
Plak ..
Dena menpar pipi kiri Laura.
"Jaga ucapan kamu jangan mentang- mentang kamu orang kaya bisa seenaknya menghina kami"ucap Dena geram denagan perlakuan Laura sedari kelas X sudah mencari gara- gara dengan Yayang karena kakak kelas mereka suka mendekati Yayang, Ayu , April,Zeline, Kanaya bahkan dirinya .
"Berani kamu nampar aku. Rasakan ini"
Plak
Laura menampar pipi Dena .
"Dasar ja**la**Ng kamu juga suka godain Pak Arkan kan "
Cibir salah satu teman Laura
"Jangan- jangan orang tua Lo ja* la* ng juga makanya kalian suka tebar pesona " Cibir Laura lagi
Plak ... plak... plak... plak...
Yayang menampar pipi Laura secara bergantian hingga sudut bibir nya sobek dan berdarah.
"Saat Salah satu teman Laura hendak menjambak rambut panjang Yayang dengan sigap Yayang menarik tangan nya dan memelintir nya.
"Ahhhhh" teriak nya keras.
"Sekali lagi kalian cari gara- gara sama kita kalian tanggung sendiri akibatnya " bentak Yayang lalu mengajak Dena pergi.
Di saat dia melangkah pergi ternyata banyak yang menyaksikan yayang menampar Laura. Termasuk Arkan dan guru- guru yang lain.
..
...----------------...
''Bener- bener berani itu kak Yayang gak tahu apa kalau papanya ketua yayasan "
''Kalau marah ganas juga"
"Gila ini nanti jadi bahan gosip ini mah "
Dan masih banyak lagi nyinyiran entah itu mendukung atau menghujat Dena dan Yayang
***sekilas info *
tempat Yayang bersekolah bukan sekolah negri tapi sekolah swasta yang memiliki kualitas baik masuk dalam 5 besar sekolah terbaik di kotanya .
Dena,Yayang Ayu merupakan anak berprestasi dan mendapat beasiswa**.
Setelah Yayang mengajak Dena pergi dari hadapan Laura dan kawan- kawan nya.
"Maafin aku ya Den, kamu terkena tamparan"ujar Yayang sambil mengusap pipi Dena yang memerah akibat tamparan Laura
"Gak papa Yang, semisal beasiswa aku di cabut aku tak masalah Yang, yang terpenting harga diri jangan mau di injak-injak "ucap Dena masih marah
"Iya aku tahu aku juga sudah balas perlakuan kasar dia sama kamu nanti istirahat kita kompres dulu bentar baru ke pendopo ya" ujar Yayang sambil memberikan sapu tangan Yayang yang terdapat sulaman bunga yang selalu dia bawa .
"Iya,ayo ke kelas ini waktu pelajaran pak Ikhsan sudah mulai dari tadi loh "ucap Dena was- was .
"Yaudah ayo "yayang menimpali ucapan Dena lalu mereka berdua segera berjalan menuju kelas mereka .
Setelah sampai di pintu ruang kelas mereka
Tok....tok...tok
"Assalamualaikum "
__ADS_1
"Waalaikumsalam"
" Maaf pak kami terlambat tadi sehabis dari kelas XI lanjut mengumpulkan tugas dari pak Arkan terlebih dulu "ujar Yayang santai
"Hem.. oke kali ini saya maafkan karena alasan kamu masuk akal tapi kalau alasan kamu tidak masuk akal silahkan keluar dari jam pelajaran saya. Sekarang silahkan kalian duduk di tempat masing- masing"ucap Ikhsan tegas
Tapi hal itu tak membuat Yayang,dan Dena merasa takut .
Setelah Yayang dan Dena duduk di tempat masing- masing mereka mengikuti pelajaran dengan khidmad
Tak terasa waktu pelajaran pak Ikhsan pun berakhir itu tandanya sebentar lagi waktunya sholat dan Yayang sebentar lagi akan segera ke pendopo .
tet...... tet....tet
suara bel istirahat sudah berbunyi dan tak lama terdengar suara kumandang adzan .
'
"Yang kamu langsung ganti baju saja sama Dena kan kalian berdua halangan jadi kalian duluan aku mau sholat bareng teman - temen dulu gak papa kan " ucap Ayu sambil mengeluarkan mukena dari dalam tas
"Iya tapi aku nanti ke kantin dulu kompres pipi Dena yang masih merah"ujar Yayang sembari memasukan bukunya dalam tas.
Ayu dan teman- teman yang lain menuju ke mushola di sekolah sedangkan Yayang menuju kantin.
"Bu Sari aku minta es batu bu, boleh ?" tanya Yayang. pada penjual soto langanan Yayang
"Boleh nak buat apa kok minta es batu"tanya Bu Sari
''Buat ngompres pipi Dena Bu tadi di tampar Laura ."jelas Yayang
"Memang keterlaluan anak itu sukanya bikin onar mentang- mentang orang tuanya berkuasa "geram Bu Sari karena ulah Laura
"Sudah Bu biar kan saja . tadi aku sudah membalas nya kok , makasih Bu es batunya ."ucap Yayang yang menerima es batu pemberian Bu Sari
Setelah menerima es batu dari Bu Sari Yayang lalu mengompres pipi Dena .
"Www. sakit Yang '' ucap Dena kesakitan
'' iya ini pelan- pelan. Aku cuma takut nanti om Tio khawatir kalau lihat pipi kamu merah mengecap tangna kaya gini .
ucap Yayang sambil mengompres pipi Dena.
"Ya semoga nanti bekas nya hilang "ujar Dena .
"Nanti kamu langsung ikut aku pulang aja Den. nanti aku kasih salep di rumah biar ngak kelihatan lagi bekas tamparan nya ."ujar Yayang
"Baiklah,ini udah mendingan ayo kita ganti baju dulu, bawahan nya pakai rok atau sekalian ganti''tanya Dena
"Aku ganti atasan saja bawahan tetep pakai rok .malas kalau ganti "ujar Yayang
"Aku ikut kamu aja deh"ujar Dena
lalu mereka berdua pergi ke kamar mandi dengan membawa kaos putih polos yang mereka bawa .
Setelah mereka berdua berganti atasan seragam dengan kaos mereka menuju ke pendopo yang ternyata di sana sudah banyak murid kelas X-XII dan juga banyak guru- guru beserta Ayu yang sudah menunggu mereka .
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Maaf kami terlambat "ujar Yayang sambil melangkah ke depan pendopo dengan cuek .
"Kalian berdua lama banget sih Yang, ibu capek nunggu ini dari tadi" ujar Bu Pratiwi
"Maaf Bu "ujar Dena
__ADS_1
"Ya sudah, berhubung Yayang sudah ada ayo kita duet nak sesuai hukuman kamu kemarin yang belum kamu lakuin ."ujar Bu Pratiwi.
Yayang d.an Bu Pratiwi bersiap menari
dengan diiringi musik dari gamelan yang di tabuh oleh teman- teman Yayang yang ikut ekstra seni karawitan karena yayang tadi sudah bilang sama mereka sebelum berangkat ke sekolah .
Di tempat para penonton
"Gila Yayang luwes banget gerakan nya."
"Iya Bu Pratiwi aja kalah bagus sama gerakan Yayang"
"Ternyata di balik sikap nya yang galak dia kelihatannya suka dengan seni kelihatan dari cara dia membawakan tarian nya"
Bisik para penonton .
"Wah gak nyangka ternyata bagus banget tarian Yayang pantas saja dia berani duet sama Bu Pratiwi" ujar Bisma
"Iya bagus banget ternyata, ternyata ucapan Bu Sapto benar dengan keluwesan dia dalam menari . dia pantas di acungi jempol gak salah kalau sekolah kita sering juara "ujar Pak Yuniandar.
"Iya pak, di balik sikap nya yang cuek ternyata dia memiloki bakat yang lain"Ujar Pak Hadi
Sedangkan Arkan dan Ikhsan cuma melihat dengan seksama .
Setelah beberapa menit tarian pin berakhir. semua murid dan guru bertepuk tangan .
Tiba- tiba mereka di hebohkan dengan kedatangan Laura dan kawan- kawan nya beserta kedua orang tua nya.
mereka menunju ke arah Yayang.
.🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
.
.
.
.
.
Bersambung......
***Kira - kira apa ya yang akan di lakukan oleh Laura beserta keluarga dan teman- teman nya pada Yayang
Ada yang tahu***???????
__ADS_1