GEJOLAK DI USIA MUDA

GEJOLAK DI USIA MUDA
IBUKU WANITA PANGGILAN


__ADS_3

Paginya seperti biasa, Karina sedang menata meja makan. Dia baru saja selesai membuat nasi goreng sea food kesukaan Ilalang.


Hatinya sudah tak sabar untuk menyambut sang putra. Namun, kenapa Ilalang belum turun juga?


Dia menoleh ke arah tangga untuk kesekian kalinya.


Hh, pasti Ilalang sangat marah padanya. Wajar saja. Mana ada anak yang sudi dengan profesi ibunya yang tak lain adalah seorang pelacur.


Karina menghela napas lalu menanggah ke atas. Dia tak ingin air matanya sampai berhasil terjatuh.


Ilalang sudah salah menilai dirinya. Bukan, ini bukan keinginannya!


Sejak Armand, suaminya itu pergi dari rumah hidupnya sangat menderita.


Uang kompensasi yang diberikan oleh Armand sangat kecil jumlahnya dan tak cukup untuk biaya hidupnya selama satu tahun. Sementara lelaki itu juga tak kunjung memberikan uang tunjangan untuk Ilalang.


Karina juga sudah mencari pekerjaan ke sana ke mari, tapi ia tak juga mendapatkan pekerjaan yang halal. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Madam Siska, seorang muncikari dan pembisnis prostitusi online di Jakarta.


Wanita 45 tahun yang biasa disebut Madam itu mengatakan kalau dirinya sangat cantik, masih muda dan memiliki bentuk tubuh yang bagus.


Madam Siska memintanya untuk bergabung dengan bisnis haramnya.


Benar, sejak Karina bergabung dengannya, jaringan prostitusi online miliknya semakin laris.


Setiap hari pasti ada saja lelaki hidung belang yang memesan open bo untuk Karina. Namun, Karina hanya menerima open bo dua kali dalam satu pekan. Itu juga adalah syarat yang diajukan Karina pada Madam Siska.


"Kamu cantik dan masih sangat muda, Karina. Kamu pasti bisa menghasilkan banyak uang dengan tubuhmu itu," ucapan Madam Siska sambil menikmati batang rokoknya tempo hari. Saat Karina menemui muncikari itu di bar miliknya.


Karina memejamkan matanya mengingat itu. Kenapa dia mau saja bergabung dengan Madam Siska? Sekarang dirinya sangat kesulitan untuk terlepas dari cengkeraman wanita paruh baya penikmat lembah dosa itu.


Saat itu dirinya memang sedang sangat membutuhkan uang untuk biaya rumah sakit Ilalang.


Dua bulan yang lalu Ilalang mengalami kecelakaan saat mengikuti balapan liar. Akibatnya dia kritis di rumah sakit dan membutuhkan banyak biaya.


Karina sudah mengabari Armand saat itu, tapi mantan suaminya itu tidak datang meski hanya untuk melihat kondisi Ilalang saja.


Armand sepertinya sudah melupakan kalau Ilalang adalah putranya, darah dagingnya.


Karina yang sangat kebingungan kala itu akhirnya terpaksa mendatangi Madam Siska.


Malam itu juga menjadi awal di mana ia terjun ke dalam jurang dosa. Namun, Karina bersyukur karena dia bisa mendapatkan uang untuk biaya pengobatan Ilalang.


Karina hidup sebatang kara selama ini. Bahkan dia dibesarkan di sebuah panti asuhan. Pertemuannya dengan Armand terjadi saat keduanya berada di sebuah pesta yang diadakan di kampus Armand.


Bukan, Karina tidak kuliah di sana. Bahkan dirinya tidak pernah mengecap pendidikan di universitas mana pun.


Dia hanya lulusan SMA. Pertemuannya dengan Armand di pesta itu saat dirinya mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai pelayan.

__ADS_1


Nasibnya pun berubah drastis setelah dirinya menjadi istri Armand Adipati Farlevi, seorang crazy rich di Jakarta.


Meski pernikahan mereka ditentang oleh orang tua Armand, tapi pada akhirnya mereka tetap menikah dan memiliki seorang putra.


Sayang, kebahagiaan itu hancur saat Karina mengetahui perselingkuhan Armand dengan Weni, sekertaris suaminya.


Wanita seumuran dengannya itu bahkan tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan dirinya. Entah kenapa Armand lebih memilih Weni, lantas meninggalkan dirinya dan Ilalang.


Karina menyeka kedua pipinya yang basah mengingat semua itu.


Kini dirinya harus menjalani hidup sebagai seorang wanita panggilan. Apalah daya, hanya ini yang sekarang bisa dirinya lakukan untuk bertahan hidup dan menghidupi Ilalang.


Dia tak punya pilihan lagi. Ke mana dia harus mencari pekerjaan dengan bermodal ijazah SMA di usianya yang sekarang?


Ilalang pasti sangat membencinya, tapi dia tak bisa melakukan lebih dari ini. Sejauh ini.


Manik kecokelatan bak kopi susu itu berbinar melihat Ilalang yang sedang menuruni anak tangga.


Karina tersenyum senang melihat remaja tampan dengan seragam sekolahnya itu. Dia segera menyeka kedua pipinya lalu menyambut kedatangan Ilalang di bawah tangga.


Ilalang segera memalingkan wajah dari tatapan penuh kasih dan kagum Karina padanya.


"Lang, sarapan dulu yuk, Sayang. Kamu bahkan belum makan sejak semalam. Kamu pasti lapar, kan? Mommy sudah buatkan nasi goreng sea food kesukaan kamu, lho!"


Karina berusaha menahan segala nestafa di hatinya. Dia tetap memasang senyum penuh kasih untuk putranya itu.


"Aku nggak laper," balas Ilalang sambil berjalan melewati Karina.


Kebencian.


Ya, hanya kebencian dan rasa jijik yang kini ada untuk wanita cantik yang telah melahirkannya itu.


Dia tak sudi memiliki seorang ibu yang berprofesi sebagai pelacur. Gilanya lagi, ibunya malah membawa lelaki hidung belang ke rumah ini.


Ilalang sangat murka.


"Ilalang, tunggu!"


Karina segera mengejar pemuda berseragam putih abu-abu itu. Bagaimanapun anaknya tak boleh pergi dengan perutnya yang kosong. Terlebih dia tak punya uang lagi untuk memberi ongkos pada Ilalang.


"Tunggu, Nak. Kamu belum makan apa-apa dari semalam. Mommy tak ingin kamu sakit, Ilalang." Karina memasang wajah memohon pada Ilalang saat dirinya berhasil menghadang sang putra di teras.


"Tadi aku udah bilang kalo aku nggak laper. Mommy makan sendiri saja. Lagi pula aku jijik makan makanan yang Mommy buat."


Ilalang berkata dengan wajah dingin. Persetan ibunya malah menangis di hadapannya. Sukur kalau Karina menyadari kesalahannya, pemuda itu segera melanjutkan langkah menuju motornya di garasi.


"Ilalang!" raung Karina dengan perasaan yang sangat hancur.

__ADS_1


Jijik?


Apakah Ilalang sangat membencinya? Dia membungkam mulutnya lalu menjatuhkan kedua lutut pada lantai. Tangisnya tak bisa ditahan lagi. Ucapan Ilalang sungguh melukai hatinya sampai dalam.


"Maafkan Mommy, Lang ...," ratapnya memilukan.


........................................................


Pagi itu di SMA Gemilang High School 17, di mana Ilalang bersekolah.


Semua orang menolehkan kepala ke arah Ilalang yang baru saja memasuki kelas. Mereka mulai berbisik membicarakan pemuda berparas tampan itu.


Persetan dengan itu!


Ilalang tak perduli. Dia segera membanting tasnya pada meja. Semua orang pun tersentak dan segera mencari kesibukan masing-masing.


"Stttt ... rumput liar ngamuk," bisik mereka pelan. Hal itu didengar oleh Ilalang.


Dulu, sebelum orang tuanya bercerai Ilalang adalah pemuda paling populer di sekolah. Hampir semua siswa ingin menjadi temannya, karena Ilalang selalu menghamburkan uang di kantin untuk mentraktir semua temannya.


Bukan hanya itu, pemuda tampan dengan postur tinggi berkulit putih itu pun menjadi cowok idola para siswi, karena dia adalah kapten team basket di sekolah.


Namun, semua itu kini telah berakhir. Semua temannya telah pergi darinya. Sementara predikat cowok idola masih disandangnya meski kini dia sudah bukan pemuda yang kaya raya lagi.


"Lang, kamu udah sarapan belum?


Ini aku buatin roti isi buat kamu," ucap seorang gadis bernama Mikha.


Dia salah satu siswi yang mengidolakan Ilalang sejak pemuda itu masih menjadi bad boy di sekolah.


"Gue nggak laper." Ilalang menolak kotak makanan yang disodorkan oleh Mikha. Dia lantas memalingkan wajah jauh-jauh dari rahut sedih Mikha yang menatapnya.


"Tapi, Lang ... aku buatin ini khusus buat kamu. Terima, ya?" Mikha menaruh kotak makanan itu di atas meja hadapan Ilalang dengan mimik sedih cenderung memaksa.


Dia berharap Ilalang mau menerimanya. Mikha sangat menyukai pemuda itu meski Ilalang selalu bersikap dingin padanya. Justru di situ letak keistinewaan seorang Ilalang Alvaro Farlevi di matanya.


"Gue bilang, gue nggak laper! Budeg lo, ya!" Dengan wajah geram Ilalang langsung berdiri, tangannya menepis kotak makanan Mikha sampai jatuh ke lantai. Dia menatap sinis pada gadis di hadapannya.


Mikha sangat tersentak melihat sikap kasar Ilalang.


Kotak makanan itu sudah berserakkan di lantai. Dia membungkam mulutnya sambil menggeleng. Sepasang matanya berkaca-kaca menatap pemuda di hadapannya.


Dia tak menyangka wajah manis itu bisa berlaku se-kasar ini. Menit selanjutnya Mikha berlari meninggalkan kelas Ilalang sambil menangis.


Semua orang menoleh pada Ilalang. Kelas hening seketika. Ilalang segera menjatuhkan tubuh pada bangkunya. Dia mengusap wajahnya lalu menggeleng.


Oh, ****! Lagi-lagi dia menyakiti hati Mikha.

__ADS_1


Masa bodoh! Persetan dengan gadis itu. Lagi pula siapa yang mau padanya. Ekor matanya menoleh pada lantai di mana kotak makanan Mikha berserakkan.


Dipandanginya beberapa potong roti isi yang berserakkan di sana. Ilalang meneguk ludahnya kasar. Perutnya sangat lapar sekarang.


__ADS_2