Garis Senja

Garis Senja
22. Dua Puluh Dua


__ADS_3

Dasar Sahabat edan malah mendoakan aku sama om- om "ucap Dena ngedumel


Sedangkan para orang tua yang duduk tak jauh dari mereka bertiga tertawa melihat kelakuan 3 Srikandi tersebut.


"Ini mas makanan nya"sambil meletak kan nampan di atas meja dekat Raka .


"Makasih ya dek ,maaf buat kamu repot "ucap Raka dengan tersenyum manis pada Yayang.


"Ndak papa kok mas ,oh ya mas Adit mau makan apa biar aku ambilin ,Oh ya kok tumben malam Minggu ndak keluar mas ?"tanya Yayang pada Adit .


"Mas sama bakso aja dek yang agak sedikit pedes ya dek sekalian minum nya air putih anget aja dek , oh itu pacar mas sedang sift malam dek jadi ndak bisa kesini padahal mas pengen banget dia bisa ikut "ucap Adit agak sedih .


"Sudah mas sabar aja. kan juga kerja mas ,Iya aku bikin dulu ya mas "ucap Yayang lalu pergi meninggalkan 3 orang laki- laki di depan nya .


Setelah Yayang pergi Kakak- kakak nya baru saja datang karena terjebak macet.


Dena datang ke arah Tio dan juga yang lain nya dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman. yang di minta Tio tadi .


Ia membawa nya dengan muka jutek .


"Monggo juragan"


(silahkan juragan)


ujar Dena sewot sambil meletak kan nampan di meja dekat Tio berada .


"Makasih "ujar Tio seperti tak bersalah .


Lalu Dena pergi dengan mengomel- ngomel


"Dasar om-om tua awas aja ya kalau di rumah ndak bakal aku masakin makanan biar tahu rasa dia "


"Ihhhh dasar om -om tua sukanya bikin aku emosi aja "


Dan masih banyak lagi gerutu Dena.


"Kamu kenapa toh nduk dari tadi marah-marah terus bunda lihat "ucap bunda Yayang.


"Ndak papa bunda cuma emosi aja aku tuh Bun"jujur Dena


"Emosi sama siapa toh nduk " kini Desy mulai ikut angkat bicara

__ADS_1


"Siapa lagi Bunda kalau bukan Om Tio " ucap Ayu yang baru datang membawa makanan buat para orang tua .


"Loh memang kenapa nduk sama Tio kelihatan nya dia baik loh "Kini ibu Raka mulai berbicara


"Iya nduk dia orang yang baik giat bekerja pula ya walaupun agak tua "ucap Papa Raka ikut menimpali karena dulu Rio pernah menjadi ajudan dia.


"Aku cuma bingung aja Bun om Tio suka banget bikin aku marah"jujur Dena lagi .


"Jangan- jangan Tio suka sama kamu nduk "ucap Bunda Yayang menimpali


"Aku ndak tahu Bun tapi intinya aku benci banget sama Om Tio Bun bawaan nya cuma bikin marah-marah ndak di rumah ndak di sini sama aja heran aku Bun ."ucap Dena terus bercerita.


"Benci dan Cinta itu beda tipis loh Den,ndak usah jauh-jauh noh contohnya si Yayang dulu ndak mau Bunda dan Ayahnya jodohin tapi akhirnya sampai ke tahap ini kan"ucap Desy


"Iya sih Ma tapi kan beda Yayang sama aku itu beda Bun"ucap Dena sembari memeluk bunda Yayang karena mereka semua sudah menganggap Dena anak sendiri.


"Nanti kalau dia bikin ulah bilang saja sama papa nduk biar papa marahin "ucap Suami Desy .


"Iya pa, ma dan semuanya udah sayang sama Dena ."ucapnya sembari berkaca- kaca sambil memeluk Sheila .


"Sudah-sudah ndak usah nanggis bunda dan yang lain udah anggel kamu anak sendiri jadi ndak usah nanggis lagi oke "ucap Sheila menenangkan Dena


...****************...


Yayang yang saat ini sedang duduk bersama dengan Raka


"Dek mas kangen banget sama kamu dek "ucap Raka tulus


"Iya aku tahu mas dan aku pun mengalami hal yang sama sama kamu mas "ucap Yayang sambil menatap mata Raka .


"Aku bersyukur banget kamu mau Nerima perjodohan dari orang tua kita dek ,kamu tahu jujur aku sudah suka sama kamu sebelum kita di jodohkan dek "ucap Raka sambil memegang tangan Yayang.


"Iya mas, dan aku bahagia bersama kamu mas, jujur aku takut saat kamu dapat tugas ke negara lain bahkan sampai berbulan - bulan aku takut terjadi apa sama kamu mas "ucap Yayang yang mimik wajahnya menunjukkan kekhawatiran pada Raka .


"Sayang dengerin mas dek hidup mati itu ada di tangan Allah semisal mas Ndak ada saat bertugas itu adalah jalan yang harus mas jalanin dek , cuma satu yang mas minta sama kamu dek selalu percaya sama mas kalau mas sangat mencintai kamu dek selalu doain mas ya dek biar pulang dengan selamat saat bertugas "


"Mas bertugas demi negara dek dan mas pulang itu demi kamu Sayang ,Kamu tahu dek kamu itu belahan jiwa mas dek mas Cinta sama kamu dek I Love You Sayang "ucap Raka tulus


"Iya mas adek selalu doain mas entah saat kamu bertugas ataupun Ndak mas I love you too mas " ucap Yayang tulus bahkan tak sadar kalau dia meneteskan air matanya .


Raka lalu memeluk tubuh Yayang dari samping menunggu yayang tenang.

__ADS_1


Setelah Yayang merasa tenang baru Raka melepaskan pelukan nya pada tubuh Yayang .


Ia menghapus jejak air mata yang membasahi pipi Yayang dengan lembut .


Setelah itu ia mengecup kening Yayang dengan lembut dan lama .


Cup.


Ia juga mencium kedua mata Yayang secara bergantian.


Cup.


Cup


"I love you Sayang " ucap Raka tulus


"I love you too Mas Raka "jawab Yayang sambil tersenyum bahagia .


"Mas punya sesuatu buat kamu dek "ucap Raka


"Apa itu mas ?"tanya Yayang penasaran


"Kamu tunggu di sini dulu ya dek jangan kemana-mana lho sampai mas Dateng" perintah Raka pada Yayang dan di angguki oleh Yayang.


Raka lalu berdiri dari duduk nya berjalan setengah berlari mengambil sesuatu yang sudah ia siapakan untuk yayang sejak lama .


Sedangkan Yayang hanya menunggu Raka mengambil sesuatu yang dimaksud oleh Raka. Dan terus melihat punggung Raka yang kian lama kian menjauh.


Yayang menunggu Raka lumayan lama akhirnya Raka datang dengan berlari bahkan nafasnya terdengar ngos-- ngosan .


"Huh..... huh....ini dek buat kamu "ucap Raka sambil menyerahkan 3 paper bag sekaligus .


Dan tak tanggung-tanggung 2 paper bag nya berukuran besar sedangkan yang satu agak kecil


"Banyak banget mas ini buat siapa aja mas ?"tanya Yayang dengan polos .


"Itu semua buat kamu dek .kamu boleh buka sekarang atau nanti juga ndak papa dek tapi mas minta jangan di lihat dari barang apapun yang mas kasih tapi lihatlah dari ketulusan mas mengasih barang tersebut dek "ucap Raka sambil menyerahkan 3 paper bag tersebut


.


.

__ADS_1


.


Bersambung........


__ADS_2