Garis Senja

Garis Senja
30. Tiga Puluh


__ADS_3

Yayang telah berhasil memotret pasangan tersebut


Lalu memasukan ponsel nya lagi ke dalam tas nya .


"Mas adek cuma mau membuktikan kecurigaan adek , dan adek juga gak bakal ikut campur hubungan ayu dan pacarnya terlalu jauh mas tapi kalau pacarnya menyakiti hati Ayu hati ku juga bakalan sakit mas kerena. ikatan kami terlalu kuat , dan aku juga gak mau kalau Ayu di sakiti oleh orang lain mas ,mas tahu kan perasaan ku "ujar Yayang lembut .


"Iya dek mas tahu ,tadi kamu sudah memotret mereka kan dek sekarang kita pulang ya dek kasihan sudah di tunggu sama yang lain dek .


Dan akhirnya mereka berdua pulang menuju ke kediaman Desy


Setelah cukup lama akhirnya mereka berdua sampai di rumah Desy .


"Assalamualaikum" ucap salam Yayang dan Raka bersamaan


"Waalaikumsalam "jawab serempak


Yayang lalu duduk di sebelah sang bunda lalu memeluknya erat sedangkan Raka dia duduk di sebelah Tio sambil memperhatikan sang calon istri .


"Uluh-uluh anak bunda tumben manja banget biasanya kan mandiri "ledek sang bunda sambil mengelus mengelus Surai rambut Yayang


"Iya tumben kamu nduk kaya gitu sama bunda mu "ujar Tama ayah Yayang.


"Idihh gak malu kamu dilihatin calon mertua itu "ledek Andika pada Yayang


"Hiks.... hiks ..... hiks.... "terdengar Isak tangis Yayang yang masih memeluk erat sang Bunda .


"Kamu kenapa nduk kok nangis kaya gini ?"tanya Shila mulai panik pasalnya anak kembar yang paling bungsu itu tak pernah menangis .


"Kamu apakan calon mantu mamah Le ?"tanya mama Raka pada sang anak .


"Raka gak ngapa -ngapain kok mah yakin deh , kamu kenapa dek kok nanggis mas ndak melakukan apa-apa loh ini dek "ujar Raka lembut sambil berjalan ke arah Yayang dan mengusap lengan Yayang.


Cukup lama Yayang menanggis akhirnya Yayang mulai melepas pelukannya pada sang bunda.


"Maafin adek bunda ,adek buat semuanya panik , adek cuma kangen aja Sam bunda yang nanti sore pulang,bersama dengan papa, mama, dan mas Raka juga. "ujar Yayang lirih


"Ya Allah nduk Bunda kira ada apa ,kamu tahu sendiri kan nduk. pekerjaan orang tua mu apalagi ayah mu itu ,nanti kalau liburan biar mas mu jemput kamu nduk kita kumpul di rumah ,atau nanti pas kami ada waktu bakal kesini nduk "ujar Shila lembut


"Dek dengerin mas , mas itu kerja loh dek kamu jangan seperti itu mas usahakan malam Minggu mas bakal kesini .kamu tahu kan dek pekerjaan mas seperti apa dan pasti kamu sudah tahu resiko kalau punya pacar seorang anggota Tentara dek,jangan seperti ini toh dek mas nanti kalau dapat jatah cuti bakal kesini kok kamu jangan sedih oke "ujar Raka sambil menghapus air mata Yayang yang mengalir di pipinya.


"Iya kamu jangan melow begitu Yang ,beda kamu sama Dena yang setiap hari ketemu " ujar Ayu dengan santainya.


Sedangkan Dena diam saja tak membalas ucapan Ayu .


"Sudah dek Ndak usah sedih , kamu buat sesuatu dong dek mbak mau makan siomay buatan kamu , kamu bisa bikini ngak dek "ujar istri Refan pada Yayang .


"Yasudah mbak disini dulu aku bikinin, yang lain mau apa , mamah mau makan apa biar adek buatin "ujar Yayang pada mamah Raka.


"Terserah kamu nduk mau bikin apa mamah mau semua nya asal yang buat kamu. "ujar Mamah Raka lembut.


Belum Yayang tanya lagi kepada yang lain Dena sudah bicara terlebih dahulu.


"Maaf semuanya Dena pergi ke kamar Yayang dulu ya , capek mau tidur "ujar Dena berpamitan pada semua orang .


"Tumben Den ,kamu kenapa sehabis pulang dari pasar kelihatan murung sih kamu sakit ?"tanya Yayang perhatian .


"Gak Yang ,aku cuma mengantuk mah tidur bentar "ucap Dena dengan menunduk tak berani menatap mata Yayang karena dia menyembunyikan sesuatu dari Yayang .


"Yasudah nduk sana tidur dulu bentar,nanti biar di bangunin Ayu atau Yayang. "ujar Desy angkat bicara.


"Nanti tak bikinin donat Den ,kamu tidur duku ya "ujar Yayang lagi dan di angguki Dena setelah itu Dena menuju ke kamar Yayang .

__ADS_1


Sedangkan Yayang dia pergi ke dapur bersama dengan Bu Sri yang siap membantu Yayang .


**************"


Kini tinggal Ayu yang masih berada bersama yang lain dia sedang sibuk bermain ponselnya .


"Dek kamu kenapa sih bete kaya gitu? " tanya Reihan pada sang adek .


"Ndak papa mas "ujar Ayu


"Halah paling dia bete itu gak di balas chat nya sama pacar ya kan Yu "ujar Raka pada ayu yang sebenarnya dia juga kasihan pada ayu sejak tadi kelihatan gelisah.


"Loh kamu sudah punya pacar nduk ?"tanya Irwan pada Ayu


"Jangan tanya dia Pah dia sudah punya pacar sebelum aku punya pacar "ujar Andika


"Bener itu nduk ?"tanya Irwan lagi .


"Hehehe iya Pah memang aku sudah punya pacar dan Bunda juga sudah tahu kok "ujar Ayu sambil menyengir malu


"Mending kamu bantuin sana adek kamu nduk sambil belajar masak siapa tahu nanti kamu juga di Lamar "ujar sang bunda .


"Aku masih lama bunda ,aku mau kuliah dulu sama masih mau seneng-seneng dulu , biar Yayang dulu deh Bun ,ya nanti aku bakal belajar masak kalau udah di lamar"ujar Ayu santai sambil tertawa kecil


"Dasar bocah sekarang ada-ada saja jawabannya. "ujar Putra


"Untung dulu Yayang yang di jodohkan sama kamu mas Raka kalau sampai Ayu aku jamin hancur itu dapur di rumah dinas kamu "ujar Andika


"Pilihan Mama sama pasti gak bakalan salah " jawab Raka singkat


"Jangan cuma ejek aku kamu mas ,coba itu mbak Sinta mas suruh masak aku yakin gak bisa "ujar Ayu santai


"Eh bener itu dek?"tanya Andika pada Sinta


"Sudah -sudah Ndak perlu ribut malu di lihat Om Putra itu loh "ujar Desy


"Mas Andika itu loh Mah yang mulai ,bukan Ayu ."ujar Ayu mengelak


"Ayu "ujar Tama dengan nada rendah tapi tegas.


"Maaf Yah "ujar Ayu lirih .


Hinga tak terasa cukup lama akhirnya Yayang datang membawa cup cake



Dan di belakang Yayang diikuti oleh Bu Sri


juga membawa cake



Setelah itu Yayang dan Bu Sri meletakkan cake tersebut ke atas meja .


"Sudah mending dicicipi dulu cake yang aku buat ini "ujar Yayang lembut


"Maaf semuanya aku ke kamar dulu mau ngasih Donat ke Dena , aku lihat dari tadi dia gak seperti biasanya ,nanti setelah itu aku kembali kesini lagi "ujar Yayang


"Ya sudah nduk kasih sana ,sepertinya dia murung "Ujar Desy


"Iya mah aku ke atas dulu ya "ujar yayang dan di angguki semua orang termasuk Raka.

__ADS_1


................


Yayang masuk kedalam kamar nya yang berada di lantai dua di rumah Desy .



"Den aku bawa donat buat kamu "ujar Yayang lalu meletakkan donat tersebut di atas meja belajar Yayang


Sedangkan Dena dia berada di depan jendela dan melihat ke luar jendela tanpa menoleh ke arah Yayang .


Yayang pun akhirnya menghampiri Dena ,setelah berada di samping Dena lalu menepuk pundak Dena pelan


Dena akhirnya menoleh ke arah Yayang dengan pipi yang basah .


"Kamu kenapa Den ,kamu nanggis?"tanya Yayang


Dena tanpa menjawab pertanyaan Yayang lalu memeluk Yayang sambil menanggis sesenggukan


"Hiks....hiks....hiks.."


Setelah tenang Yayang melepas pelukan Dena dan mengajak Dena duduk di sofa dekat jendela


"Mau minum ?"tanya Yayang pada Dena


Dena hanya membalasnya dengan anggukan kepala , setelah mendapat jawaban melalui anggukan kepala Yayang lalu mengambil air putih yang berada di samping donat yang tadi dia letakkan di atas meja belajarnya.


Lalu ia berjalan lagi ke arah Dena setelah itu memberikan air minum tersebut kepada Dena


"Makasih "ujar Dena lirih dan dianggukin oleh Yayang setelah itu Dena meminum air putih dalam gelas tersebut sampai habis.


Setelah habis Yayang meminta gelas tersebut lalu meletakkan lagi di atas meja belajarnya lalu dia berjalan lagi ke arah Dena lalu duduk di samping Dena .


"Ada apa,kamu murung sekali "ujar Yayang


"Yang , kalau semisal Om Tio menikah terus aku gimana ya ?"ucap Dena mulai angkat bicara .


"Maksud kamu apa ?Mas Tio mau menikah ?sama siapa ?" pertanyaan -pertanyaan terlontar dari bibir Yayang.


Akhirnya Dena menceritakan apa yang diucapkan Oleh Tio tadi pagi sewaktu berada di jalan mau ke pasar .


"Oh itu yang bikin kamu murung ?"ujar Yayang


"Ya sebenarnya sih aku gak masalah kalau om Tio mau nikah ,nanti aku bakal pergi dari rumah dinas om Tio. saja aku bakal kerja part time, dan aku juga bakal nyanyi sambil sekolah biar gak menyusahkan Om Tio terus "ujar dena


"Tapi kita sudah kelas 3 loh Den , aku gak mau loh sekolah keganggu karena kamu manggung lagi nanti kalau ku gak bisa bagi waktu kamu bisa sakit ."ujar yayang perhatian


"Atau jangan- jangan kamu cemburu "goda Yayang


dan Dena tak menjawab pertanyaan Yayang


Setelah lama berbincang- bincang berdua Yayang dan Dena akhirnya turun ke bawah Dena juga membawa sisa donat yang di bawa Yayang tadi .


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


🌸


Bersambung...


__ADS_2