!"
teriak Nuke suka cita
"Jalan refleksi?" Aldi heran
"Mana guntingnya Bara?"
"Ini guntingnya."
"Agar kesehatan dan kekuatan kaki tuan Aldi semakin
baik, maka aku meminta Bara untuk membuat jalan refleksi ini
yang panjangnya
100km. Karena sudah selesai dan bisa digunakan kita resmikan
dulu. Tuan Aldi
potong pitanya." Nuke menggenggam tangan Aldi.
"!00km apanya! Ini untuk apa?" Aldi merengut
"Aku jelaskan yaa... bentuknya seperti apa. Jadi aku
__ADS_1
sudah berkonsultasi dengan dokter... aku
membuatkan jalanan berbatu untuk terapi kaki. Ada 7
perbedaan stimulasi yang
Tuan Aldi harus injak. Ini bagus untuk kesehatan. Ini untuk
siapa saja!" jelas Nuke
"Kau yang membuatnya?"
"Aku dibantu Bara dan tukang kebun. Kita menempelkan
satu persatu batunya dengan tangan loh. Memakai batu kecil,
lalu besar, kemudian disusun memanjang dan melintang. Ini seperti lukisan. Art!
Jalanan ini mengelilingi taman
sepanjang 100m. Dan kabar baiknya, bila kita latihan maka
aku, Bara dan semua
pegawai di sini harus mencobanya. Dan aku canangkan agar
mereka menggunakannya
setiap hari sebelum bekerja. Jadi Tuan Aldi juga harus
melakukannya karena kita
semua juga melakukannya.. Adil kan?" Nuke dengan ide
cemerlangnya
Aldi tersenyum dengan kejutan dari Nuke. Iya tak menyangka
Nuke
memiliki kejutan yang sungguh manis. Walau ini cukup
menyiksanya.
"Dan karena ini pembukaan pertama kali ayo ikut semua.
Bara dan seluruh pengawal harus ikut mencoba!
Ayo copot sepatu kalian!" perintah Aldi, dan tak ada
yang bisa menolaknya.
"Hahahha.. ya ayo kita coba... Semua harus
coba...!" jerit Nuke
Semua terpaksa mencoba... dan semua mengaduh kesakitan. Nuke
tertawa bahagia di samping Aldi yang bertumpu padanya.
Jadilah mereka bagai rombongan parade yang beriringan
mencoba
jalur baru berkeliling taman. Jalur bebatuan untuk releksi
kaki, persembahan Nuke
untuk Aldi.
"Sudah yaaa... sudah 2 x putaran. " rengek Aldi.
"Satu kali lagi.. aku kan juga ikut berjalan bersama
Tuan Aldi... Ayo baby... hehehh."
"Huuuh... Kau boleh sebut aku baby atau bayi tapi
udahan yaa...?" rengek Aldi lagi
"Sedikiit lagi ajah.. Nanti aku masakin masakan
istimewa!"
"Bener yaaa.. awas kalo gak istimewa!"
"Sayuran tumis daging sapi!" jerit Nuke
"Aaaarrrghh... Noooooo!!!!"
"Hehehehehhe... nanti banyakan dagingnya dari pada
sayurnya tenang ajah."
“Kau selalu punya banyak stok untuk menyiksaku!”
"Oh iya tunggu saja in baru nomer 10 masih ada 90
lagi.. hahah."
Nuke sukses ngerjain Aldi. Aldi tersenyum melihat Nuke
begitu ceria. Apapun asal berdekatan dengannya.
Melihat Nuke tersenyum menjadi obat untuk Aldi. Semangat
__ADS_1
hidup yang dulu sempat hilang kini kembali lagi.