Garis Senja

Garis Senja
32. Tiga Puluh Dua


__ADS_3

"No aku mau lihat Drakor dulu udah om minggir aku mau lewat "akhirnya Tio minggir sedikit sehingga Dena bisa lewat


"Oke boleh nonton Drakor tapi jangan lama-lama malu kalau kamu bangun kesiangan di rumah Bu Desy "ujar Tio memperingatkan .


"Iya-iya aku juga tahu kok "ujar Dena ketus lalu ia meninggalkan Tio di dapur sendirian


Setelah Dena berlalu pergi Tio membuat kopi untuk dirinya dan yang lain yang saat ini sedang main game


"Aku bakal buktikan sama kamu Dena kalau aku ini pantas buat kamu Dena dan aku bakal terus berusaha ,rasanya di cium Dena manis juga lumayan dapat vitamin sebelum tidur "guman Tio dalam hati


Flash back Off


"Maaf Mah ,dan semuanya para orang tua adek mau bilang kalau nanti ada temen adek mau kesini boleh!"ujar Yayang


"Loh ya boleh to nduk kenapa Ndak boleh kalau cuma mau main kesini mamah sama yang lain ngizinin kok "ujar Desy dan di angguki oleh yang lain .


"Iya tapi dia seorang laki-laki Mah "ujar Yayang lirih tapi masih bisa di dengar semua orang .


"Laki- laki? kamu jangan macem-macem loh nduk ingat kamu sudah menjadi tunangan nya nak Raka jangan buat malu keluarga "ujar Tama dengan nada cukup keras .


"Mam*pus ayah marah ini "guman Ayu selirih mungkin


"Iya nduk dan kamu tahu Papa sama Mama nak Raka masih di sini Lo jangan neko-neko (macam-macam)"ujar Sheila lembut


"Kenapa ada teman laki-laki mu mau kesini nduk ada urusan apa ?"tanya Putra dengan nada lembut karena Putra tahu calon menantunya ini seperti apa .


"Maaf jika ucapan adek tadi bikin semua marah tapi adek gak berbuat macam-macam kok adek mau bilang kalau teman laki-laki itu teman adek di sekolah,dia sebenarnya ada perlu dengan Ayu tapi Ayu takut mau bilang sama ayah takutnya terjadi seperti ini ayah tahu kan Ayu takut dengan nada bicara ayah yang tinggi ,dan satu lagi yang perlu ayah dan yang lain tahu di sekolah tidak ada yang tahu kalau aku sama Ayu itu anak anggota TNI, yang mereka tahu cuma Dena adalah anak anggota TNI karena dulu saat adek mau sekolah disini adek minta sama mas Arya buat nutup semua informasi tentang adek dan Ayu ,dan mereka tahunya kami berdua itu anak Bu Sri karena kami memanggil Bu Sri dengan sebutan 'Bu' bukan bibi "ujar yayang panjang lebar dengan suara lembut ya memang yayang kalau bersama keluarga dia akan jadi sangat lembut berbeda dengan orang lain dia bakalan jadi orang yang cuek ,kaku ,bermulut pedas .


"APA??"ujar Tama kaget dengan ucapan anak tersayang nya


"Maafin adek baru bilang sekarang,ayah tahu kan adek dulu SD sampai SMP ikut eyang dan itu tinggal di tempat yang lumayan jauh dari kota dan eyang Kakung menutup akses tentang siapa kami sebenarnya ,saat mau sekolah disini pun kami melakukan hal itu karena Itu perintah eyang dan juga kemauan kamu juga buat nutup semua informasi kita "ujar Yayang lagi dan Tama pun menghembuskan nafas kasar .


"Memang teman kamu mau datang kapan nduk ?"tanya Irwan mulai angkat bicara


"Kemungkinan nanti smjam 1 nan Pah, nanti paling Ayu kelaur sebentar aku janji sebelum jam 5 sore Ayu sudah pulang kalau belum pulang biar teman Yayang,Yayang yang urus. "ujar Yayang lagi


"Jangan -jangan dia pacar kamu Yu ?"ujar Andika mulai ikut menyahut


"Iya jangan-jangan dia pacar kamu "Tio juga ikut-ikutan


"Ih siapa bilang dia pacar Aku ,bukan lah dia teman kok ,mas Ndak dengar tadi Yayang bilang apa dia teman sekolah "ujar Ayu sewot


"Halah ngaku aja kamu itu pasti pacar kamu,awas ya kalau sampai kamu macam-macam aku lempar kamu ke kolam ikan lele "ujar Andika berlagak galak


"Sudah-sudah Ndak usah di perpanjang kasihan itu adek kamu nungguin kalian berantem terus sampai - sampai mau masak saja gak jadi -jadi "ujar Sheila pada Andika dan juga Ayu.


"Mas adek masak dulu ya, mas bobok duku aja nanti kalau udah matang mas aku bangunin deh "ujar Yayang pada Raka.

__ADS_1


"Ya dek mas istirahat dulu "ujar Raka lalu dia pamit juga sama yang lain setelah itu Yayang juga pamit mau berganti baju lalu di dapur diikuti oleh Ayu,Sinta ,Dena . sedangkan para orang tua mereka juga masuk kamar masing-masing .


°°°°°°°°°°°°°°°°


Didalam kamar Tama dan juga sang istri Sheila baru saja dari kamar mandi dia Menganti pakaian yang ia kenakan tadi dengan memakai daster tanpa lengan memang kebiasaan Sheila kalau sudah masuk kamar dia pasti akan Menganti pakaian yang ia kenakan dengan daster tanpa lengan atau memilih memakai jubah tidur kecuali kalau keluar kamar ia akan lebih memilih memakai pakaian santai tapi sopan .


Dia naik ke atas kasur lalu mendekat ke tubuh sang suami lalu memeluk lengan sang suami.


Tama pun lalu menarik Sang istri ke dalam pelukan nya .


"Kenapa dek ?"tanya Tama pada sang istri .


"Ndak papa mas, aku Ndak nyangka anak-anak kita sudah besar mas apalagi Yayang yang paling kecil sekarang sudah menjadi calon istri orang saja mas ,aku masih ingat waktu hamil mereka mas tapi aku juga memikirkan Reihan mas kenapa dia juga belum pernah mengajak satu wanita pun yang ia kenalkan sama kita mas ,padahal usianya sudah matang mas bahkan. bisa di bilang sudah siap untuk membina rumah tangga ."ujar Sheila sambil mengusap lengan kokoh suaminya


"Iya dek mas juga gak nyangka ,anak -anak sudah semakin besar dek ,untuk masalah Reihan mas yakin dia kalau sudah bertemu jodohnya. pasti juga bakal sesegera mungkin bilang sama kita buat melamar pujaan hatinya dek kamu tenang saja, yang jadi masalah sekarang dalam pikiran mas itu malah Ayu dek "ujar Tama sambil melihat ke arah sang istri


"maksud mas gimana ?kan wajar seusianya biasa berpacaran asal tidak neko-neko mas "ujar Shila


"Iya tapi jaman sekarang pergaulan semakin bebas mas takut dek apalagi dia kan Ndak bisa bela diri dek, tapi mas akan. pantau dia secara diam-diam dek mas Ndak mau kedua anak perempuan kita kenapa- kenapa "ujar Tama lalu mencium kening sang istri lembut.


"Iya mas adek terserah mas saja"ujar Sheila


Tama mengangguk lalu dia mengangkat dagu sang istri dan melihat wajah cantik sang istri yang cantik


" Kamu ngode mas ya dek Pakai daster kaya gini Hem "ujar Tama tersenyum senang


"hahah kamu kalau cemberut gini cantik dek "ujar Tama yang masih tertawa


"terserah mas lah aku mau tidur "ujar Sheila berbalik membelakangi Tama


Tama yang melihat sang istri membelakangi nya lalu dengan sigap membalikan badan sang istri


Cup


Tama mencium bibir sang istri


"Sudah Ndak usah cemberut gitu mending kamu kasih mas vitamin dek " ucap Raka santai.


"Kalau mas mau vitamin ya minum sana masih ada di tas adek mas ambil sana lalu minum adek mau tidur "ujar Sheila enteng sambil memejamkan matanya .


"Mas mau jatah vitamin yang plus -plus dek "bisik Tama pada sang istri


Blush


pipi Sheila langsung memerah


Tanpa banyak bicara Tama langsung melancarkan aksinya .

__ADS_1


*********


Diluar kamar Reihan bersama Tio lewat tak sengaja mendengar suara -suara aneh


"Ahhhhh ahhhhh Aduh mas pelan -pelan"suara wanita


"kamu manteeep banget dek, I.. shhhh iya dek mas pelan- pelan "


Tio dan Reihan saling berpandangan


"Gila itu suara siapa siang-siang begini aku mendengar suara kaya begitu "Reihan mengomel -ngomel sendiri .


"Iya gak tahu apa jiwa kita meronta-ronta"ujar Tio memelas


"Yasudah Ndak usah di hiraukan angap saja kita gak dengar "ujar Reihan lalu dia dia berjalan lagi


Samar-samar dia mendengar lagi suara- suara yang sama


"Ahhh iya mas lebih cepat masssssh" suara perempuan


"Pelan -pelan aja dek lebih enak shh ahh "suara laki- laki


"Bisa- bisanya kita denger suara kaya gitu lagi "ujar Tio frustasi


"Kalau sampai kita denger lagi suara kaya gitu berarti kita sial hari ini "ujar Reihan sama merasa frustasi mendengar suara-suara aneh .


Dan mereka melangkah lagi dan nyatanya sama mereka masih mendengar suara-suara lagi bahkan suara tersebut lebih jelas lagi


"Aduh dek punyamu enak banget ahhh emmmmsh,lebih cepat dek" suara laki- laki


"Ahhhhh ahhh ahhhhh punya kamu enak banget Mash" suara perempuan


"Bisa gila ini kita kalau denger suara aneh kaya gini terus gak tahu apa kalau kita ini jomblo"ujar Tio menggebu- Gebu


"Udah ayo pergi ke ke kamar Raka saja kita harus membahas masalah penting ini'' ujar Reihan lalu mereka berdua berjalan ke kamar Raka yang terletak di kamar bawah .


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2