GAIRAH CINTA Sang CEO MAFIA

GAIRAH CINTA Sang CEO MAFIA
Ke bar Silmane


__ADS_3

" mereka ingin merompak senjata senjata yang akan di luncurkan besok malam tuan,pasal wanita itu,mereka hanya memanfaatkannya saja agar bisa mengalihkan perhatian kita tuan"jelas Bellarich


" darimana kau bisa seyakin itu" tanya tuan besar memicingkan matanya pada Bellarich


" serketaris Marzo mengatakan selama wanita itu di tahan,mereka tidak pernah melakukan kekerasan pada wanita itu,.dan tadi saya perhatikan wanita itu memiliki memar yang samar samar pada wajahnya dan juga di leher seperti kesan terkena cekik ,ada bahagian terkena cambuk pada betisnya.sepertinya wanita itu mendapat kekrasan dari singa merah." jelas Bellarich panjang lebar.


"benarkah"kata tuan besar sambil berfikir.


"ya tuan besar"jawab Bellarich yakin.


sedangkan Delmon hanya diam mencerna percakapan daddy nya dan Bellarich.


" baik laa. Bellarich mulai besok Delmon akan menggantikanku,itu artinya kau akan bekerja sama dengan anak tertuaku Delmon, dan rencana besok malam kau tanyakan pada Delmon saja seperti apa, dia yang akan mengatur kalian nanti."


ujar tuan besar memberi tahu Bellarich.


" baik tuan besar " jawab Bellarich.


****


Setelah memberitahu pada Bellarich tentang pergantian pemimpin juga di markas. Davian juga kembali ke mansion.

__ADS_1


" ada apa apa lagi yang anda butuh kan tuan muda. " tanya Bellarich pada Delmon yang sedang memantau markas singa merah dari camera perakam tersembunyi yang anak buahnya seludup kan di dalam markas singa merah.


tinggal ada Bellarich dan Delmon di dalam ruangan tuan besar. sedangkan Raxi membantu Marzo mengelabui anak buah singa merah yang berada di sekeliling markas GOLDEN NIGHT.


" tidak" singkat Delmon yang masih fokus pada layar di depannya.


Bellarich melirik sejoli di tangannya. " jika tuan tidak membutuh kan apa apa lagi, apa saya boleh pamit tuan muda" izin Bellarich, karena dia melihat sudah pukul Setengah 10, sedangkan dia memiliki temu janji di luar.


Delmon mengangguk." pulang lah" singkat nya.


" terima kasih tuan muda" Bellarich mengulurkan tangannya ingin mengambil kunci motornya yang berada di dekat Delmon.


Delmon juga mengulurkan kan tangan nya ingin mengambil ponsel miliknya, yang berada di dekat kunci motor Bellarich,tapi mata Delmon masih fokus pada markas singa merah di layar.


Kedua bola mata mereka bertemu.


Deg!


Delmon merasa getaran pada hatinya melihat kedua bola mata Bellarich, karena Bellarich masih mengenakan masker.


" Maaf tuan muda " Bellarich menarik pelan tangannya yang di pegang oleh tangan Delmon.

__ADS_1


Delmon mengangguk lalu mengambil ponselnya menghubungi asistennya Raxi.


Bellarich juga pergi dari ruangan Delmon.


Drrtt Drrtt Drrtt


"Hello tuan muda" jawab Raxi


" apa kau sudah siap dengan pekerjaan mu. Kalau sudah kita berangkat ke bar milik Silmane" kata Delmon lalu memutuskan sambungan ponsel nya dan melangkah keluar dari ruangannya di markas.


****


Bar milik Silmane Sahabat Delmon.


Delmon melangkah masuk ke dalam bar bersama dengan Asisten Raxi.


Delmon sudah berganti pakaian, menggunakan jaket hitam dan jeans, serta tidak lupa topi. Delmon malas menjadi pusat perhatian di bar.


Terdengar dentuman musik yang sangat nyaring di dalam bar milik Silmane


Asisten Silmane yang bernama Malio sudah menunggu Delmon di luar untuk menjemputnya.

__ADS_1


" selamat malam tuan muda Delmon. Mari saya hantar anda ke ruangan vip, di sana sudah ada tuan Silmane yang menunggu anda" Sopan Malio menyapa Delmon.


hanya mengangguk lalu Delmon mengikuti Asisten Malio.


__ADS_2