Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Dibawa kealam ghaib


__ADS_3

  Di sebuah jalanan seorang pemuda sedang di kejar-kejar sekelompok preman, pemuda itu terus berlari untuk menghindari kejaran preman itu.


‘’Cepat tangkap dia! jangan sampai lolos!’’ Teriak salah satu preman kepada temannya.


  Pemuda itu terus berlari menelusuri pekarangan di kampung tersebut supaya bisa terlepas


dari kejaran kelompok preman yang tidak di kenalnya.


‘’Aku harus bersembunyi’’ Gumamnya lirih dalam hati sambil mencari tempat untuk bersembunyi.


  Pemuda itu bernama Jenal, ia melihat semak-semak untuk bersembunyi. Sedangkan kelompok preman itu masih mengeajar.


‘’Dimana dia? cepat cari!’’ Perintah ketua preman itu kepada bawahannya.


  Mereka pun mencari keberadaan Jenal yang sedang bersembunyi, Jenal terus berdoa supaya tidak ketahuan oleh preman tersebut. Jenal terus bersembunyi diantara dua pohon yang besar.


Tiba-tiba tubuh Jenal ada yang menarik dari belakang, ‘’sret..’’.


‘’Siapa kamu? dan dimana ini?’’ Tanya Jenal kepada orang yang menariknya.


  Jenal melihat orang itu dari ujung kaki sampai ujung rambut, ‘’kamu siapa?’’ Tanya lelaki itu lagi yang melihat seorang perempuan memakai pakaian renda berwarna merah.


‘’Panggil saja aku Santi, sekarang kamu berada di wilayahku’’ Jawab perempuan itu sambil tersenyum.


‘’Santi’’ Ucap lirih Jenal sambil menatap wajah cantik wanita itu.


‘’Aku Jenal’’ Balas lelaki itu.

__ADS_1


‘’Tempat apa ini, kenapa aku baru melihat tempat seperti ini?’’ Jenal bertanya karena ia merasa heran dengan tempat tersebut.


‘’Ini adalah taman milikku dan itu rumahku’’ Jawab Santi lalu menunjuk sebuah rumah megah yang tak jauh dari taman tersebut.


  Jenal melihat sekeliling tempat itu banyak wanita cantik berlalu lalang, ia merasa heran karena di kota masih ada tempat seperti itu.


‘’Tempat apa ini?’’ Jenal masih bingung dan heran.


‘’Kamu ada di wilayah kenikmatan, dimana kamu bebas bercinta dengan siapa saja tanpa harus menikah’’ Jawab Santi sambil tersenyum.


‘’Wilayah kenikmatan! Aku baru dengar nama itu?’’ Gumam Jenal dalam hatinya.


‘’Sudah jangan bengong, ayo kerumahku’’ Ajak Santi sambil menggandeng tangan Jenal.


  Mereka masuk kedalam rumah yang megah penuh dihiasi bunga mawar merah dan lampu-lampu berwarna-warni.


‘’Indah banget rumah kamu’’ Balas Jenal yang merasa takjub melihat rumah itu.


Setelah makan malam Santi menyuruh Jenal untuk mandi supaya badannya segar dan bersih.


‘’Mandilah di situ dan ini baju ganti buat kamu’’ Ucap Santi sambil menunjuk kolam berukuran tiga kali dua meter yang di kelilingi dengan bunga-bunga berwarna putih.


  Jenal pun menuruti perintah dari Santi, ia berjalan ke kolam itu lalu melepas semua pakaiannya dan masuk kedalam kolam tersebut. Sedangkan Santi menunggu di atas ranjang.


  Setelah mandi Jenal berjalan masuk dan di panggil oleh Santi yang berada di dalam kamar dengan pintu yang terbuka lebar, ‘’kemarilah’’ Ucap wanita itu sambil melambaikan tangan. Jenal pun masuk kedalam kamar tersebut.


  Santi menarik Jenal kedalam pelukannya, ‘’kita nikmati malam ini’’ Ucap Santi sambil membelai pipi Jenal yang sudah diatas tubuhnya. Mereka bercinta diatas ranjang.

__ADS_1


  Setelah mencapai puncak kenikmatan kedua orang itu pun sangat kelelahan, mereka berbaring sambil berpelukan. Santi membelai dada bidang lelaki itu sambil membenamkan kepalanya.


Jenal ikut membelai rambut Santi dengan sangat lembut dan mesra lalu mencium kening wanita itu.


‘’Makasih kamu telah membuatku puas’’ Ucap Jenal sambil tersenyum.


‘’Sama-sama mas, aku juga sangat puas’’ Jawab Santi sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah Jenal.


  Malam semakin larut, kedua orang itu pun terlelap tidur sampai kicau burung membangunkan mereka. Santi menggeliat, ‘’hoam..’’ matanya perlahan mulai terbuka.


‘’Mas bangun sudah pagi’’ Ucap Santi sambil menjawil hidung lelaki yang masih memeluk dirinya.


  Jenal membuka matanya, ‘’sudah pagi ya’’ ucapnya sambil menutup mulut dengan satu tangan.


‘’Ayo kita mandi bersama di kolam’’ Ajak Santi sambil tersenyum kepada Jenal.


‘’Masih terlalu pagi San, nanti saja ya’’ Balas Jenal yang masih enggan untuk bangun dari atas ranjang.


‘’Baiklah’’ Ucap Santi lalu memeluk lelaki itu lagi sambil membenamkan kepalanya di dada jenal.


  Kedua orang itu masih enggan beranjak dari tempat tidur, sinar matahari mulai masuk ke celah-celah jendela dan mulai terdengar suara orang berlalu lalang di sekitar rumah tersebut.


Santi duduk sambil membenarkan rambutnya yang masih acak-acakan, ‘’mas ayo kita mandi’’.


‘’Ya sayang’’ jawab Jenal lalu ikut duduk sambil memeluk wanita itu dari belakang, bibirnya menciumi leher jenjang milik Santi memberi tanda merah di situ.


  Santi membalikkan badannya lalu mencium lelaki itu, ‘’nanti saja kalau kita di kolam’’ Ucap Santi menggoda lelaki itu sambil tersenyum.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2