GAIRAH CINTA Sang CEO MAFIA

GAIRAH CINTA Sang CEO MAFIA
karya pemilikan


__ADS_3

" Tidak ada... memang aku ada hubungan apa dengan nya..." kata Bellarich cuek melangkah ke kamar nya.


Drrtt Drrtt Drrtt


Mommy


Ponsel Delmon berdering. "Hello Mommy "Jawab Delmon


" Kapan kau membawa cucu dan menantu Mommy ke sini"tanya Roselline pada Delmon. karena Roselline Sudah kembali ke kota Y bersama Davian


"Aku akan kembali ke kota S dulu my.. Nanti baru aku kesana"kata Delmon


"Baik lah.... Tapi jangan lama lama... Mommy ingin menghabiskan waktu Mommy bersama cucu cucu Mommy "


"Ya my... segerah Delmon ke sana" jawab Delmon lalu melangkah ke dalam Villa Bellarich.


" Ya sudah Mommy tutup." Roselline lalu mematikan ponselnya


***

__ADS_1


Malam hari di kamar Bellarich


"Kenapa kau naik di kasur ku"kata Bellarich marah pada Delmon yang berbaring di kasurnya.


Delmon tidak peduli pada Bellarich. Dia malah merapikan tidurnya. agar nyaman "Aku berbicara padamu" tambah Bellarich menarik Delmon dari ranjang nya.


"Jadi aku mahu tidur di mana kalau bukan di sini, kau kan istri ku. Sudah lah aku ngantuk." kata Delmon santai menutup kedua bola matanya


Membuat Bellarich benar-benar geram pada Delmon. Bellarich mengambil ponselnya lalu berjalan ke pintu ingin tidur bersama Aarin di kamarnya. Saat Bellarich membuka pintu kamarnya Ternyata terkunci. Bellarich menarik nafas mencoba menenangkan perasaan nya yang sedang menggebu gebu karena marah Dengan tingkah Delmon.


Bellarich kembali menghampiri Delmon"Mana kunci kamarku kau sembunyikan " Bellarich mengadakan tangannya pada Delmon.


Bellarich menghampiri Delmon "kemari kan" Ujar Bellarich Dengan suara yang meninggi.


"Aku tidak mengambilnya Bellarich,atau Aalona... Aku tidak mengambilnya......" kekeh Delmon tidak mahu mengaku.


Bellarich menggeleda saku Delmon yang menggunakan Seluar pendek dan kaos oblong." Apa yang kau lakukan Aalona... Kau berniat menggodaku" kata Delmon menahan tawanya melihat Bellarich


"Di mana kau sembunyikan nya"Bellarich benar-benar marah pada Delmon.

__ADS_1


Delmon menarik tangan Bellarich lalu membaring kan Bellarich di ranjang dan mengukung tubuh nya. "bukan kah Seharusnya kita menghabiskan malam panjang bersama untuk malam pertama." bisik Delmon yang mengunci tubuh Bellarich dan sebelah tangan Delmon membuka kancing baju Bellarich.


"Kau sudah gila... Kau mahu apa" kata Bellarich panik mencoba memberontak tapi kuncian Delmon sangat kuat.


"Melakukan malam pertama. Eh ralat... Malam kedua sayang...." Delmon mendekat kan wajah nya ke dada putih Bellarich yang sudah terbuka Setengah dan pemperlihatkan dalaman nya saja.


"Jangan...!! Menjauh dari ku" teriak Bellarich pada Delmon


Delmon mendarat kan bibir nya ke dada Bellarich yang masih menggunakan dalaman lalu membuat tanda pemilikan di sana.


"Cantik... Karya ku cukup Cantik Ternyata." ujar Delmon memuji karya yang dia buat di dada Bellarich.


Bellarich menatap tajam pada Delmon. Dia tahu Seperti apa laki laki yang berada di atasnya itu. Dia pasti tidak akan mendengar kannya walau melarang bagaimana pun pria itu.


" Kenapa kau Berhenti berteriak.. Kau menikmati nya" kata Delmon tersenyum mesum pada Bellarich


"Cih! memang kau akan mendengar kan jika aku melarang mu. Kau bahkan bertambah suka jika aku melarang mu" kata Bellarich menatap Delmon


Delmon tersenyum lalu menyentuh hidung Bellarich Dengan hidung nya."Kau masih mengenalku Dengan baik ternyata sayang..." kata Delmon lalu menyatuhkan bibir nya Dengan bibir Bellarich

__ADS_1


__ADS_2