Garis Senja

Garis Senja
36. Tiga Puluh Enam


__ADS_3

"Iya dek kamu belajar dari siapa itu bikin skenario kaya gitu pakai bawa-bawa nama mas lagi dan kamu lihat muka Tio seperti apa tadi untung saja mas mu ini masih bisa menahan biar gak tertawa tapi mas suka cara kamu buat orang panas seperti tadi biar Tio semakin semangat berjuang buat dapatin hati Dena "ucap Reihan


"Sudah pinter buat orang panas dingin ya kamu dek,tapi mas bangga punya calon istri kaya kamu dek tapi mas mau tanya dong kok kamu bisa tahu kalau Tio suka sama Dena ?"ujar Raka dan di angguki Andika dan juga Reihan .


"Sebentar jadi kalian juga udah tahu kalau mas Tio suka sama Dena ?"tanya Yayang pada ketiga laki-laki tersebut .


"Iya kami para laki-laki dewasa sudah tahu kalau Tio itu suka sama Dena bahkan sudah lama"jawab Reihan


"Terus gimana ceritanya kok kamu bisa tahu kalau Tio suka sama Dena ?"tanya Reihan penasaran pasalnya dia juga baru tahu kalau sang adek tahu kalau sahabatnya suka dengan Dena


"Sebenarnya aku sudah tahu sejak lama mas "ujar Yayang .


•Flash back


Pagi hari jalananasih sepi Yayang bersama dengan Bu Sri ke pasar dengan naik mobil yang biasa di pakai oleh Bu Sri untuk ke pasar mobil tersebut milik Desy yang memang biasa di pakai untuk mengangkut belanjaan pasar .


Mereka di antar oleh Okta anak pertama Bu Sri yang bekerja sebagai supir yang biasa mengantar Bu Sri ke pasar .


Di tengah perjalanan mobil tersebut mogok dan akhirnya Bu Sri dan Yayang menunggu angkot setelah di tunggu cukup lama ternyata angkot yang lewat semua penuh sampai-sampai ada satu mobil yang berhenti di dekat Yayang.


Mobil yang berada di depan Yayang langsung terbuka dan keluarlah seorang laki-laki yang berusia sekitar 50 tahunan yang memiliki postur tubuh gagah dan masih terlihat sekitar umur 40 tahunan .


Disusul keluarlah seorang perempuan yang usianya sekitar 40 tahunan yang masih terlihat sekitar umur 35 tahunan memakai gamis berwarna Biru tua dengan rambut yang di sangul kecil tak berselang lama keluarlah laki-laki memakai celana jeans dan memakai kaos oblong berwarna Baby blue .


"Yang "panggil laki-laki yang baru saja turun dari mobil dan melihat ke arah Yayang yang memakai rok plisket yang panjangnya 3/4 berwarna hitam dengan kaos yang sedikit longgar, lengan pendek berwarna merah .


"Loh Ferdinan"ujar Yayang berdiri di samping mobil sembari mengandeng lengan Bu Sri .


"Kamu mau kemana Yang kok di sini dan ini siapa ?"tanya Ferdinan sedangkan orang tua Ferdinan hanya melihat apa yang dilakukan oleh Ferdinan


"Oh ini nungguin angkot dari tadi penuh semua, mau ke pasar beli bahan buat jualan "ujar Yayang jujur karena dia kalau hari Minggu selalu tidur di rumah Desy dan belanja ke pasar .


"Fer, kok kamu pangil orang sembarangan sih pangil Yang ,Yang memang dia siapa pacar kamu ?"tanya perempuan selaku mami Ferdinan .


"Eh.. ini ma dia bukan pacar Ferdinan kok "ujar Ferdinan


"Jangan bohongi mami deh kamu Get,dosa tahu bohongin mami "omel mama Ferdinan.


Yayang yang melihat itu langsung melepas gandengan tangan nya yang berada di lengan Bu Sri.


"Maaf Tante saya memang bukan pacar Ferdinan kok tante,perkenalkan nama saya Kahiyang atau sering di pangil 'Yayang/Yang ' jadi maaf kalau Tante mengira saya pacar Ferdinan itu salah Tante "ujar yayang lembut lalu mencium punggung tangan mami dan papi Ferdinan secara bergantian.


"Maafkan Istri om ya nak yang mengira kamu pacar Ferdinan.Perkenalkan saya Candra dan ini istri saya Erlyta kami papi sama mami nya Ferdinan. "ujar Candra memperkenalkan diri .


"Maafin Tante ya nak Tante kira kamu pacar Ferdinan "ujar Erlyta

__ADS_1


"Iya Ndak papa Tante"ujar Yayang.


"itu Ibu kamu Ya nak "ujar mami Ferdinan


"Eh iya Tante "ujar Yayang yang memang sudah menganggap Bu Sri ibu nya .


"Saya Sri tuan ,nyonya "ujar Bu Sri .


"Jangan panggil seperti itu Bu panggil kami biasa saja. saya Erlyta dan ini suami saya Candra ."ujar mami Ferdinan ramah .


"Kamu mau ke pasar Xxx?"tanya Ferdinan


"Iya aku mau ke pasar Xxx tapi belum ada angkot yang kosong semua penuh "ujar Yayang jujur .


"Yasudah kalian bareng sama kami saja Tante juga mau ke pasar "ujar Erlyta pada Yayang .


"Ndak usah Tante biar kami naik angkot saja "tolak Yayang dengan lembut


"Aku gak nyangka kalau kamu bisa lembut sama orang Yang aku kira kamu akan ketus dan dingin seperti saat di sekolah ternyata salah kamu bisa lembut apalagi sama orang tua "ucap Ferdinan dalam hati .


"Sudah Ndak papa sekalian aja belanja bareng Mami nya Ferdinan nak biar ada teman nya. "ujar Papi Ferdinan .


"Gimana Bu?"tanya Yayang pada Bu Sri.


"Yasudah Ndak papa Dek ,nanti kasian Ayu kalau kita pulang terlalu siang pasti nyariin "ujar Bu Sri pada Yayang .


"Baiklah ayo masuk ke mobil,Fer kamu pindah depan samping papi biar mami di belakang sama Yayang dan ibu nya ."ujar papi Ferdinan


"Baik Pi"ujar Ferdinan.


Dan akhirnya mereka semua masuk ke dalam mobil Papi Ferdinan.


Didalam mobil Mami Ferdinan sangat suka menatap Yayang,bahkan tidak ada pembicaraan sama sekali karena Yayang risih di tatap seperti itu akhirnya dia memulai bicara.


"Maaf Tante kenapa Tante lihat Tante lihat saya seperti itu ?apa ada yang salah sama Yayang ?"tanya Yayang .


"Eh,gak nak bukan gak ada yang salah kok sama kamu tapi Tante suk aja lihat wajah kamu cantik natural kamu pakai make up apa nak ?"Tanya mami Ferdinan


"Ha? maaf Tante Yayang gak pakai apa-apa kok Yayang gak pakai make up ini asli dari lahir seperti ini dan gak pakai aneh-aneh "ujar Yayang polos sedangkan Bu Sri hanya tersenyum kecil .


"Tapi bener kok kamu cantik banget ya kan Pi bener kan kata mami kalau Yayang ini cantik banget "ujar Erlyta pada sang suami .


"Iya mi, cantik banget "puji Candra .


"Sudah lah mi jangan buat Yayang marah dia kalau marah nyeremin "ujar Ferdinan angkat bicara .

__ADS_1


"Ngawur kamu cantik begini kamu bilang nyeremin kamu itu masih ngantuk paling kalau bilang dia nyeremin "ujar Erlyta tak terima kalau yayang di bilang nyeremin .


"Maksud Ferdinan bukan gitu mi maksud Ferdinan kalau yayang sampai marah karena mami terlalu banyak omong dia emosi mi"ujar Ferdinan


"Sudah-sudah kamu diem aja Ndak usah ikut-ikutan bicara wong (orang )mami gak bicara sama kamu. "ujar Erlyta sewot pada Ferdinan .


"Yang anak mami itu aku apa Yayang sih baru lihat pertama aja aku udah di marah -marahin "ujar Ferdinan merajuk .


"Ih apaan kamu ini merajuk kaya gitu gak pantes deh,Dan ingat ya kamu Ferdinan nanti kamu harus ikut masuk ke pasar bukan cuma tunggu di mobil "ujar Erlyta menatap Ferdinan dengan sinis .


"Enggih kanjeng Mami "ujar Ferdinan malas.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan pasar .


Mereka para perempuan berjalan di depan bahkan tangan Yayang di gandeng oleh mami Ferdinan dan juga Bu Sri.


Sedangkan Ferdinan dan papinya berada di belakang mengikuti langkah kaki ketiga perempuan beda usia tersebut .


"Maaf Tante Yayang mau beli dawet Tante mau Ndak ?"tanya Yayang


"Tapi Tante takut kalau jual nya pakai pemanis buatan Yang dan mami sangat rentan dengan yang namanya pemanis buatan. "ujar Erlyta


"Oh kalau langganan kami pakai gula asli Bu,jadi aman "ujar Sri ikut bicara


"Yasudah boleh deh "ujar Erlyta dan akhirnya mereka sampai di tempat pak Dhani .


"Assalamualaikum Pak "ujar Yayang semangat .


"Waalaikumsalam nak,"ujar Dhani.


"Yayang seperti biasa ya Pak ,Tante mau diminum disini atau di bawa pulang ?pakai es Ndak ?"tanya Yayang lagi .


"Boleh deh di minum disini "ujar Erlyta


"Sama di minum disini 3 ya Pak "ujar Yayang lagi .


"Ternyata kamu bisa crewet juga ya yang baru tahu aku sisi kamu yang satu ini memang kamu sangat menarik "puji Ferdinan dalam hati .


🌸


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


🌸


Bersambung


__ADS_2