
Mereka kenal semasa ada kekacauan di bar Silmane, dan kebetulan Bellarich juga ada di sana, dan Bellarich membantu Silmane melawan musuh yang menyerang Silmane di bar nya. Hari Hari berlalu Silmane sering menggoda Bellarich, akhirnya mereka tanpa sengaja jadi sering menghabis kan waktu bersama.
"santai saja dulu... Jangan buru buru sayang.... " mengedip kan satu matanya pada Bellarich
Bellarich buang muka." ck" decak Bellarich menghadapi sikap jahil Silmane yang sering menggoda nya
" ayolah Bellarich, sampai kapan kau akan hidup menjomblo, terima lah cinta suci murni ku ini" Silmane sengaja membuat Bellarich bertambah kesal padanya.
" aku mau pulang..." Bellarich kesal lalu berdiri dari duduknya
" canda sikit saja kau sudah marah... Pasti kau akan menjadi perawan tua nanti HAHAHAHAHA. Duduk lah dulu Bellarich." bujuk Silmane setelah selesai mentertawai Bellarich yang kesal padanya.
Bellarich kembali menduduk kan tubuhnya dengan wajah kesal.
" aku hanya mengajak mu kemari untuk lepas lelahmu.. Kau sudah lama tidak kemari, kemana saja kau..." tanya Silmane
" aku sibuk di kantor" Silmane menolak satu gelas bir pada Bellarich. Bellarich mengambil nya lalu meneguk nya dengan satu kali tegukan lalu berdiri.
" aku pulang dulu... Aku sangat lelah." melihat ke arah.Silmane," tuan muda, saya pamit dulu" sopan Bellarich sedikit membungkuk pada Delmon, lalu langsung pergi dari sana tanpa peduli Silmane yang terus memanggil nya.
__ADS_1
" ck, gadis itu terlalu sulit di takluk kan,,, bisa bisa nya ada gadis yang tidak tertarik dengan ketampanan ku ini... " kesal Silmane berbicara sendiri.
Delmon menggeleng melihat Sahabat nya itu yang sangat playboy, sebelas dua belas sama adiknya Raymon sang cassanova.
Delmon dan Silmane menghabis kan waktu bersama di bar sambil berbincang bincang.
******
Keesokan harinya.
Di kantor DRgroup
Tok tok tok
" masuk" tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer
Bellarich melangkah masuk ke ruangan Delmon.
" tuan muda ini berkas yang sudah saya siap kan untuk menemui clain makan tengahari sebentar lagi di restoran X."
__ADS_1
Bellarich menyimpan berkas di atas meja kerja Delmon.
Delmon mengangguk. " kau temani aku menemui clain itu..." perintah Delmon pada Bellarich. Lalu berdiri dari duduknya.
"tapi tuan, saya masih memiliki pekerjaan yang harus saya selesai kan tuan" ucap Bellarich sopan pada Delmon, karena Bellarich masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dia selesai kan.
Delmon menatap tajam pada Bellarich, seolah mengatakan, aku bos di sini. " ah, maaf tuan muda, baik lah..." Bellarich kembali mengambil semula berkasnya lalu mengikuti langkah Delmon
*****
Tiba di parkiran, Bellarich mengambil kemudi lalu lalu menjalan kan mobil ke restoran tempat temu janji clain Delmon
Tiba di restoran itu, mereka masuk ke ruangan vip yang sudah ada seorang wanita yang menunggu nya dengan haun yang sangat seksi, memperlihat kan belahan dada mulusnya, serta paha mulus yang menggoda iman. Tapi tidak bagi Delmon, Delmon biasa saja melihat wanita itu.
" selamat datang tuan muda Delmon" mengulurkan tangan ingin berjabat pada Delmon.
Tapi Delmon hanya mengangguk tidak menyambut tangan Wanita itu. " maaf, papa tidak dapat datang, jadi saya yang menggantikan nya. Apa tidak apa apa tuan muda." ujar wanita itu dengan memperlihat kan buah dadanya.
Tanpa sadar Bellarich hampir tertawa melihat gaya wanita itu menggoda Delmon. Bellarich menahan tawanya, dan itu di tangkap oleh Delmon.
__ADS_1