
"Bentar deh Yang jangan bilang kamu lihat 'Momok Geyong ' ujar Ayu dengan ekspresi bergidik ngeri .
Momok Geyong ;adalah bahasa yang ayu pakai untuk menggambarkan sosok tak kasat mata .
"Iya ,kenapa kamu takut "enak Yayang.
"Kira -kira dong kamu Yang kalau ajak nari jangan di tempat kata gitu aku jadi parno tahu ,kamu tahu sendiri kan aku kalau lagi di rumah sendiri terus om Tio tiba-tiba dapat tugas dari komandan bisa-bisa aku Ndak tidur "ujar Dena sambil merajuk dan bergidik takut .
"Yasudah kalau begitu di teras saja "ujar Yayang.
"ayo mas kita berangkat sekarang , Ayu kalau mau ikut seret itu mas Reihan buat bonceng in kamu "ujar Yayang santai lalu dia berpamitan kepada para orang tua
"Kami berangkat dulu semuanya Assalamualaikum"ujar Yayang lalu mencium punggung tangan para orang tua dan kakak nya diikuti oleh yang lain
"Waalaikumsalam"ujar serempak para orang tua .
"Jangan lupa belikan Mama es dawet nduk "ujar Desy pada Yayang.
"Engih"
( iya ) jawab Yayang yang masih berada di ambang pintu .
Lalu ia melanjutkan jalan nya keluar rumah sembari menunggu Raka dan juga yang lain .
Mereka semua sudah siap dengan pasangan masing-masing.
dan akhirnya mereka semu berangkat ke pasar menggunakan sepeda motor kecuali bibi Sri pembantu di rumah Desy dia menggunakan mobil yang biasa di pakai untuk ke pasar membeli sayur serta bahan -bahan yang lain sedangkan para orang tua mereka berada di rumah. Entah apa yang mereka lakukan hanya mereka dan Yang kuasa yang tahu
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Saat Raka membonceng Yayang di atas motor dia sesekali mengelus punggung tangan Yayang yang sedang memeluk pinggang Raka dengan cukup erat .
"Mas,aku seneng banget bisa seperti ini sama kamu ,sudah lama kita Ndak pergi berdua mas "ujar Yayang terdengar sendu .
"Maafin mas ya dek ,mas baru bisa seperti ini lagi sekarang karena tugas mas sebagai anggota TNI apalagi anggota kopassus dan pasti banyak tugas dan kadang tugas itu rahasia jadi mas mohon sama kamu kalau mas pergi bertugas kamu jaga diri baik-baik ya dek , jangan lupa berdoa supaya mas cepat pulang supaya bisa bertemu kami lagi dan seperti ini lagi "ujar Raka lembut sembari menggenggam tangan Yayang dengan erat.
"Maafin adek mas terkadang adek merasa egois dengan kemauan adek yang selalu ingin seperti ini tapi adek bangga punya calon suami seperti mu mas ,apalagi seorang Anggota Kopassus adek tahu negara itu prioritas mas tapi adek juga tahu kalau mas tidak lagi bertugas adek adalah prioritas mas juga , adek bangga sama kamu mas negara saja kamu jaga sampai mati-matian apalagi cuma aku gadis yang bum lulus SMA pasti ku juga bakal jagain aku sama seperti mas jaga negara ini ."ujar Yayang tersenyum bangga dengan Raka dan mencium punggung Raka .
"Sabar ya dek ,semoga kita bisa bersama-sama selamanya "ujar Raka
__ADS_1
"Amin mas "ujar Yayang
Sedangkan di tempat Dena berada dia di bonceng oleh Tio
"Om jalannya agak kenceng bisa Ndak ini mah sama jalannya siput masih kenceng jalannya siput"gerutu Dena karena memang dia berada di posisi paling belakangan diri bahkan Tio mengendarai sepeda motornya dengan sangat pelan
"Biarin saja seperti ini ini itu namanya menjalankan sepeda motor dengan hati-hati jadi insyaallah kita aman "ujar Tio santai sedangkan Dena sudah geram
"Iya tapi Ndak gini juga dong om, masak pelan banget kapan sampainya om Ndak lihat Yayang sama Ayu saja sampai sudah Ndak terlihat lagi ,awas saja kalau mereka nanti sudah belanja dan kita belum sampai di sana juga om nanti malam Ndak aku masakin makanan kesukaan om "ujar Dena sedikit mengancam .
"Sebenernya ini cuma akal-akalan ku saja Dena supaya bisa agak lama bersama kamu ingin sekali aku bicara jujur sama kamu tapi apa kamu mau dengan ku yang usia nya jelas di atas kamu bahkan usiaku dengan Raka saja lebih tua diriku ."ujar Tio dalam hati.
.
"Tapi aku ndak boleh menyerah aku harus terus berjuang sama seperti kata Yayang cinta harus di perjuangkan entah gimana nanti hasilnya yang lebih penting sekarang aku harus berjuang dulu sebelum semua terlambat kalau Dena juga sayang dan suka sama aku aku akan berusaha bahagiain dia "ujar Tio lagi dalam hati
"Dena nanti kamu mau beli apa ?"ujar Tio sambil melihat wajah Dena melalui kaca spion sepeda motor yang ia kendarai .
"Belum tahu Om memang kenapa?"tanya Dena balik
"Nanti Om kasih uang belanja lebih buat kamu Den, dan kamu boleh beli apa yang kamu suka "ujar Tio .
"Tumben banget om seperti ini jangan-jangan om kerasukan ya kok bisa baik banget "ucap Dena asal
"Kamu ini om baik kamu bilang om kesurupan om ngelarang kamu beli ini itu kamu umpat om ,sebenarnya mau kamu gimana sih Den "ujar Tio
"Ngawur aja kamu om ini Ndak punya pacar tapi sebenernya ada sih satu perempuan yang om suka "ujar Tio sedikit terbuka dengan Dena.
"Terus ?"ujar Dena cuek
"Om berencana bilang sesungguhnya sama dia kalau om suka sama dia dan om berencana mau menikahi dia "ujar Tio jujur
"Bagus "ujar Dena masih dengan nada cuek
"Menurut kamu gimana kalau om menikah dengan wanita yang lebih muda dari om?"tanya Tio lagi.
"apa jangan bilang kalau om pedo*fil ya ?"ujar Dena dengan nada tinggi .
"Dia sudah masuk usia dewasa Dena. Ya walaupun belum ada 20 tahun sih tapi menurut kamu gimana setuju Ndak kalau om menikah dengan cewek seusia segitu ?"ujar Tio menggoda Dena dan sebenarnya dia ingin tahu gimana reaksi Dena
"Terserah "ujar Dena cuek
"*Ish om kok mau cepet nikah sih nanti aku gimana dong ,dan dia bilang tadi apa usianya belum ada 20 tahun jangan -jangan om suka cabe-cabean lagi ,tapi siapa sih perempuan yang bisa menaklukan hati om Tio "ujar Dena dalam hati .
__ADS_1
"Eh tunggu- tunggu kok aku jadi seperti Ndak rela sih apa karena aku sudah lama hidup berdua sama om Tio ya ,apa jangan - jangan aku cemburu om Tio bilang pertama kali kalau dia suka sama perempuan tapi kok hati ku sakit ya ,Ah masa bodi lah itu semua terserah om Tio mau dia ngapain juga bukan urusan ku "ujar Dena dalam hati*
\*
Cukup lama mereka semua berkendara akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan yaitu Pasar
Setelah selesai memarkirkan motornya mereka berjalan bersama-sama berkeliling pasar untuk membeli sesuatu yang ingin mereka beli
Yayang berbelok ke arah penjual es dawet terlebih dahulu
"Assalamualaikum Pak "ujar yayang ramah .
"Waalaikumsalam,loh nak Yayang kemari sama siapa ?"tanya bapak-bapak penjual es dawet .
"Oh ini sama sahabat ,kembaran yayang dan kakak,dan calon Yayang pak "ujar Yayang jujur
"Perkenalkan pak saya Ayu kembaran Yayang "ujar Ayu
"Bapak masih ingat saya kan yang dulu ikut Yayang ke pasar naik sepeda ontel "ujar Dena dan. bapak tersebut mengangguk tanda beliau masih mengingat
"Saya Tio ,kakak angkat Yayang "ujar Tio memperkenalkan diri
"Saya Reihan kakak Yayang
"Dan saya Raka calon suami Yayang pak "ujar Raka ramah sambil memperkenalkan diri .
"Saya Dhani mas,mbak saya langganan nya nak Yayang "ujar Dhani memperkenalkan diri .
dan mereka semua mengangguk
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
__ADS_1
🌸
Bersambung....