Garis Senja

Garis Senja
53. Lima Puluh Tiga


__ADS_3

"Mungkin benar aku memang tak pantas untuk mu mas.Percuma juga aku bicara panjang lebar tapi kamu tak pernah mengerti apa yang aku mau. Maaf jika aku tak pantas buat mas maafkan Yayang "ucap Yayang sambil menelungkapkan kedua tangannya di depan dada dan menunduk setelah itu ia berlari pergi meninggalkan semua orang tanpa memperdulikan teriakan semua orang yang memanggil namanya.


Sedangkan Raka dia merosot kedua kakinya mendadak melemas dengan air mata yang mengalir di pipinya serta sambil memanggil nama Yayang.


"Dek Yayang maaafin mas dek dengerin mas dulu dek "


"Kamu salah paham dek"


"Hiks...Hiks aku cinta sama kamu dek jangan tinggalin mas dek "ucap Raka dengan suara yang terlihat sangat rapuh .


"Sebenarnya ada apa nak sama kalian sampai seperti ini kalian berdua ada masalah apa?"tanya Mama Raka tapi tak mendapat jawaban dari Raka hingga tak sengaja mata mama Raka tertuju pada layar ponsel Yayang yang sedang berada di genggaman Raka.


"Jangan bilang kalau semua ini benar nak ?"tanya Sang Mama .


lalu semua orang mendekat ke arah Raka dan sang mama .


"Ada apa dek ?"tanya Putra pada sang istri .


"Mama tak pernah mengajari kami seperti ini Raka mama kecewa sama kamu mama kecewa. Hiks... Hiks... Ya Allah kenapa anak Ku seperti ini "ucap mama Raka setelah itu ia jatuh pingsan .


"Bruk".


"Mama "


"Dek "


"Mbak "


Teriak semua orang bersamaan .


Raka yang hendak mengendong sang Mama langsung di larang oleh sang Papa.


"Kalau sampai ada apa-apa sama Istri Papa awas kamu .!"ancam Putra pada sang anak.


"Tapi Pa..."belum selesai bicara Putra sudah lebih dulu memotong ucapan Raka.


"Kamu memang anak Papa tapi Mama mu belahan jiwa Papa, sekarang kamu minggir "ucap Putra pada sang anak dan dia mengendong sang istri ala bridal style .


Sheila Bunda Yayang dan Ayu memberikan pertolongan pada Mama Raka.


Cukup lama akhirnya Silvya mama Raka bangun tapi dia hanya memanggil nama Yayang .


"Yayang "


Panggil Silvya dengan nada lemah .


"Dek kamu sudah sadar Alhamdulillah "ucap Putra lalu mencium punggung tangan sang istri.


"Yayang mana mas ?"tanya Silvya pada sang suami.


"Sebentar mbak Yayang baru di panggil sama Dena "ucap Sheila pada Silvya.


Tiba-tiba Dena datang dengan keadaan berlari bahkan dia langsung menyelonong masuk sambil berteriak .

__ADS_1


"Bunda ,Ayah ,mas Raka ,mas Reihan Yayang mas "ucap Dena dengan nada khawatir.


Semua orang langsung mendekat ke arah Dena .


"Yayang kenapa nduk?" tanya Sheila dengan nada khawatir.


"Yayang.. Yayang pingsan Bun ." ucap Dena dengan susah payah .


"Yayang "teriak Raka langsung berlari ke arah kamar Yayang dan diikuti oleh yang lain .


Setelah sampai di kamar Yayang Raka berusaha membangunkan Yayang di bantu dengan Sheila .


"Bangun nduk jangan tinggalin Bunda. Hiks.. hiks. . bangun sayang kamu Ndak sayang lagi sama bunda . Mas anak kita mas "ucap Sheila yang kalut sampai berbicara seperti itu karena mengingat kejadian di masa lalu .


"Sudah dek jangan berpikiran buruk anak kita cuma pingsan jangan berbicara seperti itu "ucap Tama menenangkan sang istri.


Bahkan semua orang merasa iba dengan Yayang yang terlihat pucat dan lebih kurus dari biasanya.


"Bunda " panggil Yayang dengan suara lemah .


"Ya nduk ini bunda "ucap Sheila lalu mendekat ke arah sang anak.


"Adek haus Bun"ucap Yayang lagi.


"Bunda ambilkan nak sebentar "ucap Sheila lalu mengambil minum yang berada di nakas.Setelah itu Sheila membantu anak bungsunya itu minum .


"Kamu makan dulu ya nduk Mamah udah buatin bubur buat kamu"ucap Desy akhirnya angkat bicara.


"Ndak mah adek Ndak mau "ucap Yayang dengan nada menolak .


Setelah itu mereka semua keluar dari kamar Yayang.


🍁🍁🍁🍁


Di ruang tamu milik Irwan .


Semua orang duduk di ruang tamu bahkan Silvya Engan menatap sang anak.


"Coba kamu cerita nak sebenarnya kalian ada apa ?kok sampai seperti ini ?"tanya Tama angkat bicara dengan nada lembut.


"Raka Ndak tahu yah Dek Yayang tiba-tiba saja seperti ini saat aku temuin dia menghindar dan bahkan aku hubungi pun Ndak bisa. Aku udah tanya Ke Dena dan Ayu Dek Yayang juga menjauh dari mereka berdua dia lebih memilih menyendiri dan pulang sendiri tanpa bersama Ayu . Dan untuk masalah Tadi maaf yah Raka kelepasan Raka benar-benar menyesal "ucap Raka dengan menyesal telah membentak Yayang.


"Kamu benar-benar bikin Mama malu Raka .Kamu tahu kami memilih Yayang buat kamu karena kami yakin dia anak yang baik buat kamu tapi malah kamu sakiti kaya gini nak mama kecewa sama kamu "ucap Silvya serius.


"Ma aku Ndak tahu kenapa ada foto.itu ma Mas Ndak bohong ma ,Kalau aku berniat main-main di belakang dek Yayang aku Ndak mungkin sampai berani buat melamarnya ma"ucap Raka dengan jujur.


"Terus apa yang kamu lakukan itu ..? awas saja ya kamu macam-macam Maman Ndak akan angap kamu anak lagi dan perlu kamu tahu dia memang anak sahabat mama tapi kelakuan nya buat mama risi lihat dia kamu tahu itu. Dan setelah ini kamu selesaikan sendiri kesalahan mu sama Yayang kalau dia Ndak mau maafin kamu jangan harap kamu dapat maaf dari mama "ancam Silvya pada Raka.


Semua orang menatap Silvya tak percaya dengan ucapan Silvya barusan .


"Mbak kenapa bicara seperti itu sama Raka dia anak mbak satu-satunya loh mbak mbak butuh perjuangan. sangat keras buat kehadiran dia "ucap Sheila dengan lembut .


"Untuk apa Dek kalau hanya buat aku malu sama keluarga kamu dan aku Ndak mau punya anak laki-laki yang tak bisa di pegang janjinya. Dan untuk mas Putra lihatlah kelakuan anak mu "ucap Sheila sambil memberikan ponsel Yayang pada Putra yang di dalam nya terdapat Raka sedang tidur berpelukan dengan seorang wanita yang sudah Putra kenal di sebuah tenda.

__ADS_1


Putra yang melihat foto tersebut langsung darahnya mendidih .


Plak ...


Tiba-tiba tamparan keras mendarat di pipi kanan Raka.


"Anak kurang ajar kamu dimana pikiran kamu saat melakukan semua ini Raka , Anak yang Papa banggakan jadi laki-laki seperti ini. Kalau kamu Ndak mau kita jodohkan sama Yayang jangan seperti ini kelakuan kamu .Kelakuan mu sudah buat Papa malu dan Papa kecewa sama kamu ."ucap Putra dengan nada yang sangat kecewa.


Sheila memberanikan diri mengambil ponsel Yayang yang berada di atas meja lalu melihat apa yang tadi Putra lihat.


Sheila langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya seketika air matanya jatuh di atas pipinya .


"Tama yang melihat itu langsung memeluk sang istri dia juga melihat itu darahnya menjadi mendidih tapi berusaha meredam amarahnya.Dan akhirnya semua tahu penyebab Yayang berubah.


"Aku kecewa sama kamu mas Raka aku kira kamu laki-laki baik yang pantas buat Yayang orang yang sangat baik yang aku kenal .Jadi karena ini Yayang berubah apa kamu tak bisa berpikir mas Raka . Hiks... Hiks...Yayang selalu menyendiri sekarang ,sering melamun tapi apa dia berusaha menyimpannya sendiri.


Hiks....Hiks....Hiks....."


Sambil terisak Dena terus berbicara .


"Apa kamu tahu mas Raka bahkan dia tak pernah sedikitpun berpikiran untuk bermain sering di belakang mu .Dia selalu berusaha percaya dengan mu dia selalu mendoakan keselamatan mu,dia yang selalu menunggu kabar darimu tak pernah dia merasa lelah untuk menunggu kabar dari mu .Walau hanya satu pesan dari mu tapi di belakang Yayang kamu seperti ini Hiks...Hiks....Kenapa kamu menyakiti hati nya kenapa ??" ucap Dena yang ikut merasakan kesedihan Yayang .


"Aku tak menyangka Raka kamu perlakukan adek ku seperti ini .Aku benar- benar kecewa sama kamu "ucap Langit dengan menatap Raka tajam .


Bug....bugh. .... Bugh.,.


Tanpa aba-aba Reihan langsung menghajar Raka .


"Berhenti mas ",ucap Yayang yang baru saja datang .


"Yayang "panggil Ayu dan langsung memeluknya .


"Jangan pukul dia mas sudah cukup"ucap Yayang lagi dan Reihan langsung berjalan ke arah Yayang dan memeluknya erat .


Yayang melepas pelukan Reihan lalu berjalan ke arah Raka dan membantu Raka untuk berdiri dan duduk di Kursi.


"Maaf kan mas dek tapi mas berani sumpah mas ndak pernah melakukan semua yang ada di foto itu dek "ucap Yayang dengan nada memelas dan memegang tangan Yayang.


"Sudah lah mas mungkin jalan takdirnya harus seperti ini aku ikhlas kok ,kalau mas sudah berbuat mas harus bertanggung jawab nikahilah dia mas ,dan ini aku kembalikan cincin pertunangan Kita .Semoga mas bahagia "ucap Yayang dengan senyuman yang paling tulus sembari melepas cincin pertunangan nya bersama Raka.


"Dan untuk Mama sama Papa Ndak perlu kalian seperti itu sama mas Raka biarlah bagaimanapun juga mas Raka satu -satunya anak Papa sama Mama ,Terimakasih sudah membuat Yayang sampai ke tahap seperti ini . Permisi semuanya "ucap Yayang sembari berdiri dan menyatukan kedua tangan nya lalu menuju ke kamar Yayang setelah itu Yayang kembali ke kamarnya dan keluar membawa 1 koper menuju ke ruang bawah .


,🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


💔💔💔

__ADS_1


Bersambung....


Kira-kira Yayang mau kemana ya ?


__ADS_2