Garis Senja

Garis Senja
40 .Empat Puluh


__ADS_3

"Kalau om Irwan dan ini Desy kami Papah dan Mamah Ayu dan Yayang lebih tepat nya kami om dan tantenya tapi mereka panggil kamu papah sama mamah dan yang duduk di sebelah kiri Yayang itu anak om dia dan calon istrinya "ujar Irwan juga memperkenalkan diri .


"Dan saya Putra dan ini istri saya dan yang duduk di selah Tio itu anak Saya "ujar Putra.


"Loh bukan nya anda yang mengaku calon suami Yayang "ujar Ferdinan


"Iya saya memang calon suami Yayang nama saya Raka "ujar Rak memperkenalkan diri


"Dan yang duduk di samping Yayang itu anak saya lebih tepatnya kakak Yayang "ujar Tama .


"Reihan ."ujar Reihan memperkenalkan diri


"Saya FERDINAN SATYA WIRYA ."ujar Ferdinan memperkenalkan diri .


Setelah memperkenalkan diri Ferdinan langsung bertanya pada Yayang .


"Kok kamu gak bilang kalau kamu anak Seorang TNI "ujar Ferdinan


"Lah ngapain aku bilang kan yang bekerja sebagai anggota Tentara orang tua dan kakak-kakak ku "ujar Yayang santai


"Apa ???? kakak mu juga tentara ?"


"Iya keluarga ku semua tentara kecuali para wanita , kecuali almarhum bunda Dena ."jawab Ayu


"Aku mau tanya sama kamu Yang tapi aku minta sama kamu harus jawab jujur dan aku mau bilang sesuatu yang sangat penting ini menyangkut kejadian waktu di sekolah ."ujar Ferdinan serius


"Kejadian di sekolah ?"tanya Dena penasaran .


"Iya "jawab Ferdinan singkat .


"Baiklah kamu mah tanya soal apa?"ujar Yayang to the point sedangkan yang lain hanya menyimak percakapan Yayang dan Ferdinan .


"Kenapa kamu menyembunyikan semua identitas kamu dan kenapa kamu memanggil Bu Sri ibu saat mami ku bertanya. "ujar Ferdinan serius .


Sebelum menjawab pertanyaan Ferdinan Yayang lebih dulu memejamkan matanya dan menghirup udara dalam-dalam lalu melepaskan pelan-pelan.


"Begini Ferdinan aku juga gak bohong soal Bu Sri memang aku sudah menganggap Bu Sri sebagai ibu kandung ku sendiri bisa di bilang aku ,dan Ayu kami berdua lebih lama bersama dengan Bu Sri saat kami kesepian Bu Sri selalu ada ,kamu tahu sendiri ayah ku selalu sibuk begitu juga dengan bundaku apalagi pekerjaan mereka juga gak semudah yang di bayangkan ,aku dan Ayu tinggal disini untuk mendapat kasih sayang Mamah sama Papah tapi mereka juga sama tapi aku bersyukur mereka selalu menyempatkan waktu untuk kami .


Kami tak menyalahkan orang tua karena waktu untuk kami hanya sedikit tapi itu sangat berarti buat kami.


Dan disaat -saat seperti itu Bu Sri selalu ada untuk kami apakah salah jika kami menganggap Bu Sri sebagai orang tua kami sendiri terutama aku aku memang sangat-sangat sayang sama Bu Sri dan Ayu pun juga sama . Dan untuk mengapa aku dan Ayu merahasiakan semua ya karena memang aku mau melakukan itu toh buat apa mengumbar ini semua yang ada hanya orang akan memanfaatkan keadaan ini hanya untuk berlagak berkuasa dan lain sebagainya .


Maka dari itu kami memilih menutup ini semua mungkin jika sudah saatnya semua orang tahu maka ini semua juga akan terbongkar dengan sendirinya dan masih ada lagi kenapa kami menyembunyikan ini semua tapi maaf aku gak bisa kasih tahu kamu lebih dari ini ."ujar Yayang . Bahkan mereka semua melongo dengan nada bicara Yayang yang sangat -sangat tegas .


"Terus kamu mau ngasih tahu sesuatu tentang apa ?"ujar Ayu kepo berat .


"Kok kamu jadi yang kepo "ujar Ferdinan ketus .


"Dasar kanebo kering jangan ketus-ketus gitu kali sama perempuan "ujar Dena juga ikut sewot .


"Sudah kalian ini biang kerok diem "ujar Andika ikut angkat bicara sedangkan Ayu dan Dena yang di ejek oleh Andika mengerucutkan bibirnya seperti bebek.

__ADS_1


"Sudah jelaskan !!!!"pinta Yayang dengan suara tegas.


"Soal masalah di sekolah itu sebenarnya aku tahu sesuatu saat itu maaf jika aku baru ngasih tahu kamu sekarang. Kejadian itu semua akar nya dari Satria


Flash Back


Ferdinan setelah menonton Yayang duet dia memilih untuk ke kelas lagi untuk bermain game dengan puas tanpa gangguan .


Tapi sebelum itu dia hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil. Lalu dia membelokkan langkah nya ke kamar mandi tapi di saat ia akan ke kamar mandi dia melihat Satria menelfon seseorang dengan marah -marah


"*Pokoknya saya gak mau tahu kalian harus berhasil. awas kalau gak berhasil kalian terima akibatnya "bentak Satria


(.....)


"Bagus kerjakan yang benar "ujar Satria lagi*


Waktu Ferdinan mau menghampiri Satria ,Satria sudah lebih dulu pergi .


Dan tak lama setelah itu sekolah di gegerkan dengan adanya suara tembakan .


Pada saat geger suara tembakan tersebut Ferdinan tak sengaja mendengar Satria marah -marah sendiri


"Brengsek ,Baj*Ingan kalian gak becus bekerja awas saja kalau dia kenapa-kenapa sama Yayang mereka bakal tahu akibatnya "ujar Satria marah -marah sembari membawa tasnya pergi .


Dan setelah mendengar itu Ferdinan langsung ke pendopo dan benar di pendopo sedang geger dia juga mengikuti petunjuk dari sekolah dan akhirnya sekolah di pulangkan


Flash Back Off.


"Ya om saya serius dengan ucapan saya ini Bahkan saya ada rekaman nya yang waktu itu saya tak sengaja memencet tombol rekam pada ponsel saya. "ujar Ferdinan lalu ia menyerahkan ponselnya dan Tama pun me mutar rekaman tersebut .


"Tapi apa hubungan ini semua sama kamu dek ?"ujar Sheila yang shock mendengar rekaman tersebut .


"Kalau menurut Dena sih selama ini dalam pengamatan Dena memang Satria selalu perhatian dengan Yayang Bahakan waktu dia di tebak oleh adek kelas di dalam kelas bahkan ada gurunya pula aku gak sengaja bilang kalau yayang udah ada yang punya raut wajah Satria seperti orang menahan amarah ."ujar Dena .


"Kapan kejadian itu kok aku gak tahu ?"ujar Ayu penasaran .


"Kejadian itu terjadi waktu kita harus memberi tahu pada adek kelas soal memperingati hari Kartini ya kan Yang ?"ujar Dena sambil menoleh ke arah Yayang.


"Iya ,tapi aku gak tahu kalau raut wajah Satria seperti yang kamu bilang tadi "ujar Yayang jujur .


"Berarti baru aja itu kejadian nya "ujar Ayu lagi .


"Iya, ya jelas kamu gak Tahu Yang orang kamu cuek dengan keadaan sekitar "cibir Dena.


"Biarin daripada denger ocehan gak berbobot "ujar Yayang santai .


"Baiklah karena masalah ini cukup serius kita harus kerja sama untuk mengungkap sebenarnya ada apa dengan kejadian di sekolah Om,dan saya mohon semua yang ada disini serta yang tahu masalah ini kita harus jaga rahasia. Dan sebisa mungkin dengan cepat kita selesaikan masalah ini biar gak berbuntut panjang dan khususnya untuk kamu nak Yayang kamu harus hati-hati. "ujar Putra .


"Baik Pa,adek bakal hati-hati "ujar Yayang .


"Maaf om berhubung ini sudah mau sore saya izin mau ajak Ayu pergi sebentar nanti kira-kira pukul 5 saya antar Ayu pulang"ujar Ferdinan serius .

__ADS_1


"Boleh nak "ujar Tama .


"Sebentar Fer jangan pergi dulu "ujar Yayang,dan setelah itu Yayng masuk kedalam rumah sekitar 10 menit Yayang keluar lagi dengan membawa paper bag cukup besar dan menyerahkan nya pada Ferdinan .


"Terimalah Fer ini buat mami kamu"ujar Yayang menyerahkan paper bag yang ia bawa .


"Terimalah Nak "ujar Tama pada Ferdinan akhirnya Ferdinan menerimanya.


"Terimakasih yang "ujar Ferdinan sambil tersenyum manis ke arah Yayang .Dan yayang membalasnya dengan anggukan kepala


Setelah itu Ferdinan dan Ayu berpamitan.


***************


Setelah Ayu pergi Andika mengusulkan untuk mengajak karaoke di ruang keluarga dan akhirnya mereka semua setuju.


Saat ini Yayang sedang bersandar pada dada Reihan sedangkan Raka dia juga duduk di samping Yayang jadilah Yayang berada di tengah-tengah .


"Sekarang giliran Yayang dan Dena menyanyi masak gak mau kan suara kalian bagus "ujar Andika .


"Capek mas aku kamu aja yang nyanyi lagi"ujar Dena beralasan karena tak mungkin dia menuruti kemauan Andika karena dia tahu Andika mempunyai niatan yang tak baik untuk dirinya .


"Capek ini suara habis "elak Andika .


"Alasan aja kamu mas"ujar Yayang


🌸


🌸


.


.


🌸


.


.


🌸


.


.


🌸


Bersambung....


Kira-kira Yayang dan Dena menuruti kemauan Andika gak ya ???

__ADS_1


__ADS_2