
Sedangkan Yayang hanya menunggu Raka mengambil sesuatu yang dimaksud oleh Raka. Dan terus melihat punggung Raka yang kian lama kian menjauh.
Yayang menunggu Raka lumayan lama akhirnya Raka datang dengan berlari bahkan nafasnya terdengar ngos- ngosan .
"Huh..... huh....ini dek buat kamu "ucap Raka sambil menyerahkan 3 paper bag sekaligus .
Dan tak tanggung-tanggung 2 paper bag nya berukuran besar sedangkan yang satu agak kecil
"Banyak banget mas ini buat siapa aja mas ?"tanya Yayang dengan polos .
"Itu semua buat kamu dek .kamu boleh buka sekarang atau nanti juga ndak papa dek tapi mas minta jangan di lihat dari barang apapun yang mas kasih tapi lihatlah dari ketulusan mas mengasih barang tersebut dek "ucap Raka sambil menyerahkan 3 paper bag tersebut.
"Makasih mas, makasih banget "ucap Yayang lalu mendekat kearah Raka dan berbisik di telinga Raka .
"I Love You Mas Kapten"ucap Yayang tepat di samping telinga Raka.
Deg....Deg.....Deg.....
Detak jantung Raka berdetak lebih cepat
"I LOVE YOU TOO DEK " ucap Raka sambil tersenyum dan
Cup Raka mencium punggung tangan kanan Yayang.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Ehemmmm"
"Mojok terus ya kalian berdua "
"Wah apa tuh banyak banget paper bag nya "
"Serasa dunia milik berdua aja sih kalian ini "
Yayang yang di katai seperti itu pipinya langsung memerah dan menyembunyikan wajahnya di dada Raka.
Sedangkan Raka berpura- pura tak mendengar dengan cuek nya malah memeluk erat Yayang
Sedangkan para orang tua yang baru datang kaget saat Yayang dan Raka malah santai- santai berpelukan lalu Papa Raka mendekat ke arah anaknya dan menepuk pundak anaknya lumayan keras .
Bugh.
Raka otomatis langsung menoleh .
"Eh Papa"ucap Raka meringis lalu melepaskan pelukan nya pada Yayang .
__ADS_1
"Dasar anak nakal malah berduaan sini"ucap papa Raka pura-pura galak
"iya - iya Pa , tapi sebentar ,lalu Raka berbicara pada Yayang
"Di bawa masuk dulu dek buka nanti aja Ndak papa"ucap Raka lembut .
"Iya mas , Pa aku masuk dulu nggeh "ucap Yayang lembut
.
memang dia kalau berama orang tua lebih lembut tapi jiga bisa lebih galak ,cuek ,tajam lidah nya.
"Iya nduk sudah bawa masuk sama paper bag nya di buka nanti saja"ucap Papa Raka.
Setelah itu Yayang masuk ke rumah dan menuju kamar nya meletakkan paper bag pemberian Raka .
Para orang tua dan anak- anak ikut masuk para orang tua sedang berbicara sendiri sedangkan para anak muda sedang bercengkrama sendiri
"Kamu beruntung dapat adek ku Ka, dia bisa sselembut itu,kalau sama yang lain galaknya minta ampun dulu aja gara-gara anak ayam nya di buat mainan sama aku dan Ayu kita berdua di suruh masuk kandang ayam loh ,dan itu sampai 1 jam "adu kakak kedua Yayang pada Raka
Hahahahahaha.
Semua orang tertawa tak terkecuali Raka .
"Itu masih mending dulu waktu kita masih kelas 2 SMA dia di hadang kakak kelas bilang suka sama dia ee sama Yayang di anggap kaya angin dan saat di kasih bunga sama orang tersebut malah bilang begini 'Maaf kak saya bukan Susa*na yang suka makan bunga ' sampai orang itu melongo dengan ucapan Yayang bahkan orang -orang yang tahu jawaban Yayang menertawakan kakak kelas kita loh Yu"ucap Dena mengingat - ingat kejadian tersebut
"Kalau saat jualan angkringan sering tidak dia di goda seseorang "ucap Raka membuka mulutnya untuk bertanya
"Ehhh itu jangan di tanya lagi mas banyak banget yang nanyain dia kalau pas aku yang gantiin dia melayani pembeli bahkan ada pembeli yang ganjen banget sama dia, ya menurut para cewek seusia aku sih cakep tapi kelihatan udah dewasa mungkin seusia mas Raka deh kalau Ndak salah dia sering banget datang ke warung dan dia selalu lihatin Yayang terus karena jengkel mungkin Yayangnya dan saat itu sedang ramai Yayang mendekat ke arah orang itu dia lalu bilang kaya gini 'Maaf ngapain anda lihat saya sampai gak berkedip ,emang anda pikir saya hantu ,kalau sampai saya tahu anda lihatin saya samapai begitu lagi jangan salahkan saya kalau garpu ini bisa terbang ke mata anda,dan ingat satu lagi kalau mau beli disini Ndak usah Seperti itu ,kalau Ndak suka silahkan anda beli di tempat lain'ujar Ayu menirukan gaya bicara Yayang dan memperagakan nya bahkan sampai ia tak sadar kalau para orang tua juga ikut melihat ke arah nya yang sedang memperagakan ucapan Yayang .
"Hahaha mode macan sudah keluar itu ,kalau sama Raka pakai mode kucing anggora "goda Tio .
Raka hanya tersenyum simpul
"Dan yang lebih parahnya tadi pas kita memberi tahu pada adek -adek kelas soal acara hari Kartini Yayang di tembak di depan kelas dan saat itu ada Pak Arkan, dan jawaban Yayang bikin semua orang syock "ucap Dena semangat
"memang dia jawab apa Dek ?"tanya kakak Yayang yang pertama karena merasa kepo dengan jawaban sang adek
"Dia ndak bilang apa- apa mas tatapan nya tajam banget kaya pisau mau menusuk ke hati"ucap Dena
Tiba- tiba mereka semua di kagetkan oleh suara yang membuat mereka semua kicep tak terkecuali para orang tua dan juga Raka .
"Bagus ya kalian ngomongin aku di belakang ku apalagi tuh Ayu mau aku buka rahasia mu disini mumpung banyak orang ini"
Lalu tatapan nya beralih ke Dena
__ADS_1
"Mau macem- macem ya sama aku kamu belum rasain kalau aku kasih ke kandang ayam kamu mau hemm"
"Kamu jangan. macam- macam sama aku ya mas Tio atau kamu mau semua orang tahu ,kartu AS kamu ada di aku loh sekali macam- macam siap- siap kartu as kamu aku bongkar"
"Untuk mas Raka jangan coba- coba kamu mau aku diem in lagi "
"Dan untuk kedua kakak- kakak ku jangan macam- macam atau aku ndak mau bicara lagi sama kalian berdua " ucap Yayang tegas
"*Bisa stress ini aku punya saudara kembar kaya gini, bunda dulu ngidam apa sih"ucap Yayang dalam hati
"Asem kamu Yang ,aku kok bisa punya sahabat jaya dia sih "gerutu Dena sambil memanyunkan bibir nya
"Jangan sampai dia bongkar semua nya disini aku belum siap"teriak Tio dalam hati
"Aduh dek jangan dong kalau kamu marah lagi aku bener-bener bingung harus gimana,"ucap Raka bergidik ngeri
"Semprul punya adek gini amat sih"
"Gara-gara Dena nih jadi si queen aku marah"ucap kedua kakak Yayang*
"Jangan mengumpat ya aku denger loh ini ,bahkan aku masih disini loh "ucap Yayang datar .
.
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
__ADS_1
BERASAMBUNG....