
Memuakkan.batin Delmon langsung melangkah ke mobilnya menuju restoran tempat Monica
***
Di restoran yang sama Ternyata Bellarich juga masuk ke sana untuk makan malam sebelum dia kembali ke apartemen nya. Bellarich mendengar Seseorang Memanggil namanya.
"Asisten Bellarich " Bellarich melihat ke sumber suara itu.
"tuan Maxxi " kata Bellarich
Maxxi adalah Partner kerja tuan besar Davian. Maxxi mengenal Bellarich semasa Bellarich pernah mewakili Davian untuk pertemuan beberapa Minggu lalu.
.
" hai.. Kita bertemu lagi.. " kata Maxxi tersenyum pada Bellarich.
Bellarich membalas senyuman Maxxi" apa yang anda lakukan di kota ini tuan"tanya Bellarich
" Jangan formal pada ku Bellarich. Aku memiliki beberapa urusan di kota ini. Kau pasti ingin makan kan. " tanya Maxxi pada Bellarich
__ADS_1
" Tidak tuan, saya ingin membeli baju" sindir Bellarich. Tentu saja dia mahu makan memang apa yang ingin dia lakukan di restoran selain makan. fikir Bellarich
"hehehe.. Maaf Bellarich.. Seperti nya aku salah bertanya. Mari kita makan bersama kebetulan aku juga lagi sendiri" kata Maxxi mengajak Bellarich.
Bellarich hanya mengangguk lalu ikut duduk bersama Maxxi. Bellarich tidak sadar jika ada Monica di sana yang menatap nya Sinis dari tadi.
Selang beberapa lama Delmon juga tiba. Dan melihat Bellarich yang makan bersama Partner kerja Daddy nya
Delmon hanya diam dengan Dingin melangkah ke meja Monica yang tidak jauh dari meja Bellarich dan Maxxi
"Kau sudah tiba Sayang.. " ujar Monica memeluk lengan Delmon
"Makan lah sayang.. " kata Monica memberi kan Delmon makanan yang dia pesan tadi.
Tapi kedua mata Delmon hanya fokus pada Bellarich yang sedang bersama Maxxi. terkadang Bellarich tertawa kecil karena Maxxi memang jenis yang suka bercanda.
Hati Delmon benar-benar panas melihat Maxxi dan Bellarich. Delmon berdiri dari duduknya menghampiri Bellarich, dan menarik kasar tangan Bellarich membawa nya dari sana.
Maxxi heran Melihat sikap Delmon. sedangkan Monica semangkin geram pada Bellarich.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu.. Lepaskan aku!"teriak Bellarich karena Delmon menggenggam erat tangan nya membuat dia kesakitan.
Delmon mengunci tubuh Bellarich di dinding yang tidak ada orang di sana.
Delmon menatap dalam Netra Bellarich . "murahan. Kau berniat menggoda Maxxi lagi.? Berapa banyak pria yang telah kau goda"tuduh Delmon memandang rendah pada Bellarich
Walau pun sudah pernah Delmon menghinanya. Tetap saja Hati Bellarich masih terasa seperti di tikam belati tumpul setiap kali Delmon melontar kan hinaan demi hinaan untuk nya.
Delmon tidak sadar jika setiap hinaan yang dia lontar kan untuk Bellarich. Itu akan dia sesali dengan sangat mendalam kelak dia mengetahui kebenaran tentang gadis yang sangat dia cintai di hadapan nya itu.
Bellarich mengangkat alis nya sebelah lalu tersenyum sinis pada Delmon." Kalau iya kenapa? Masalah buat anda? " ujar Bellarich sinis. Menatap mata Delmon Tapi tidak sama dengan hati nya.
"terlanjur dia menganggap ku ja****ng biar ku lebih perjelas jika aku memang ja****ng seperti tuduhan nya pada ku. Batin Bellarich yang sedih di tutupi dengan wajah sinis nya.
Wajah Delmon berubah jadi sangat dingin mendengar ucapan Bellarich. " kenapa anda diam tuan muda yang terhormat. Anda juga ingin membayar ku untuk melayani anda? Berapa anda akan membayar ku?, bukannya anda sangat kaya di banding pria pria yang sering memakai jasa ku. " ujar Bellarich menatap Delmon. Bellarich sudah benar-benar tidak peduli lagi. terlanjur dia Tidak memiliki harga diri lagi di hadapan Delmon.fikirnya
Rahang Delmon semangkin mengeras mendengar setiap ucapan Bellarich
****
__ADS_1
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌