GAIRAH CINTA Sang CEO MAFIA

GAIRAH CINTA Sang CEO MAFIA
part 92


__ADS_3

Delmon tersenyum lalu menyentuh hidung Bellarich Dengan hidung nya."Kau masih mengenalku Dengan baik ternyata sayang..." kata Delmon lalu menyatuhkan bibir nya Dengan bibir Bellarich


Delmon mencium Bellarich Dengan lembut.. Bellarich Hanya diam tidak menolak dan juga membalas Delmon.


Delmon melepas kan ciumannya lalu berbaring di sebelah Bellarich. menarik tubuh Bellarich kedalam pelukan nya. Delmon memeluk Bellarich dari arah belakang.


"Tidur lah di sini... karena aku tidak akan mengizinkan mu untuk keluar dari kamar malam ini" kata Delmon dengan jari jarinya kembali memasang kancing baju Bellarich.


Bellarich hanya diam membiarkan Delmon. karena dia tahu Delmon tidak akan peduli dengan penolakan nya.


"Rambut mu sangat wangi... seperti nya kau mengganti Shampo mu... " kata Delmon yang menghirup aroma rambut Bellarich.


Bellarich hanya diam Dengan wajah tanpa ekspresi. karena baginya percuma berbicara pada Delmon yang tidak falam bahasa.


"Aku merindukanmu... Kenapa kau meninggal kan aku Bellarich ..." kata Delmon mengeratkan pelukannya pada Bellarich.

__ADS_1


Bellarich tetap diam."Aku bertanya pada mu... Apa kau Tidak merindukan ku... "tanya Delmon memegang dagu Bellarich dari arah belakang.


"Aku mahu istirahat, aku lelah... "


"Baiklah... " Delmon semangkin mengencangkan kan pelukannya pada Bellarich. yang membuat Bellarich mendengus kesal


Akhirnya Delmon dan Bellarich tidur bersama dalam satu selimut


Keesokan harinya Bellarich mulai terbangun dari tidurnya dan samar samar dia mendengar Delmon sedang berbicara melalui panggilan telefon. Bellarich mendudukkan tubuhnya di ranjang sambil mengusap matanya.


Bellarich menatap tajam ke arah Delmon yang dari dulu sampai saat ini tidak pernah berubah selalu seenaknya sendiri


"Wajahmu semangkin cantik sayang bila kau membuat pandangan seperti itu... kau ingin kita lanjut kan saja yang tertunda semalam itu sayang"Tanya Delmon bercanda pada Bellarich hanya ingin membuatnya marah


"Gila"gumam Bellarich turun dari ranjang lalu ingin masuk ke dalam kamar mandi. Delmon mengikuti Bellarich masuk ke dalam kamar mandi."apa yang kau lakukan, mengapa kau mengikuti ku masuk ke dalam sini... berhenti lah terus bercanda.. aku ingin mandi" kata Bellarich kesal pada Sikap Delmon

__ADS_1


Delmon menghimpit tubuh Bellarich di bawah shower. kemudian Delmon menghidupkan air shower. mereka berdua basah bersama."menyingkir" Bellarich menolak tubuh kekar Delmon yang menghimpitnya. tapi Delmon tidak bergerak sedikitpun


Delmon menatap dalam bola mata Bellarich. Bellarich seperti terhipnotis oleh ketampanan Delmon. Bellarich juga menatap dalam kedua bola mata delmon di bawah Shower yang mengalir dengan cukup deras


Bellarich tidak sadar jika Delmon membuka kancing baju dan juga pengait **********. Delmon tanpa aba aba langsung mencium bibir Bellarich. Bellarich ingin menolaknya tapi tubuhnya berkata lain. Bellarich merasa jika tubuhnya sangat haus dengan setiap sentuhan Delmon.


Delmon perlahan mengalihkan tangannya ke dada polos Bellarich yang sudah tereksport karna Delmon sudah membuka pakaiannya" ukurannya bertambah Hot" ujar Delmon di tengah tengah ciumannya bersama Bellarch. di mana Bellarich sudah hanyut dalam sentuhan Delmon. dia juga tidak sadar jika dia sedang membalas ciuman hangat Delmon


Bellarich tersadar lalu menolak tubuh Delmon dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus. lalu kembali menaikkan bajunya.


"Kenapa sayang kau malu... Bukannya aku sudah melihat semuanya.... aku menginginkannya,, aku tahu tubuhmu juga menginginkannya... terus kenapa kau menolakku..." ujar Delmon dengan suara seraknya menahan hasratnya yang bergejolak


"Pergilah.. aku ingin membersihkan tubuhku. aku lapar ingin sarapan" bohong Bellach menolak tangan Delmon dari dadanya yang putih mulus.


Delmon menolak pundak Bellarich kemudian mengalihkan mulutnya ke dada Bellarich dan bermain di sana dengan lembut yang membuat darah Berllarich Berdesir dan tubuhnya yang bergetar dengan hebat... sensasi yang sangat dia tidak dapat untuk menggambarkannya

__ADS_1


Tanpa sadar bellarich mengeluarkan suara *******.


__ADS_2