Garis Senja

Garis Senja
35. Tiga Puluh Lima


__ADS_3

"Awas ya dek kalau kamu macem-macem"ucap Raka pada Yayang dan Yayang mengangguk


"Dengerin calon suami kamu dek jangan berbuat yang merugikan kamu sendiri" ujar Reihan memberi nasehat kepada adek nya


"Jangan membuat bumerang bagi hubungan kamu dek,kamu sudah sampai di tahap ini kamu harus selalu terbuka dengan pasangan kamu dek jangan seenaknya sendiri "ujar Andika kuah ikut menasehati


"Siap komandan "ujar Yayang dan di angguki semua orang .


"Untuk masalah Temen kamu yang bernama Dera- Dera itu kalian jangan kasih tahu Ayu dulu kalian tahu kan maksud mas, dia perempuan sangat riskan dengan yang namanya perasaan. Jadi sebisa mungkin mengasih tahu Ayu secara perlahan dan perlu di selidiki lagi orang itu jangan sampai terjadi apa-apa sama Ayu dan kalian berdua nanti mas suruh orang juga buat selidiki tapi kalian juga harus hati-hati "ujar Reihan lagi dan semua akhirnya mengangguk setuju .


"Dek kamu tahu yang namanya Satria ?"ujar Andika dengan hati- hati .


"Siapa?"tanya Dena dengan kaget .


"Satria dia sekolah di sekolah yang sama dengan kalian berdua "ujar Andika lagi


"Satria di sekolah kita ada banyak mas ya kan. Den "ujar Yayang pada Dena


"Iya mas kalau gak salah ada 4 orang yang namanya Satria atau mas punya ciri-ciri orang itu atau mungkin foto "ujar Dena lagi setelah menjawab ia langsung siomay ke dalam mulutnya.


"Ini foto nya kalian kenal ?"tanya sambil memberikan ponsel nya pada Dena


"Uhuk... Uhuk "Dena yang sedang memakan siomay nya langsung tersedak setelah melihat foto di ponsel Andika


"Pelan-pelan kalau makan "ujar Tio sambil memberikan minuman nya pada Dena .


Glek...glek..glek


Dena menengguk minuman tersebut.


"Makasih om "ujar Dena


"Padahal itu gelas milik Tio loh Dek kamu Ndak papa minum di gelas yang sama dengan Tio "goda Reihan


"APA??"Ujar Dena kaget


"Kenapa sih mas Reihan baru bilang "ujar Dena sambil mengelap mulut nya


"Percuma kamu melakukan itu orang kamu sudah minum minuman nya kok itu tandanya kamu udah ciuman dengan aku "ujar Tio dengan pedenya


"Ih gak Sudi aku sama om- om "ujar Dena dengan ekspresi jijik


Semua yang mendengar hanya bisa mengulum senyum nya

__ADS_1


" Aku itu sebenarnya belum tua banget loh Dena aku ini laki-laki matang bukan tua "ujar Tio membela diri .


"Iya deh Den umur mas Tio sama mas Reihan itu cuma beda 3 tahun loh kok bisa kamu bilang Tua sih ,kamu panggil mas Reihan itu mas sedang mas Tio kamu bolang om padahal kan lebih tua mas Reihan "ujar Yayang ikut-ikutan menggoda Dena


"Tapi kan masih ganteng mas Reihan dan mas Reihan gak terlihat tua malah dia kelihatan seumuran sama mas Raka "ujar Dena jujur


"Wah kamu muji mas ku ya jangan -jangan kamu suka lagi sama mas Reihan"ujar Yayang santai mendapat tatapan tajam dari Tio .


"Eh. .eh itu bukan "ujar Dena gelagapan


"Panas ini panas banget "ujar Andika sambil mengibas-ngibaskan tangan nya pura-pura kepanasan


"Kok kamu gelagapan kaya gitu sih Den, jangan -jangan benar lagi kamu suka sama mas ku "ujar Yayang gencar menggoda Dena dan membuat Tio cemburu


"Em... itu ...itu "ujar Dena susah mengeluarkan suaranya .


"Itu...itu apa Dek,jangan -jangan itu bener ya "ujar Reihan ikut -ikutan


"Kejar terus sebelum di tikung di sepertiga malam "ujar Raka juga ikut bersuara


"Eh bukan begitu kan aku bilang faktanya aja real nya kamu kan bisa lihat Yang, ya walaupun sebenarnya mas Reihan sama om Tio kelihatan 11 12 sih "ujar Dena malu-malu .


"Wah ada peluang ini jangan di sia-siakan siapa cepat dia dapat "ujar Andika lagi .


"Kalau suka bilang langsung dong jangan jadi pengecut mas "ujar Raka santai sambil sebisa mungkin tak tertawa melihat ekspresi Tio .


"Berjuang .. Berjuang sekuat tenaga "ujar Andika lagi dengan menyanyikan lagu dangdut


"*Gila ini benar-benar panas hatiku di bandingkan dengan Reihan yang sudah aku anggap keluarga sendiri, kalau benar Reihan juga menyukai Dena aku gak tahu apa yang harus aku lakukan. terus berjuang apa mundur Alon -alon "guman Tio dalam hati .


"Wah parah ini lihat ekspresi wajahnya Tio yang menahan marah seru banget kamu memang paling jago dek buat orang cemburu ,hahaha ya walaupun kamu harus menggoda Dena dengan membawa - bawa namaku sih tapi seru banget ini coba kalau para orang tua juga tahu kami sedang menggoda Tio dan ekspresi Tio seperti ini pasti mereka juga bakalan seneng banget tapi kalau den beneran suka sama aku bagaimana ini kan kita semua disini tahu kalau Tio sangat menyukai Dena ah tahulah pusing sendiri Ku jadinya kalau semua pikiran ku ini terjadi bisa bahaya ini persahabatan ku yang sudah lama aku jalin sama Tio "ujar Reihan dalam hati .


"Parah-parah bener ini seru banget menggoda Dena sama Tio haha lihat eskpresi nya bikin orang ketawa dasar lu Bambang ngapain kamu gak mau jujur aja*


itu anak,kalau gini kamu sendiri yang terluka lebih baik kamu jujur sama dia Mas bukan berjuang dengan diam-diam kata gini "ujar Andika dalam hati .


"Semoga kamu bisa mendapatkan cinta Dena mas,dan melihat ekspresi wajahmu yang memerah seperti ini bisa dilihat memang kamu benar -benar cemburu dengan ucapan Dek Yayang "ucap Raka dalam hati


"Ah sudah lah kalau Ndak ada yang di bahas lagi aku mau ke dapur dulu lihat Ayu sama mbak Sinta sudah matang belum sayurnya "ujar Dena


"Jangan mengalihkan pembicaraan kamu"ujar Yayang lagi


"Mas Tio kamu sakit kok wajahmu memerah seperti itu ?Mas Tio sakit mau aku panggilan Bunda biar di periksa ?" tanya Yayang dengan mengulum senyum nya sebenarnya dia tahu kalau Tio sebenarnya cemburu tapi dia pura-pura tidak tahu

__ADS_1


Dena yang sebum nya tak memperhatikan Tio akhirnya menoleh ke arah Tio dan dia bisa melihat bahwa wajah Rio memerah padam .


"Loh om sakit ?"tanya Dena dengan langsung menempelkan telapak tangan nya ke dahi Tio


"ini gak panas kok om mukanya merah banget sih om demam atau gimana?biar aku ambilkan obat ya atau kita periksa Sama bunda Sheila atau kita ke rumah sakit yuk om " Dena mulai keluar crewet nya dan panik


"Wah kesempatan ini gak akan aku sia-siain buat bermanja-manja dan kamu Dena ,makasih Dedek Yayang kamu memang yang terbaik ."puji Tio dalam hati dan bersorak kesenangan .


"Loh kok gak mau sih om om kan sakit lihat itu muka om aja masih merah loh "ujar Dena panik sambil membujuk Tio


"Aku bilang gak mau ya gak mau Dena ku tahu gak sih "ujar Tio pura-pura marah.


"Ya Allah om jangan kaya anak kecil dong yaudah aku anterin. om ke kamar yang om pakai kemarin nanti deh kalau om udah sembuh kita ribut lagi sekarang om nurut dulu kata aku ya ya ya "ujar Dera dengan memohon karena dia sudah kalau Tio sakit pasti akan seperti anak kecil .


"Oke tapi ada syarat yang harus kamu penuhin kamu bisa "ujar Tio


"Ya nanti aku turutin deh mau om sekarang om ke kamar om tadi malam aja dan nanti aku bikinin bubur buat om "ujar Dena dan akhirnya Dena dan Tio pergi dari kamar tersebut langsung menuju kamar tamu yang tadi malam tempat Tio tidur .


Cukup lama Yayang dan yang lain menunggu Tio dan Dena pergi setelah itu mereka berempat tertawa bersama -sama termasuk Raka dia juga ikut tertawa kecil .


"Bener-bener ya kamu dek skenario kamu berhasil the best banget pokok nya "ujar Andika setelah puas tertawa.


"Iya dek kamu belajar dari siapa itu bikin skenario kaya gitu pakai bawa-bawa nama mas lagi dan kamu lihat muka Tio seperti apa tadi untung saja mas mu ini masih bisa menahan biar gak tertawa tapi mas suka cara kamu buat orang panas seperti tadi biar Tio semakin semangat berjuang buat dapatin hati Dena "ucap Reihan


"Sudah pinter buat orang panas dingin ya kamu dek,tapi mas bangga punya calon istri kaya kamu dek tapi mas mau tanya dong kok kamu bisa tahu kalau Tio suka sama Dena ?"ujar Raka dan di angguki Andika dan juga Reihan .


"Sebentar jadi kalian juga udah tahu kalau mas Tio suka sama Dena ?"tanya Yayang pada ketiga laki-laki tersebut .


"Iya kami para laki-laki dewasa sudah tahu kalau Tio itu suka sama Dena bahkan sudah lama"jawab Reihan


"Terus gimana ceritanya kok kamu bisa tahu kalau Tio suka sama Dena ?"tanya Reihan penasaran pasalnya dia juga baru tahu kalau sang adek tahu kalau sahabatnya suka dengan Dena


"Sebenarnya .....


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2