Garis Senja

Garis Senja
44.Empat Puluh Empat.


__ADS_3

Tanpa memperdulikan yang lain Desy langsung memeluk Yayang dan Dena .


"Jangan sakiti mereka mas seharusnya kalian menyalahkan ku karena aku sudah tahu sejak awal ini semua aku juga ikut andil karena aku yang mengizinkan mereka berdua ikut Dena buat menjaganya aku sudah menawarkan Dena buat berjualan ataupun yang lain tapi dia Ndak mau tolong jangan sakiti mereka. "ujar Desy memohon .


Belum sempat di jawab oleh Tama Yayang sudah kesakitan memegang kepalanya .


"AHHHHHHH....AHHHHH..... SAKIT YA ALLAH SAKIT ...."Ujar Yayang sambil memegang kepalanya .


Semua yang melihat itu panik tak terkecuali Raka dia juga ikut panik .


" Nduk kamu kenapa ?"tanya Desy .


"AHHHHH.... SAKITTTTT MAH SAKITTTT ....BUNDA ....EYANG ... SAKITTTTTTTT"Ujar Yayang


"Ya Allah dek kamu kenapa ?"tanya Raka yang mendekat ke arah Yayang hendak menggendong nya tapi di tolak Yayang Yayang masih menjerit ke sakitan dan memegang kepalanya


🌸


Semua yang melihat Yayang langsung panik bukan main


Tak berselang lama Yayang pingsan


Brukk


Yayang jatuh saat berjalan lalu tubuh Yayang di angkat ke kamar tamu milik Raka yang letak nya berada paling dekat dengan Yayang. Yayang di gendong oleh Raka lalu di ikuti oleh yang lain saat Dena hendak ikut dia di tahan oleh Tio .


"Mau kemana kamu gara-gara kamu Yayang seperti ini tanggung jawab kamu !!!!"ujar Tio dengan nada tegas.


"Hiks....hiks.... ma....maafin Dena om "hanya itu kata yang keluar dari mulut Dena dia Ndak menyangka bahwa akan terjadi seperti ini


Setelah berbicara seperti itu Tio menyusul masuk ke kamar yang sudah ada yang lain setelah Tio masuk Sheila keluar dan berjalan ke arah Dena.


"Bunda kecewa sama kamu nak kamu benar-benar keterlaluan "ujar Sheila sambil menanggis lalu pergi begitu saja setelah mengucapkan kata-kata tersebut dan bergantian dengan yang lain semua pada menyalahkan Dena atas kejadian tersebut


Dena langsung merosot ke lantai dan menanggis sejadi-jadinya


"Ayahhhhhhh.....Ibuuuuuu kenapa kalian tinggalin Dena Hiks....Hiks..... aku Ndak kuat Ibu aku mau ikut ibu semua menyalahkan aku Bu...


Aku sudah menolak saat Yayang dan Ayu hendak membantuku Bu tapi mereka menolak sekarang ibu lihat lihat Bu semua menyalahkan ku semua gara-gara aku ibu ..."ujar Dena mengeluarkan isi hatinya dia menanggis sambil menunduk


Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang langsung memeluk Dena dengan erat


"I love you my Best friend,dan selamat ulang tahun Dena "ujar perempuan dengan nada lembut


Deg...


Dena langsung mendongak dan menoleh ke arah sumber suara


"Yayang ini bener kamu kamu gak papa kan ?"tanya Dena panik

__ADS_1


belum sempat Yayang menjawab semua orang sudah berteriak


"Surprise "


lalu semua orang datang ke arah Dena dan Yayang ,Sheila datang dengan membawa kue ulangtahun untuk Dena


Dena langsung nanggis di pelukan. Yayang


"Hiks.... Hiks ..... kamu jahat banget sih Yang bikin aku kaya gini aku udah jantungan saat kamu pingsan tadi Jangan-jangan ini rencana kamu ya , pokoknya aku marah sama kamu "ujar Dena lalu melepas pelukan pada Yayang dan menatap tajam Yayang sedangkan Yayang yang di tatap tajam oleh Dena bukan nya takut tapi malah cuek .


"Kamu pikir kamu melotot aku takut Hem ,Ndak kali Dena jangan melotot kata gitu ntar bola matamu keluar "ujar Yayang enteng.


"Ish ,kamu benar-benar ngeselin ya !!!"ujar Dena gemas sendiri dengan ucapan Yayang.


"Maafkan kami nak ini semua ide Bunda nak ,dan masalah kamu,Ayu ,sama Yayang nyanyi pun Yayang sudah bilang sama kami semua dan kami sejak lama tapi kami berusaha untuk biasa saja kami menunggu kalian bicara jujur sama kami memaaf untuk ayah dan yang lain marah itu wajar karena mereka Ndak mau terjadi apa-apa sama kalian terlebih kalian ini perempuan,dan buat kamu Dena selamat ulang tahun nak Kamu tetap menjadi putri kami juga jangan merasa kamu sendirian sayang semua juga sayang sama kamu nak "ujar Sheila sambil mendekat ke arah Dena dan meletakkan kue ulang tahun yang ia bawa di atas meja lalu ikut memeluk Dena .


"Hiks..... Hiks......Hiks......Ma...makasih Bunda Dena juga sayang sama kalian .Maafin Dena kalau selama ini banyak salah sama kalian dan Yayang makasih kamu selalu baik sama aku "ujar Dena sembari menanggis


"Udah-hdah Ndak usah mewek biang kerok kok mewek "ejek Andika .


"Biarin nanggis wajar aku kan cewek kalau mas yang nangis itu gak wajar cowok nangis "sahut Dena dengan nada jengkel selalu di goda Andika .


🌸


Beberapa hari berikutnya .


Pagi-pagi sekali Yayang dan Ayu mereka berdua berada di rumah Desy. Karena nanti pukul 10 pagi akan di adakan acara Memperingati hari Kartini semua harus memakai baju adat atau batik . Mereka berdua memilih ke rumah Desy untuk karena mereka sudah janjian dengan Desy.


"Nanti berangkatnya sama Mamah aja ya nak kamu WhatsApp Dena aja mumpung masih pagi ini nanti keburu Tio berangkat "ujar Desy pada Ayu dan Yayang .


"Iya mah ini mau aku WhatsApp Dena nya biar suruh Om Tio anter ke sini "Ucap Ayu.


Sedangkan Yayang dia memilih membawa piring-piring kotor bekas makan ke wastafel untuk mencucinya setelah selesai mencuci piring Yayang menyiapkan bekal makanan yang ukuran nya lumayan besar dia menyiapkan untuk 4 orang Irwan,Andika,Tio dan Raka memang kalau Yayang berada di rumah Desy pada saat pagi dia pasti akan membawakan bekal makanan untuk siapa saja tanpa terkecuali Di balik sifat tegas, cuek,sabar dia juga memiliki sisi perhatian pada orang -orang yang ia sayangi .


Setelah selesai membuatkan bekal Yayang membawanya ke meja makan .


"Ini yang kotak bekal warna merah ini buat Papah ya ,aku isi Nasi,tumis kangkung , capcay ,tahu bakso sama sambal terasi .


"Yang warna Kuning buat mas Andika usah aku siapin juga isinya nasi,tumis buncis ,tahu bakso ,telur mata sapi sama sambal terasi juga


"Yang warna biru untuk mas Tio isinya sama kaya punya Papah. dan yang warna Hijau pupus ini punya mas Raka isinya nasi, Tumis brokoli, tahu bumbu kecap (bacem) ,sambal terasi, sama Rempeyek nanti mas Tio sama mas Andika kalau mau rempeyek kacang hijau bisa minta mas Raka aku bawakan lumayan banyak tadi sari rumah Bu Sri yang aku buat tadi malem .


"Papah mau bawa rempeyek juga Ndak ?"tanya Yayang pada Irwan .


"Ndak nduk papah pengen nya rempeyek gereh (ikan asin)"ujar Irwan .


"Yasudah nanti aku buatin dulu sebelum aku berangkat ke butik sama mamah Pah"ujar Yayang pada Irwan


"Siap cah ayu. "ujar Irwan.

__ADS_1


"Wah enak banget ya Pah punya adek cewek mau berangkat kerja di bawain bekal makanan dan mamah ada yang bantuin setiap hari "ujar Andika


"Makanya bilang Mamah mas biar nanti ada punya adek perempuan "Jawab Ayu asal sambil bermain ponsel .


Andika medekat ke Ayu lalu menyentil keningnya.


Pletak .


"Aduuh sakit tahu mas mas ini seenaknya aja ini main nyentil kening ku mas tahu nggak aku ini perawatan mahal loh mas ,Dan anti aku mau dandan cantik gara-gara kamu jadi merah nih "ujar Ayu menatap Andika garang.


"Kamu bicara asal aja kalau aku bisa aku udah minta mamah dari dulu kali dek biar aku punya adek kandung perempuan tapi mamah Ndak mau ,Hahaha masih bocah gaya-gayaan pakai skincare kamu "ujar Andika sambil tertawa .


"Loh kenapa Ndak mau pasti mamah gak mau nanti adeknya mas manfaatin tuh buat mikirin badan kamu yang keras kaya batu mas "sahut Ayu lagi .


"Dasar adek ndak punya akhlak kamu mas ini badan nya bagus kali dek .


Kamu kalau omong asal nyeplos aja ngawur kamu untung aja Yayang gak kaya kamu kalian memang kembar tapi tak sama "ujar Andika .


"Ya jelas bedalah .Aku bukan Yayang dan Yayang bukan aku "ujar Ayu sewot .


"Sudah-sudah kalian ribut aja masih pagi ini bikin mamah pusing lihat kalian berdua berantem terus kamu juga Andika kamu udah dewasa seneng banget sih berantem sama Ayu "ujar Desy heran .


"Mas anak mu itu loh tolong bilangin lah mas jangan bikin ribut pagi -pagi,Ck. awas saja kalau anak mas itu masih ribut sama Ayu ntar malem mas tidur di luar "ujar Desy berdecak pinggang .


"Loh-loh dek kok gitu sih dek yang ribut Andika loh masak mas kena batu nya sih "ujar Irwan merajuk pada istrinya.


"Terserah pokoknya kalau setelah ini masih ribut terus mas tidur di luar "ujar Desy setelah itu ia pergi ke kamarnya untuk berganti baju karena dia saat ini sedang memakai daster .


Setelah Desy pergi Irwan memarahi Andika.


"Ck . Dasar anak bikin puyeng lihat ini kelakuan kamu mamah marah sama papah lihat saja kalau nanti malem papah harus tidur di luar kamu juga harus temenin Papah lihat Bola "ujar Irwan pada sang anak dengan tatapan sebal


"Loh ini bukan salah Aku dong Pah ini salah Ayu dia yang buat gara-gara loh "ujar Andika tak terima di salahkan Papahnya .


"Terserah pokoknya kalau sampai papah ndak bisa tidur di kamar sama mamah kamu temenin Papah lihat Bola titik"setelah berbicara dengan tegas pada Andika Irwan langsung berjalan ke arah kamar untuk menyusul sang istri .


🌸


.


.


🌸


.


.


🌸

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2