Garis Senja

Garis Senja
31. Tiga Puluh Satu


__ADS_3

"Ya sebenarnya sih aku gak masalah kalau om Tio mau nikah ,nanti aku bakal pergi dari rumah dinas om Tio. saja aku bakal kerja part time, dan aku juga bakal nyanyi sambil sekolah biar gak menyusahkan Om Tio terus "ujar dena


"Tapi kita sudah kelas 3 loh Den , aku gak mau loh sekolah keganggu karena kamu manggung lagi nanti kalau ku gak bisa bagi waktu kamu bisa sakit ."ujar yayang perhatian


"Atau jangan- jangan kamu cemburu "goda Yayang


dan Dena tak menjawab pertanyaan Yayang


Setelah lama berbincang- bincang berdua Yayang dan Dena akhirnya turun ke bawah Dena juga membawa sisa donat yang di bawa Yayang tadi


Setelah Yayang dan Dena memilih menuju ke dapur di sana masih ada Bu Sri


"Loh kok kemari Nak ngak ikut yang lain ?"tanya Bu Sri yang sudah lama mengenal Dena


"Nanti Bu mau menaruh donat ke wadah toples dulu Bu . Ibu mau ?"ujar Dena menawarkan donat tersebut pada Bu Sri akhirnya Bu Sri mengambil satu sambil duduk di salah satu kursi dapur karena gak mungkin makan sambil berdiri .


Setelah selesai Dena lalu pamit pada Bu Sri untuk ikut duduk di ruang tamu bersama yang lain .


Dena memilih duduk di samping Yayang


dia duduk di sofa sambil merangkul tangan kiri Yayang dengan erat .


"Kamu ngapain bergelayut gitu sama tangan Yayang den?''tanya Ayu yang heran dengan kelakuan Dena .


"Biarin tangan-tangan Yayang kok yang aku gelayuti bukan tangan kamu "ujar Dena ketus .


"Dih,kenapa kamu ketus gitu sih Pms kamu ?"ujar Ayu frontal


"Sudah-sudah ndak usah ribut cuma masalah bergelayut aja ribut terus nanti aku cabein mulut kalian baru tahu rasa "ujar Yayang mode galak .


"Dia yang mulai loh Yang "ujar Ayu membela diri .


"Sudah "ujar Yayang datar dan akhirnya Ayu memilih diam dia tahu tabiat kembarannya kalau ia masih bicara pasti ucapannya gak bakal main-main .


"Nduk cupcake nya enak ,kapan-kapan pulang ke rumah Mama ya kita buat sama-sama "ujar mama Raka mulai angkat bicara sembari memuji cupcake buatan Yayang .


.


"Iya ma"jawab Yayang singkat .


"Dek mbak kapan-kapan ajarin buat cupcake nya dong dek sekalian ajarin masak boleh ?"tanya Sinta lembut


"Ya nanti kalau libur jualan mbak aku ajarin"ujar Yayang .


"Kamu masih jualan angkringan nduk?"tanya Tama mulai angkat bicara .


"Masih Yah, tapi ini libur bang Lingga (anak Bu Sri ) baru UTS yah,jadi kami terpaksa libur "ujar Yayang lembut


"Kenapa sih nduk kamu mesti jualan angkringan segala kan sudah di kasih uang jajan sama bunda ?"ujar Shila pada sang anak .

__ADS_1


"Bunda aku Ndak mau bergantung sama bunda toh aku jualan halal kok, kan jualan nya juga Ndak jauh dari rumah mamah Desy juga loh Bun "ujar Yayang masih kekeh


"Sudah lah dek ,biarin saja selagi orangnya mau dan itu bagus buat dia belajar mandiri dan biar nambah uang jajan juga "ujar mama Raka ikut angkat bicara .


"Yasudah tapi kalau ada apa-apa hubungi mas mu nduk "ujar Irwan jiga ikut angkat bicara.


"Dia mah uangnya masih banyak mbak Ndak pernah beli macem-macem dia beda sama dua bocah kemayu itu (menunjuk Dena dan juga Ayu)mereka kalau di kasih uang langsung beli ini itu heran aku kok boros kaya gitu "ujar Desy.


"Mamah jangan gitu dong kan aku yang ngajarin mamah kalau jadi anak perawan itu harus dandan yang cantik dan wangi "elak Ayu


"Ngelak aja kamu itu "ujar Desy berdecak pinggang .


"Hehehe"Ayu hanya menyengir .


"Mamah heran sama kamu Yang kamu itu kok.ndak seperti yang lain sih kalau disuruh dandan susah banget tapi kok ya kamu malah cantik banget "ujar Desy pada Yayang.


"Sudah dari lahir mah, mamah Ndak tahu ya Yayang kan seperti eyang putri bahkan golongan darahnya pun sama, weton , sifat serta wajahnya pun seperti fotocopy eyang putri waktu masih muda "ujar Reihan


Dalam budaya Jawa, weton adalah perhitungan hari lahir seseorang yang digunakan sebagai patokan untuk menunjuk ramalan tertentu.


"Iya kalau itu semu sudah tahu Le tapi kamu tahu sendiri kalau sifat adek mu ini cenderung galak sih kalau Eyang lembutnya kalau bicara kamu pasti sudah tahu sendiri "ujar Desy lagi


"Ini kenapa jadi bahas eyang sih. Sudah lah aku mau masak dulu bunda sama yang lain istirahat dulu aja nanti aku masakan makanan kesukaan semua sekalian nanti biar di bawa pulang , dan untuk mas Raka kamu pualng nya nanti jam 5 aja mas sekalian anterin aku pulang ke rumah Bu Sri ya mas kan searah sama arah mas kalau pulang ke rumah dinas "ucap Yayang .


"Nanti aku gimana kalau kamu sama mas Raka Yang "ujar Ayu was-was


"Kamu lupa tadi malem sebelum tidur bilang apa .?"tanya Yayang


Flash back On


Sebelum Yayang benar- benar tidur Ayu heboh chat yang ia kirim pada Ferdinan di balas oleh Ferdinan


"Yang Ferdinan balas chat aku yang " ujar Ayu heboh .


"Memang kamu chat gimana?"tanya Yayang dengan masih memejamkan matanya


"Aku bilang bisa Ndak ketemuan sama aku aku mau tanya sesuatu sama kamu ini soal Arya kamu ada waktu ,aku chat kaya gitu Yang soalnya dari tadi aku chat Ndak dia balas dan akhir- akhir ini kalau aku berpapasan sama dia ,dia kaya acuh banget sama aku yang Dan Satria pun sama malah kesannya kaya orang gak kenal "keluh Ayu pada Yayang dan juga Dena


"Jangan-jangan dia mendua "ujar Dena asal sambil mata nya fokus melihat Drakor yang ada di layar.


"Masak sih aku udah 2 tahun loh pacaran sama dia masak dia berani seperti itu sama aku ,tapi beneran deh akhir-akhir ini kelakuan dia beda banget kaya hubungan aku itu rada menjauh "ujar Ayu sendu .


"Coba sabar dulu siapa tahu dia lagi ada masalah "ujar Yayang mulai berdiri dan berjalan ke arah dimana ayu dan Dena berada.


"Ngomong- ngomong Ferdinan balas chat kamu gimana ?"tanya Dena penasaran


"Nih kalian baca sendiri aja balasan chat dari Ferdinan "ujar Ayu lalu menyerahkan ponsel nya pada Yayang dan di baca oleh Yayang dan Dena.


Setelah membaca pesan Ferdinan Yayang dan Dena saling berpandangan

__ADS_1


"Yasudah ajak ketemuan di perempatan jalan saja atau suruh Dateng kesini aja "ujar Dena santai sambil berdiri berjalan membawa botol minmum hendak mengisi ya


"Iya tapi aku lebih setuju kalau dia kamu suruh datang kesini kalau kamu nyuruh dia ketemu di jalan kesan nya gak bagus apalagi sekarang kondisinya para orang tua sedang kumpul dan gak mungkin kan kamu suruh ke rumah Bu Sri butuh waktu kurang lebih 10 menit kalau kamu naik motor menuju rumah Bu Sri ,mending disini aja ya aku tahu orang-orsng sekolah tahunya kita ini anak Bu Sri tapi ini mendadak. Tapi itu semua terserah sama kamu enak nya gimana !"ujar Yayang sambil menyerahkan ponsel milik Ayu .


"Tapi akh takut sama Papah Irwan dan Ayah yang kamu tahu kan belum lagi ada mas kembar kita belum lagi ada om Tio sama mas Raka juga loh , nanti aku yakin bakal ada mas Andika dan dia pasti bakal jadi biang kerok "ujar Ayu cemberut .


"Hahaha kamu sih sukanya bikin ulah sama mas Andika ,sudah tahu mas Andika itu sifatnya kaya gitu juga kamu ladenin , sudah nanti sial itu biar aku yang urus kamu terima beres oke "ujar Yayang menyemangati ayu .


"Oke beib memang kamu kembaran ku yang paling baik "ujar Ayu lalu memeluk Yayang.


"Udah ,aku mau tidur dulu nanti kalau nonton nya udah selesai jangan lupa taruh lagi laptopnya di tempat seperti semula "ujar Yayang lalu merebahkan dirinya di atas kasur queen size miliknya.


"Siap juragan "ujar Ayu


Sedangkan di dapur Dena mengisi air putih ke dalam botol dia ngak nyadar Tio berada di belakang nya lalu mendekat ke arah Dena posisinya tepat berada di belakang Dena dengan posisi wajah berada di samping telinga kanan Dena dengan usil Tio menepuk pundak kanan Dena dengan pelan otomatis Dena menoleh ke arah kanan dan


cup


Tak sadar mulut Dena pipi kiri Tio karena memang dia sengaja melakukan itu


Dena yang terkejut lalu sedikit menjauh dari tubuh Tio setelah itu ia memukul lengan Tio pelan .


"Kenapa sih ngagetin orang terus "ujar Dena dengan nada kesal


"Sudah Ndak usah kesal kaya gitu ,dan buruan sana tidur"ujar Tio sambil mengacak rambut Dena sengaja mengajak Dena bicara terus suapaya Dena lupa apa yang dilakukan nya tadi


"No aku mau lihat Drakor dulu udah om minggir aku mau lewat "akhirnya Tio minggir sedikit sehingga Dena bisa lewat


"Oke boleh nonton Drakor tapi jangan lama-lama malu kalau kamu bangun kesiangan di rumah Bu Desy "ujar Tio memperingatkan .


"Iya-iya aku juga tahu kok "ujar Dena ketus lalu ia meninggalkan Tio di dapur sendirian


Setelah Dena berlalu pergi Tio membuat kopi untuk dirinya dan yang lain yang saat ini sedang main game


"Aku bakal buktikan sama kamu Dena kalau aku ini pantas buat kamu Dena dan aku bakal terus berusaha ,rasanya di cium Dena manis juga lumayan dapat vitamin sebelum tidur "guman Tio dalam hati


Flash back Off


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2